Friday, September 20, 2019

Chatha Ulos, Inovasi Busana Modern Dalam Balutan Tradisional

Siapa yang nggak kenal Ulos? ULOS atau sering juga disebut Kain Ulos adalah salah satu busana khas Indonesia yang berasal dari Batak Sumatra Utara. Seringnya kita mendengar bahwa Ulos adalah kain yang selalu digunakan dalam upacara-upacara adat. Tapi ternyata banyak tidak terbatas itu saja. Sejalan dengan perkembangan jaman yang semakin modern, Ulos tidak lepas memperkaya kebudayaan kita dalam hal busana di jaman kekinian. 


Ternyata jenis kain ulos ada bermacam-macam. Ada Ulos Sadum, Ulos Ragi Hotang, Ulos Ragidup, Ulos Mangiring dan masih banyak macamnya lagi. Masing-masing jenis ulos memiliki makna dan fungsi berbeda. Juga digunakan dalam momen yang berbeda-beda.



Sekarang, kain ulos banyak digunakan untuk melengkapi busana. Baik yang keseharian maupun yang resmi. Ternyata kain ulos tidak kalah dengan batik yang sudah lebih dulu banyak digunakan untuk busana maupun modifikasi yang lain. Busana ulos yang beraneka macam dapat dilihat di gerai Chatha Ulos yang baru dibuka beberapa waktu yang lalu.


Tidak hanya cocok untuk busana wanita, ulos juga nampak kelihatan indah dan elegan dalam balutan busana pria, dari yang casual sampai yang resmi. Meskipun warnanya banyak didominasi warna yang cerah dan semarak. Terutama yang desain baju wanita, tidak terbatas untuk usia muda atau matang. Aneka ulos yang sudah dimodifikasi itu tampak begitu indah dan unik. Tapi masih memancarkan khas kain tradisional Indonesia. Seperti batik yang sudah memulai, sudah saatnya ulos juga go internasional.




Dulu saya pernah diberi ulos oleh satu kenalan. Saya bahagia dan bangga sekali, ternyata itu perlambang satu pertemanan dan penghargaan. Hari ini saya kembali merasakan bangga dan salut ketika bisa mengenakan ulos yang asli dari Batak pada acara pembukaan gerai Chatha Ulos yang lokasinya di area Business Centre Apartemen Taman Melati Surabaya. 


Seputar tentang Chatha Ulos

Terinspirasi oleh sepenggal kalimat "Ijuk Pangihot Ni Hodong, Ulos Pangihot Ni Holong" yang artinya jika ijuk adalah pengikat pelepah pada batangnya, maka ulos adalah pengikat kasih sayang antar sesama. 


Martha Simanjuntak mendirikan Chatcha Ulos untuk menjadikan kain ulos sebagai hasil karya seni yang memiliki nilai estetika dan semangat modern dimana kain ulos sebagai identitas budaya Indonesia.


Adapun MISI dari Chatha Ulos ini, Martha menjelaskan untuk mengangkat budaya Indonesia melalui keunikan kain ulos yang dipadukan dengan semangat modern melalui tangan-tangan terampil pengrajin ulos yang ditenun dengan sepenuh hati dan kreatifitas tanpa batas.



Chatha Ulos membuka gerai pertamanya di kota Surabaya dengan alasan karena respon warganya cukup bagus dan pembelian yang tinggi lewat online. Tidak mengherankan. Karena sebagai kota terbesar kedua, warga Surabaya juga sangat antusias dalam hal busana tradisional. Terbukti banyaknya UKM yang mengikuti pameran dan gerai yang buka di sebagian besar mall di Surabaya. Tapi tidak menutup kemungkinan Chatha Ulos akan buka di wilayah lain di Indonesia, terutama Jakarta yang direncanakan tahun depan. 


Nah, gerai pertama di Surabaya ini diresmikan pada hari Kamis 19 September 2019 yang lalu bertepatan dengan peringatan ke 20 hari perkawinan owner Chatha Ulos yaitu bu Martha dan pak Charles. Dan nama Chatha sendiri diambil dari perpaduan kedua nama mereka yaitu Charles dan Martha. Dan gerai ini menjadi hadiah ulang tahun perkawinan dan tanda cinta Charles buat Martha.



Media sosial dari Chatcha Ulos adalah : 

Facebook : Chatha Ulos Ulos 

Instagram : @chatha_ulos 

Youtuber : Chatha Ulos 

Kontak WA : +62 888-182-4489


Friday, September 6, 2019

Keseruan Acara Danone Blogger Academy 2019 di Bali

 
Keseruan Acara Danone Blogger Academy 2019 di Bali (dok.pri)

Hari pertama : Keseruan Acara Danone Blogger Academy 2019 di Bali

Terpilih dari 600 peserta yang mendaftar acara Danone Blogger Academy 2019 rasanya tidak mungkin. Apalagi terpilih hanya 10 orang. Se-Indonesia lho! Tapi namanya rejeki memang tidak bisa dihindari. Mengingat saya sudah 2x mendaftar dan belum lolos. Rasanya tidak berlebihan kalau saya merasakan kebaikan hati Tuhan untuk memberikan kesempatan tahun ini. Dan yang lebih bikin hepi, lokasinya di Bali.


What, Bali?


Bagaimana nggak dobel hepi. Saya seumur-umur belum pernah ke Bali. Norak banget ya hehehehe? Tapi begitulah keadaannya. Dulu pernah beberapa kali saya sudah mau berangkat, tapi gagal. Mau ada tugas ke sanapun, nggak jadi juga. Udah planning jelong-jelong sama teman blogger juga tidak terkabul. Akhirnya mengubur sementara impian untuk bisa bertandang ke pulau dewata itu.

 

Peserta DBA 3 dari Surabaya dan Malang sudah standby di Juanda (dok.pri)


Yang berangkat dari Surabaya 2 orang, saya dan Syarifanie. Satu lagi mas Himam dari Malang, tapi berangkat barengan lewat bandara Juanda. Jam 7 sudah standby di bandara, langsung check in, meski pesawat baru berangkat jam 07.55 WIB. Tapi memang kami disarankan sudah standby 1.5 jam sebelumnya. Alhamdulillah tidak delay dan jadwalnya tepat. Itupun tidak sampai setengah jam kami sudah mendarat dengan mulus di bandara Ngurah Rai Denpasar Bali. Sudah ada team EO Magenta yang menjemput untuk mengantar ke hotel Best Western Kuta Beach tempat karantina Danone Blogger Academy 2019.

 

Sesampai di hotel, kami langsung di arahkan ke ruang meeting Sunrise di lantai 5. Rupanya acara sudah dimulai. Ketika kami memasuki ruang meeting, bapak Arief Mujahidin selaku Direktur Komuniasi Danone Indonesia sedang memaparkan misi visi dari perusahaan. Yaitu "Danone is a global leader with a unique health focused portfolio in food and beverages". Dengan moto : 


1. Our Vission – Danone, One Planet, One Health

2.   Our Mission – “Bringing health through food to as many people as possible”.


Bapak Arief Mujahidin selaku wakil dari Danone Indonesia menyampaikan visi misi perusahaan (dok. Danone Indonesia)
Sesi tanya jawab dengan pak Arief, Direktur Komunikasi Danone Indonesia (dok. Danone Indonesia)

Alumni DBA 1 & DBA 2

Sebelumnya kami sudah tahu kalau akan hadir pula alumni dari DBA sebelumnya. Ada sesi perkenalan alumni DBA 1 yaitu teh Ani Berta dan alumni DBA 2 yaitu mas Pringadi Surya. Kebetulan keduanya berasal dari Jakarta.

Pringadi Surya, alumni DBA 2 (dok. panitia Danone)

Nggak salah memang kalau mereka berdua di pilih untuk memberi motivasi kepada peserta DBA 3. Karena dari background sampai kemampuan dalam hal tulis menulis juga relationship, keduanya bisa diacungi jempol. Pringadi yang juga seorang PNS, ternyata sudah melahirkan beberapa buku. Sedangkan teh Ani, sudah tidak diragukan lagi kiprahnya dalam memimpin komunitas ISB. Bangga dan hepi bisa bertemua mereka berdua, terutama sebagai "adik kelas" di DBA.


Ani Berta, alumni DBA 1 (dok. panitia Danone)

Mentor Tugas Akhir 

Para peserta DBA 3 akan didampingi seorang mentor yang akan membimbing dalam menyelesaikan tugas akhir. Wajahnya tidak asing karena beliau juga mantan petinggi di Kompasiana yaitu mas Iskandar Zulkarnain atau lebih sering di panggil mas Isjet.


Mas Isjet selaku mentor yang akan membimbing peserta menyelesaikan TA (dok. Danone Indonesia)

Ada beberapa poin yang menjadi garis besar penulisan yang menjadi catatan dari mas Isjet yaitu "Cerita Tematik, Ulasan Spesifik". Dengan penjelasan sebagai berikut :


1. Kata Kunci : tentukan satu kata kunci konkret yang hendak diulas. Misalnya pengolahan sampah alternatif. Energi  dari minyak bekas menggoreng. Legenda Malin Kundang.


2.  Gali Subtema : Lis apa saja yang perlu digali dari tema tersebut. Buat mind maping , dimulai dari sub tema yang datanya sudah dimiliki.


3. Riset Data : Segera kumpulkan bahan lewat mesin pencari, riset kecil-kecilan dan referensi lainnya. Catat subtema-subtema menarik selama pencarian, lalu beri skala prioritas.


4. Tentukan sudut pandang : Setelah bahan terkumpul, mulailah menulis dengan sudut pandang yang sangat menarik.


Games supaya peserta tidak mengantuk (dok. panitia Danone)

Dan untuk membuang kejenuhan, MC yang kocak agak lembeng - Yos Aditya, mengajak peserta melakukan games-games kecil supaya nggak bosen dan ngantuk. 


Keseruan bermain games (dok. Danone Indonesia)

Selanjutnya, peserta sudah mendapat materi pembuka dari 2 pakar di bidangnya masing-masing yaitu kang Pepih Nugraha yang mantan jurnalis senior yang akan memberikan tips seputar tulis menulis. Serta Kadek Arini seorang travel blogger yang akan memberikan tips cara bermedia sosial dan posting foto di media sosial. 


Pepih Nugraha "Tell the Story with Data"


Kang Pepih Nugraha menjelaskan tentang cara menulis yang dilengkapi dengan data (dok. milik panitia Danone)


1. Suatu peristiwa atau masalah akan memiliki nilai berita (news value) jika peristiwa atau masalah itu bermakna penting bagi publik atau jika peristiwa menarik bagi khalayak.


2. Peristiwa atau masalah akan dinilai penting oleh khalayak jika di dalam baik kejadian maupun masalah itu terlibat kepentingan orang banyak.


Baca juga Teknik Menulis "Tell Story With Data" dari Kang Pepih Nugraha

 

Memaparkan satu opini (dok. milik panitia Danone)

Kadek Arini

Materi selanjutnya akan membahas tentang Photography, tepatnya adalah tips membuat konten dan posting foto di media sosial. Untuk meningkatkan traffic dan engangement.


Sesi perkenalan Kadek Arini oleh MC-Yos (dok. panitia Danone)

Kadek Arini adalah pemilik travel blog www.kadekarini.com dengan personal branding sebagai traveler wanita pemberani. Blognya selalu dikunjungi lebih dari 3000 pembaca setiap harinya. Dia juga pemilik instagram @kadekarini dengan follower lebih dari 135 ribu. Dan ternyata, perempuan asli Bali yang sekarang tinggal di Jakarta ini juga dinominasikan sebagai Top 5 Femali Travel Influencers. 



Menurut Kadek Arini, semua pasti tahu bahwa media sosial itu mempunyai pengaruh yang besar terhadap lingkungan sekitar kita. Karena itu media sosial di sebut juga mempunya 2 mata pisau, yaitu : 

1. Positif 

2. Negatif 


Tapi media sosial juga bisa kita manfaatkan dengan baik dengan cara membuat konten yang baik. Kuncinya adalah : 

1. Foto -- visual enak dilihat 

2. Caption -- informatif/entertaining Sedangkan untuk peralatan yang kita gunakan bisa dengan kamera, smartphone ataupun referensi peralatan lain yang kita punya. 


Sedangkan membuat konten untuk media sosial itu harus menarik. Bagaimana cara membuat konten yang menarik? Kuncinya adalah : 

1. Konten harus informatif. Karena konten yan informatif relative akan di share lebih banyak. 

2. Konten harus menarik dan menarik. Itu berhubungan dengan visual. 


Kadek Arini memberikan materi di kelas DBA 3 (dok. panitia)


Akhirnya, setelah hampir satu jam diberi tips cara membuat konten dan mengedit foto. Para peserta di giring ke pantai Kuta yang lokasinya tidak jauh dari hotel untuk mempraktekkan ilmu yang diberikan barusan.


Belajar memotret senja (dok.pri)

Belajar memotret pantai (dok.pri)

Coba-coba jadi model (dok. milik panitia Danone)
Memotret sampah di pantai Kuta (dok.pri)

Seluruh peserta dan tim (dok. milik panitia Danone)

Saya akan menulis pengalaman selama 4 hari bergabung menjadi peserta Danone Blogger Academy 2019 dalam beberapa artikel. Kalau pengen tahu keseruannya, ikuti terus tulisanku ya!