Friday, April 13, 2018

Optimis! Kondisi Mendukung, Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh Pesat Tahun Ini


Ekonomi Indonesia Diramal akan Tumbuh 5,6 Persen Tahun Ini


Pertumbuhan Indonesia semakin bagus dan meningkat. Itu sudah tidak usah diragukan lagi. Salah satu perusahaan finansial multinasional, UBS optimis dengan perekonomian Indonesia di tahun 2018. Ekonomi Indonesia diperkirakan bisa tumbuh 5,6 persen dengan ditopang oleh tingkat investasi dan konsumsi masyarakat. 


Sedangkan Ekonom UBS Edward Teather memaparkan, prediksi tersebut memang lebih tinggi dibandingkan dengan target pemerintah yang tercatat di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar 5,4 persen. Untuk investasi di Indonesia akan sangat didukung oleh kenaikan harga komoditas yang diekspor.  


Menurut dia, jumlah investasi di Indonesia menunjukan perbaikan beberapa waktu terakhir. Mengutip data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), jumlah investasi dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) tahun 2017 sebesar Rp692,8 triliun atau lebih tinggi dari target yang ditetapkan, yakni Rp678,8 triliun. Tingginya investasi menunjukan kepercayaan investor untuk mendorong konsumsi pada tahun 2018. 


Selain itu, pertumbuhan kredit perbankan juga menjadi penopang pertumbuhan ekonomi tahun ini. Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran kredit sepanjang tahun lalu meningkat sekitar 8 persen (yoy) menjadi Rp4.782 triliun. Sementara itu, pada awal tahun 2018 atau tepatnya Januari kemarin pertumbuhan kredit hanya sebesar 7,4 persen (yoy). Tingkat pertumbuhan kredit sangat berpengaruh, terutama kredit ke sektor riil. 


Dengan pertumbuhan kredit di sektor riil, jumlah investasi yang dikucurkan oleh perusahaan otomatis semakin tinggi. Bisa dikatakan, penyaluran kredit dan jumlah investasi saling berkaitan satu sama lain. 


Selanjutnya, UBS juga menilai inflasi Indonesia saat ini berada dalam kondisi stabil. Pada Februari 2018, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,17 persen. Kenaikan beberapa harga seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak pengaruh, pemerintah akan tetap menjaganya agar stabil. 


Teather menambahkan, ke depan, mata uang dolar Amerika Serikat (AS) juga diproyeksi melemah, sehingga akan membawa angin segar bagi rupiah. Dengan fundamental ekonomi yang baik, seharusnya rupiah menguat.

Sumber dari : cnnindonesia.com 


Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh Pesat di Tahun Ini


Sedangkan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) Wimboh Santoso mengungkapkan, tahun 2018 adalah saat yang tepat bagi dunia usaha untuk memajukan bisnisnya. Sebab, tahun ini perekonomian global maupun Indonesia dalam kondisi baik. 


Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dalam acara hari jadi RSM Indonesia ke-33 di Jakarta, Senin (5/3/2018).(KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN)


Wimboh menyatakan, pada tahun 2018, perekonomian global sudah mulai berjalan cepat, bukan hanya sekadar menggeliat. Sehingga, prediksi-prediksi yang sebelumnya moderat, saat ini sudah dikonfirmasi lebih tinggi. Kesempatan ini tidak boleh kita anggap berlalu, harus manfaatkan ini. 


Pada tahun 2017 pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,07 persen. Sementara itu, inflasi indeks harga konsumen (IHK) mencapai 3,18 persen, terendah dalam sejarah. Menurut dia, kedua indikator tersebut merupakan kunci bagi Indonesia dapat mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat. Pasalnya, inflasi sudah dalam kondisi yang rendah, sehingga dapat mendorong pertumbuhan. Itu modal bagus untuk kita bisa jalan kencang. Inflasi tidak memberi kendala untuk kita tumbuh lebih cepat. 


Dengan meningkatnya prediksi pertumbuhan ekonomi global, khususnya di negara-negara maju, maka permintaan akan produk-produk komoditas akan semakin meningkat pula. Ini tidak terkecuali permintaan atas produk-produk komoditas sumber daya alam Indonesia. Meskipun demikian, Wimboh meminta dunia usaha untuk siap menghadapi kemungkinan besarnya permintaan. Sehingga, dunia usaha dan Indonesia secara umum dapat diuntungkan dengan kondisi pertumbuhan ekonomi global yang meningkat tersebut.


Sumber dari : kompas.com


3 comments:

  1. Yay!
    Memang optimisme adalah bahan bakar dalam hidup!

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, jadi semangat juga dalam membangun bangsa ya jeng

      Delete
  2. Terus semangaat meningkatkan kesejahteraan negeri ini, tetap optimis dan tak kenal henti berkreasi :D

    ReplyDelete