Saturday, September 29, 2018

Suroboyo Bus : transportasi modern yang memberi edukasi masyarakat untuk peduli lingkungan

Narsis sebelum naik Suroboyo Bus (foto : mbak yuniari nukti)


Keliling kota naik Suroboyo Bus

Tidak terasa sejak bulan April 2018 lalu diluncurkan, bis kota yang lebih dikenal dengan nama "Suroboyo Bus" itu sudah 6 bulan melayani dan menjadi bagian dari warga Surabaya. Sebenarnya tidak hanya warga Surabaya saja sih, pendatang dan para wisatawanpun turut dibuat penasaran dengan bis yang menggunakan "sampah plastik" sebagai pengganti ongkos jalan. Satu gebrakan yang smart dari emaknya arek Suroboyo siapa lagi kalau bukan bu Risma. Tentunya dengan di dukung oleh Dinas Perhubungan kota Surabaya.










Di awal-awal peluncuran, saya sudah sempat merasakan keliling Surabaya dengan bis yang kondisinya masih gres. Karena memang baru satu bulan sejak peluncuran. Setelah itu belum ada kesempatana lagi. Ada rasa kangen untuk kembali naik bis kebanggaan warga Surabaya ini, ketika bertemu di jalan. Sampai akhirnya saya bikin jadwal khusus ingin menikmati kembali keliling Surabaya dengan naik bis berwarna merah cerah ini. 



Dengan membawa 25 botol air mineral ukuran 600 mili saya memang sudah rencanakan akan menukarnya dengan tiket Suroboyo Bus, selanjutnya keliling kota Surabaya. Sengaja membawa botol dengan jumlah yang pas yaitu kelipatan 5. 


Sesampai di pangkalan bis Purabaya, saya melihat sudah ada 2 buah bis yang terparkir saling berdampingan siap menunggu penumpang. Satunya Suroboyo Bus dan satunya bis tingkat yang baru saja diluncurkan. Bedanya memang dalam hal pembayaran. Kalau Suroboyo Bus dengan menukarkan sampah plastik, sedangkan bis tingkat dengan uang tunai. Sebulan dalam masa percobaan masih gratis.



Persis di sebelah kanan ada posko Damri dari Dinas Perhubungan Kota Surabaya yang menangani transportasi bis kota, juga posko tempat penampungan sampah plastik untuk di tukar tiket bis. Siang itu tidak terlalu ramai, hanya ada 3 orang.



Sekedar informasi ulang meskipun sudah banyak yang tahu juga. Satu stiker yang digunakan untuk satu kali perjalanan hanya membutuhkan plastik bekas air mineral sejumalh 10 gelas plastik ukuran 240 mililiter, 5 botol plastik 600 mililiter dan 3 botol plastik ukuran besar atau 1500 mililiter. Bisa ditukarkan di terminal yang menjadi pangkalan Suroboyo Bus yaitu di Bungurasih atau Rajawali. Tapi bisa juga diserahkan ke petugas pada waktu naik Suroboyo Bus.



Saya menyerahkan satu tas plastik yang berisi 25 botol bekas air mineral kepada petugas posko penampungan sampah plastik. Karena saya belum pernah menukar botol, jadi saya harus menyerahkan KTP yang kemudian di tukar dengan satu kartu dan 5 stiker pengganti 25 buah botol bekas air mineral tadi.




Tidak membutuhkan waktu yang lama, ada instruksi dari petugas untuk mempersilahkan penumpang Suroboyo Bus naik ke armada. Sepertinya siang ini memang tidak terlalu banyak yang naik, atau mungkin karena memang belum waktunya jam pulang kerja atau sekolah.


Saya mencari posisi yang puenak (menurut saya) yaitu di dekat jendela. Seperti biasa, supaya saya bisa mengabadikan pemandangan yang ada di luar. Beruntung ketika bis melintas di bundaran Waru tidak mengalami kemacetan. Sayapun sudah menyiapkan kartu yang sudah ditempeli 5 stiker tadi untuk saya tunjukkan ke petugas. Seragam yang dikenakan bapak sopir dan asistennya pun sangat keren. Kemeja biru yang di padu dengan celana krem, plus sepatu boots senada dengan celana panjang. 


Tidak lama petugas mengecek tiket para penumpang satu-satu. Ketika menerima kartu saya, kemudian dia beri tanda lubang yang berarti satu stiker sudah saya pakai. Kemudian diganti dengan tanda bukti tiket yang langsung di print dengan alat yang selalu dia bawa. 



Dengan tidak bosan-bosannya dia juga mengingatkan penumpang untuk tidak berdiri di dekat pintu karena ketika cukup berbahaya kalau tersenggol pintu yang mau membuka atau menutup. Oh ya, dan pak kernet itu juga mengingatkan supaya penumpang tidak makan atau minum selama naik Suroboyo Bus. Salah satunya adalah demi menjaga kebersihan dan kenyamanan.



Dan, inilah penampakan kartu setor sampah yang sudah ditandai dengan lubang untuk melakukan satu kali perjalanan. Sampai di depan Tunjungan Plaza, Suroboyo Bus masih tampak lengang. Para penumpangpun menikmati bis yang cukup nyaman, adem dan bersih. Ada beberapa orang sampai terkantuk-kantuk. Tapi ada juga yang lebih suka menikmati lalu lintas kota Surabaya lewat jendela bis, termasuk saya. Atau terkadang senyum-senyum sendiri kalau mendengar informasi bis akan sampai di satu halte, dengan menggunakan boso Suroboyoan. 


"Sediluk maneh tekan halte Pasar Turi" kurang lebih seperti itulah boso Suroboyo yang medok tapi punya ciri khas tersendiri. Meski berulang kali saya juga mendengarnya, tetap saja tersenyum simpul.



Tapi ternyata dugaan saya keliru, yang menganggap bis akan terus lengang. Setelah beberapa saat melewati jalan Embong Malang, serombongan ibu-ibu dengan putra putrinya naik dari pasar Keputran. Tidak ketinggalan juga beberapa anak sekolah yang masih pakai seragam ikutan naik.



Ada pemandangan yang belum pernah saya lihat yaitu beberapa dari mereka membawa tas yang berisi botol dan gelas bekas minum air mineral untuk disetorkan pada petugas di dalam bis. Tapi banyak juga yang sudah membawa kartu berstiker. Rupanya mereka sudah berlangganan tiap hari. Bahkan hafal rute-rutenya.



Anak-anak yang berseragam sekolah tadi pun membawa 10 gelas plastik bekas tempat air mineral. Dalam hati saya sempat kagum dan takjub, betapa sosialisasi sampah ini sebenarnya tidaklah sulit. Butuh contoh nyata sehingga anak-anakpun akan meniru dari apa yang dilihat disekelilingnya.


Ketika bis sampai di pangkalan Rajawali, saya berpindah tempat. Tadi kursi yang saya duduki berwarna pink, sekarang saya pindah warna merah. Penumpangpun tidak surut, malah semakin banyak. Tapi untunglah Suroboyo Bus ini tempat duduk untuk wanita dan pria dipisah. Sehingga ada rasa nyaman dan aman bagi penumpang wanita.


Saya masih asik mengamati penumpang yang di dekat saya. Ada ibu-ibu sepertinya habis belanja dari pasar turi, karena tampak di tangan kanan kiri membawa tas dan bungkusan. Ada anak sekolah yang bermain hape sambil selfie, padahal dia berdiri lo hehehe. Ketika tiba-tiba pundah saya di sentuh seseorang, yang ternyata pak kernet.




"Boleh tempat duduknya dipakai ibu yang hamil ini?" tanya dia kepada saya. Langsung saya baru sadar, ternyata memang kursi merah yang saya duduki dikhususkan untuk ibu hamil dan orang tua. Tentu saja saya tidak keberatan, karena juga melihat ibu hamil itu perutnya sudah tampak besar sekali.


Sayapun berdiri di samping ibu hamil yang ternyata bernama Dwi. Kebetulan tetangga kampung sih, saya Rewwin dia Wedoro. Dari perbincangan kecil, ternyata dia sudah sering naik Suroboyo Bus bahkan sejak diluncurkan pertama kali bulan April lalu. Transportasi ini sangat membantunya apalagi dengan kondisi hamil, satu-satunya transportasi yang nyaman dan merakyat sekali. Tiap hari dia diantar suami ke Bungurasih untuk naik Suroboyo Bus, dan dia bisa langsung turun di kantornya jalan Rajawali. Sayang sekali mbak Dwi nggak mau di foto hehehe....


Setelah beberapa kali melewati halte, sayapun turun di halte Jatim Ekspo untuk melanjutkan aktifitas selanjutnya. Dalam hati, mudah-mudahan nanti pas pulang masih bisa naik Suroboyo Bus. Tapi ternyata pekerjaan saya selesai ketika malam sudah larut dan pastinya Suroboyo Bus sudah berhenti melayani masyarakat malam ini. 




Rute Suroboyo Bus

Yang belum tahu rute dari Suroboyo Bus, bisa cek gambar di bawah ini atau lihat di instagram @suroboyobus. Lebih simpel dan praktis, karena bisa di buka lewat gadget yang selalu kamu pegang kan?


Foto dari instagram : @suroboyobus

Oh ya, perlu diketahui juga bahwa Suroboyo Bus ini sangat ramah banget lo buat penyandang Difabel. Karena ada tangga khusus untuk membantu mereka naik dan turun bis. Tentu saja petugas juga dengan senang hati akan membantu.



Naik Suroboyo Bus, Kenyamanan & Keamanan Terjaga 

Mengapa harus naik Suroboyo Bus, padahal banyak alat transporatasi yang bisa menjadi pilihan di kota Surabaya ini? Dari beberapa kali saya berbincang dengan penumpang, memang kebanyakan mengatakan bahwa Suroboyo Bus tingkat keamanannya sangat tinggi. 


Dinas Perhubungan Kota Surabaya menyediakan Suroboyo Bus 8 armada, yang jalan 6 karena sedang yang 2 untuk cadangan. Mempunya kapasitas tempat duduk total 67, dengan rincian 41 tempat duduk dan 26 berdiri. Dengan pembagian warna pink untuk perempuan posisi kursi di depan, oranye untuk manula posisi di tengah dan merah untuk pria yang posisinya di bagian belakang. 


Tentunya Dinas Perhubungan Kota Surabaya juga tidak melupakan dari sisi keamanan untuk penumpang terutama berhubungan dengan kondisi darurat bis. Sehingga di dalam Suroboyo Bus juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas salah satunya adalah alat tanggap darurat seperti :


1. Martil Pemecah Kaca (Glass Breaker), yang ujungnya runcing berfungsi aga dengan mudah bisa memecah kaca di saat kondisi darurat. 


2. Tabung APAR (pemadam kebakaran), digunakan untuk berjaga-jaga kalau ada hal yang tidak diinginkan terutama semacam kebakaran atau kecelakaan yang mengakibatkan timbulnya api terutama dari dalam bis itu sendiri.  



3. Sedangkan fasilitas lainnya yang berhubungan dengan kenyamanan penumpang ketika melakukan perjalanan antara lain bis dilengkapi dilengkapi dengan handle  untuk pegangan penumpang yang tidak mendapat tempat duduk alias berdiri.


4. Di dalam bus juga terdapat 9 CCTV di setiap sudut bagian dalam bus dan 3 kamera pada bagian luar. 

3. Dilengkapi tombol STOP di beberapa titik. Sehingga memudahkan penumpang untuk menekan ketika mau turun di lokasi halte yang diinginkan. 



Makin keren kan kota kita tercinta Suroboyo? Nah, kamu yang juga ngakunya arek milenial yang kekinian. Pantau terus media sosial dari Suroboyo Bus dan Dinas Perhubungan Kota Surabaya ya? Karena disamping kamu bisa mengetahui rute dan fasilitas yang ada, kamu bisa mengikuti lomba-lomba yang sering diadakan lo. 


Jangan lupa follow ya @suroboyobus dan @DishubSurabaya



8 comments:

  1. wahh seru ya mbak. aku blom nyobain naik bis ini ����

    ReplyDelete
  2. Asyik bgt naik bus ini.
    Kayak di Kualaa Lumpur

    ReplyDelete
    Replies
    1. dan sampai saat ini tetap bersih dan nyaman...kapan naik lagi yuk?

      Delete
  3. Mas yang pakai kaos warna merah itu ketemu saya 2 kali di Suroboyo Bus. Lha kok ya ketemu Mbak Avy juga. Cepet banget naik turunnya Mas itu haha.. Ke mana-mana gotong-gotong sampah plastik��

    ReplyDelete
    Replies
    1. kan ketemu pas kita di purabaya itu mbak....aku turun ke TP dia juga pas turun hehehe

      Delete
  4. Serasa berada di luar negeri kalau lihat bus ini. Surabaya keren pol..

    ReplyDelete