Saturday, December 9, 2017

Keseruan "Blogger Goes To Lamong" turut dalam Kemeriahan HUT Terminal Teluk Lamong yang ke 4


Dimana sih Terminal Teluk Lamong? 


Setahun yang lalu saya pasti mengernyitkan dahi kalau mendengar orang menyebutkan nama itu. Jangankan saya, teman-teman yang notabene adalah arek Suroboyo pun,  kadang masih menganggap itu adalah nama suatu tempat yang berlokasi di kota Lamongan. Kalau bang Rhoma tahu pasti dia akan bilang TERLALU! hehehe :)


PT Terminal Teluk Lamong adalah anak perusahaan Pelabuhan Indonesia III (Persero) yang bulan Desember ini merayakan hari ulang tahunnya ke 4. Terminal pelabuhan dengan luas 40 hektar itu lokasinya di perbatasan Surabaya Gresik, merupakan terminal pertama di Indonesia yang pengoperasiannya menggunakan sistem semi otomatis. Yang artinya semua aktifitas digerakkan dari control room (ruang kendali) dengan menggunakan operator di satu alat satu orang. 


Tidak hanya sebagai pelabuhan yang modern dan berkinerja tinggi, Terminal Teluk Lamong juga menjadi pelabuhan hijau atau green port pertama di Indonesia. Untuk pembangunan dan operasional di Terminal Teluk Lamong dipastikan mengutamakan faktor keramahan terhadap lingkungan. Baik dalam  hal pemanfaatan energi sampai pengolahan sampah dan air.


Pada perayaan ulang tahun yang ke 4 tahun ini, TTL menyiapkan serangkaian acara yang sangat spesial. Salah satunya adalah mengundang beberapa blogger yang tergabung dalam Blitz Community (komunitas blogger, influencer dan netizen dari Suroboyo) untuk turut memeriahkan acara bertajuk “Blogger Goes to Lamong” yang diadakan pada tanggal 6 -7 Desember 2017. Tapi tidak hanya berkunjung saja, para blogger juga meliput beberapa kegiatan serta melihat langsung situasi TTL di lapangan. 


"Bike to Work"

Mengutamakan health and fun sebagai bagian dari pemecah kepenatan bekerja, kegiatan Bike to Work merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari Rabu di lingkungan Pelindo III. TTL sebagai salah satu anak perusahaan Pelindo III, mengemas kegiatan tersebut sebagai ajang untuk menjalin kebersamaan antara pejabat struktural dan pegawai TTL. Direksi dan seluruh manajer wajib mengikuti Bike to Work. Dan semangat tersebut diikuti oleh staff TTL lalu dilanjutkan dengan makan pagi bersama. 


(Foto milik Humas TTL)

Rute Bike to Work TTL dibuat beragam setiap minggunya. Rute mayoritas adalah dari kawasan wisata di kota Gresik menuju TTL. Selain menikmati health and fun dari Bike to Work, kegiatan tersebut diselingi dengan aktivitas bermanfaat seperti inspeksi K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) di kawasan pelabuhan menggunakan sepeda. Direksi, pejabat struktural dan staff terkait TTL melakukan kegiatan inspeksi K3 dalam rangka menjaga keamanan, keselamatan dan kebersihan di lingkungan TTL.


“Pegawai TTL berjiwa muda dan sangat antusias. Jadi energi besar tersebut harus dimanfaatkan untuk lebih sehat dan fun melalui Bike to Work” jelas Eko Hariyadi - Direktur SDM, Keuangan dan Umum TTL pada para blogger di kantor utama beberapa saat para biker tiba.


Exercise ISPS CODE 2017



TTL bekerjasama dengan seluruh fasilitas pelabuhan di wilayah Tanjung Perak mengadakan kegiatan Exercise ISPS Code 201. International Ship and Port Security (Code) adalah regulasi yang ditetapkan oleh International Maritime Organization (IMO) sebagai lembaga keamanan pelabuhan untuk mengatur kegiatan dan prosedur yang harus diambil untuk menanggulangi ancaman keamanan di laut. Kegiatan ini merupakan latihan bersama dalam rangka penanganan pengamanan di wilayah pelabuhan Tanjung Perak. 


 TTL menjelaskan bahwa kegiatan latihan gabungan tersebut merupakan persyaratan bagi pelabuhan yang telah memenuhi standar ISPS. “Seluruh fasilitas pelabuhan (Faspel) berstandar internasional, wajib melaksanakan kegiatan ISPS maksimal 8 bulan sekali dan itu adalah persyaratan mutlak”, jelas Anang. 


Sebagai penyedia pelayanan kapal domestik dan internasional, TTL telah mendapatkan lisensi dari ISPS Code berkode ID SUB-0018 bahkan The United States Coast Guard (US Coast Guard), angkatan bersenjata Amerika Serikat, mengunjungi TTL pada bulan Juni 2017 lalu untuk melihat penerapan ISPS di lingkungan TTL. 


Kegiatan Exercise ISPS Code 2017 (dokumen @kang_erik)


Kegiatan Excersice ISPS Code 2017 dihadiri oleh Kepala Kantor Syahbandar Pelabuhan Utama Tanjung Perak, Kepolisian Sektor Tanjung Perak, 9 Direktur Fasilitas Pelabuhan wilayah Tanjung Perak dan unit K3 diwilayah Tanjung Perak. Latihan gabungan telah dilaksanakan sejak 4 Desember 2017 dan puncak acara dilaksanakan tanggal 6 Desember 2017. 


Sebagai perwujudan dari garansi mutu pelayanan dan lingkungan di TTL, maka pada usia ke -4 selain sebagai pelabuhan berlisensi ISPS Code, TTL telah mendapatkan beberapa sertifikasi mutu yaitu ISO 9001, OHSAS 18001, DAN ISO 14001.


Tegang & takjub di lapangan TTL

Kegiatan selanjutnya, blogger akan melakukan pengenalan pelabuhan dan profil TTL lewat inspeksi langsung ke lapangan. 

Tetap narsis dan bergaya di antara mesin-mesin canggih (foto milik mbak Widyanti Y.)


Terminal Teluk Lamong merupakan satu pelabuhan internasional yang siap menjadi pintu masuk dan keluar pelaku ekonomi di Jawa Timur dan Indonesia bagian timur. Terminal Teluk Lamong dirancang sebagai pelabuhan semi otomatis yang bisa menjawab kebutuhan laju perekonomian yang semakin cepat. 

Terminal Teluk Lamong sudah menggunakan perangkat canggih semi otomatis dengan nama ASC atau Automatic Stacking Crane. Banyak efektifitas yang bisa diterapkan yaitu : 


Pertama  adalah segala aktifitas dapat berjalan lebih efektif, karena tidak memerlukan banyak tenaga. Baik tenaga operasional maupun administrasi.


Kedua adalah ramah lingkungan, karena tidak menggunakan solar melainkan listrik. Sehingga dapat mengurangi polusi udara, debu, getar dan suara bahkan ceceran oli yang biasanya mengotori lapangan.

 

Ketiga adalah produktifitas lebih stabil dan dapat bekerja selama 24 jam. Karena tidak mengenal faktor kelelahan dan penurunan konsentrasi seperti jika diawaki oleh tenaga kerja manusia secara full.


Keempat yaitu paperless, karena segala aktifitas surat menyurat dan adminstratif seperti cetak nota dilakukan melalui sistem IT. Sehingga dapat mengurangi penggunaan jasa dan meminimalisasi terjadinya penyalahgunaan wewenang. Dengan kata lain, akan bisa mengurangi korupsi atau pungli.

Sharring Session dengan Direktur Utama TTL

Setelah puas melihat di lapangan, bloggers berdialog langsung dengan Dirut TTL dengan didampingi Reka Yusmara, Kepala Humas TTL. Dalam ruangannya yang luas dan bersih, sosok yang tidak bisa menutupi sikap keibuannya itu menyambut rombongan blogger dengan senyum hangatnya.



Tidak itu saja, sikapnya sangat humble dan penuh optimis. Kekaguman kami tidak berhenti begitu saja ketika mengetahui bahwa beliau ternyata seorang atlet karate dengan sabuk coklat. Makanya tidak heran jika beliau mendukung para pegawai atau karyawan untuk olahraga bela diri. 


Pertanyaan-pertanyaan blogger di jawab dengan cukup simpel tapi tegas dan cerdas. Bukan hanya karena beliau lulusan ITB, salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia. Tapi juga latar belakang keluarga dari ayah seorang militer, membuat Dhoty kecil terbiasa mendapat didikan yang tegas dan disiplin. 



Bukan blogger Suroboyo kalau tidak membuat acara jadi seru dan nyeleneh. Apalagi melihat tuan rumahnya yang bisa memahami kegokilan tamunya. Bu Dhoty langsung sigap ketika di ajak berfoto di balik ornamen kayu yang cukup unik tapi menarik. Tentunya tanpa komando, bersama blogger yang sudah menjadi ibu-ibu itu akhirnya terciptalah sebuah foto yang lain dari pada yang lain. Lihat, seru kaaaannn?!


Dan keseruan itupun makin pecah ketika bu Dhoty berfoto rame-rame bersama para blogger. Tidak lupa beliau mengucapkan terimakasih kepada bloggers yang turut memeriahkan HUT ke-4 TTL melalui media sosial dan melakukan liputan langsung pada beberapa kegiatan. 


"We’re really glad you’re here and do the best for TTL" ungkapan beliau yang disampaikan pada blogger.



Kunjungan Putri Indonesia Jawa Timur 2017

Keunikan konsep TTL ternyata mengundang keingintahuan dari berbagai kalangan untuk berkunjung dengan tujuan mempelajari sistem pelayanan di TTL. Rupanya kali ini adalah rombongan Putri Indonesia Regional Jawa Timur 2017 yang datang untuk melepaskan rasa penasaran tentang TTL. 



Reka Yusmara sebagai Kepala Humas TTL mengatakan bahwa keunikan TTL telah tersebar. Bahkan rasa keingintahuan itu muncul dari kalangan yang bukan berkecimpung di dunia industri, bisnis, pelabuhan atau akademisi. Kebetulan menginjak hari ke dua perayaan HUT TTL, akan kedatangan tamu dari rombongan Putri Indonesia Regional Jatim 2017. Yang rupanya tertarik juga untuk mempelajari kecanggihan TTL. 


Reka menyambut rombongan spesial tersebut bersama blogger-blogger yang sudah mengikuti seseruan rangkaian acara HUT TTL dari hari pertama. Bertempat di Commisioner Room lantai 4, acara dilaksanakan sebelum rombongan Putri Jatim 2017 itu melihat lokasi di lapangan.



Dalam momen ramah tamah dengan para blogger, Fatma Ayu - Putri Jawa Timur 2017 tersebut sangat antusias untuk bisa mengetahui seluk beluk di dalam Terminal Teluk Lamong.


“Benar-benar pengalaman yang sangat menarik dan pertama kalinya bagi saya. Tapi sebelumnya saya sudah mendengar bahwa keberadaan Terminal Teluk Lamong ini sudah menjadi salah satu kebanggaan warga Jawa Timur di mata Internasional."


Putri Jatim 2017 mencoba ASC (dokumen pribadi)


Kunjungan di Kampung Sepatu Tambak Osowilangun

Gerbang menuju lokasi kampung sepatu (dok.pri)

Destinasi selanjutnya yang merupakan tujuan pamungkas acara "Blogger goes To Lamong"  yaitu ke Kampung Sepatu Tambak Osowilangun.


PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III melalui program Pemberdayaan Kemasyarakat dan Bina Lingkungan (PKBL) membangkitkan kembali industri sepatu di Surabaya melalui penyaluran bantuan berupa 13 unit mesin jahit, 5 unit mesin press sepatu dan compressor bernilai puluhan juta rupiah. 



Penyerahan bantuan bina lingkungan Pelindo III kepada UKM (Usaha Kecil dan Menengah) Sepatu diberikan langsung oleh Direktur Teknik dan Teknologi Informasi, Husein Latief, di Terminal Teluk Lamong. Bantuan tersebut diserahkan kepada pengusaha UKM Sepatu di kelurahan Tambak Osowilangon dan Kelurahan Romokalisari. 


Pelindo III berkomitmen untuk memberikan bantuan melalui program PKBL sesuai dengan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) nomor PER-09/MBU/07/2015 tentang program kemitraan dan bina lingkungan BUMN bahwa tujuan program kemitraan BUMN adalah untuk meningkatkan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri. 


UKM sepatu Tambak Osowilangun dan Romokalisari merupakan salah satu UKM unggulan kota Surabaya. Bernama “Kampung Unggulan”, sepatu – sepatu tersebut diproduksi oleh lebih dari 140 orang pengrajin terampil dan dapat menghasilkan ribuan kodi per-bulan. UKM sepatu tersebut dimulai sejak tahun 1950-an dan hingga kini peningkatan produksi mencapai 75% per tahun. 



Distribusi produk UKM Kampung Unggulan Sepatu ini tersebar hingga ke seluruh wilayah di Indonesia Timur. Potensi besar yang dimiliki oleh Kampung Unggulan Sepatu, membuat Pelindo III menambah bantuan melalui bina lingkungan dengan memberikan pinjaman lunak sebesar Rp. 100.000.000,- kepada Koperasi Sepatu. Pelatihan bisnis dan manajemen usaha kepada pelaku industri sepatu di Tambak Osowilangun dan Romokalisari pun dilakukan oleh Pelindo III sebagai wujud pembinaan kepada masyarakat. 

Blogger Goes to Teluk Lamong yang seru

Ada perjumpaan pasti ada perpisahan. Tidak ada pesta yang tidak usai. Akhirnya event Blogger Goes to Teluk Lamong memang harus berakhir setelah semua agenda di lalui. Dari semua event yang pernah saya jalani, betapa event ini bisa mencakup banyak poin. Mulai pengalaman baru yang spektakuler, ilmu pengetahuan yang makin bertambah dan pastinya bermanfaat, kehangatan serta jalinan silaturahmi yang muncul selama 2 hari melakukan kegiatan bersama antara blogger dan pihak manajemen Terminal Teluk Lamong.



Terima kasih kepada ibu Dhoty (Direktur Utama TTL), juga mas Reka Yusmara dan team Humas TTL beserta manajemen PT Terminal Teluk Lamong yang telah memberi kesempatan pada blogger Blitz Community mengenal lebih jauh seluk beluk perusahaan. 


Semoga kedepannya masih bisa menjalin kerjasama yang lebih bermanfaat. Seperti apa yang disampaikan ibu Dhoty, untuk bisa berkontribusi secara offline maupun online. Sampai jumpa tahun depan!


Saturday, December 2, 2017

Sarapan makin asyik dengan All Day Breakfast Waffles, menu terbaru A&W® Restaurants Indonesia

Sarapan makin asyik dengan All Day Breakfast Waffles, menu terbaru A&W® Restaurants Indonesia 

Sejak jam 6 pagi saya sudah meninggalkan rumah, karena ada gladi bersih sebuah event yang mengharuskan saya datang ontime. Lokasi yang lumayan jauh dari rumah, di tambah tadi bangun kesiangan...otomatis deh sudah nggak sempat sarapan. Meskipun di lokasi acara juga disediakan banyak kue, tapi rasanya perut ini masih berontak kalau belum diisi makanan yang "berat"... dasar perut karet hahahaha. Untung saja, jam 10 acara sudah selesai. Dan untungnya lagi....kebiasaan nih suka ngitung untung hahahaha....sangat dekat dengan Galaxy Mall. Sehingga saya bisa nyari sarapan sebelum melanjutkan perjalanan ke lokasi selanjutnya.


Beberapa waktu yang lalu saya sempat denger kalau A&W Restoran mau meluncurkan menu baru untuk breakfast. Wah pas banget, bisa di coba nih. Tapi saya harus menelan kekecewaan ketika ternyata menu tersebut belum di launching untuk lokasi Surabaya. 


"Untuk menu All Day Breakfast Waffles masih bulan depan launching nya bu. Yang ada sekarang baru Potato Cheese Balls." jelas petugas yang melayani saya dengan ramah. Mungkin dia berharap saya tidak kecewa dengan mengajukan menu yang lain.


Meski memang tidak bisa menepis rasa kecewa itu, akhirnya saya memesan Potato Cheese Balls plus rootbeer. Padahal sudah membayangkan, kelezatan menu barunya. Tapi Potato Cheese Balls ini termasuk varian baru juga. Yang diluncurkan dengan 2 jenis paket  yaitu 4 pieces dan 8 pieces. Dengan menggunakan bahan Premium USA Potato, yaitu produk yang diimpor langsung dari Amerika. Saya memang berharap rasanya tentu sangat istimewa. 


(Foto diambil dari Facebook AW)


Setelah bertransaksi dengan kasir, saya pun mencari posisi yang pw (posisi wenak). Karena katanya, posisi itu menentukan prestasi. Dan kali ini saya memang mau menyelesaikan beberapa pekerjaan. Makhlum blogger itu bisa kerja dimana saja hehehe. 


Karena hari masih cukup pagi, Galaxy Mall belum terlalu ramai oleh pengunjung. Termasuk A&W Restaurants, baru 2 pengunjung termasuk saya. Sambil menunggu pesanan datang, saya sempat mengabadikan beberapa spot di sekitar saya. Yang jelas memang suasananya sangat nyaman dan bersih. Gak heran kalau A&W termasuk restauran pilihan keluarga. Baik untuk berakhir pekan atau mencari menu-menu yang ramah untuk anak.


(dokumen pribadi)

Ternyata tidak perlu menunggu lama, kurang dari setengah jam pesanan saya sudah datang. Servis seperti ini pula yang membuat saya respek. A&W tidak pernah membuat pelanggannya menunggu lama untuk segera bisa menikmati pesanannya. Apalagi tampilan Paket Potato Cheese Ball dan rootbeer pesanan saya nampaknya cukup menarik dan mengundang selera. Tanpa pikir panjang, saya pun mencoba menu baru itu, apalagi perut juga sudah teriak-teriak minta diisi :)


(dokumen pribadi)

Meski semuanya serba kentang, tapi masing-masing mempunyai sensasi rasa tersendiri.  French fries dan curly fries yang renyah dan gurih, terasa sangat istimewa kala di cocol saus yang cukup pas menurut saya. Karena nggak terlalu pedes buat saya yang memang nggak tsuka pedes. Tapi ada rasa yang berbeda ketika saya coba Potato Platter. Kelezatannya muncul dari perpaduan nugget kentang yang renyah dan cheddar cheese di dalamnya. Wow....rasanya cukup perfektoooooo :)



(dokumen pribadi)

Mungkin karena kelaparan karena belum sempat sarapan, di tambah tempat yang nyaman. Atau juga karena kelezatan dari menu A&W yang baru itu. Belum sampai setengah jam sudah ludes deh. Porsi yang sedang yaitu paket Potato Cheese Ball yang isi 4, cukuplah mengganjal perut sampai nanti makan siang.

Menu Premium dari A&W Restaurants Indonesia

Dengan motto "Nikmati All Day Breakfast Waffles Ber-topping Gurih yang Disajikan Sepanjang Hari", menu baru A&W® Restaurants Indonesia ini merupakan menu Premium. Dimana wafel merupakan salah satu menu andalan di brand A&W® Restaurants Indonesia. Sedangkan saat ini tren di Indonesia yaitu menyajikan menu wafel menjadi semakin bervariasi dengan berbagai topping menarik dari yang manis maupun gurih. 


A&W® Restaurants Indonesia yang senantiasa berinovasi untuk memberikan yang terbaik bagi konsumen,  akan meluncurkan menu waffle terbaru "All Day Breakfast Waffles" dalam 3 varian, yaitu: 


 All Day Breakfast Waffles Chicken Tender with Egg 

 All Day Breakfast Waffles Fish Tender with Egg 

 All Day Breakfast Waffles Beef with Egg 

Tersaji bersama pilihan Cheese Sauce atau Waffle Syrup. 


Elizabeth Sundjaja selaku Marketing Manager – A&W® Restaurants Indonesia menjelaskan bahwa “Menu All Day Breakfast Waffles yang disajikan sepanjang hari, merupakan salah satu menu popular di Amerika Serikat sepanjang masa. Selama ini waffle lebih popular di Indonesia sebagai dessert yang disajikan bersama ice cream dan buah. Kali ini kami perkenalkan yang disajikan dengan protein, yaitu pilihan Chicken Tender, Fish Tender atau Beef. Ditambah Sunny Egg dan Cheese Sauce atau Waffle Syrup”. 


(foto dari mbak Sumiyati Sapriasih)

Semua menu premium ini akan hadir pada tanggal 27 November 2017 dimulai dari Jabodetabek ke seluruh store A&W® Restaurants Indonesia dengan harga mulai dari Rp. 32.000,- (termasuk pajak).  All Day Breakfast Waffles Tersedia dalam 6 pilihan menu, yaitu: 


 All Day Breakfast Waffles Chicken Tender with Egg 


(foto dari mbak Sumiyati Sapriasih)

Size: Full Waffle disajikan dengan 1pc Chicken Tender, Sunny Egg yang dilengkapi dengan pilihan Cheese Sauce atau Waffle Syrup. 

(foto dari mbak Sumiyati Sapriasih)

Size: 1/2 Waffle disajikan dengan 1pc Chicken Tender, Sunny Egg yang dilengkapi dengan pilihan Cheese Sauce atau Waffle Syrup. 

 All Day Breakfast Waffles Fish Tender with Egg 


Size: Full Waffle disajikan dengan 1pc Fish Tender, Sunny Egg yang dilengkapi dengan pilihan Cheese Sauce atau Waffle Syrup. 

Size: 1/2 Waffle disajikan dengan 1pc Fish Tender, Sunny Egg yang dilengkapi dengan pilihan Cheese Sauce atau Waffle Syrup. 



 All Day Breakfast Waffles Beef with Egg 


Size: Full Waffle disajikan dengan 2pcs Beef, Sunny Egg yang dilengkapi dengan pilihan Cheese Sauce atau Waffle Syrup. 




Size: 1/2 Waffle disajikan dengan 1pc Beef, Sunny Egg yang dilengkapi dengan pilihan Cheese Sauce atau Waffle Syrup. 






Sebagai pelengkap rasa, ada 2 saus yang bisa membuat santapan jadi istimewa, yaitu :



 Cheese Sauce Sauce keju gurih cocok untuk dinikmati dengan waffle dan protein pilihan. 


 Waffle Syrup Syrup manis lembut rasa maple yang unik untuk disantap dengan waffle dan protein pilihan. 



Untuk melengkapi kenikmatan, kita bisa pesan minuman Root Beer yang menjadi ciri khas dari A&W Restaurants. Rasanya sedikit herbal, tapi saya sangat suka banget. Makin enak kalau di tambahi float, terutama bagi yang belum biasa minum rootbeer. Meskipun namanya "beer", tapi tenang ya....gak ada alkoholnya lo.



Sekilas tentang A&W® Restaurants Indonesia 


Ternyata sudah 32 tahun Restoran A&W® meramaikan dunia perkulineran di Indonesia. Resto yang pertama dibuka pada tahun 1985 dan sudah mengoperasikan sekitar 250 restoran di seluruh nusantara. Dengan ciri khas yang menyajikan pilihan ayam yang lezat, burger yang nikmat, kentang goreng keriting dengan rasa istimewa, wafel es krim, dan mug root beer. Tentunya tidak lupa dalam  menyajikannya diiringi wajah tersenyum para staf A&W dan niat baik dari maskot A&W, RootyTM the Great Root Bear®. Restaurants A&W terbukti sukses meraih kepopuleran di Indonesia sejak awal berdiri hingga saaat ini. A&W® Restaurant Indonesia siap untuk menjadi Restoran Cepat Saji terpercaya di Indonesia, dengan memberikan pengalaman tak terlupakan bagi keluarga dan seluruh masyarakat Indonesia di setiap kunjungan mereka ke restoran A&W®. 


A&W® Restaurants Indonesia telah mendapatkan sertifikasi Halal dari LPPOM MUI untuk ketiga kalinya, mempertahankan kepercayaan bagi lebih dari 210 juta konsumen Muslim di Indonesia. 


Restoran A&W® Indonesia saat ini beroperasi di bawah Merek Besar dari Amerika, LLC - konsorsium berbagai waralaba A&W, baik di Amerika Serikat dan luar negeri. Perusahaan ini memiliki 1.100 lokasi waralaba di 10 negara dan wilayah. 

Mumpung lagi long weekend nih, yuk ajak keluarga menikmati menu-menu baru yang lezat dan penuh sensasi kriuuknya di A&W Restaurants. Dengan suasana yang nyaman, pelayanan yang ramah dan hidangan yang menggugah selera. Akhir pekan bersama keluarga pasti akan semakin hangat dan berkesan. Tapi hati-hati lo, nanti bisa ketagihan hehehe....

 

Thursday, November 23, 2017

Peran Pemerintah dalam menangani UMKM Di Era Digital


Pelaku bisnis skala kecil atau biasa disebut dengan UKM/UMKM cukup mendapat perhatian dari pemerintah dan instansi yang terkait seperti Bank dan OJK. Yang tidak pernah lelah memberikan bimbingan dan sosialisasi dalam bentuk pameran maupun seminar. Seperti pada beberapa waktu yang lalu, diadakan acara yang bertajuk Focus Group Discussion dihadiri oleh para awak media, blogger dan pelaku UMKM bertempat di hotel Amaris Bintoro Surabaya. Sedangkan tema yang di ambil adalah "Kiat UKM dan Perbankan Hadapi Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat".


Ada 4 nara sumber yang hadir dan memberikan pemaparan yaitu : 

1. Dani Surya Sinaga, Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Regional 4 Jatim 

2. Drs Achmad Basuki MSi, Kabid Pemasaran Dinkop dan UKM Provinsi Jawa Timur

3. Kuncarsono Prasetyo, Owner Kaos Sawoong

4. Atta Alva Wanggai, Regional Credit and Bussiness Development Bank Mandiri Wilayah VIII Jatim


Kesempatan pertama bapak Dani Surya Sinaga sebagai Direktur Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Regional 4 Jatim memberikan beberapa pandangannya antara lain : 


Bpk Dani Surya Sinaga dari OJK (foto dari twitter @bunda_sugi)

Bicara kondisi makro ekonomi global pada 2017 ini masih mengalami perlambatan pertumbuhan yang berkelanjutan. Dengan kondisi seperti itu pemerintah melihat ada potensi besar untuk berkembang dan itu mampu mengerakkan perekonomian. Salah satunya dengan berusaha mengenjot UMKM agar mampu bersaing di perekonomian global. 


 Dan itu dimulai dengan 4 titik nol, yakni produktif, kreatif, punya jiwa entrepreneur dan satu kali go digital. 


 Khusus menghadapi pola digital sebenarnya pelaku UMKM sudah mulai terbiasa ini dengan makin banyaknnya pelaku usaha yang suidah memasarkan produknya via online yang dimulai dari PRODUCT, PRICE, PLACE dan PROMOTION.  

PRODUCT disini tentunya produk yang dihasilkan oleh UMKM.

- PRICE artinya harga mampu bersaing. Karena dengan digitalisasi mampu memotong mata rantai terutama dalam distribusi. 

- PLACE artinya mampu berjualan dimana saja. Jika penjualan manual hanya mampu mencover di wilayahnya saja, maka di era digital ini barang bisa dijual dimanapun. Tak hanya di wilayah Indonesai tapi juga dibelahan dunia lainnya. 

Dan terakhir PROMOTION. Di era digital ini semua produk mampu dijual dan dipromosikan secara mudah via online. Tidak membutuhlan sales. 


 Khusus untuk Jawa Timur, bisa dicontohkan dari Kabupaten Banyuwangi lewat banyuwangimall.com. Semua produk ditampikan mulai barang hingga jasa. Bayuwangi merupakan kabupaten yang maju dengan pesat. Di sana ada program karnaval, dan tiap minggu ada even. Bayangkan setahun saja ada 77 kegiatan yang dipublis dan dipromosikan oleh bupati, yang semuanya melibatkan UMKM. 


Dan khusus OJK di era keuangan digital ini telah mengeluarkan ketentuan Finetech (Financial Technology) yang merupakan lini bisnis berbasis perangkat. Fintech dimulai pada Desember 2016 lalu itu itu hingga kini etrus berkembang. Setidaknya sudah ada 25 perusahaan yang begerak dibidang pembiayaan. 


Ambil contoh Amartha.com, ini menawarkan pinjaman mulai Rp 3 jutaan, yang ditujukan bagi pedagang kecil, seperti pedangan mracangan hingga kelontong. Caranya juga mudah, permohonan 3 hari sudah dijawab. Dan rate-nya 1,25 persen dengan sitem schooring credit dinilai yang palig bagus mennetukan rate. Dan pembayarannya khusus untuk Amartha ini mingguan dengan pengajuan semua secara online. 


Dengan bermunculannya lembaga pembiayaan ini dan semakin memudahkan UMKM untuk biasa mendapatkan modal, meyakinkan UMKM akan terus tumbuh. 


Mendapat kesempatan memberi pemaparan selanjutnya adalah Drs Achmad Basuki MSi Kabid Pemasaran Dinkop dan UKM Provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa : 


Bapak Achmad Basuki dari Dinkop Jatim (dok.pri)

Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur jauh lebioh tinggi disbanding pertumbuhan ekonomi nasiona. Jika nasional hanya 5,07 persen, maka di Jatim sudah mencapai 5,17 persen. Ini kalau dirupiahkan sudah mencapai Rp 1,880 Triliun. Dan pertumbuhan ekonimi Jatim itu, 54,8 persennya disupoort KOperasi dan UKM. 


Berdasarkan sensus ekonomi ada 6,8 juta UKM pada 2012, walau pada sensus ekonomi 2016 turun menjadi 4,68 juta UKM, namun perlu diklarifikasi data itu etrbagi dalam kategori, ada mikro, kecil, dan menengah. 


Lantas apa yang dilakukan oleh Pemprov Jatim agar keberadaan UMKM itu etruys tumbuh sehingga roda perekonomian Jatim semakin maju pesat. Maka salah satumnya dengan membantu dalam hal legalisasi. 


Legalisasi ini menjadi sangat penting, karena kalau masuk ke era digital, harus ada legalitas. Disinilah kita berusaha membantu pelaku UMKM untuk bisa mendapatkanSIUP, NPWP, UD, maupun PT. 


Untuk mendapatkan itu pelaku usaha harus memiliki standarisasi. Artinya jangan hanya membuat sesuatu tidak ada standarnya, missal produk makanan ya harus mengantongi sertifikasi halal, atau juga dari BPOM, itu semua adalah contohnya. Dan dinas koperasi bersedia membamtu mendapatkan semua itu. 


Satu lagi sedikit promosi, DInjkop juga menyediakan sarana promosi juga pemasran bagi UMKM, dan itu gratis dengan sistem konsinyasi. Monggo dating saja dan silahkan pajang produk bapak dan ibu di Jalan Raya Juanda NO. 22. Gratis. Selain memasarkan dengan cara menjual di gallery yang kita punya kita juga sedang mengagas menggunakan sistem online dengan kerjasama dengan Telkomsel. Jadi ketika melintas di gallery seacra otomatis akan ada promosi dari gallery dinkop. 


 Begitupun soal pembiayaan dinas koperasi juga berusaha memberikan solusi. Bagaimana pun faktanya saat ini, bunga perbankan dibanding dengan negara ASEAN, Indonesia bunga masih tinggi. Di Singapura, khusus koperasi dan UMKM bunganya hanya 4 persen per tahun, di Indonesia Bank Konvensianal bunganya 12-18 persen. Namun khusus masyarakat Jatim bisa sedikit berelhga hati karena sudah diluncurkan bersama Bank Jatim dan UMKM dengan bunga hanya 7 persen khusus pelaku UMKM. Ada dana hamper Rp 1,2 Triliun yang disiapkan, dananya standing lone. 


 Yang pasti pemrov terus berupaya mempromosikan produk-produk UMKM, tak hanya di dalam propinsi tapi juga diluar provinsi. Bahkan khusus pameran, kita gratiskan sewa stand. Itu dilakukan untuk memajukan UMKM di Jatim. Ingat orang Jatim ini kharakternya bonek, artinya bonek positif, artinya produk yang dihasilkan nanti tentunya tidak meninggalkan kualitas, kontuniatas dan price. Saatnya mengubah pola pikir agar begitu laku tidak mengubah standarisasi. 


 Mau tidak mau di era ditigal yang mulai menjarah ekonomi multi sector, tidak ada pasar tapi juga perbankan akan mulai beralih. Di Swis dan Belanda mengurangi ribuan pegawai bank. Makanya sekarang perbankan di Indonresia mulai mengalakan agent-agen, dan agen-agen inilah yang nantinya bergerak. 


 Saya harap di Jatim mari bersama-sama melakukan terobosan. Bagi masyarakat Jatim jika sudah memiliki legalitas bisa mendaftar via webside mengisi 18 indikator. Tapi kadang-kadang jiwa males itulah yang menghambat kemajuan UMKM. Sudah divasilitasi, enggan melakukan pengisian. Ingat UMKM itu emmang dimulai dari yang biasa dulu tapi ditopang kemauan dan niat akan menunjukkan sebuah jalan menuju keberhasilan. 


Padahal sekarang saya beritahu, pengisian iotu dimaksudkan untuk melakukan database UMKM di Jatim. Tujuannya ya untuk membantu, bagimana agar UKM bisa maju, misal apa yang dibutuhkan mereka. 


 Di Jatim sudah ada 26 perwakilan, dan itu satru satunya dari dari 34 provinsi di Indonesai. Kenapa UKM begitu difokuskan, karena pertumbuhan ekonomu di Jatim disokong oleh para pelaku UKM. 


 Untuk itu mari kita sama-sam mencari solusi bersama baik itu tenatang produksi maupun legalitasnya. Saya berharap mari kita majukan perekonomian jatim, lebih baik dibanding provinsi lain. Tanpa bapak ibu Jatim bukan apa-apa. 


Sedang pembicara ke 3 adalah Kuncarsono Prasetyo Owner Kaos Sawoong yang pernah menjadi wartawan. Beliau berbagi pengalaman dan menceritakan tentang suka duka sebagai pelaku UMKM, yaitu : 


Mas Kuncarsono, pelaku bisnis UKM (dokumen pribadi)

 Awalnya saya wartawan, tapi saya memilih ‘mualaf’ menjadi pengusaha. Saya lebih suka menyebut pengusaha karena itu mencerminkan identitas, selain karena kelihatannya jelasnya tinggi dan punya kesempatan lebih tinggi. 


 Dan sebagai pengusaha maka jangan beralasan usaha berhenti karena keterbatasan modal. Saya adalah orang yang telah memanfaatkan Fintech bahkan kalau kita mau kita bisa mendapatkan pinjaman yang bisa mencap[ai Rp 2 miliar. Jadi begitu mudahnya mendapatkan dana untuk ekmajuan usaha, jadi jangan jkadikan lasana lagi tidak ada modal. 


Saya akan mengajak pelaku UMKM bersama-sama menghadapi pola komunikasi dari yang konvensional dengan bergerak pada komunikasi yang cukup hanya visual alias melihat. Seperti gerakan para fotografer. Proses membuat dan memasarkan menjadi penting, karena saya nilai urusan modal beres, urusan produksi tergantung taste alias selera dan rasa. 


Contoh saya ambil gambar cewek cantik, dia bisa tampil cantik kartena efek visual, jadi seperti berjualan dengan online di bukalapak dll itu efek visual menjadi penting utuk memicu orang utuk mendapatkan barang yang dimaui. 


 Itu adalah gambarannya, sekarang mari kita berbagi kiat sukses memasrkan. Berdasarkan pengalaman yang saya, mengemas atau packaging dengan memoles lebih cantik kemasannya, itu menjadi pemicu konsumen melakukan pembelian. 


Harus dibedakan antara mengemas dan menipu, dengan berusaha melihat sudut pandang demi hasil yang lebih baik. Menipu misalnya jualan bakso ngaku soto, tapi kalau jualan bakso ditata lebih bagus akan lain. Saat ini visual mengalahkan segalanya, jika visual tidak menarik, maka sulit utuk meyakinkan pembeli. Barang sebagus apapun kalau kemasannya tidak menarik pasti tidak akan laku. Contoh kacang dibungkus plastic harganya Rp 4000, tapi ketika akhirnya berganti dikemas secara menarik, kacang yang semula hanya dihargai Rp 4.000 bisa melonjang menjadi Rp 25 ribu, dan ketika dijual di Juanda sudah mencapai harga Rp 50 ribu. Itu adalah sal;ah satu contoh yang dilakukan kacang Tree G. Visual menarik membuat separuh selera muncul. Jadi kini perang bukan lagi rasa. 


Setelah tampilan dipahami, selanjutnya yang dilakukan adalah penyajian. Jangan karena energi habis karena tidak mengenali target pasar. Pola perdagangan purba dengan system manual, yakni menyasar pada siapapun yang ditemui harus mulai dihindari. Ketika perubahan yang lebih efisien jika masih mengunakan cara jaman lampau menjadi tidak menarik. Ada yang lebih efisien ketika memasuki dunia digital menjadikan pasar tepat sasaran. Untuk menuju ke sana, mari menyajikan visual sederhana, mengemas dan menyajikan produk yang baik adalah branding itu adalah identitas. 


Lantas bagimana kalau gaptek? Jadi kalao gaptek ya repot di era digital ini. Makanya harus kolaborasi dengan mereka yang mengerti dunia digital..Yakinlah jika kita yakin maka appun yang tidak mungkin mungkin. 


Pembicara yang terakhir atau yang ke empat adalah bapak Atta Alva Wanggai Regional Credit and Bussiness Development Bank Mandiri Wilayah VIII Jatim yang menjelaskan bahwa : 


Bapak Alva (dokumen pribadi)

 

Bank Jatim terus bergerak bersama dengan para pelaku UMKM. Implementasi yang sudah dilakukan Bank Mandiri untuk turut mengangkat perekonomian Indonesia dengan melalui UMKM. Salah satunya dengan emndirikan Rumah Kreatif BUMN (RKB) 


Dimana didalamnya melakukan proses mulai dari proses mencari UMKM, membina, sampai mengajarkan e-commerce, didalamnya tercerita dengan jelas. 


 Di setiap kota di Indonesai RKB itu ada, dengan harapan bisa mengakomodasi kepentingan UMKM. Namun masing-masing kota, beda bank yang ditunjuk, missal di Sidoarjo menggunakan Bank BRI, kebetulan di Surabaya kerjasamanya dengan Bank Mandiri. 


 Karena program ini merupakan program baru diluncurkan tahun 2017 ini, maka Bank Mandiri berusaha menjemput sendiri pelaku UMKM. Kita berusaha mencari UKM untuk dijadikan binaan BUMN maupun pemerintah. Jadi kita melakukan pemjemputan secara aktif. 


 Yang dilakukan pelaku UKM ini sebenarnya sangtalah muidah, mereka cukup melakukan register. Fungsinya akan dilakukan pengembangan usaha dan peningkatan kualitas produk dengan belajar dan berbagi bersama. Dan seperti Dinkop Jatim, program ini di gratis. 


 Hingga saat ini sudah ada berbagi macam kegiatan pasca di Launching apda Januari 2017 lalu. Hingga saat ini sudah ada 42 kegiatan. Misalnya kegiatanyya terkait packaging hingga mencari pasar, dari pemnbiayaan hingga produk jadi semua sudah terprogram. Bahkan kita mewadahi promosi produk melalui digitalisasi alias e-commerce, lewat laman belanja.com. 


 Inilah peran BUMN untuk memajukan UMKM yang selama ini jalan sendiri-sendiri kita fasilitasi, hingga akhirnya berharap barang yang dijual tidak secara local tapi teregister di belanja.com. 



Setelah semua narasumber memberikan paparan, para peserta tidak sabar untuk mengajukan pertanyaan. Karena memang sebagian besar undangan adalah para pelaku UKM atau UMKM. 


Mas Pandu mengajukan pertanyaan sebagai pelaku bisnis UMKM (foto milik panitia/masruroh)

1. Salah satunya adalah mas Pandu yang kebetulan adalah bekas wartawan. Beberapa poin yang dia tanyakan adalah : 


Untuk Pak Dani, apakah keberadaan mata uang bitcoin aman alias legal, apalagi menjanjikan tidak ada inflasi?  


Terkait bitcoin, di Bank Indonesiua saat ini bukan merupakan alat pembayaran yg sah. Jadi harus hati-hati karena masih illegal. Bank Indonesia juga masih belum yakin. Rentan juga kalau lupa password karena bisa hilang semuanya. Saran dari pak Dani, harus sangat hati-hati. Cari investasi yg aman, seperti uang dinar yang ada fisiknya. Kalau memang mencoba tidak dilarang, tapi jangan minta perlindungan pemerintahan.


Untuk Pak Basuki, Pandu menilai tindakan dari Dinkop sudah bagus telah memberikan pelatihan-pelatihan bagi para pelaku usaha. Namun alangkah baiknya materinya lebih tertata sehingga tidak terkesan materinya itu-itu saja. Terkait online yang mulai mewabah, mohon dinas koperasi mengagendakan materi khusus online.  


Kalo mau meningkatkan ilmu, dipersilahkan datang ke kantor Dinkop. Ada 14 layanan. Kebiasan buruk pelaku UMKM ini kan antara pemasukan keuangan bisnis dan uang pribadi dicampur aduk. Itulah yang kadang-kadang membuat para pelaku ekonomi akhirnya kedodoran. Untuk itulah Dinkop mendidik para pelaku usaha agar tidakl terjerumus ke situ. Dipersilahkan datang ke kantor Dinkop untuk meminta informasi seperti manajemen pengolahaan usaha. Gratis dan tidak di pungut biaya apapun. Sejak tahun 2008 sudah digalakan dan itu adalah bagian dari fungsi pemerintah untuk fasilitas dan regulasi. Akan diajarkan bagimana cara mau mengajukan ke perbankan, bagaimana cara membuat proposal dan lain sebagainya. 


Tentang online baru akan direalisasikan tahun depan, tentang bagaimana melakukan penjualan pelaku UMKM via online dengan kerjasama bersama bukalapak dan lazada. Tapi nantinya yang dijual harus produksi sendiri bukan broker. Kalo usaha batik harus tulis atau cap bukan printing.


Khusus Kuncar apakah visual segalanya? 


Intinya jujur, bedanya menipu dan mengemas seperti yg diterangkan cak Kuncoro bahwa jadi konsumen juga harus cerdas. 


2. Penanya ke dua adalah ibu Sugihartati yang juga blogger : 


 Untuk pak Atta, RKB saya pernah tahu pameran di grand city, saya juga sudah jadi member. Yang ingiun saya tanyakan kira2 saja kegiatanya RKB sudah berapa lama berjalan. Mungkin perlub dilakukan sosialisasi biar bisa menjangkau seluruh pelaku UMKM. Juga sisi manfaatnay apa? 


Pelaku UMKM bisa dating ke jalan Khairil Anwar di situ RKB Bank Mandiri. Disana disedikan ruangan untuk member RKB untuk bertemudg klien atau diskusi. Di RKB mempunya tenaga profesianal yang bisa memberikan kosulatasi terkait apapun yg terkait usaha. Terkait dg pelatihan2 mmg tidak bisa tiap hari. Dan perlu diketahu sekarang ini sudah ada 1100 member, dari situ kami kelompokkan per poduk. Lainya bisa display produk dari member kami. Klo ada kunjungan selalu memfasilitasi penjual utuk menambah market dari UMKMyang telah menjadi member. Juga event2 lain kegiatan selalu dilibatkan. 


Dokumentasi : Masruroh (Panitia)

Saya sendiri sempat "curcol" atau beberapa usulan khususnya untuk bapak Achmad Basuki dari Dinas Koperasi antara lain :


Banyak anak muda yang mempunyai kemauan dalam berdagang. Didukung tekhnologi yang canggih, mereka banyak jual online di media sosial seperti instagram dan website. Sayang belum ada support atau sosialisasi untuk para generasi muda. Mungkin juga mereka maunya mandiri. Tapi kebanyakan hanya musiman, tidak berlangsung lama. Alangkah baiknya kalau pemerintah juga memberi pembekalan bagaimana cara berbisnis dan belajar menjadi UKM/UMKM.


 Maraknya artis  yang membuka kue di daerah termasuk Surabaya, apakah tidak ada keinginan pemerintah untuk lebih menonjolkan kue tradisional sehingga nantinya tidak akan kalah ngehits dari kue mereka.

Diharapkan pemerintah membuat aplikasi yang bisa menampung keahlian dari para ibu rumah tangga atau pebisnis kuliner untuk di tampung dalam satu media. Itu juga akan mempermudah mencari informasi kalau kita mencari kue dan makanan yang khas di daerah kita. 


Semoga acara semacam ini bisa dilaksanakan sesering mungkin. Karena dengan mendapat ilmu serta informasi yang sangat bermanfaat ini, rasanya tidak hanya para pelaku bisnis UKM/UMKM saja yang semangat. Para blogger pun turut semangat dan ingin menekuni bisnis juga.


Blogger yang hadir pada acara ukm/umkm (dokumen pribadi)


Wednesday, November 22, 2017

Hari Jamban Sedunia 2017, Sebuah Harapan Adanya Perubahan

Bu Reni mengambil air di sumur umum kalau musim kemarau (dokumen pribadi)


Pernahkah kalian mendengar Hari Jamban Sedunia? Pernahkah kalian tahu, bahwa masih banyak saudara kita yang belum memiliki toilet sendiri. Sehingga harus menempuh jarak yang cukup jauh berkilo-kilo meter untuk bisa sekedar buang hajat. 


Percaya nggak percaya kan? 


Ini Indonesia looooo mas bro mbak bro. Yang katanya sudah 72 tahun merdeka. Yang katanya negeri subur, makmur, sentausa, gemah ripah loh jinawi. Eh terus apa hubungannya ya? Tentu saja ada dong! Dengan kemerdekaan yang kita raih serta kekayaan alam yang berlimpah, Indonesia seharusnya sudah termasuk negara yang bermartabat. Dimana segala sesuatunya bisa di ukur dari hari yang sepele seperti kesejahteraan rakyat untuk memiliki jamban dan sanitasi yang memadai. 


Sudah belum ya? Ada beberapa contoh cerita di bawah ini, semoga bisa menjadi masukan dan membuka mata kita. Bahwa ternyata masih banyak saudara kita yang tidak seberuntung kita. Terutama yang tinggal di daerah perkotaan.


Bu Reni harus menempuh jarak sejauh 1 kilometer dari rumahnya kalau mau mengambil air bersih untuk masak, minum bahkan mandi. Dusun yang dia tinggali termasuk kawasan kekurangan air, terutama ketika musim kemarau. Air menjadi sangat susah. Kondisi ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu. Bahkan menurut pengakuannya, kondisi seperti ini sudah ada sejak dulu ketika dia masih kecil.


Masyarakat setempat harus berjuang untuk mendapatkan air dengan cukup susah payah, karena di dusun mereka tidak ada sumur. Karena dari 90 Kepala Keluarga hanya ada 15 orang yang memiliki sumur. Mereka harus mencari air ke sumur terbuka yang letaknya di tengah hutan yang jaraknya cukup jauh dengan berjalan kaki karena jalannya tidak memungkinkan untuk dilewati kendaraan roda dua sekalipun. Melewati sawah, kebun dan hutan sambil membawa jerigen, ember bahkan gentong yang terbuat dari tanah untuk mengangkut air. 


Saya mencoba mengambil air dari sumur umum warga desa balong (dokumen pribadi)

Sumur umum tersebut hanya berupa bak beton penampung air dan tidak ada pompanya. Jadi kalau ingin mengambil air, harus menimba. Tidak ada penutup apapun baik mulut sumur itu maupun tembok sekeliling. Jika mau mandi atau cebok, akan jelas terlihat secara bebas dari sudut manapun. Makanya warga sering mengenakan pakaian sekedarnya apabila akan beraktifitas mandi. Kondisi ini, menurut bu Reni sudah menjadi kebiasaan dan hal yang lumrah. Warga mandi dan beraktifitas lainnya di sumur tanpa dinding penutup itu.


Sanitasi air bersih yang sudah terpasang di rumah bu Reni (dok.pri)

Tapi sekarang bu Reni yang warga dusun Balong desa Turi RT 13 RW 03 kecamatan Tambakrejo Bojonegoro itu tidak perlu antri dan menginap semalaman di hutan untuk mendapatkan air. Karena berkat bantuan kredit dari Komida dan water.org, di rumahnya sudah terpasang saluran air yang tidak hanya bisa dinikmati keluarganya tapi juga tetangga sekitarnya. Ya, dia tidak akan menolak kalau tetangganya akan mengambil air bersih di rumahnya. Di samping memang begitulah sifat tepo sliro penduduk desa yang sudah tertanam sejak dulu, tapi juga karena masih banyak tetangganya yang hidup di bawah garis kemiskinan (kurang mampu).


Apa itu Komida yang kepanjangan dari Koperasi Mitra Dhuafa? Apa itu water.org? Akan saya jelaskan di artikel tersendiri ya. 


Letak dusun Balong sekitar 30 kilometer dari pusat Kabupaten Bojonegoro, dengan waktu tempuh sekitar lebih dari 2 jam. Medan cukup sulit dengan kontur tanah berbatu kapur dan berlumpur apalagi kalau lagi musim hujan. Membuat perjalanan membutuhkan waktu yang lebih lama karena harus hati-hati dengan jalanan yang sangat licin. 


Tanah menjadi licin dan becek kalau habis hujan (dokumen pribadi)

Pengalaman yang hampir sama dengan bu Reni juga dialami oleh ibu Supeni yang sudah 2 tahun ini memiliki WC berkat pinjaman dari Komida. Warga RT 19 RW 04 Dusun Kedung Ngingas Desa Kolong Kecamatan Ngasem Bojonegoro tersebut mengaku bahwa sebenarnya ada program pemerintah untuk pengadaan jamban. Tapi bantuannya terlalu sedikit dengan prosedur yang tidak mudah. Tapi kalau kredit dari Komida tidak membutuhkan anggunan, prosedur mudah dan pembayaran sangat ringan.



Dulu dia dan keluarga juga warga desa yang lain sudah terbiasa buang hajat di belakang rumah atau di hutan. Kalau di belakang rumah, dengan membuat lubang (jumbleng) yang nantinya akan di tutup kalau sudah penuh. Kemudian akan berpindah tempat untuk membuat lubang jumbleng yang baru. Begitu seterusnya. Tapi ketika anak perempuannya makin dewasa, dia merasa sangat membutuhkan fasilitas buang air yang lebih aman dan nyaman. Cita-citanyapun tercapai untuk memiliki jamban yang memadai berkat kucuran kredit dari Komida yang bekerja sama dengan water.org.


Sumur tempat bu Supeni mengambil air sekaligus tempat mandi umum (dokumen twitter @kjpl_indonesia)


Ketika di tanya oleh awak media, apa yang dia inginkan setelah pinjamannya lunas. Jawaban bu Supeni adalah sanitasi air bersih. Supaya dia dan keluarga tidak harus berjalan jauh, bahkan mengantri berjam-jam untuk mengambil air buat masak dan minum.


Foto bersama team water.org, Komida dan blogger serta media di depan rumah bu Supeni baju maroon (dokumentasi milik mbak Reni)

Bu Reni dan bu Supeni adalah 2 dari segelintir orang yang baru bisa menikmati fasilitas sanitasi yang di dapat secara kredit dari Komida. Sebenarnya masih banyak warga di Bojonegoro yang belum memiliki sanitasi sehat dan kecukupan untuk kebutuhan akses air bersih, khususnya di waktu musim kemarau. Gambaran betapa susahnya mendapatkan air sangat tergambar jelas pada kisah bu Reni dan bu Supeni. Yang tinggal di dusun berbeda di Kabupaten Bojonegoro. 


Saya sangat beruntung sekali bisa berkesempatan mengunjungi mereka bertepatan memperingati Hari Jamban Sedunia yang jatuh pada tanggal 19 Nopember 2017 lalu. Atas ajakan water.org yaitu sebuah organisasi non-profit yang peduli terhadap lingkungan, akses air bersih dan sanitasi. Juga turut serta dalam kegiatan tersebut adalah lembaga keuangan mikro (LKM) untuk pembiayaan pinjaman sanitasi yaitu Komida. Bersama beberapa awak media dari Bojonegoro, Surabaya, Tuban dan Malang untuk melihat langsung masyarakatnya yang masih BABs atau buang air besar sembarangan. 


Lokasi sumur umum sangat jauh dari pemukiman dan di tengah hutan (dok.pri)

Masalah air ini memang masalah lama, bahkan dari bertahun-tahun yang lalu. Pe er yang belum bisa dituntaskan tidak hanya pemerintah tapi juga masing-masing individu yang berkepentingan. Di samping pemahaman yang kurang, keterbatasan ekonomi adalah salah satu yang menghambat masyarakat Jawa Timur untuk memiliki sanitasi termasuk jamban. Bahkan masyarakat Kabupaten Bojonegoro yang wilayahnya dikenal kaya akan minyak dan gas, ternyata masih banyak penduduknya yang belum memiliki jamban akibat kendala keuangan serta kesulitan ekonomi.


Tapi untunglah saat ini ada lembaga keuangan mikro (LKM) yang memberikan pinjaman lunak untuk akses air bersih dan sanitasi, yaitu salah satunya adalah Koperasi Mitra Dhuafa (Komida). Mereka memberikan pinjaman untuk pembangunan jamban atau akses air bersih, dengan angka maksimal Rp 6,5 juta. Angsuran dicicil setiap minggu, disesuaikan dengan kemampuan anggota. 


Bapak Sugeng dari Komida sedang presentasi (dokumentasi : mbak Imelda)


Menurut Direktur Operasional Koperasi Mitra Dhuafa (Komida) Sugeng Riyono pada awak media, pihaknya fokus menggarap sektor sanitasi masyarakat miskin karena tidak ada lembaga keuangan besar yang mau menggarapnya. Sudah 3 tahun Komida membantu pembiayaan masyarakat miskin dari sisi kesehatannya dan cukup berhasil. Pihaknya sudah merambah di sekitar 400 kabupaten dan kota di 11 provinsi. Sudah ratusan ribu penerima manfaat pinjaman untuk sanitasi dan air bersih ini.  


Mbak Fay dari water.org (dokumen pribadi)

Sementara itu Andi Musfarayani yang akrab di panggil Fay - Advocacy Manager water.org mengatakan bahwa pihaknya tidak memberikan sanitasi atau jamban secara cuma-cuma. Tapi pihaknya akan selalu berupaya mendampingi Komida untuk terus mensosialisasikan pentingnya sanitasi dan ketersediaan air bersih bagi kesejahteraan warga. Memang ada alasan tersendiri kenapa tidak memberikannya secara gratis, yaitu untuk menumbuhkan rasa tanggungjawab. Jika ada effort lebih, maka warga akan benar-benar merawat kamar mandi atau jamban yang sudah dimilikinya tersebut. 


Selamat merayakan Hari Jamban Sedunia 2017.