Thursday, November 16, 2017

Aplikasi Detikcom #AdaYangBaru dengan tampilan berbagai macam fitur


Saat ini kita sudah memasuki era digital, dimana mayoritas masyarakat mencari dan mendapatkan informasi melalui internet. Berita yang tersaji lewat media online, bisa di dapat melalui berbagai perangkat. Baik komputer, laptop, notebook, handphone dan aneka gadget yang makin canggih. Kita tidak perlu repot mencari informasi terkini, karena semua bisa di dapat lewat genggaman alias handphone.




Tekhonologi yang semakin tinggi itulah kemudian melahirkan kreatifitas-kreatifitas digital yang makin modern. Salah satunya yang baru saja diperkenalkan oleh detikcom, yaitu aplikasi terbaru yang bisa di unduh melalui hape android kita.



Tampilan dari aplikasi detikcom sekarang cukup lengkap hanya dalam satu sentuhan. Kalian sudah bisa mendapatkan informasi yang beragam dan komplit. Beberapa fitur baru dalam tampilan aplikasi detikcom seperti : 

 

1. Pembaharuan Tampilan Antar - Muka. 

Jadi tampilan akan terlihat lebih bersih dan kekinian banget. Sehingga kita tidak akan bosan ketika membuka aplikasi dengan fitur yang cukup nyaman di lihat.


2. Mode Malam. 

Mode malam ini bisa otomatis menyesuaikan warna tampilan ketika malam hari sehingga tetap nyaman di baca waktu malam.


3. Kategori Video. 

Fitur video ini menjadi salah satu hiburan yang menyenangkan ketika membuka aplikasi detikcom. Video-video popular 20 detik yang sangat kreatif, bisa menjadi alternatif lain mendapatkan informasi.


4. Fokus. 

Fokus atau liputan yang spesifik dan mendalam lebih mudah ditemukan. Biasanya berhubungan dengan issue terkini baik berupa politik dalam negeri maupun luar negri. Yang jelas, informasi lebih lengkap dan ter update.


5. Berita Daerah. 

Berita beberapa daerah di Indonesia lebih mudah ditemukan dan selalu terupdate setiap detik. Sehingga perkembangan di pelosok daerahpun bisa kita ketahui lewat fitur ini.


6. Indonesia Happy. 

Semua berita yang membuat bangga, bahagia dan inspiratif bisa di baca di menu Indonesia Happy. Ini adalah salah satu komitmen dari detikcom dengan menyuguhkan fitur Indonesia Happy. Karena konten ini akan selalu menyajikan informasi yang tidak saja membahagiakan tapi juga membanggakan dan menginspirasi. Dimana semua prestasi dan kiprah anak bangsa akan di share dan dituangkan disini.

Pastinya, aplikasi detikcom ini akan berkembang terus dan akan mengikuti kemajuan tekhnologi informasi yang sepertinya tidak terbendung lagi kecanggihannya. Jadi, kalau kamu pengen di sebut kekinian dalam informasi, up date terus info dari detikcom ya! So, tunggu apalagi? Download aplikasi detikcom sangat mudah lewat playstore atau iTunes.



Wednesday, November 15, 2017

Pameran otomotif Weekend On Wheels hadir di Surabaya


Pekan ini Surabaya bakal digebrak acara seru Komunitas Motor dan mobil. Tidak tanggung-tanggung, sekitar 250 komunitas otomotif beradu kontes menampilkan karya modifikasinya di Parkir Timur Delta Plaza. Event Weekend on Wheels 2017 perdana ini diselengarakan oleh Samudraya Dyan Praga pada tanggal 11 dan 12 Nopember 2017.  Didukung penuh oleh Pertamina, KratingDaeng, XL dan sejumlah sponsor lainnya. Bisnis otomotif di Indonesia memang fluktuatif seiring dengan pertumbuhan ekomoni nasional. WOW SBY 2017 memunculkan gairah bisnis baru yang tak bisa lagi dipandang sebelah mata. 



Setiap tahun animo dalam bermodifikasi terus meningkat, sehingga mengakibatkan bermunculannya komunitas pehobi otomotif kendaaraan roda dua dan empat. Kreativitas inilah yang membentuk pasar modifikasi mobil dan motor semakin diperhitungkan. Weekend On Wheels berhasil merebut perhatian ratusan komunitas motor dan sejumlah industri terkait. 



Bertempat di area parkir Taman Delta Plaza seluas 100 meter x 36 meter penuh terisi hampi 200 stand, termasuk belasan foodcourt dan foodtruck.  Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Surabaya membuka stand sparepart mobil homemade. Komunitas Motor Black Motor Community (BMC) pun tidak kalah eksis menampilkan berbagai part kebutuhan modif.  Acara yang berlangsung selama dua hari dari pagi hingga malam ini dikemas kreatif oleh sejumlah Komunitas Motor.  Diantaranya aktivitas mural mobil, body painting, drone race, safety riding lady bakers dan  DJ performance. 




Hariman T Zagloel, CEO dari Samudra Dyan Praga berharap otomotis ajang ini akan menjadi trend setter. Melalui event ini, pasar otomotif Indonesia khususnya di Surabaya dan sekitarnya dapat bersaing. Merambah sampai internasional dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia.


Untuk memaksimalkan entertain kepada pengunjung dihadirkan konser D Massive. Pertamina yang menjadi salah satu sponsor acara juga menyuguhkan talkshow menarik. Mengulas tentang produk dari Pertamax Series, Pelumas Faston & Enduro. Melibatkan berbagai komunitas terkait seperti Komunitas BIC dan Komunitas HJOC. 


MIGO

Migo adalah salah satu solusi mengantisipasi kemacetan melalui jasa persewaan sepeda listrik yang diintegrasikan dalam bentuk aplikasi pada smartphone. Sejak diluncurkan Juli 2017, saat ini sudah 1000 unit Mohon tersebar 500 unit di 100 titik station. Dan, telah diundur sebanyak 1.800 orang pengguna. Target tahun ini ada 2000 pengunduh.  Target dr 1000 armada mampu menggarap 10 rb pengguna. Sistem pembayarannya dengan emoney. Pengguna bsa mengisi pulsa 100 rb, dan akan memperoleh pulsa Rp 200 rb tuk bersepeda. Selama promosi di bulan November, pengguna Migo dapat memakainya secara cuma-cuma.



Sepeda Migo  adalah sepeda listrik berbasis  aplikasi yang ramah lingkungan. Diluncurkan untuk mengurangi polusi udara. Pertamina  mengajak masyarakat sebagai partner bisnis untuk substation atau layanan  penyewaan sepeda listrik yang murah, nyaman dan aman. (Migo E-Bike) telah hadir di Surabaya.  Syaratnya : 

1. punya halaman terbuka 2 M x 4 M 

2. punya satu smartphone 

3. Penghasilan lebih  2 jt dan bonus lainnya




Pertamina

Produk andalan dari Pertamina mulai dari Pertamax dan yang paling unggul adalah pertamak turbo. Pertamak Turbo bekerja sama dengan Lamborgini dan membuat event di Italia. Semua mobil yang ada di event di italia menggunakan Pertamax Turbo dan pasarnya meningkat. Bangga dengan produk Indonesia yang mendunia menggunakan Pertamax Turbo. 



Pertamina memenuhi kebutuhan konsumen dengan bahan bakar yang berkualitas. Untuk Pertalite sendiri disesuaikan dengan mesin menggunakan round menumal 90 dan Pertalite sudah memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan Pertamax pembakaran lebih merawat mesin kendaraan.  Pertamax Turbo memiliki seluruh keunggulan ditambah IBF yang memiliki keunggulan utama agar pacu lebih maksimal dan merawat lebih lama. Pelumas dari pertamina lubrican ada 2 brand yang paling update. Untuk roda 4 ada Fastron yang unggul dalam teknologi dan kualitas terbaik. 


(Foto milik mbak Miramiut)

Untuk kegiatan berikutnya akan bisa mensupport lagi dengan pengunjung yang lebih meningkat lagi. Gunakan Pertamina dan seluruh rangkaian produknya karena akan meningkatkan juga produk unggulan dalam negeri. Komunitas yang hadir juga memiliki cinta akan produk Indonesia khususnya Pertamina yang digunakan



Pada acara tersebut, sejumlah pejabat dari Pertamina dan sponsor yang terkait berkomitmen untuk menjaga lingkungan dengan bersama-sama menandatangani pohon prasasti untuk menyelamatkan bumi.

Friday, November 10, 2017

BarBek, Menjual Produk Kreatifitas dari Barang Daur Ulang dan Memberdayakan UKM

Semakin hari kecanggihan tekhnologi sepertinya tidak bisa di bendung lagi. Bak jamur yang muncul di kala hujan, model starup itu kini semakin disukai. Karena hampir semua ide yang berbasis aplikasi, mendapat sambutan yang sangat positif di tengah masyarakat. Karena memang memudahkan serta memberikan solusi dari segala macam permasalahan. 


Ketika ada kesempatan untuk ikut kompetisi IWIC ini, saya mencoba mencarikan ide yang lain dari pada yang lain. Dengan mengambil tema yang sangat sederhana, tapi sepertinya juga menjadi problem yang tidak pernah ada jalan keluarganya. Mudah-mudahan aplikasi yang saya ajukan ini bisa menjadi solusi dan jalan keluar yang menguntungkan dan membahagiakan semua pihak.


NAMA APLIKASI : BarBek

Kepanjangan dari Barang Bekas. Terdengar unik dan simpel. Tapi mengandung arti yang cukup luas. Orang akan bisa berimajinasi bahwa ini berhubungan dengan segala macam barang bekas.


LATAR BELAKANG :


Beberapa tahun saya berkecimpung mengelola Bank Sampah, sudah banyak menerima ide dan kreatifitas para ibu rumah tangga yang memanfaatkan barang bekas menjadi produk yang bisa di jual. Contohnya seperti plastik bekas mie instant dijadikan tas atau tempat tissue. Atau bekas kaleng minuman menjadi hiasan dinding. Sedangkan untuk menyalurkan barang-barang tersebut hanya melalui pameran, workshop atau menunggu pesanan saja.


Makin banyak orang kreatif yang peduli untuk memanfaatkan barang bekas menjadi kerajinan tangan yang bisa di jual. Tapi kadang tidak tahu cara dan prosedur dalam memasarkannya. 


Sebelum menggunakan aplikasi, harus mendaftarkan diri sebagai anggota. Caranya dengan klik PROFIL, mengisi data yang nanti approvalnya bisa di kirim lewat email masing-masing. Setelah ada konfirmasi, baru bisa menggunakan aplikasi atau masuk ke dalam aplikasi tersebut.




FITUR : 

- Tempat tissue

- Tas

- Asbak 

- Tempat lipstick

- Hiasan Dinding 


CARA PESAN : 


- Misalkan kita mau pesan tempat tissue, maka klik kotak yang bertuliskan Tempat Tissue. Nanti akan ada beberapa pilihan pengrajin yang memproduksi aneka ragam tempat tissue dari bahan dan modelnya. 


- Misalkan memilih Toko A, pada halaman selanjutnya akan muncul Toko A dengan alamat lengkap serta nomor telpon. Anda bisa membeli dengan harga satuan atau harga retail, tinggal mengisi di sampingnya. Kemudian memilih paket yang diinginkan. Ada beberapa pilihan, contohnya cuman 2 yaitu JNE atau Kantor Pos. Setelah di klik salah satunya akan muncul ongkos kirm. Selanjutnya di kolom TOTAL bawah sendiri akan tertulis nominal harga yang harus dibayarkan. Meliputi barang yang di jual di tambah ongkos kirim. Kalau memang sudah cocok, tinggal klik OKE.


SASARAN : 

1. Ibu rumah tangga yang kreatif dan membutuhkan tambahan pemasukan 

2. Memberdayakan Karang Taruna atau para pengangguran yang belum mendapat pekerjaan 

3. Hasil karya dari anak-anak sekolah 

4. Siapapun bisa menjual hasil karyanya atau mendaftarkan lewat aplikasi ini, asalkan memenuhi syarat dan sesuai ketentuan (misal harga terjangkau dan barang dipastikan tidak mengecewakan)


STRATEGI MENCARI VENDOR : 

1. Ajak ibu-ibu yang kreatif di lingkungan terdekat

2.  Sosialisasi ke kampung-kampung dan presentasi tentang manfaat bergabung di aplikasi Barbek

3. Share di media sosial 


STRATEGI MENCARI CUSTOMER :  

1. Sosialisasi ke instansi pemerintah

2. Ikut pameran


PEMASUKAN :

Aplikasi ini akan mendapat penghasilan dari sponsor yang memasang logo atau tagline di aplikasi serta kerjasama event yang akan di buat rutin tahunan.

HARAPAN :

1. Bisa mengurangi pengangguran

2. Membangkitkan potensi UKM di daerah

3. Menambah pemasukan dan memperbaiki ekonom dari para pengrajin


Mudah-mudahan aplikasi ini bisa terealisasi dan dikembangkan lewat ajang IWIC ini. Sehingga para UKM yang selama ini hanya menunggu momen-momen tertentu untuk dapat menjual produknya, bisa setiap saat mendapat peluang berpromosi. 








Thursday, November 9, 2017

WAGE : Mengenang Pencipta Lagu Kebangsaan Lewat Film


Siapa yang tidak tahu WR Soepratman? Semua masyarakat Indonesia pasti tahu kalau dia adalah pencipta lagu kebangsaan dan kebanggaan kita "Indonesia Raya". Nama besarnya juga cukup terkenal di seantero bumi, karena lagu ciptaannya tersebut mampu mempersatukan seluruh rakyat Indonesia. 


Tapi, ternyata tidak semua orang tahu pasti sejarah kehidupan beliau. Sempat menjadi perdebatan yang menyebutkan kalau WR Soepratman lahir di Meester Cornelis Jatinegara Jakarta. Namun setelah melalui beberapa penelitian yang panjang dan detail, tentunya melibatkan para ahli. Terkuak bahwa ternyata sang komponis itu lahir di Dusun Trembelang, Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. 


Sebagai sosok yang penting, latar belakang kehidupannya memang patut dijadikan sejarah. Namun keterbatasan referensi dan dokumen sejarah tentangnya membuat kisah hidup dan perjuangan sang pahlawan nasional itu masih gelap. Jujuuurrr....saya baru tahu kalau sang maestro itu belum sempat menikah sampai ajal menjemputnya. Tahunya juga ketika mendapat kesempatan nobar dan berdialog dengan sutradaranya. 


"Film ini sebagai noir kebangsaan tentang sosok kehidupan nyata namun tidak pernah terlihat jelas bagaimana hidupnya, tentang sejarah gelap bangsa Indonesia yang tidak terbuka dengan baik," ujar John. 


Sutradara John de Rantau dan rumah produksi Opshid Media UIR menuangkan riwayat WR Supratman yang juga berprofesi sebagai wartawan dan penulis itu ke layar lebar. Film berjudul Wage tersebut tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 9 November 2017. Dia mendekonstruksi kisah Wage melalui riset panjang selama tujuh tahun. Membaca sumber tertulis yang mengulas sejarah hidup Wage, memburu karya-karya karangannya hingga mewawancarai ahli waris almarhum.


SOSIALISASI INDONESIA RAYA 3 STANZAH KE SMA 2 SURABAYA

Sejumlah artis pemain film Wage juga melakukan sosialisasi lagu kebangsaan Indonesia Raya versi 3 stanzah kepada para pelajar di Surabaya. Pada hari Kamis tanggal 9 Nopember lalu, mereka melakukan kunjungan di SMA Negri 2 Surabaya. 

Sosialisasi tersebut dilakukan dengan mengajak para pelajar untuk menyanyikan lagu karya ciptaan Wage Rudolf (WR) Supratman yang makamnya terletak di daerah Kenjeran Surabaya itu.


Pemeran film Wage ketika mengunjungi SMA 2 Surabaya (dok. Arul Munchsen)

Momennya memang pas, ketika kita baru saja memperingati hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2017 dan hari Pahlawan 10 Nopember. Antusias dari para pelajar yang sering di sebut juga dengan "kids zaman now" itu, cukup membanggakan. Karena ternyata mereka sudah hapal lagu Indonesia Raya 3 stanzah.




NOBAR

Selanjutnya pada sore hari diadakan nobar di bioskop XXI Delta Plaza Surabaya. Yang melibatkan murid-murid sekolah, guru sejarah, pemain film Wage dan tak ketinggalana adalah blogger Kopiers Surabaya yang turut menyemarakkan tayangan perdana film ini.


Dokumen pribadi

SINOPSIS

Sesuai dengan judulnya, film Wage ini akan menceritakan kisah kehidupan pahlawan nasional Wage Rudolf Supratman yang merupakan pencipta lagu Indonesia Raya. Dalam film ini akan diceritakan bagaimana Wage Supratman muda meninggalkan semua kemewahannya di Makassar untuk ikut berjuang melawan penjajah di Jawa melalui lagu dan biolanya. Sosok W.R. Supratman dalam film ini diperankan oleh aktor pendatang baru Rendra Bagus Pamungkas. 


Film ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk masyarakat Indonesia serta tanah air Indonesia. Selain sebagai film kebangsaan yang mempelopori bangkitnya rasa cinta tanah air di hati bangsanya, juga sebagai pelurus suatu peristiwa sejarah yang banyak melenceng. 

Karena lahirnya lagu Indonesia Raya menimbulkan ketakutan besar pada kaum penjajah. Kami juga berharap lahirnya film WAGE ini dapat menjadi pemicu semangat cinta tanah air dan kiat untuk menghapuskan penjajahan dimanapun dalam bentuk apapun. Tonton film WAGE, mari kembali ke jati diri bangsa untuk Indonesia Raya.


Detail :

- Sutradari : John De Rantau, Azwan Azuzan

- Produser : M. Subchi Azal Tsani, Ivan Nugroho, Andy Shafik, John De Rantau

- Penulis naskah : Fredy Aryanto, Gunawan BS  

Genre : Drama, Biografi

- Tanggal Rilis Perdana : 09 November 2017 

- Studio : Opshid Media Untuk Indonesia Raya 


Pemain film Wage :

Rendra Bagus Pamungkas 

- Teuku Rifnu Wikana 

- Putri Ayudya 

- Prisia Nasution 

- Bram Makahekum 

- Oim Ibrahim 

- Ferry Sofyan 

- Khoirul Ilyas 

- Windarti

- Wouter Frezzer 

- Pandoyo 

- Kedung Darma 

- Ricky Malau 

- Gati Andoko


Kak Al, Rendra "Wage" dan Kopiers Surabaya

Monday, November 6, 2017

Ngobrol Bareng MPR bersama Netizen Surabaya, semakin menggelorakan semangat hari Pahlawan

Bapak Andriyanto selaku Kepala Bagian Pengolahan Data dan Sistem Informasi (kiri) Bapak Maruf Cahyono Sesjen MPR RI (tengah) dan saya sebagai tuan rumah penyelenggaraan di Surabaya (foto Blitz Community)

Saya masih ingat ketika terakhir kali mengikuti acara Gathering MPR sekitar tahun 2016 lalu. Waktu itu ikut kedua kalinya acara keren yang diprakarsai oleh team PDSI dan dikomandani oleh Andriyanto yaitu Kepala Bagian Pengolahan Data dan Sistem Informasi MPR RI yang biasanya saya panggil dengan mas Andri. 


Tapi yang paling berkesan tentunya yang pertamadong, yaitu di kota Solo tanggal 21 November 2015. Ah jadi buka-buka foto lama nih. Sekedar mengenang momen-momen bersejarah yang selanjutnya mampu menorehkan jejak bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Gathering Netizen MPR RI pertama di kota Solo (dok.pri)

Kalau yang di bawah ini adalah foto waktu Gathering ke 2 di kota Jogjakarta. Tepatnya pada tanggal 18 Maret 2016, di mana waktu itu bapak Zulkifli Hasan Ketua MPR RI hadir menyapa para Netizen yang sebagian besar adalah warga Jogjakarta. Berawal dari kota Jogja itu pulalah, akhirnya event yang bertajuk "Ngobrol bareng MPR" itu mulai merambah kota-kota di wilayah Indonesia terutama luar pulau Jawa. 


Foto rame-rame peserta gathering bersama team MPR RI (foto : Dimas Suyanto)

Dengan berjalannya waktu, acara tersebut sudah singgah di beberapa kota termasuk di luar pulau Jawa seperti Makasar, Palembang, Manado dan terakhir adalah Semarang. Sebagai "alumni" gathering tersebut, apalagi berasal dari kota Surabaya yang notabene adalah kota terbesar kedua di Indonesia. Saya pun berharap event tersebut bisa hadir di kota tercinta.  


Akhirnya kesampaian juga acara "Ngobrol Bareng MPR" terealisasi pada hari Sabtu tanggal 04 Nopember 2017 bertempat di Fairfiled by Marriott Hotel Surabaya. Hampir 60 peserta penggiat media sosial berkumpul sejak pukul 8 pagi. Mereka terdiri dari blogger, influencer, netizen, youtuber, vlogger, local guide yang terdiri dari banyak latar belakang. Ada dosen, pendidik, pengurus pondok pesantren, mahasiswa sampai aktifis LSM. Yang jelas, mereka hadir dalam rangka saling support untuk nantinya aktif berperan dalam memberikan informasi yang positif kepada masyarakat lewat keahlian masing-masing.


Kondisi 2 tahun yang lalu ketika gathering yang pertama memang sudah jauh berbeda dengan kondisi sekarang. Meskipun masih 2 tahun, karena memang kecanggihan tekhnologi itu berjalan hampir setiap detik. Tapi tekad dan tujuan MPR untuk menanamkan pemahaman dengan cara yang tepat tentang 4 Pilar MPR, disesuaikan dengan zaman yang makin modern. MPR sangat peduli dan tergerak untuk mengajak generasi muda atau kids zaman now untuk mengelola media sosial dengan bijak. Rasanya tidak terlalu muluk. Seperti yang saya sampaikan pada teman-teman yang hadir bahwa kemajuan bangsa ini ada di tangan para generasi muda. Secanggih apapun tekhnologi, jangan sampai melupakan sejarah dimana bangsa ini dilahirkan. Terutama ideologi dan dasar-dasar negaranya.


Saya sendiri cukup surprise ketika mas Arif Khunaifi (pengurus pondok pesanteren) cukup kreatif menyingkat sehingga memudahkan kita untuk mengingat apa itu 4 Pilar MPR yaitu singkatan dari PBNU atau : 

1. P = Pancasila 

2. B = Bhineka Tunggal Ika 

3. N = NKRI 

4. U = UUD 1945

Sessi tanya jawab (dok.pri)

Dari event ini diharapkan para generasi muda semakin memahami dan mencintai Indonesia dengan segala keberagaman ini. Selanjutnya, mengaplikasikan 4 Pilar MPR ini bukan hanya tanggung jawab dari pihak MPR RI saja, tapi tanggung jawab kita semua. Seluruh rakyat Indonesia, terutama para generasi muda yang nantinya pemegang kedaulatan bangsa di masa mendatang.


Spanduk yang terpasang di hotel Fairfield Surabaya (dok.pri)



Thursday, October 19, 2017

Penghasilan vendor berlipat setelah gabung manajemen Tuupai


Baru jadi vendor Tuupai sebulan, omzet Wahyu sudah mencapai 5 jutaan

Masih ingatkan aplikasi TUUPAI, yang baru launching beberapa bulan yang lalu? Ternyata sambutan masyarakat atas kehadiran jasa “home service” ini sangat positif. Sampai saat ini sudah lebih dari 2000 kali orang mengunggah aplikasi ini. Job yang masuk ke data manajemen pun naik dengan drastis. Suatu hal yang patut disukuri, karena Tuupai hadir memang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat ketika kesulitan mencari solusi dalam membutuhkan tekhnisi perbaikan alat rumah tangga. Aplikasi Tuupai sebagai jasa “home service” ini bisa didapatkan di Google Play. Dan di sisi lain, para vendor juga sangat diuntungkan dengan permintaan service yang meningkat dari hari demi hari. 


Memang selalu ada jalan untuk meraih kesuksesan walaupun itu di mulai dari bisnis yang tampaknya kecil. Tapi tidak menutup kemungkinan akan meraih keuntungan yang besar. Apalagi didukung dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih, itu membantu para jasa profesional mendapatkan peluang yang lebih besar. Menangkap momen yang tepat, aplikasi Tuupai menyediakan wadah bagi para jasa profesional untuk menjadikan usaha mereka lebih berkembang. Semua informasi jasa di Tuupai bisa diakses di www.tuupai.com, Tuupai memberikan solusi di setiap permasalahan. 


Kali ini kita akan korek cerita menarik dari sisi vendor atau mitra kerja Tuupai. Yaitu para tekhnisi yang terjun langsung ke lapangan melayani permintaan masyarakat yang menggunakan jasa mereka. Yang sudah merasakan manfaat dari aplikasi Tuupai salah satu yaitu vendornya yang bernama Muhammad Wahyu. Seorang teknisi televisi yang baru 2 bulan bergabung, menceritakan bahwa pendapatannya semakin meningkat hari demi hari. Bahkan bisa di bilang dia sukses meraup keuntungan hingga jutaan rupiah ketika baru bergabung dalam hitungan sebulan. Menurut dia, sejak aplikasi Tuupai dilaunching. Respon masyarakat sangat positif dan antusias sekali. 



Wahyu (panggilan akrabnya) mengaku dirinya sejak bergabung di bulan Agustus kemarin, tapi penghasilan yang didapatkannya mengalami peningkatan. Dalam sehari dia bisa mendapatkan 8 kali panggilan hanya untuk perbaikan televisi.

 

“Customer itu kan dari berbagai kalangan. Tidak hanya dari kalangan yang berpunya. Sering juga ada yang hanya sekedar nanya biaya yang harus dikeluarkan, tapi dia belum punya uang. Saya tetap melayani dengan baik. Hingga kemarin ketika ada diskon 100 ribu dari manajemen Tuupai, akhirnya banyak customer yang memanggil saya untuk service. Ada yang service televisi, kipas angin sampai lemari es. Ini sangat membantu penghasilan kami semakin meningkat.” jelas pria kelahiran Malang ini. 


Wahyu yang masih berusia 30 ini mengaku sejak dirinya bergabung dengan Tuupai jadi lebih bisa mengatur waktu jadwal kerjanya dengan teratur. Dia juga makin semangat untuk bekerja lebih baik lagi dengan penghasilan yang diperolehnya makin memuaskan. Tapi ternyata keuntungannya tidak itu saja. Customer yang puas dengan hasil kerjanya, tentu akan memberi poin atau bintang sebagai apresiasi. Semakin banyak poin, dia akan mendapat rewards. Rewards itu berupa apresiasi dari manajemen Tuupai untuk para vendor yang bisa menjalin kerjasama dengan baik. Penghargaan yang diberikan bisa berupa uang tunai, hadiah berupa barang maupun jalan-jalan ke luar kota bahkan ke luar negeri. 


Diantara banyak cerita suka, pastilah ada pula cerita duka. Tapi sejauh ini pengalaman yang dialami Wahyu belumlah sampai kurang mengenakkan sekali. Ada beberapa tapi tidak sampai memberi dampak yang negative. 


“Karena aplikasi ini masih baru, kadang customer juga belum bisa cepat menguasai bagaimana cara order kerjaan. Sehingga sering juga ada miskomunikasi atau info kurang jelas. Tapi sejauh ini masih bisa diatasi karena sama-sama saling mengerti dan bisa di tolerir. Dan ini biasanya di bantu juga dari pihak manajemen sebagai penengah. Sehingga tidak sampai ada masalah yang berarti.” Jelas Wahyu lagi. 



Oleh karena itu, para vendor harus selalu bisa menjaga nama baik dirinya sendiri maupun manajemen Tuupai. Terutama dalam hal memberikan pelayanan. Karena semua info yang masuk tidak hanya yang bagus saja, tapi juga yang complain maupun yang tidak puas. Manajemen Tuupai akan menampung dan menganalisa semua masukan dari masyarakat, dalam hal ini customer. Tentunya akan di ambil tindakan kalau sampai keluhannya tersebut sudah menjurus kearah kriminalitas. 


Walaupun usia Tuupai masih tergolong belia, ada satu hal yang membuat Wahyu mau bergabung sebagai vendor atau mitra. Yaitu karena dia menyukai tantangan. Apalagi belum pernah ada aplikasi online seperti Tuupai. Waktu mendaftar sebagai vendor/mitra, dia lewat layanan aplikasi Tuupai juga. Manajemen Tuupai sendiri sangat open dalam komunikasi. Sehingga terjalin kerjasama yang tidak hanya diuntungkan dari sisi sepihak, tapi keduanya bisa saling support.

Tuesday, October 17, 2017

Orang Tua Jangan nonton Film My Generation


Saya sedang tidak menjadi provokasi. Ataupun lagi mencari sensasi (lhaaaa emang lu artis hehehehe). Yang jelas, akhir-akhir ini hampir semua media sosial perbloggeran memang lagi hiruk pikuk dengan status yang mengangkat film My Generation menjelang tayang pada tanggal 09 Nopember 2017 nanti. Tidak lupa teaser yang langsung sudah bisa di tonton lewat youtube. 


Memang awalnya banyak pro dan kontra dengan pendapat masing-masing. Wajar saja, karena para blogger banyak yang sudah menjadi orang tua dari para remaja atau calon remaja. Tapi saya melihatnya, justru itu adalah salah satu kepekaan dari masyarakat yang peduli dan khawatir dengan efek yang timbul karena promo film yang demikian gencar. 


Seperti yang disampaikan oleh Upi selaku sutradara pada waktu press conference. Bahwa film ini hanya ingin membuka mata para orang tua yang sudah tidak peduli lagi dengan kondisi jaman yang sudah sangat berubah. Perilaku anakpun tidak bisa disamakan dengan jaman mereka remaja dulu.



Upi melihat cerita remaja itu menarik dan penuh dinamika. Disesuaikan dengan perkembangan zaman, yaitu era milenial sekarang. Selain menampilkan realita yang ada mengenai generasi masa kini, film ini juga berbicara mengenai adanya gap antara anak dan orang tua. Film ini pun mencoba menunjukkan hal-hal apa saja yang dipertanyakan oleh anak masa sekarang. Di film ini nanti kita akan lihat bagaimana mereka mempertanyakan sistem dalam kehidupan, baik pendidikan atau juga sosial. 


Menurut Upi, film yang akan diiringi musik-musik rap dan hiphop ini akan mengisahkan generasi milenial dalam menghadapi tantangan kehidupan yang tak lepas dari kebiasaan mereka memakai gadget. Namun, ada yang unik, karena ternyata orang tuanya justru lebih sering main gadget. 


Upi pun berharap film ini dapat mendokumentasikan apa yang terjadi di masa sekarang. Jadi 10 tahun dari sekarang kita bisa lihat apa sih yang terjadi di masa sekarang ini. Bisa jadi yang tahun ini masih remaja, sepuluh tahun lagi sudah menjadi orang tua.

Sinopsis

Film My Generation bercerita tentang persahabatan 4 anak SMU yang bernama Zeke, Konji, Suki dan Orly. Di awali dengan gagalnya mereka pergi liburan karena video buatan mereka yang memprotes guru, sekolah dan orang tua menjadi viral di sekolah mereka. Hingga mereka di hukum tidak boleh pergi liburan. Tapi mereka terlalu keren untuk mengutuki keadaan dan membuat orang-orang yang sudah menghukum mereka puas. 


Liburan sekolah yang terkesan tidak istimewa, akhirnya justru membawa mereka pada kejadian dan petualangan yang memberi pelajaran sangat berarti dalam kehidupan mereka. Ke empat sahabat ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan konflik yang berbeda-beda pula. 


ORLY seorang perempuan yang kritis, pintar dan berprinsip. Dan dia sedang dalam masa pemberontakan akan kesetaraan gender serta hal-hal lain yang melabeli kaum perempuan. Salah satunya tentang keperawanan. Orly berusaha mendobrak dan menghancurkan label-label negatif yang sering diberikan kepada perempuan. Tapi di luar itu Orly sedang bermasalah dengan ibunya yang single parent. Yang sedang berpacaran dengan pria yang usianya jauh lebih muda. Bagi Orly gaya hidup sang ibu tidak sesuai dengan umurnya. Tokoh Orly diperankan oleh Alexandra Kosasie.

SUKI seorang perempuan paling cool di antara teman-temannya. Selayaknya anak-anak muda pada umumnya , Suki memiliki krisis kepercayaan diri yang berusaha dia sembunyikan. Tetapi krisis kepercayaan dirinya semakin besar seiring dengan sikap orang tuanya yang selalu berpikiran negatif padanya. Tokoh Suki ini diperankan oleh Lutesha.




ZEKE tipe pemuda rebellious tapi juga easy going dan sangat loyal pada sahabat-sahabatnya. Tapi ternyata dia memendam masalah yang sangat besar dan menyimpan luka yang dalam dihatinya.  Zeke merasa kedua orang tuanya tidak pernah mencintai dan tidak mengharapkan keberadaannya. Untuk menyembuhkan luka yang dipendamnya, Zeke harus berani mengkonfrontasi orang tuanya dan membuka pintu komunikasi yang selama ini terputus di antara mereka. Zeke diperankan oleh Bryan Langelo.


KONJI seorang pemuda polos dan naif. Tengah mengalami dilema dengan masa pubertasnya. Dia merasa di tekan oleh aturan orang tuanya yang sangat kolot dan over protective. Sampai pada suatu peristiwa yang membuatnya shock. Hal itu membuat kepercayaan pada orang tuanya hilang. Dan Konji balik mempertanyakan moralitas orang tuanya yang sangat kontradiktif dengan semua peraturan yang mereka tuntut kepada Konji. Tokoh Konji diperankan oleh Arya Vasco.




Jadi saran saya, orang tua JANGAN NONTON FILM MY GENERATION ini apabila tidak mengajak serta anak-anaknya. Lho kenapa begitu? Seperti yang dituturkan sang sutradara Upi, ada poin yang bisa menjadi bahan renungan yaitu film ini mencoba memotret kehidupan anak muda masa kini yang lebih kompleks di banding generasi sebelumnya. Sehingga sangat mendekati realita kehidupan kaum remaja metropolis. Dimana gaya hidup masa remaja yang lepas dan ingin mencari tahu banyak hal dalam kehidupan. Oleh sebab itu, peran orang tua tidak hanya sekedar memberi contoh dan mengarahkan. Tanpa kesan menggurui. Tapi juga harus mendampingi dan memahami kemauan mereka. Atau lebih tepatnya adalah orang tua harus bisa menjadi teman dalam segala hal dan suasana.



Jadi, orang tua harus mengajak putra putrinya untuk nonton film ini. Sekaligus mendampinginya, agar bisa saling belajar dan memetik hikmah dari cerita film yang di ambil dari realita kehidupan dalam masyarakat kita.


Catat tanggal tayangnya ya.... yaitu 09 Nopember 2017. Sebelum nonton filmnya, orang tua juga wajib loo menyimak teaser film My Generation berikut ini. 






Saturday, October 14, 2017

Indosat Ooredoo Sosialisasikan Ajang IWIC yang ke 11 dan prakarsai Gerakan Bijak Bersosmed


Program IWIC yang ke-11

Setelah peluncuran pada akhir September lalu, Indosat Ooredoo hari ini melakukan sosialisasi program kompetisi IWIC atau Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest yang sudah menginjak tahun ke 11. Dimana mengajak komunitas pengembang aplikasi (developer) di Surabaya untuk ikut serta menciptakan inovasi digital pada ajang IWIC ini. Sosialisasi di Surabaya ini bertujuan untuk mengajak para developer, generasi muda dan masyarakat pada umumnya untuk berpartisipasi pada ajang IWIC 2017 yang mengambil tema "Digital Nation". 


Bertempat di resto Bebek Tepi Sawah jalan Darmokali Surabaya, sejumlah awak media dan blogger berkesempatan untuk mendengarkan langsung paparan ibu Deva Rachman selaku Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo tentang sosialisasi dari program-program perusahaan. Didampingi bapak Soejanto Prasetya, Head of Region East Java Bali Nusra bersama team Indosat Ooredoo wilayah Surabaya.


IWIC bertujuan untuk menumbuhkan dan menemukan minat-minat baru generasi muda di dunia digital. Sekaligus untuk memenuhi kebutuhan talenta digital Indonesia seiring dengan tingginya tren penggunaan aplikasi mobil. IWIC juga membuka peserta dari berbagai negara sejak tahun lalu. Dengan tujuan untuk membuat para talenta muda Indonesia mampu hadir dan bersaing dengan pemain global. Peserta IWIC tidak hanya berkompetisi untuk mendapatkan hadiah, namun juga berkesempatan membangun jejaring kerja untuk mengembangkan karya mereka.



"Tahun ini kami menghadirkan IWIC yang lebih menantang untuk para peserta. Generasi muda Indonesia akan berkompetisi pada level global untuk menciptakan inovasi digital yang mampu mempermudah hidup masyarakat. Di tahun ini, kami juga memperkenalkan API Indosat Ooredoo kepada para developer, yaitu Application Programming Interface yang merupakan perangkat fungsi protokol untuk membangun aplikasi perangkat lunak."ujar Deva Rachman.


Lanjut Deva bahwa API yang disedikan Indosat Ooredoo akan memberikan akses lebih cepat terhadap sebuah aplikasi untuk dapat berinteraksi dengan pelanggan. Diharapkan nanti akan semakin banyak aplikasi yang bisa dinikmati masyarakat dengan cepat. 


Pada program IWIC ke 11 ini, kategori kompetisi yang dapat diikuti yaitu antara lain : 

- Kids & Teens 

- Beginner 

- Professional 

- Women & Girls 


Kategori-kategori ini akan berkompetisi untuk ide dan aplikasi di bidang Entertainment, Utility, Media (Social media, chatting, ebook) dan juga Special Needs. Para peserta dapat membuat ide dan aplikasi untuk system operasi Android, iOS, Windows Mobile. 


IWIC ke 11 ini juga dimeriahkan dengan rangkaian kegiatan roadshow dan gathering komunitas Hackathon dan Boothcamp menjelang grand final IWIC. Para pemenang IWIC akan mendapatkan berbagai hadiah menarik diantaranya uang tunai senilai ratusan juta rupiah serta berkesempatan untuk mengunjungi berbagai perusahaan global. Para peserta dapat mengirimkan proposal ide dan aplikasi ke email : iwic@indosatooredoo.com dan website www.indosatooredoo.com/iwic sampati dengan tanggal 20 Nopember 2017 mendatang. 



Gerakan #BijakBersosmed 


Sementara itu, sebagai bagian dari kepedulian Indosat Ooredoo terhadap kondisi sosial media Indonesia yang makin ramai dengan berita hoax, bullying dan konflik horisontal. Indosat Ooredoo mendukung sepenuhnya gerakan #BijakBersosmed. Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia, terutama anak muda agar menggunakan media sosial dengan cerdas, sehat, bijak dan bermanfaat positif. 


“Sebagai inisiator dari gerakan Gerakan #BIJAKBERSOSMED, Indosat Ooredoo senang bisa mendukung sekaligus menjadi bagian  dari gerakan publik ini sebagai upaya bersama untuk memperbaiki dan menjaga jagad media sosial Indonesia. Gerakan "BijakBersosmed ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan 50 tahun HUT Indosat Ooredoo." demikian disampaikan Deva Rachman. 


Deva juga mengungkapkan bahwa kondisi media sosial sekarang sudah semakin mengkhawatirkan karena banyak pihak berusaha membajak dan merusak media sosial dengan menyebarkan kebencian dan hoax untuk kepentingan tertentu. Indosat Ooredoo mendukung penuh gerakan #BIJAKBERSOSMED sebagai gerakan yang berinisiatif untuk mengajak masyarakat luas agar saling mengingatkan dan menggunakan media sosial secara lebih bijak dan memanfaatkan secara positif. 


Bentuk utama dari Gerakan #BijakBersosmed selain penyebaran informasi penggunaan media sosial yang bijak, yang akan didukung oleh video-video informatif dan ebook. Juga akan berupa penyediaan ikrar #bijakbersosmed online yang dapat dilakukan dengan mengunjungi website www.bijakbersosmed.id



Tentang Gerakan #BijakBersosmed


Gerakan #BijakBersosmed adalah gerakan kesadaran publik untuk menggunakan sosial media yang cerdas, sehat, aman dan bijak, sebagai respon pada maraknya praktek penyebaran hoax, saling serang, dan penyebaran kebencian yang terstruktur dan sistematis. 


Untuk informasi yang lebih lengkap apa saja kegiatan dari #BijakBersosmed dapat dilihat di website: www.bijakbersosmed.id dan juga ikuti akun-akun sosial media antara lain di :  


- Facebook : bijakbersosmed.id 

- Twitter : @bijakbersosmed_

- Instagram : @bijakbersosmed_