Tuesday, November 19, 2019

Menjaga stamina di musim kemarau dengan Herbadrink, minuman alami yang menyehatkan

Menunggu hujan turun di Surabaya itu kayak menunggu "pungguk merindukan bulan". Tahu nggak artinya? Artinya adalah menunggu sesuatu yang sia-sia. Karena kondisi makin hari cuaca di Surabaya makin hot potatoes alias panas ngentang-ngentang dalam bahasa Jowo hehehe. 


Beneran lo mom. Rasanya males banget mau melangkah keluar rumah. Bahkan ketika pagi masih menunjukkan waktu di bawah jam 7, ketika hendak menunaikan tugas ke pasar udah buru-buru pingin pulang. Udah gak kuat panas, maunya ngadem deket kipas angin atau nge-AC di dalam kamar.


Musim kemarau ini memang belum bisa diprediksi kapan usainya. Sebenarnya bukan perkara musim kemarau atau musim penghujan, karena hampir sama. Yang bikin galau itu adalah menjaga kestabilan badan ketika datang 2 musim itu. Karena kesibukan kita tidak bisa berhenti begitu saja, baik ketika musim kemarau atau musim penghujan. Kita tidak bisa duduk berdiam diri di rumah, karena kesibukan yang berjibun sudah menunggu untuk diselesaikan. Apalagi kalau ada event yang mengharuskan kita keluar rumah. 


Nah, salah satu tips saya untuk selalu menjaga stamina tetap prima adalah dengan minum produk herbal yang memang sudah lama saya konsumsi yaitu Herbadrink. Sudah pada tahu produk ini kan?  



Salah satu produk yang sering banget saya konsumsi adalah yang varian Sari Jahe dan Beras Kencur. Kalau jaman dulu nenek atau ibu sering bikin minuman hangat yang di kasih geprek jahe atau bikin beras kencur sendiri, sekarang Herbadrink sudah menyediakan dalam bentuk yang praktis yaitu sachetan. Disamping untuk menjaga kehigienisan, juga mudah dibawa ketika bepergian. Kalau mau minum tinggal di campur dengan air panas atau air dingin sesuai selera. 



Saya rutin sekali minum Herbadrink Beras kencur karena bahan beras kencurnya sangat efektif untuk menghangatkan tenggorokan, meredakan masuk angin dan mengobati maag. Kebetulan saya mempunyai sakit maag, tapi sejak rutin minum Herbadrink Beras Kencur ini sudah jarang kambuh. Tapi yang Beras Kencur ini juga nikmat banget lo kalau di minum pakai air dingin atau ditambahi es batu. Seperti sahabat saya mbak Nurul Rahmawati, hobi banget minum beras kencur dingin. Dan kalau dia pas main ke rumah, minuman favorit ini selalu saya buatkan untuk dia.



Sebenarnya semua varian dari Herbadrink saya suka. Seperti yang pernah saya tulis beberapa waktu yang lalu tentang manfaat dari Sari Temulawak dalam menemani aktifitasku sehari-hari. 


Sari Temulawak - Minuman Sehat Yang Menemani Aktifitas Sehari-hari





Oh ya, kalian juga bisa mencoba varian yang lain karena Herbadrink mempunyai beberapa macam rasa seperti :


1. Sari Temulawak

2. Lidah Buaya 

3. Kunyit Asam 

4. Kunyit Asam Sirih

5. Wedang Uwuh 

6. Kopi Ginseng 

7. Chrysanthemum Herb


Dan yang bikin hepi, varian dari Herbadrink ini ada yang tesedia Sugar Free lo! Untuk mendapatkan produknyapun juga sangat gampang. Karena sudah tersedia di minimarket serta supermarket di sekitar kita. 


Kalau ada yang masih ragu, kenapa harus Herbadrink? Karena semua sudah pada dong kalau Herbadrink itu terbuat dari bahan alami yang tanpa bahan pengawet dan tanpa tambahan perisa. Dibuat juga dengan resep tradisional tapi dengan teknologi yang sangat modern. Kalau masih belum jelas, kunjungi saja websitenya di Herbadrink.


Saturday, November 16, 2019

Ikuti Kegiatan Candi Darling, Ratusan Mahasiswa Hijaukan Situs Ratu Boko dan Candi Ijo

(foto dari instagram @siapdarling)


Situs Ratu Boko menjadi salah satu warisan budaya yang telah diakui United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Peninggalan sejarah ini juga menjelma menjadi primadona generasi milenial untuk berswafoto karena menyajikan pesona alam Yogyakarta yang indah, terutama di sore hari. Hal tersebut diutarakan oleh General Manager PT Taman Wisata Candi (TWC) Unit Ratu Boko Wiharjanto. 


" Situs Ratu Boko menjadi primadona generasi milenial yang berburu sunset. Hal ini terlihat dari total kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara pada tahun 2018 sebanyak 306.338 wisatawan yang didominasi oleh anak muda. Mayoritas dari pengunjung datang di sore hari untuk berswafoto di gapura utama Situs Ratu Boko." kata Wiharjanto.


Kompleks Situs Ratu Boko berada di Jalan Raya Piyungan – Prambanan KM 2, Gatak, Bokoharjo, Sleman, Yogyakarta. Jika dilihat dari etimologinya, situs purbakala Ratu Boko terletak 3 kilometer dari Candi Prambanan, atau berada di 18 Km sebelah timur Kota Yogyakarta dan 50 Km barat daya Kota Surakarta, Jawa Tengah. Meskipun memiliki pesona lima gapura megah yang dipercaya sebagai sisa-sisa bangunan Keraton Ratu Boko, menurut Wiharjanto, lokasi dengan luas area 250.000 m2 tersebut seringkali berhawa sangat panas di siang hari.  


Berangkat dari kepedulian untuk merawat bumi dan warisan sejarah tersebut, Bakti Lingkungan Djarum Foundation menyelenggarakan kegiatan Candi Sadar Lingkungan di Situs Ratu Boko dan Candi Ijo bersama ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di wilayah Yogyakarta pada Selasa, 12 November 2019. Pada kegiatan ini, ratusan mahasiswa tersebut menanam ribuan tanaman perdu dan juga semak berbunga. 


Vice President Director Djarum Foundation, FX Supanji menuturkan bahwa kegiatan Candi Darling merupakan bagian dari program Siap Sadar Lingkungan (Siap Darling) yang diinisiasi oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation. Gerakan Siap Darling mengajak generasi milenial untuk tak hanya sekedar peduli, namun terlibat langsung dalam melakukan aksi nyata, bergerak bersama-sama dan mengejar mimpi masa depan tanpa menambah jejak-jejak kerusakan pada bumi. 


"Prakarsa Siap Darling melalui program Candi Darling merupakan langkah nyata dalam menggerakkan generasi milenial khususnya mahasiswa agar lebih peduli terhadap lingkungan. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki dan bangga dikarenakan mereka turut berperan serta menghijaukan situs-situs warisan sejarah bangsa Indonesia serta menularkan kebiasaan baik ini di masyarakat luas. Harapan jangka panjang adalah langkah ini akan menciptkan ekosistem lingkungan yang berkelanjutan." ungkap FX Supanji.


FX Supanji melanjutkan, melalui Candi Darling di Situs Ratu Boko dan juga Candi Ijo ini diharapkan bisa menciptakan kawasan situs sejarah yang teduh, asri dan semakin cantik sehingga bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di masa mendatang. Di lain sisi, kegiatan ini juga berupaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan sejarah bangsa Indonesia.


(foto milik instagram @siapdarling)


Penanaman serentak di Situs Ratu Boko dan Candi Ijo melibatkan tak kurang dari 250 mahasiswa yang berasal dari Universitas Sanata Dharma, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada, Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan beberapa universitas lainnya dengan menanam beragam jenis flora. Untuk Situs Ratu Boko, total tumbuhan yang ditanam sebanyak 1,350 tanaman perdu dan semak berbunga meliputi Bugenvil, Tanjung, Merak, Soka, dan Kepel. Sementara di Candi Ijo, flora yang ditanam ialah Soka, Ruellia, dan Melati dengan total keseluruhan sebanyak 1000 tanaman. 


Ketua Unit Kerja Situs Ratu Boko dan Candi Ijo Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY - Dra. Tri Hartini memberikan apresiasi yang mendalam kepada Bakti Lingkungan Djarum Foundation atas aksi penghijauan dalam wujud nyata merawat situs-situs cagar budaya ini. Selain itu, gerakan ini juga diyakini memberikan pengaruh yang baik kepada generasi muda dan masyarakat luas.


“Selain akan mempercantik wilayah Situs Ratu Boko dan Candi Ijo, gerakan ini diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk semakin mencintai dan mempelajari warisan sejarah yang ada di Indonesia,” ungkap Tri Hartini. 


Pada kegiatan Candi Sadar Lingkungan di Situs Ratu Boko & Candi Ijo ini, Bakti Lingkungan Djarum Foundation juga menggandeng musisi peduli lingkungan, Kunto Aji menanam di kawasan situs sejarah Ratu Boko. Pelantun Rehat ini sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan Candi Sadar Lingkungan karena banyak memberikan dampak positif bagi generasi muda. 


"Kegiatan menghijaukan candi ini sangat unik karena biasanya kita melakukan penghijauan di area-area gersang bukan di lokasi wisata. Dengan kegiatan ini kita menekankan bahwa merawat peninggalan bersejarah itu sangat penting karena bumi ini milik kita dan sudah sepantasnya kita pula yang menjaga. Saya juga sudah tidak sabar menyapa Darling Squad yang memiliki kepedulian yang sama,” ujar Kunto Aji.


(foto diambil dari instagram @siapdarling)


Tak hanya mempercantik situs sejarah, kegiatan ini juga diperkaya dengan workshop bertema “Pilah Sampah Jadi Berkah” yang membahas pemilahan sampah dalam kehidupan sehari-hari kepada para mahasiswa yang hadir. Dengan demikian, mahasiswa akan semakin teredukasi bahwa sampah masih memiliki nilai ekonomis dan bisa dipergunakan kembali. 


Sampai saat ini, program Candi Sadar Lingkungan telah merampungkan penghijauan di 4 candi DIY dan Jawa Tengah di kawasan Candi Prambanan yakni Candi Roro Jonggrang, Candi Sewu, Candi Bubrah serta Candi Lumbung diikuti dengan situs warisan sejarah Benteng Van den Bosch di Ngawi, Jawa Timur. Dalam cakupan yang lebih luas, program Siap Darling telah merencanakan gerakan penghijauan candi-candi lainnya di seluruh Indonesia. Program ini ditargetkan rampung pada 2025. Untuk itu, Siap Darling membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dan bergabung sebagai Darling Squad untuk bergerak bersama-sama menularkan kebiasaan penghijauan demi bumi yang lebih asri.


(foto diambil dari instagram @siapdarling)