Saturday, December 9, 2017

Keseruan "Blogger Goes To Lamong" turut dalam Kemeriahan HUT Terminal Teluk Lamong yang ke 4


Dimana sih Terminal Teluk Lamong? 


Setahun yang lalu saya pasti mengernyitkan dahi kalau mendengar orang menyebutkan nama itu. Jangankan saya, teman-teman yang notabene adalah arek Suroboyo pun,  kadang masih menganggap itu adalah nama suatu tempat yang berlokasi di kota Lamongan. Kalau bang Rhoma tahu pasti dia akan bilang TERLALU! hehehe :)


PT Terminal Teluk Lamong adalah anak perusahaan Pelabuhan Indonesia III (Persero) yang bulan Desember ini merayakan hari ulang tahunnya ke 4. Terminal pelabuhan dengan luas 40 hektar itu lokasinya di perbatasan Surabaya Gresik, merupakan terminal pertama di Indonesia yang pengoperasiannya menggunakan sistem semi otomatis. Yang artinya semua aktifitas digerakkan dari control room (ruang kendali) dengan menggunakan operator di satu alat satu orang. 


Tidak hanya sebagai pelabuhan yang modern dan berkinerja tinggi, Terminal Teluk Lamong juga menjadi pelabuhan hijau atau green port pertama di Indonesia. Untuk pembangunan dan operasional di Terminal Teluk Lamong dipastikan mengutamakan faktor keramahan terhadap lingkungan. Baik dalam  hal pemanfaatan energi sampai pengolahan sampah dan air.


Pada perayaan ulang tahun yang ke 4 tahun ini, TTL menyiapkan serangkaian acara yang sangat spesial. Salah satunya adalah mengundang beberapa blogger yang tergabung dalam Blitz Community (komunitas blogger, influencer dan netizen dari Suroboyo) untuk turut memeriahkan acara bertajuk “Blogger Goes to Lamong” yang diadakan pada tanggal 6 -7 Desember 2017. Tapi tidak hanya berkunjung saja, para blogger juga meliput beberapa kegiatan serta melihat langsung situasi TTL di lapangan. 


"Bike to Work"

Mengutamakan health and fun sebagai bagian dari pemecah kepenatan bekerja, kegiatan Bike to Work merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari Rabu di lingkungan Pelindo III. TTL sebagai salah satu anak perusahaan Pelindo III, mengemas kegiatan tersebut sebagai ajang untuk menjalin kebersamaan antara pejabat struktural dan pegawai TTL. Direksi dan seluruh manajer wajib mengikuti Bike to Work. Dan semangat tersebut diikuti oleh staff TTL lalu dilanjutkan dengan makan pagi bersama. 


(Foto milik Humas TTL)

Rute Bike to Work TTL dibuat beragam setiap minggunya. Rute mayoritas adalah dari kawasan wisata di kota Gresik menuju TTL. Selain menikmati health and fun dari Bike to Work, kegiatan tersebut diselingi dengan aktivitas bermanfaat seperti inspeksi K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) di kawasan pelabuhan menggunakan sepeda. Direksi, pejabat struktural dan staff terkait TTL melakukan kegiatan inspeksi K3 dalam rangka menjaga keamanan, keselamatan dan kebersihan di lingkungan TTL.


“Pegawai TTL berjiwa muda dan sangat antusias. Jadi energi besar tersebut harus dimanfaatkan untuk lebih sehat dan fun melalui Bike to Work” jelas Eko Hariyadi - Direktur SDM, Keuangan dan Umum TTL pada para blogger di kantor utama beberapa saat para biker tiba.


Exercise ISPS CODE 2017



TTL bekerjasama dengan seluruh fasilitas pelabuhan di wilayah Tanjung Perak mengadakan kegiatan Exercise ISPS Code 201. International Ship and Port Security (Code) adalah regulasi yang ditetapkan oleh International Maritime Organization (IMO) sebagai lembaga keamanan pelabuhan untuk mengatur kegiatan dan prosedur yang harus diambil untuk menanggulangi ancaman keamanan di laut. Kegiatan ini merupakan latihan bersama dalam rangka penanganan pengamanan di wilayah pelabuhan Tanjung Perak. 


 TTL menjelaskan bahwa kegiatan latihan gabungan tersebut merupakan persyaratan bagi pelabuhan yang telah memenuhi standar ISPS. “Seluruh fasilitas pelabuhan (Faspel) berstandar internasional, wajib melaksanakan kegiatan ISPS maksimal 8 bulan sekali dan itu adalah persyaratan mutlak”, jelas Anang. 


Sebagai penyedia pelayanan kapal domestik dan internasional, TTL telah mendapatkan lisensi dari ISPS Code berkode ID SUB-0018 bahkan The United States Coast Guard (US Coast Guard), angkatan bersenjata Amerika Serikat, mengunjungi TTL pada bulan Juni 2017 lalu untuk melihat penerapan ISPS di lingkungan TTL. 


Kegiatan Exercise ISPS Code 2017 (dokumen @kang_erik)


Kegiatan Excersice ISPS Code 2017 dihadiri oleh Kepala Kantor Syahbandar Pelabuhan Utama Tanjung Perak, Kepolisian Sektor Tanjung Perak, 9 Direktur Fasilitas Pelabuhan wilayah Tanjung Perak dan unit K3 diwilayah Tanjung Perak. Latihan gabungan telah dilaksanakan sejak 4 Desember 2017 dan puncak acara dilaksanakan tanggal 6 Desember 2017. 


Sebagai perwujudan dari garansi mutu pelayanan dan lingkungan di TTL, maka pada usia ke -4 selain sebagai pelabuhan berlisensi ISPS Code, TTL telah mendapatkan beberapa sertifikasi mutu yaitu ISO 9001, OHSAS 18001, DAN ISO 14001.


Tegang & takjub di lapangan TTL

Kegiatan selanjutnya, blogger akan melakukan pengenalan pelabuhan dan profil TTL lewat inspeksi langsung ke lapangan. 

Tetap narsis dan bergaya di antara mesin-mesin canggih (foto milik mbak Widyanti Y.)


Terminal Teluk Lamong merupakan satu pelabuhan internasional yang siap menjadi pintu masuk dan keluar pelaku ekonomi di Jawa Timur dan Indonesia bagian timur. Terminal Teluk Lamong dirancang sebagai pelabuhan semi otomatis yang bisa menjawab kebutuhan laju perekonomian yang semakin cepat. 

Terminal Teluk Lamong sudah menggunakan perangkat canggih semi otomatis dengan nama ASC atau Automatic Stacking Crane. Banyak efektifitas yang bisa diterapkan yaitu : 


Pertama  adalah segala aktifitas dapat berjalan lebih efektif, karena tidak memerlukan banyak tenaga. Baik tenaga operasional maupun administrasi.


Kedua adalah ramah lingkungan, karena tidak menggunakan solar melainkan listrik. Sehingga dapat mengurangi polusi udara, debu, getar dan suara bahkan ceceran oli yang biasanya mengotori lapangan.

 

Ketiga adalah produktifitas lebih stabil dan dapat bekerja selama 24 jam. Karena tidak mengenal faktor kelelahan dan penurunan konsentrasi seperti jika diawaki oleh tenaga kerja manusia secara full.


Keempat yaitu paperless, karena segala aktifitas surat menyurat dan adminstratif seperti cetak nota dilakukan melalui sistem IT. Sehingga dapat mengurangi penggunaan jasa dan meminimalisasi terjadinya penyalahgunaan wewenang. Dengan kata lain, akan bisa mengurangi korupsi atau pungli.

Sharring Session dengan Direktur Utama TTL

Setelah puas melihat di lapangan, bloggers berdialog langsung dengan Dirut TTL dengan didampingi Reka Yusmara, Kepala Humas TTL. Dalam ruangannya yang luas dan bersih, sosok yang tidak bisa menutupi sikap keibuannya itu menyambut rombongan blogger dengan senyum hangatnya.



Tidak itu saja, sikapnya sangat humble dan penuh optimis. Kekaguman kami tidak berhenti begitu saja ketika mengetahui bahwa beliau ternyata seorang atlet karate dengan sabuk coklat. Makanya tidak heran jika beliau mendukung para pegawai atau karyawan untuk olahraga bela diri. 


Pertanyaan-pertanyaan blogger di jawab dengan cukup simpel tapi tegas dan cerdas. Bukan hanya karena beliau lulusan ITB, salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia. Tapi juga latar belakang keluarga dari ayah seorang militer, membuat Dhoty kecil terbiasa mendapat didikan yang tegas dan disiplin. 



Bukan blogger Suroboyo kalau tidak membuat acara jadi seru dan nyeleneh. Apalagi melihat tuan rumahnya yang bisa memahami kegokilan tamunya. Bu Dhoty langsung sigap ketika di ajak berfoto di balik ornamen kayu yang cukup unik tapi menarik. Tentunya tanpa komando, bersama blogger yang sudah menjadi ibu-ibu itu akhirnya terciptalah sebuah foto yang lain dari pada yang lain. Lihat, seru kaaaannn?!


Dan keseruan itupun makin pecah ketika bu Dhoty berfoto rame-rame bersama para blogger. Tidak lupa beliau mengucapkan terimakasih kepada bloggers yang turut memeriahkan HUT ke-4 TTL melalui media sosial dan melakukan liputan langsung pada beberapa kegiatan. 


"We’re really glad you’re here and do the best for TTL" ungkapan beliau yang disampaikan pada blogger.



Kunjungan Putri Indonesia Jawa Timur 2017

Keunikan konsep TTL ternyata mengundang keingintahuan dari berbagai kalangan untuk berkunjung dengan tujuan mempelajari sistem pelayanan di TTL. Rupanya kali ini adalah rombongan Putri Indonesia Regional Jawa Timur 2017 yang datang untuk melepaskan rasa penasaran tentang TTL. 



Reka Yusmara sebagai Kepala Humas TTL mengatakan bahwa keunikan TTL telah tersebar. Bahkan rasa keingintahuan itu muncul dari kalangan yang bukan berkecimpung di dunia industri, bisnis, pelabuhan atau akademisi. Kebetulan menginjak hari ke dua perayaan HUT TTL, akan kedatangan tamu dari rombongan Putri Indonesia Regional Jatim 2017. Yang rupanya tertarik juga untuk mempelajari kecanggihan TTL. 


Reka menyambut rombongan spesial tersebut bersama blogger-blogger yang sudah mengikuti seseruan rangkaian acara HUT TTL dari hari pertama. Bertempat di Commisioner Room lantai 4, acara dilaksanakan sebelum rombongan Putri Jatim 2017 itu melihat lokasi di lapangan.



Dalam momen ramah tamah dengan para blogger, Fatma Ayu - Putri Jawa Timur 2017 tersebut sangat antusias untuk bisa mengetahui seluk beluk di dalam Terminal Teluk Lamong.


“Benar-benar pengalaman yang sangat menarik dan pertama kalinya bagi saya. Tapi sebelumnya saya sudah mendengar bahwa keberadaan Terminal Teluk Lamong ini sudah menjadi salah satu kebanggaan warga Jawa Timur di mata Internasional."


Putri Jatim 2017 mencoba ASC (dokumen pribadi)


Kunjungan di Kampung Sepatu Tambak Osowilangun

Gerbang menuju lokasi kampung sepatu (dok.pri)

Destinasi selanjutnya yang merupakan tujuan pamungkas acara "Blogger goes To Lamong"  yaitu ke Kampung Sepatu Tambak Osowilangun.


PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III melalui program Pemberdayaan Kemasyarakat dan Bina Lingkungan (PKBL) membangkitkan kembali industri sepatu di Surabaya melalui penyaluran bantuan berupa 13 unit mesin jahit, 5 unit mesin press sepatu dan compressor bernilai puluhan juta rupiah. 



Penyerahan bantuan bina lingkungan Pelindo III kepada UKM (Usaha Kecil dan Menengah) Sepatu diberikan langsung oleh Direktur Teknik dan Teknologi Informasi, Husein Latief, di Terminal Teluk Lamong. Bantuan tersebut diserahkan kepada pengusaha UKM Sepatu di kelurahan Tambak Osowilangon dan Kelurahan Romokalisari. 


Pelindo III berkomitmen untuk memberikan bantuan melalui program PKBL sesuai dengan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) nomor PER-09/MBU/07/2015 tentang program kemitraan dan bina lingkungan BUMN bahwa tujuan program kemitraan BUMN adalah untuk meningkatkan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri. 


UKM sepatu Tambak Osowilangun dan Romokalisari merupakan salah satu UKM unggulan kota Surabaya. Bernama “Kampung Unggulan”, sepatu – sepatu tersebut diproduksi oleh lebih dari 140 orang pengrajin terampil dan dapat menghasilkan ribuan kodi per-bulan. UKM sepatu tersebut dimulai sejak tahun 1950-an dan hingga kini peningkatan produksi mencapai 75% per tahun. 



Distribusi produk UKM Kampung Unggulan Sepatu ini tersebar hingga ke seluruh wilayah di Indonesia Timur. Potensi besar yang dimiliki oleh Kampung Unggulan Sepatu, membuat Pelindo III menambah bantuan melalui bina lingkungan dengan memberikan pinjaman lunak sebesar Rp. 100.000.000,- kepada Koperasi Sepatu. Pelatihan bisnis dan manajemen usaha kepada pelaku industri sepatu di Tambak Osowilangun dan Romokalisari pun dilakukan oleh Pelindo III sebagai wujud pembinaan kepada masyarakat. 

Blogger Goes to Teluk Lamong yang seru

Ada perjumpaan pasti ada perpisahan. Tidak ada pesta yang tidak usai. Akhirnya event Blogger Goes to Teluk Lamong memang harus berakhir setelah semua agenda di lalui. Dari semua event yang pernah saya jalani, betapa event ini bisa mencakup banyak poin. Mulai pengalaman baru yang spektakuler, ilmu pengetahuan yang makin bertambah dan pastinya bermanfaat, kehangatan serta jalinan silaturahmi yang muncul selama 2 hari melakukan kegiatan bersama antara blogger dan pihak manajemen Terminal Teluk Lamong.



Terima kasih kepada ibu Dhoty (Direktur Utama TTL), juga mas Reka Yusmara dan team Humas TTL beserta manajemen PT Terminal Teluk Lamong yang telah memberi kesempatan pada blogger Blitz Community mengenal lebih jauh seluk beluk perusahaan. 


Semoga kedepannya masih bisa menjalin kerjasama yang lebih bermanfaat. Seperti apa yang disampaikan ibu Dhoty, untuk bisa berkontribusi secara offline maupun online. Sampai jumpa tahun depan!


18 comments:

  1. Sebenernya, kita ini blogger apa model ya? wkwkwk...atau blogger merangkap model? Girang banget kalau difoto. Ha..ha.. gokils! Thanks Mbak Avy sudah diajakin kemari. Saya punya PR banyak buat belajar tata kelola lingkungan sebuah port. Menarik banget!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi memang itulah ciri khas blogger
      kayaknya meliput eh narsisnya gak ketinggalan hehehe

      Delete
  2. Aku tetep penasaran sama cara kerja ASC nya mbak. Kayake belum puas ngeliatin doang haha

    ReplyDelete
  3. foto terakhir paling bagus, seru sekali ya blogger goes to teluk lamong, semoga tahun depan tetap adaa.. yeayy!!

    ReplyDelete
  4. Saya pun awalnya mengira Teluk Lamong itu di Lamongan. Ealah, ternyata ya di Tanjung Perak to, hehehehe. Wong Jawa Timur yang kudet saya ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. kapan2 main ke teluk lamong mbak
      bisa jadi destinasi wisata kok

      Delete
  5. Soooo kereeen deh.. Berasa ada di pelabuhan yang bukan di Indonesiaaa! Modern dan canggih!

    ReplyDelete
  6. Keren ya mbak.., Indonesia punya. Apalagi Direktur utamanya perempuan...

    ReplyDelete
  7. Kegiatan positif bgt bike to work, jadi pada sehat deh semua :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. biasanya orang kantoran gak sempat olah raga ya mbak
      jadi sekalian 2 tujuan positif hehehe

      Delete
  8. Waaah seru banget nih acaranya,ngeliput seluruh kegiatan bareng temen-temen blogger pasti asik banegt ya mbaaaak.. Ehehehee

    ReplyDelete
  9. Mba ini seru banget ya kegiatannya. Menarik banget

    ReplyDelete
  10. sayang bukan tempat wisata ya mba jadi nggak bisa masuk sembarangan :(

    ReplyDelete