Wednesday, January 2, 2019

Pengalaman Mengurus Claim Asuransi Sepeda Motor (1)

Motor kesayangan yang hilang di Jakarta (dok.pri)


Meskipun sudah beberapa kali mengajukan kredit kendaraan bermotor (sepeda motor), tidak pernah terlintas dipikiran sedikitpun sampai kehilangan dan mengurus asuransi yang awalnya saya kira simpel dan gampang. Sebenarnya di satu sisi ada rasa lega karena masih dalam kondisi mencicil yang artinya masih ada harapan untuk terbantu dari asuransi. Tapi ternyata....????? 


Cerita berawal ketika saya mendapat kabar dari anak mbarep yang sekarang berdomisili dan bekerja di Jakarta melalui pesan singkat yang isinya memberitahu bahwa motornya hilang. DEG!!! Motor yang baru beberapa bulan lalu saya kirim ke  Jakarta untuk memudahkan Thomi (anak sulungku) berangkat dan pulang kerja yang letaknya lumayan jauh dari kos-an. 


Sabtu tanggal 20 Oktober 2018




Saya masih berusaha tenang karena posisi saya waktu itu sedang naik kereta api dalam perjalanan dari Malang menuju Surabaya. Meskipun sebenarnya perasaan sudah nggak karu-karuan antara capek karena habis ada kegiatan dari pagi, juga kaget dan tentunya was-was. 


Jujur, sebenarnya rasa cemas yang menyeruak secara otomatis dalam pikiran adalah bagaimana nanti Thomi pulang kerjanya. Karena dia sering pulang malam bahkan sampai larut. Dan salah satu alasan saya untuk mengirimkan motor itu ke Jakarta, supaya dia tidak naik kendaraan umum kalau sampai pulang malam. Dan yang membuat kepikiran lainnya adalah pengurusan ke kantor polisi setempat, ribet nggak ya?


Oh ya, saya sengaja memang belum kasih kabar dulu ke suami (ayah Thomi). Maksud saya sih nanti aja kalau sudah sampai di rumah. Lagipula beliau itu orangnya suka panikan. Jadi saya akan cerita sambil lihat sikon, supaya beliau tidak kaget plus panik. Dan itu salah satu tips yang manjur (sekalian deh saya share di sini ya hehehehe). Apapun kondisi yang terjadi, kita harus tetap sabar dan jangan panik. 


Sesampai rumah saya memang langsung menceritakan kejadian itu kepada suami, bertepatan Thomi baru dari Polsek Tanjung Duren Jakarta Barat untuk menanyakan bagaimana prosedur membuat laporan kehilangan. Ternyata ada kebijaksanaan yang harus dijalani.


Dokumen pelengkap untuk Surat Laporan Kehilangan Kendaraan yang masih dalam masa kredit



Jadi kalau mau minta Surat Kehilangan dari Polsek atau Polres setempat terutama kendaraan bermotor yang masih nyicil, harus dilampiri dengan dokumen-dokumen berikut ini :


1. Surat Keterangan tidak menunggak cicilan dari perusahaan leasing

2. Fotokopi surat perjanjian akta kredit (antara pembeli dan penjual dalam hal ini pihak leasing)

3. Fotokopi STNK 

4. Surat lain yang diperlukan. Kalau saya kemarin fotokopi BPKP dilampirkan juga


Kebetulan ketika motor itu hilang jatuh pada hari Sabtu, sehingga saya baru bisa mengurus surat-surat yang dibutuhkan ke leasing Sidoarjo pada hari Senin 22 Oktober 2018. Dan pesan saya, jangan sampai menunda-nunda lagi karena setiap detik itu menjadi sangat berharga ketika berurusan dengan pihak yang berwenang. 


Dokumen yang dikeluarkan pihak leasing


Senin, 22 Oktober 2018



Sebenarnya ketika saya mengurus surat-surat yang dibutuhkan ke pihak leasing, tidak ada kendala apapun. ASALKAN kita harus jeli dan cerewet menanyakan secara detail hal-hal yang berhubungan dengan dokumen yang dibutuhkan oleh pihak polsek Jakarta. 


Saya merasa sangat diuntungkan dengan tekhnologi yang sangat canggih dan modern. Jadi semua surat-surat yang sudah selesai bisa di scan saja untuk kemudian saya email ke Thomi. Tanpa harus mengirimkan yang asli ke Jakarta. Sungguh satu anugrah, THANKS GOD! Sehingga saya bisa menyelesaikan semuanya hanya dalam satu hari. Meskipun prosedurnya masih sangat panjang.


Selanjutnya saya tinggal menunggu kabar Thomi yang sore itu juga akan menyetorkan dokumen-dokumen yang sudah lengkap sesuai prosedur, untuk membuat laporan kehilangan. Yang otomatis nantinya akan mendapat Surat Kehilangan dari pihak Polsek Tanjung Duren. Surat itulah yang dibutuhkan untuk prosedur pencairan asuransinya.


Malam itu saya benar-benar tidak bisa berpaling dari handphone dan laptop dimana saya selalu memantau lewat chating WA perkembangan Thomi di Polsek untuk mendapatkan Surat Laporan Kehilangan tersebut, dengan beraneka drama-dramanya. Sampai perang batin berkecamuk, membuat saya rasanya kepingin terbang ke Jakarta untuk membantu meringankan bebannya. Padahal harusnya saya juga punya beban yang tidak kalah berat sih. Tapi kalau saya orangnya cukup realistis saja. Kalau sudah hilang ya mau gimana lagi, berarti sudah bukan rejeki untuk menjadi milik saya. Tinggal melakoni proses selanjutnya. 


Rabu, 23 Oktober 2018 


Pagi-pagi Thomi sudah galau. Tapi saya tetap menyarankan dia untuk datang ke Polsek Tanjung Duren menemui siapapun yang sedang bertugas untuk mengajukan Laporan Kehilangan. Karena batas waktu pengajuan klaim asuransi hanya satu minggu dari tanggal mengajukan surat kehilangan. Kalau lebih dari itu sudah tidak berlaku, atau prosedurnya akan lebih ribet. 


Tentunya diiringi doa dan ikhtiar dari bundanya yang solehah ini...kibas poni...akhirnya tidak lama Thomi pun memberi kabar gembira bahwa Surat Laporan Kehilangan dari Polsek Tanjung Duren sudah keluar. Tapi memang STNK asli dan kunci kontaknya harus diserahkan sebagai barang bukti. Kurang lebih selama 3 hari saja, nanti Thomi bisa kembali untuk mengambil STNK asli dan kunci. Karena memang STNK asli dan kunci nantinya harus diserahkan leasing sebagai salah satu syarat klaim asuransi.



Sebagai catatan, meskipun melalui drama-drama yang cukup menegangkan (karena baru pertama kali mengurus sendiri ke polsek, di Jakarta lagi). Tidak ada sepeserpun pungutan ataupun Thomi mengeluarkan uang. Salut buat kinerja kepolisian sekarang yang memang sahabat masyarakat.


Hari itu juga saya mencetak scan Surat Laporan Kehilangan yang dikirim Thomi lewat email, dan langsung saya setorkan ke leasing siang itu. Setelah mendapat Surat Tanda Terima klaim asuransi, saya di kasih tahu sama customer servicenya untuk menunggu telpon dari pihak leasing kapan kira-kira akan cair. Cuman yang saya ingat banget, dia mewanti-wanti saya untuk tetap membayar cicilan tiap bulan. Karena itu nanti bisa membuat dana yang akan cair tidak terlalu banyak dikurangi jumlahnya. Saya sudah mulai tanda tanya dengan ucapannya itu. Tapi saya pikir nunggu aja nanti kalau sudah ada itung-itungannya.


Oh iya, ceritanya masih bersambung lo. Ini masih episode pertama. Selanjutnya saya akan bercerita tentang proses ketika saya menunggu informasi asuransi yang tak kunjung cair. Dan tentunya dengan dibumbui sedikit sinetron Indonesia yang ngeri-ngeri pedes hehehehe :)


Disini saya hanya pengen sharing cerita aja ketika mengalami musibah kehilangan sepeda motor. Siapa tahu ada teman yang pengen nanya atau kita sharing pengalaman, silahkan bisa di tulis di komentar ya!

36 comments:

  1. Ya ampun, semoga segera mendapat ganti rejeki yang lebih baik kak.. tentang prosesnya, aku wes membayangkan ribetnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin...makasih kak
      sebenarnya gak ribet tapi mulek hahahaha

      Delete
  2. Huhuuuu, pastinya langsung DEG saat mendapatkan kabar hilang ya Mba Avy, hiks.Alhamdulillah Tomi pun cepat mengusrusnya. semoga cepat mendapatkan gantinya yaa..Semangat, ga sabar mo denger cerita bak sinetronnya hahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya teh, antara deg-degan dan khawatir pastinya
      ini tulisan ke dua nunggu penjelasan dari mereka supaya saya nulisnya jg realistis banget
      semoga bisa menjadi pembelajaran buat orang lain

      Delete
  3. Bisa kebayang ribetnya Mbak prosesnya, semoga berakhir manis ya aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin... ribet pake banget mas
      apalagi kalo ketemu sama oknum yg mbuletisasi
      tambah rempong hehehe

      Delete
  4. Pernah hilang juga sih Honda Beat pas di Sawotratap. Baru beli 8 bulan itu. Tapi karena cash ya Wassalam wes. Gak ada asuransi - asuransi an.
    Tapi kapan hari tetangga belakang juga kemalingan Scoopy Merah eh gak sampai seminggu sudab naik Scoopy Merah juga. Denger - denger cicilannya tinggal sedikit cuma gak sempat nanya , mereka keburu pindah . Semoga cepat dapat gantinya ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi hati2 mbak sekarang pakai asuransi juga tidak menjamin duitnya bisa balik,
      di awal kontrak harus jelas, karena potongan mereka banyak dan nggak jelas,
      bolak balik saya nanya ke pihak leasing tapi gak ada jawaban yg melegakan...

      Delete
  5. Hal yang paling meributkan ya kalau sudah urus mengurus surat2 penting, semoga cepat selesai ya masalahnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. di tambah prosedurnya juga rempong banget mbak huhuhu

      Delete
  6. Mbaaak, Thomi waktu mengurusnya pasti deg-degan banget yaa? ALhamdulillah gak bayar appa-apa ya dan surat kehilangannya bisa segera keluar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mamanya yang deg-degan mbak
      dia kan baru pindah ke jakarta
      udah kepikiran aja aku gimana kalo dia nggak bisa ngurusnya
      alhamdulillah dipermudah

      Delete
  7. Ihhh makasiii lohh kak infonya, sukaa banget. Jadi tau dek skrng claim asuransi motor hihii

    ReplyDelete
  8. Memang repot kalau harus berurusan dengan dokumen-dokumen apalagi terkait kehilangan. Saya belum punya pengalaman berurusan dengan asuransi kendaraan. Tidak sabar menunggu cerita selanjutnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. masih menghirup napas menghimpun kekuatan dulu hahahaha

      Delete
  9. Kebayang gimana galanya ya Mbak, motor yang dikirim untuk memudahkan anak tercinta dicolong orang. Benaran itu maling gak tahu diri banget. Makanya kadang syukurin kalau ada yang ketangkep terus digebukin. Ish sadis ya saya..

    Semoga semua lancar, Mbak. Proses asuransi mulus, dan kehilangan bisa diganti

    ReplyDelete
  10. Jadi penasaran pihak lesing bilang suruh bayar cicilan itu maksudnya apa dan jadi gimana cerita selanjutnya...

    ReplyDelete
  11. Senangnya kalau sekarang ga ada pungutan lagi untuk pengurusan sepeeti ini.
    Mbak gercep juga ya..gerak cepat. Keren ini sharingnya bisa jadi pengalaman buat yang lainnya

    ReplyDelete
  12. Ada kemungkinan motornya bisa ditemukan ga ya mba? Aku baru tau kl kita nyicil bisa klaim asuransi

    Semoga digantikan yg lebih baik mbaaa, klaim asuransi cepat turun amiin

    ReplyDelete
  13. Walaaahh mba Avy, turut berduka yaa. Semoga dimudahkan pengurusannya.
    Berarti kalau beli cash, wajib beli asuransi juga nih buat jaga2.

    ReplyDelete
  14. Kalau yg berhubungan dengan dokumen2, emang harus mengeluarkan tenaga dan repot sedikit ya Mba. Semoga motor yg hilang itu ada pengganti yang lebih baik.

    Nunggu cerita kelanjutannya, penasaran pengen tau proses pencairan klaim asuransinya.

    ReplyDelete
  15. Wah makasih infonya mbak, byw jd penasaran gimana kelanjutan dan proses menunggu yg suka bikin bete

    ReplyDelete
  16. memang ngurusi klaim asuransi nggak ada yang sederhana..makanya sampai saat ini belum pengen punya asuransi lagi. terakhir pakai asuransi mobil, preminya lumayan, pas mau klaim kribet banget

    ReplyDelete
  17. ikut kaget mba. mudah2an diganti dg yg lebih baik, aamiin.
    aku pernah kemalingan di toko obat. lapor polisi dan responnya baik, langsung olah tkp stl melapor.

    ReplyDelete
  18. Ketar-ketir pastinya, Mbak. Mei 207 lalu motorku juga ilang. Diambil maling di depan rumah. Udah nggak kredit sih, tapi ngurus surat ilangnya ketar-ketir juga krn STNK Magetan. Selesai itu masih ganti ngurus ke Magetan. Aku penasaran juga nih sama proses pencairan asuransinya. Ditunggu deh postingan selanjutnya.

    ReplyDelete
  19. waah semoga diganti dg yang lebih baik ya mba...
    alhamdulillah amsih bisa diurus dan gak harus bayar macem ke polisi...
    penasaran proses pencairannya nih...mudah2an mulus yaa

    ReplyDelete
  20. Turut berduka atas kejadian yang dialami, Mbak. Semoga ada rezeki pengganti yang lebih baik. Saya menunggu kelanjutan ceritanya. Pengen tau juga seperti apa proses klaim asuransi

    ReplyDelete
  21. Kebetulam adik juga pernah mengalami kejadian serupa. mama yg bantu mengurus surat kehilangan. Lumayan, waktu itu motor ninja dapat ganti rugi 7 juta. Dipake nyicil motor baru, hehe

    ReplyDelete
  22. Semoga dapat pengganti motor yang lebih baik dan bagus ya mba.

    Masih penasaran lanjutan artikel ini. Semoga lancar urusannya

    ReplyDelete
  23. Astaghfirullah semoga segera diganti ya mba, aku nyeees bacanya ngeri..
    Btw klo asuransi itu emang agak lama digantinya, secara nasabahnya kan ga kita doang apalagi ini kendaraan bermotor pasti lbh lama dr asuransi pendidikan atau kesehatan

    ReplyDelete
  24. Saya orangnya agak trauma nih sama yang namanya asuransi. Padahal dulu bapak saya kerjanya di salah satu perusahaan asuransi jiwa wkwkkwk.

    Traumanya gini, saya pernah ikut asuransi kesehatan yang berada di bawah sebuah bank ternama #eaa. Ditawarkan lewat telpon, karena dulu suami pakai kartu kredit bank mereka, jadi sistem pembayaran preminya (eh premi ya namanya yang kita bayar itu?) langsung potong tagihan di kartu kredit. Pokoknya lancarlah kita bayar dulu

    Suatu saat, saya sakit. Kena penyakit TBC. Masuk rs dan keluar biaya cukup besar. Terus kita mau klaim dong asuransi kesehatan yang kita punya, segala persyaratan udah lengkap. Berkaspun dikirim. Eh kok tahu-tahu pihak sana bilang kita selama ini gak pernah bayar premi? Padahal kebayar lho :(

    Karena lagi repot sama kesehatan saya waktu itu dan gak mau ribet, suamipun gak ngotot sama pihak asuransinya. Walaupun kesel sih sebenarnya. Mana berkas lengkap kita gak dibalikin pula. Hiks.

    ReplyDelete
  25. Innalillahi. Semoga semua urusannya cepat selesai ya mba. Saya jadi ingat dulu alm bapak kehilangan motor, padahal hasil nabung. Innsya Allah diganti dengan rezeki lainnya ya mba.

    ReplyDelete
  26. Innalillahi. Semoga diganti dg yg lebih baik ya mba.. Anw penasaran sama lanjutan ceritanya nich 😊

    ReplyDelete
  27. aku tungguin ah cerita selanjutnya,bikin penasaran kira-kira full asuransi ngegantinya apa aja ya yg di cover?
    btw semoga segera ada penggantinnya yah mba.

    ReplyDelete
  28. innlilahi.. ya ampun kok bisa mba? semoga di ganti dengan yang lebih. di balik itu kan kita jadi tahu yah gimana claim nya

    ReplyDelete