Kebahagiaan Anak adalah Kunci Keberhasilan Masa Depan



Betulkah kebahagiaan anak itu adalah kunci keberhasilan masa depannya? 


Pertanyaan itu dilontarkan oleh MC cantik yang pagi ini memandu acara Nestle Lactogrow dengan topik pembahasan "Dukung Kesehatan dan Kebahagiaan Anak dengan Pola Asuh Grow Happy" yang berlokasi di resto The Goods Dinner Surabaya pada tanggal 18 September 2019.





Para peserta yang terdiri dari blogger dan awak media tersebut diminta untuk memberikan definisi bahagia. Terutama bahagia versi anak-anak. Dan pastinya definisi bahagia yang disampaikan oleh para peserta workshop memiliki makna yang berbeda meskipun maksud dan tujuannya pasti sama. 


Oleh sebab itu, pada pagi hari ini menjadi ajang diskusi yang menarik tentang "Grow Happy Parenting : Happy from the Inside Out" dengan mendatangkan narasumber yang ahli dibidangnya yaitu : 

1. Pramudita Sarastri selaku Brand Executive Nestle Lactogrow

2. Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K) - Dokter Spesialis Anak

3. Elizabeth Santosa, M.Psi, Psi, SFP, ACC - Psikolog


Pramudita Sarastri

Dita panggilan akrab dari Pramudita Sarastri selaku Brand Executive Nestle Lactogrow menyampaikan bahwa workshop ini diselenggarakan di 8 kota di Indonesia salah satunya adalah di Surabaya. Dengan mengambil tema "Grow Happy Parenting : Happy from the Inside Out" yang dipilih karena pihak Nestle percaya bahwa kebahagiaan mempunyai peran penting dalam tumbuh kembang anak. Anak yang bahagia itu dipengaruhi dari keluarga dan lingkungan paling dekat. Dan kebahagiaan anak adalah kunci keberhasilan masa depannya. 


Bagaimana membuat anak happy atau bahagia? Dita menyebutkan ada 3 poin yaitu : 

1. Keterlibatan orang tua

2. Stimulasi

3. Kecukupan nutrisi 


Agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal, orang tua perlu memenuhi gizi dan membantu mengembangkan kematangan emosi anak.





Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K) 

Dokter Spesialis Anak yang biasa dipanggil dengan panggilan dokter Ari itu menyatakan bahwa 1000 hari pertama kehidupan adalah masa yang sangat penting. Terhitung sejak janin didalam kandungan. 


Dokter Ari juga menjelaskan bahwa untuk mendukung perkembangan anak dengan optimal harus memastikan bahwa pencernaan anak dalam kondisi sehat. Karena kesehatan saluran pencernaan akan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. 



Oleh karena itu sangat penting kita memastikan makanan yang dikonsumsi anak itu memenuhi gizi yang seimbang dan mengandung probiotik agar membantu nutrisi dapat terserap dengan baik. Namun, asupan nutrisi anak-anak kadang tidak maksimal karena berbagai macam permasalahan saluran cerna pada anak. Jika anak-anak usia 1-3 tahun memang  umumnya memiliki masalah saluran cerna. Hal ini karena usus anak belum matang, selaput lendir tipis, dan sistem kekebalan tubuh anak belum berkembang baik. Oleh karena itu, setiap orang tua harus memastikan makanan yang dikonsumsi anak bergizi seimbang dan mengandung probiotik agar  pencernaan anak bekerja dengan baik. Dengan demikian nutrisi bisa terserap dengan sempurna

Apa yang dimaksud Probiotik? Probiotik adalah mikro organisme hidup yang jika diatur dalam jumlah yang memadahi, akan memberikan manfaat kesehatan pada tempat hidupnya. Usus sebagai bagian dari organ pencernaan yang dilewati oleh makanan setidaknya harus memiliki 85% probiotik. Komposisi probiotik ini mempengaruhi suasana hati anak. 


Makanan yang dianjurkan dan harus dikonsumsi oleh anak kita diantaranya adalah ikan, daging, susu, tahu, tempe, telor, hati sapi, buah-buahan, sayur-sayuran dan masih banyak lagi lainnya. Menurut dokter Ari, semua bahan makanan tersebut sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak kita.



Elizabeth Santosa, M.Psi, Psi, SFP, ACC 

Saya seneng banget kali ini bertemu lagi dengan psikolog yang bener-bener milenial dalam berpikir dan berekspresi. Tahun lalu saya bertemu dalam acara yang sama dan pembahasan yang hampir serupa. Tapi kali ini lebih luas dan lebih detail.



Menurut psikolog yang sering dipanggil dengan nama Lizi itu bahwa membuat anak bahagia itu sangat mudah kok! Tapi sayang orang tua kadang enggan melakukannya dengan alasan tidak punya waktu, sibuk atau sudah ada pembantu yang menemani. Padahal anak sangat bahagia kalau orang tua mempunya waktu yang cukup untuk mereka walau sekedar menemani bermain atau mendengarkan cerita mereka.


Cara lain membuat anak-anak bahagia yaitu dengan mengajarkan emosi yang positif. Dengan sering berinteraksi seperti berpelukan, berdoa bersama, memberikan pujian atau mengajarkan rasa percaya diri. Karena kematangan emosi dan kebahagiaan anak itu juga tergantung dari orang tua dalam memberikan contoh seperti praktek sehari-hari di rumah.


Lizi memberikan tips untuk para orang tua, yang dia ambil dari Donna Mathews, PhD seorang Psikolog terkenal bahwa tidak ada salahnya kita mengajak anak untuk bermain dan bereksplorasi.



Selain diskusi dan pemberian materi yang diberikan narasumber, peserta workshop diajak membuat menu makanan sehari-hari dengan menggunakan playdough. Setelah dibagi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok berkreasi membuat replika menu makanan dari mulai pagi, siang dan malam. Sedang waktu yang diberikan hanya 7 menit. Bisa dibayangkan betapa hebohnya dalam menyelesaikan tugas.



Meskipun hasilnya kurang memuaskan dan nggak menang, tapi kami mendapat informasi yang sangat bermanfaat seputar isi piringku khususnya menu masakan sehari-hari.


Akhirnya setelah 3 jam berdiskusi dan bermain, tidak terasa acara sudah harus segera berakhir. Wow, bener-bener hari ini para peserta workshop banyak ilmu pengetuan yang bermanfaat terutama hal-hal baru.



Post a Comment

Inspiravy
Theme by MOSHICOO