Friday, June 28, 2019

Aldi Ferdian CEO Danaprospera, tokoh di balik Koperasi Digital Pertama di Indonesia

Aldi Ferdian - CEO Danaprospera (dok.pri)

Sosoknya cukup gesit, cekatan dan smart. Tidak heran kalau orang nggak bakalan percaya kalau dia kelahiran tahun 80an. Karena penampilannya sangat "gaul" banget ala anak muda. Itu sangat diakuinya dan ada alasan tersendiri. Disamping memang pekerjaan dia menuntut untuk tampil trendi, juga harus mengikuti era milenial. 


Tapi siapa yang menyangka kalau pria yang bernama lengkap Aldi Ferdian tersebut adalah sosok yang berada di balik Koperasi Digital pertama di Indonesia yaitu danaprospera.id dengan jabatan sebagai CEO. Bersama beberapa rekan, dia mendirikan Cakradhara Group yang menaungi sejumah koperasi digital dan berbagai macam bisnis lainnya. 


Mengenakan jas kekinian, celana pensil dan sepatu kets gaya anak muda banget, Aldi tampil memberikan paparan seputar Koperasi Digital pada acara Pelantikan Pengurus & Rapat Kerja HIPMI Surabaya yang digelar pada hari Kamis (27/06/2019) di Hotel Shangri-La Surabaya. Karena memang Danaprospera menjadi salah satu sponsor utama.  


Ketika memaparkan program Koperasi |Digital pada acara HIPMI Surabaya (dok.pri)


Pada kesempatan tersebut Aldi menjelaskan bahwa saat ini Danaprospera hampir merampungkan skema kerjasama dan tengah mempersiapkan MOU kolaborasi bersama HIPMI Surabaya melalui Koperasi Digital dengan fitur Rekening Komunitas. Koperasi Digital ini adalah inovasi terbaru di system teknologi finansial.


Menurut Aldi, dengan fitur Rekening Komunitas tersebut anggota komunitas bisa membuka tabungan bermodal minimal 100 ribu saja. Selanjutnya anggota dapat langsung berinvestasi ke sektor riil UMKM. Keuntungan dari rekening komunitas ini, anggota bisa mendapatkan Referral Code hingga Website Khusus. Hal itu nantinya akan memudahkan anggota komunitas untuk berinvestasi. Selain itu, Danaprospera juga mengajak komunitas maupun institusi lainnya untuk bergabung sehingga mereka bisa mendapat manfaat bersama. Hal ini tentunya akan berdampak terangkatnya citra koperasi tradisional ke media digital.


Sekilas tentang Aldi



Ketika saya hadir dalam acara Pelantikan HIPMI Cabang Surabaya kemarin, saya mendapat sebuah buku yang cukup menarik perhatian. Sampulnya sederhana, tapi judulnya bikin penasaran. Ternyata isi buku tersebut menceritakan tentang sepak terjang kehidupan seorang Aldi Ferdian yang terangkum dalam buku berjudul " Sukses Bisnis dalam 7 hari".


Ternyata Aldi pernah berkecimpung di dunia perbankan selama 12 tahun. Waktu itu dia banyak bertemu dengan masyarakat dari semua kalangan, mulai warga biasa sampai pengusaha. Setiap hari dia berinteraksi dan berkomuniasi dengan mereka, menampung segala macam keluh kesah dan masukan. Tapi ternyata justru dari itulah semua berawal, munculnya mimpi-mimpi yang tak terbendung. Padahal karirnya cukup sukses dan berkembang pesat. Tapi dia merasa ritme kerja di Bank terlalu lambat. Dia ingin sesuatu yang menantang. Kemudian dia mencoba untuk melirik dunia usaha dan mengembangkan kemampuan serta pengetahuan investasi sebagai consultant dan financial engineering.



Aldi memulai tantangan dengan mendirikan sebuah perusahaan di bidang Production House atau Advertising & Consultant. Awalnya menggandeng beberapa kolega di dunia perbankan, dikit demi sedikit sudah mulai dikenal masyarakat. Tapi memang menghadapi persaingan yang cukup tinggi, selanjutnya perusahaan berjalan dengan menyiasati menerima banyak job meski untungnya sedikit. 


Selanjutnya Aldi mencoba merintis koperasi Danus yang menganut prinsip Syariah. Juga mendirikan Financial Technology yaitu https://danaprospera.id yang memfasilitasi masyarakat untuk berinvestasi sekaligus memberikan permodalan bagi UKM. Danaprospera mempertemukan antara pemilik modal dan pemilik usaha kecil menengah (mitra ekonomi dan sosial), di mana pemilik modal dapat ikut serta memajukan sektor usaha kecil menengah dengan mudah, aman dan bermanfaat.


Harapan untuk DanaProspera

 

Pastinya Aldi ingin aktif memberikan edukasi kepada semua calon investor, termasuk pada generasi millennial. Selama ini, anak muda cenderung abai terhadap investasi dan bagaimana merancang masa depan. Karena itu, pihak DanaProspera melakukan serangkaian kegiatan workshop, seminar dan diskusi di berbagai komunitas (utamanya kampus) agar setiap orang kian melek investasi terutama para generasi muda. Juga mengambil peran dan memberikan solusi untuk kemajuan UKM. Dengan begitu, kita ikut peduli dan aktif berkontribusi demi ekonomi Indonesia yang lebih baik.