Thursday, July 26, 2018

Risma Mengakui Kekuatan dari Media Sosial yang Membuat Surabaya Dikenal Dunia

Dokumen pribadi


Hari rabu siang tanggal 25 Juli 2018 kemarin, kurang lebih 100 orang penggiat media sosial Surabaya dari berbagai kalangan tumplek blek di Ruang Sidang Balai Kota Surabaya lantai 2. Tampak yang hadir ada dari media online, selebgram, youtuber, vlogger, admin komunitas juga blogger termasuk saya memenuhi undangan dari ibu Tri Risma Harini - Walikota Surabaya.


Bu Risma ketika menerima para penggiat sosial Surabaya (foto : kelanakota.ssnet)

Pada kesempatan itu secara langsung bu Risma mengucapkan rasa terima kasihnya kepada para pengguna media sosial Surabaya yang mengenalkan Kota Surabaya sehingga bisa di kenal di seluruh dunia. Hal itu disampaikan karena menurut beliau para penggiat media sosial tersebut telah ikut berperan serta mengenalkan Kota Surabaya lewat media sosial melalui konten-konten positif yang diunggahnya. Sehingga beliau sangat mengapresiasi terhadap pengguna media sosial di Surabaya yang banyak menebarkan konten dan informasi posisitif demi kemajuan kota pahlawan yang tercinta ini. 


Para penggiat medsos di ruang sidang balai kota surabaya (foto : kelanakota.ssnet)

Bu Risma juga menceritakan ketika di awal-awal kepemimpinannya, dia sempat bingung dan malu saat berkunjung di berbagai kota dan negara tapi belum bisa menunjukkan potensi Surabaya di bidang wisata. Namun dengan tekad dan upaya serta kerjasama dengan berbagai pihak terutama anak muda Surabaya, akhirnya Surabaya mendapat predikat kota wisata terbaik dari Kementerian Pariwisata di tahun 2018 ini. 


"Dulu Surabaya tidak punya tempat wisata yang bisa diceritakan. Bahkan sangat miris ketika justru satu tempat yang memalukan itu lebih dikenal di seluruh dunia. Dan itu membuat saya dulu sangat sedih." tutur beliau. 


Kita semua pastilah tahu tempat apa yang di maksud oleh beliau. Yang sekarang tinggal nama. Kemudian sekarang menjelma menjadi tempat wisata dan sentra UKM membanggakan yang bisa meningkatkan perekonomian daerah sekitarnya. Yaitu eks lokalisasi Dolly. Meskipun upaya dia sekuat tenaga untuk mengubah wajah Dolly menjadi seperti sekarang ini, juga tidak akan ada artinya tanpa support dari para penggiat media sosial.


 

Risma sangat berharap dukungan dari masyarakat khususnya para pemilik fanpage media sosial agar ikut mengkampanyekan agenda-agenda Surabaya. Di antaranya nanti pada bulan Agustus ada Marathon yang melibatkan 4000 lebih peserta, terus September ada konferensi United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) yaitu organisasi internasional beranggotakan pemerintah lokal di kawasan Asia-Pasifik. Dan di bulan November akan ada Startup Nation Summit 2018 yang melibatkan 1 Juta orang dari berbagai negara. 


Pada siang itu, bu Risma juga mengajak para penggiat media sosial yang hadir untuk melihat langsung ruang kerja Walikota. Ada banyak layar cctv yang terkoneksi langsung di beberapa titik utama kota Surabaya. Kalau dulu bu Risma sering keliling meninjau langsung kondisi kota Surabaya, sekarang bisa di pantau lewat layar cctv. Kita pun di buat kagum tidak hanya dengan kecanggihan tekhnologi yang sudah diterapkan, tapi juga kinerja dari ibunya arek Suroboyo ini.


Ruang kerja bu Risma yang dipenuhi cctv (dok.pribadi)

"Saya sangat mengharapkan bantuan teman-teman para penggiat media sosial ini. Silahkan memberi ide, gagasan dan kreatifitas untuk memajukan Surabaya. Siapa saja boleh. Kami siap menampung dan perlunya apa bisa kita bicarakan bersama." ujarnya. 


Meja kerja bu Risma (dok. pri)

Tapi pesan terakhir yang paling menarik adalah ketika beliau berseloroh. "Kamu kalau punya ide, akan saya tampung. Yang bagus akan saya dukung, bila perlu kita wujudkan. Tapi ojo suwe-suwe. Mengko kalah karo aku. Soale mlakuku cepet banget." Kemudian di sambut ketawa gemuruh yang hadir dalam ruangan itu.


Kurang lebih  maksudnya adalah beliau akan menampung, mendukung dan bila perlu menyetujui saran serta ide kreatif dari para penggiat media sosial.  Tapi dengan catatan, harus segera dikerjakan dan diwujudkan. Jangan sampai kalah cepat dengan bu Risma, yang selalu bergerak cepat dalam mengerjakan sesuatu.


Duo emak Suroboyo (dok.pri)

Selain rasa syukur dan bahagia bisa bertemu langsung dengan bu Risma pada siang ini, saya juga cukup lega bisa mengungkapkan uneg-uneg yang sudah lama terpendam. Sebagai blogger yang sekaligus seorang ibu, saya mempunyai banyak ide yang ingin saya wujudkan. Alhamdulillah respon beliau sangat positif, bahkan juga berharap saya bisa segera merealisasikannya.


Secepatnya akan saya wujudkan bu. Karena saya juga tidak mau kalah cepat dengan langkah bu Risma, untuk memberikan sumbangsih yang bermanfaat bagi masyarakat Surabaya.

2 comments:

  1. Saya sudah lama mengagumi cara kerja Bu Risma, Wali Kota Surabaya. Yang saya kagumi adalah kecepatannya bergerak dan berbuat. Beliau pun berani menutup Dolly yang sudah puluhan tahun menjadi cap dari Kota Surabaya. Apalagi dikenal sampai luar Indonesia.

    Sudah banyak wali kota pria di Surabaya. Tetapi, tak ada yang sehebat Bu Risma yang berani menutup Dolly karena alasan moral (pernah tayang di TV Metro).

    Melalui laporan artikel di atas, Surabaya sekarang juga punya tempat-tempat rekreasi/wisata yang menarik. Bahkan, mendapat penghargaan sebagai kota pariwisata terbaik 2018. Ya, selamat untuk Surabaya dan Bu Risma.

    Saya pun bermimpi: Seandainya banyak wali kota, bupati, gubernur, menteri, dsb seperti Bu Risma......

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih mbak Ratna sudah singgah :)

      Delete