Thursday, November 23, 2017

Peran Pemerintah dalam menangani UMKM Di Era Digital


Pelaku bisnis skala kecil atau biasa disebut dengan UKM/UMKM cukup mendapat perhatian dari pemerintah dan instansi yang terkait seperti Bank dan OJK. Yang tidak pernah lelah memberikan bimbingan dan sosialisasi dalam bentuk pameran maupun seminar. Seperti pada beberapa waktu yang lalu, diadakan acara yang bertajuk Focus Group Discussion dihadiri oleh para awak media, blogger dan pelaku UMKM bertempat di hotel Amaris Bintoro Surabaya. Sedangkan tema yang di ambil adalah "Kiat UKM dan Perbankan Hadapi Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat".


Ada 4 nara sumber yang hadir dan memberikan pemaparan yaitu : 

1. Dani Surya Sinaga, Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Regional 4 Jatim 

2. Drs Achmad Basuki MSi, Kabid Pemasaran Dinkop dan UKM Provinsi Jawa Timur

3. Kuncarsono Prasetyo, Owner Kaos Sawoong

4. Atta Alva Wanggai, Regional Credit and Bussiness Development Bank Mandiri Wilayah VIII Jatim


Kesempatan pertama bapak Dani Surya Sinaga sebagai Direktur Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Regional 4 Jatim memberikan beberapa pandangannya antara lain : 


Bpk Dani Surya Sinaga dari OJK (foto dari twitter @bunda_sugi)

Bicara kondisi makro ekonomi global pada 2017 ini masih mengalami perlambatan pertumbuhan yang berkelanjutan. Dengan kondisi seperti itu pemerintah melihat ada potensi besar untuk berkembang dan itu mampu mengerakkan perekonomian. Salah satunya dengan berusaha mengenjot UMKM agar mampu bersaing di perekonomian global. 


 Dan itu dimulai dengan 4 titik nol, yakni produktif, kreatif, punya jiwa entrepreneur dan satu kali go digital. 


 Khusus menghadapi pola digital sebenarnya pelaku UMKM sudah mulai terbiasa ini dengan makin banyaknnya pelaku usaha yang suidah memasarkan produknya via online yang dimulai dari PRODUCT, PRICE, PLACE dan PROMOTION.  

PRODUCT disini tentunya produk yang dihasilkan oleh UMKM.

- PRICE artinya harga mampu bersaing. Karena dengan digitalisasi mampu memotong mata rantai terutama dalam distribusi. 

- PLACE artinya mampu berjualan dimana saja. Jika penjualan manual hanya mampu mencover di wilayahnya saja, maka di era digital ini barang bisa dijual dimanapun. Tak hanya di wilayah Indonesai tapi juga dibelahan dunia lainnya. 

Dan terakhir PROMOTION. Di era digital ini semua produk mampu dijual dan dipromosikan secara mudah via online. Tidak membutuhlan sales. 


 Khusus untuk Jawa Timur, bisa dicontohkan dari Kabupaten Banyuwangi lewat banyuwangimall.com. Semua produk ditampikan mulai barang hingga jasa. Bayuwangi merupakan kabupaten yang maju dengan pesat. Di sana ada program karnaval, dan tiap minggu ada even. Bayangkan setahun saja ada 77 kegiatan yang dipublis dan dipromosikan oleh bupati, yang semuanya melibatkan UMKM. 


Dan khusus OJK di era keuangan digital ini telah mengeluarkan ketentuan Finetech (Financial Technology) yang merupakan lini bisnis berbasis perangkat. Fintech dimulai pada Desember 2016 lalu itu itu hingga kini etrus berkembang. Setidaknya sudah ada 25 perusahaan yang begerak dibidang pembiayaan. 


Ambil contoh Amartha.com, ini menawarkan pinjaman mulai Rp 3 jutaan, yang ditujukan bagi pedagang kecil, seperti pedangan mracangan hingga kelontong. Caranya juga mudah, permohonan 3 hari sudah dijawab. Dan rate-nya 1,25 persen dengan sitem schooring credit dinilai yang palig bagus mennetukan rate. Dan pembayarannya khusus untuk Amartha ini mingguan dengan pengajuan semua secara online. 


Dengan bermunculannya lembaga pembiayaan ini dan semakin memudahkan UMKM untuk biasa mendapatkan modal, meyakinkan UMKM akan terus tumbuh. 


Mendapat kesempatan memberi pemaparan selanjutnya adalah Drs Achmad Basuki MSi Kabid Pemasaran Dinkop dan UKM Provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa : 


Bapak Achmad Basuki dari Dinkop Jatim (dok.pri)

Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur jauh lebioh tinggi disbanding pertumbuhan ekonomi nasiona. Jika nasional hanya 5,07 persen, maka di Jatim sudah mencapai 5,17 persen. Ini kalau dirupiahkan sudah mencapai Rp 1,880 Triliun. Dan pertumbuhan ekonimi Jatim itu, 54,8 persennya disupoort KOperasi dan UKM. 


Berdasarkan sensus ekonomi ada 6,8 juta UKM pada 2012, walau pada sensus ekonomi 2016 turun menjadi 4,68 juta UKM, namun perlu diklarifikasi data itu etrbagi dalam kategori, ada mikro, kecil, dan menengah. 


Lantas apa yang dilakukan oleh Pemprov Jatim agar keberadaan UMKM itu etruys tumbuh sehingga roda perekonomian Jatim semakin maju pesat. Maka salah satumnya dengan membantu dalam hal legalisasi. 


Legalisasi ini menjadi sangat penting, karena kalau masuk ke era digital, harus ada legalitas. Disinilah kita berusaha membantu pelaku UMKM untuk bisa mendapatkanSIUP, NPWP, UD, maupun PT. 


Untuk mendapatkan itu pelaku usaha harus memiliki standarisasi. Artinya jangan hanya membuat sesuatu tidak ada standarnya, missal produk makanan ya harus mengantongi sertifikasi halal, atau juga dari BPOM, itu semua adalah contohnya. Dan dinas koperasi bersedia membamtu mendapatkan semua itu. 


Satu lagi sedikit promosi, DInjkop juga menyediakan sarana promosi juga pemasran bagi UMKM, dan itu gratis dengan sistem konsinyasi. Monggo dating saja dan silahkan pajang produk bapak dan ibu di Jalan Raya Juanda NO. 22. Gratis. Selain memasarkan dengan cara menjual di gallery yang kita punya kita juga sedang mengagas menggunakan sistem online dengan kerjasama dengan Telkomsel. Jadi ketika melintas di gallery seacra otomatis akan ada promosi dari gallery dinkop. 


 Begitupun soal pembiayaan dinas koperasi juga berusaha memberikan solusi. Bagaimana pun faktanya saat ini, bunga perbankan dibanding dengan negara ASEAN, Indonesia bunga masih tinggi. Di Singapura, khusus koperasi dan UMKM bunganya hanya 4 persen per tahun, di Indonesia Bank Konvensianal bunganya 12-18 persen. Namun khusus masyarakat Jatim bisa sedikit berelhga hati karena sudah diluncurkan bersama Bank Jatim dan UMKM dengan bunga hanya 7 persen khusus pelaku UMKM. Ada dana hamper Rp 1,2 Triliun yang disiapkan, dananya standing lone. 


 Yang pasti pemrov terus berupaya mempromosikan produk-produk UMKM, tak hanya di dalam propinsi tapi juga diluar provinsi. Bahkan khusus pameran, kita gratiskan sewa stand. Itu dilakukan untuk memajukan UMKM di Jatim. Ingat orang Jatim ini kharakternya bonek, artinya bonek positif, artinya produk yang dihasilkan nanti tentunya tidak meninggalkan kualitas, kontuniatas dan price. Saatnya mengubah pola pikir agar begitu laku tidak mengubah standarisasi. 


 Mau tidak mau di era ditigal yang mulai menjarah ekonomi multi sector, tidak ada pasar tapi juga perbankan akan mulai beralih. Di Swis dan Belanda mengurangi ribuan pegawai bank. Makanya sekarang perbankan di Indonresia mulai mengalakan agent-agen, dan agen-agen inilah yang nantinya bergerak. 


 Saya harap di Jatim mari bersama-sama melakukan terobosan. Bagi masyarakat Jatim jika sudah memiliki legalitas bisa mendaftar via webside mengisi 18 indikator. Tapi kadang-kadang jiwa males itulah yang menghambat kemajuan UMKM. Sudah divasilitasi, enggan melakukan pengisian. Ingat UMKM itu emmang dimulai dari yang biasa dulu tapi ditopang kemauan dan niat akan menunjukkan sebuah jalan menuju keberhasilan. 


Padahal sekarang saya beritahu, pengisian iotu dimaksudkan untuk melakukan database UMKM di Jatim. Tujuannya ya untuk membantu, bagimana agar UKM bisa maju, misal apa yang dibutuhkan mereka. 


 Di Jatim sudah ada 26 perwakilan, dan itu satru satunya dari dari 34 provinsi di Indonesai. Kenapa UKM begitu difokuskan, karena pertumbuhan ekonomu di Jatim disokong oleh para pelaku UKM. 


 Untuk itu mari kita sama-sam mencari solusi bersama baik itu tenatang produksi maupun legalitasnya. Saya berharap mari kita majukan perekonomian jatim, lebih baik dibanding provinsi lain. Tanpa bapak ibu Jatim bukan apa-apa. 


Sedang pembicara ke 3 adalah Kuncarsono Prasetyo Owner Kaos Sawoong yang pernah menjadi wartawan. Beliau berbagi pengalaman dan menceritakan tentang suka duka sebagai pelaku UMKM, yaitu : 


Mas Kuncarsono, pelaku bisnis UKM (dokumen pribadi)

 Awalnya saya wartawan, tapi saya memilih ‘mualaf’ menjadi pengusaha. Saya lebih suka menyebut pengusaha karena itu mencerminkan identitas, selain karena kelihatannya jelasnya tinggi dan punya kesempatan lebih tinggi. 


 Dan sebagai pengusaha maka jangan beralasan usaha berhenti karena keterbatasan modal. Saya adalah orang yang telah memanfaatkan Fintech bahkan kalau kita mau kita bisa mendapatkan pinjaman yang bisa mencap[ai Rp 2 miliar. Jadi begitu mudahnya mendapatkan dana untuk ekmajuan usaha, jadi jangan jkadikan lasana lagi tidak ada modal. 


Saya akan mengajak pelaku UMKM bersama-sama menghadapi pola komunikasi dari yang konvensional dengan bergerak pada komunikasi yang cukup hanya visual alias melihat. Seperti gerakan para fotografer. Proses membuat dan memasarkan menjadi penting, karena saya nilai urusan modal beres, urusan produksi tergantung taste alias selera dan rasa. 


Contoh saya ambil gambar cewek cantik, dia bisa tampil cantik kartena efek visual, jadi seperti berjualan dengan online di bukalapak dll itu efek visual menjadi penting utuk memicu orang utuk mendapatkan barang yang dimaui. 


 Itu adalah gambarannya, sekarang mari kita berbagi kiat sukses memasrkan. Berdasarkan pengalaman yang saya, mengemas atau packaging dengan memoles lebih cantik kemasannya, itu menjadi pemicu konsumen melakukan pembelian. 


Harus dibedakan antara mengemas dan menipu, dengan berusaha melihat sudut pandang demi hasil yang lebih baik. Menipu misalnya jualan bakso ngaku soto, tapi kalau jualan bakso ditata lebih bagus akan lain. Saat ini visual mengalahkan segalanya, jika visual tidak menarik, maka sulit utuk meyakinkan pembeli. Barang sebagus apapun kalau kemasannya tidak menarik pasti tidak akan laku. Contoh kacang dibungkus plastic harganya Rp 4000, tapi ketika akhirnya berganti dikemas secara menarik, kacang yang semula hanya dihargai Rp 4.000 bisa melonjang menjadi Rp 25 ribu, dan ketika dijual di Juanda sudah mencapai harga Rp 50 ribu. Itu adalah sal;ah satu contoh yang dilakukan kacang Tree G. Visual menarik membuat separuh selera muncul. Jadi kini perang bukan lagi rasa. 


Setelah tampilan dipahami, selanjutnya yang dilakukan adalah penyajian. Jangan karena energi habis karena tidak mengenali target pasar. Pola perdagangan purba dengan system manual, yakni menyasar pada siapapun yang ditemui harus mulai dihindari. Ketika perubahan yang lebih efisien jika masih mengunakan cara jaman lampau menjadi tidak menarik. Ada yang lebih efisien ketika memasuki dunia digital menjadikan pasar tepat sasaran. Untuk menuju ke sana, mari menyajikan visual sederhana, mengemas dan menyajikan produk yang baik adalah branding itu adalah identitas. 


Lantas bagimana kalau gaptek? Jadi kalao gaptek ya repot di era digital ini. Makanya harus kolaborasi dengan mereka yang mengerti dunia digital..Yakinlah jika kita yakin maka appun yang tidak mungkin mungkin. 


Pembicara yang terakhir atau yang ke empat adalah bapak Atta Alva Wanggai Regional Credit and Bussiness Development Bank Mandiri Wilayah VIII Jatim yang menjelaskan bahwa : 


Bapak Alva (dokumen pribadi)

 

Bank Jatim terus bergerak bersama dengan para pelaku UMKM. Implementasi yang sudah dilakukan Bank Mandiri untuk turut mengangkat perekonomian Indonesia dengan melalui UMKM. Salah satunya dengan emndirikan Rumah Kreatif BUMN (RKB) 


Dimana didalamnya melakukan proses mulai dari proses mencari UMKM, membina, sampai mengajarkan e-commerce, didalamnya tercerita dengan jelas. 


 Di setiap kota di Indonesai RKB itu ada, dengan harapan bisa mengakomodasi kepentingan UMKM. Namun masing-masing kota, beda bank yang ditunjuk, missal di Sidoarjo menggunakan Bank BRI, kebetulan di Surabaya kerjasamanya dengan Bank Mandiri. 


 Karena program ini merupakan program baru diluncurkan tahun 2017 ini, maka Bank Mandiri berusaha menjemput sendiri pelaku UMKM. Kita berusaha mencari UKM untuk dijadikan binaan BUMN maupun pemerintah. Jadi kita melakukan pemjemputan secara aktif. 


 Yang dilakukan pelaku UKM ini sebenarnya sangtalah muidah, mereka cukup melakukan register. Fungsinya akan dilakukan pengembangan usaha dan peningkatan kualitas produk dengan belajar dan berbagi bersama. Dan seperti Dinkop Jatim, program ini di gratis. 


 Hingga saat ini sudah ada berbagi macam kegiatan pasca di Launching apda Januari 2017 lalu. Hingga saat ini sudah ada 42 kegiatan. Misalnya kegiatanyya terkait packaging hingga mencari pasar, dari pemnbiayaan hingga produk jadi semua sudah terprogram. Bahkan kita mewadahi promosi produk melalui digitalisasi alias e-commerce, lewat laman belanja.com. 


 Inilah peran BUMN untuk memajukan UMKM yang selama ini jalan sendiri-sendiri kita fasilitasi, hingga akhirnya berharap barang yang dijual tidak secara local tapi teregister di belanja.com. 



Setelah semua narasumber memberikan paparan, para peserta tidak sabar untuk mengajukan pertanyaan. Karena memang sebagian besar undangan adalah para pelaku UKM atau UMKM. 


Mas Pandu mengajukan pertanyaan sebagai pelaku bisnis UMKM (foto milik panitia/masruroh)

1. Salah satunya adalah mas Pandu yang kebetulan adalah bekas wartawan. Beberapa poin yang dia tanyakan adalah : 


Untuk Pak Dani, apakah keberadaan mata uang bitcoin aman alias legal, apalagi menjanjikan tidak ada inflasi?  


Terkait bitcoin, di Bank Indonesiua saat ini bukan merupakan alat pembayaran yg sah. Jadi harus hati-hati karena masih illegal. Bank Indonesia juga masih belum yakin. Rentan juga kalau lupa password karena bisa hilang semuanya. Saran dari pak Dani, harus sangat hati-hati. Cari investasi yg aman, seperti uang dinar yang ada fisiknya. Kalau memang mencoba tidak dilarang, tapi jangan minta perlindungan pemerintahan.


Untuk Pak Basuki, Pandu menilai tindakan dari Dinkop sudah bagus telah memberikan pelatihan-pelatihan bagi para pelaku usaha. Namun alangkah baiknya materinya lebih tertata sehingga tidak terkesan materinya itu-itu saja. Terkait online yang mulai mewabah, mohon dinas koperasi mengagendakan materi khusus online.  


Kalo mau meningkatkan ilmu, dipersilahkan datang ke kantor Dinkop. Ada 14 layanan. Kebiasan buruk pelaku UMKM ini kan antara pemasukan keuangan bisnis dan uang pribadi dicampur aduk. Itulah yang kadang-kadang membuat para pelaku ekonomi akhirnya kedodoran. Untuk itulah Dinkop mendidik para pelaku usaha agar tidakl terjerumus ke situ. Dipersilahkan datang ke kantor Dinkop untuk meminta informasi seperti manajemen pengolahaan usaha. Gratis dan tidak di pungut biaya apapun. Sejak tahun 2008 sudah digalakan dan itu adalah bagian dari fungsi pemerintah untuk fasilitas dan regulasi. Akan diajarkan bagimana cara mau mengajukan ke perbankan, bagaimana cara membuat proposal dan lain sebagainya. 


Tentang online baru akan direalisasikan tahun depan, tentang bagaimana melakukan penjualan pelaku UMKM via online dengan kerjasama bersama bukalapak dan lazada. Tapi nantinya yang dijual harus produksi sendiri bukan broker. Kalo usaha batik harus tulis atau cap bukan printing.


Khusus Kuncar apakah visual segalanya? 


Intinya jujur, bedanya menipu dan mengemas seperti yg diterangkan cak Kuncoro bahwa jadi konsumen juga harus cerdas. 


2. Penanya ke dua adalah ibu Sugihartati yang juga blogger : 


 Untuk pak Atta, RKB saya pernah tahu pameran di grand city, saya juga sudah jadi member. Yang ingiun saya tanyakan kira2 saja kegiatanya RKB sudah berapa lama berjalan. Mungkin perlub dilakukan sosialisasi biar bisa menjangkau seluruh pelaku UMKM. Juga sisi manfaatnay apa? 


Pelaku UMKM bisa dating ke jalan Khairil Anwar di situ RKB Bank Mandiri. Disana disedikan ruangan untuk member RKB untuk bertemudg klien atau diskusi. Di RKB mempunya tenaga profesianal yang bisa memberikan kosulatasi terkait apapun yg terkait usaha. Terkait dg pelatihan2 mmg tidak bisa tiap hari. Dan perlu diketahu sekarang ini sudah ada 1100 member, dari situ kami kelompokkan per poduk. Lainya bisa display produk dari member kami. Klo ada kunjungan selalu memfasilitasi penjual utuk menambah market dari UMKMyang telah menjadi member. Juga event2 lain kegiatan selalu dilibatkan. 


Dokumentasi : Masruroh (Panitia)

Saya sendiri sempat "curcol" atau beberapa usulan khususnya untuk bapak Achmad Basuki dari Dinas Koperasi antara lain :


Banyak anak muda yang mempunyai kemauan dalam berdagang. Didukung tekhnologi yang canggih, mereka banyak jual online di media sosial seperti instagram dan website. Sayang belum ada support atau sosialisasi untuk para generasi muda. Mungkin juga mereka maunya mandiri. Tapi kebanyakan hanya musiman, tidak berlangsung lama. Alangkah baiknya kalau pemerintah juga memberi pembekalan bagaimana cara berbisnis dan belajar menjadi UKM/UMKM.


 Maraknya artis  yang membuka kue di daerah termasuk Surabaya, apakah tidak ada keinginan pemerintah untuk lebih menonjolkan kue tradisional sehingga nantinya tidak akan kalah ngehits dari kue mereka.

Diharapkan pemerintah membuat aplikasi yang bisa menampung keahlian dari para ibu rumah tangga atau pebisnis kuliner untuk di tampung dalam satu media. Itu juga akan mempermudah mencari informasi kalau kita mencari kue dan makanan yang khas di daerah kita. 


Semoga acara semacam ini bisa dilaksanakan sesering mungkin. Karena dengan mendapat ilmu serta informasi yang sangat bermanfaat ini, rasanya tidak hanya para pelaku bisnis UKM/UMKM saja yang semangat. Para blogger pun turut semangat dan ingin menekuni bisnis juga.


Blogger yang hadir pada acara ukm/umkm (dokumen pribadi)


32 comments:

  1. Alhamdulillah, bersyukur sekali Pemerintah telah begitu mensupport UMKM dengan beragam programnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mbak titi...pemerintah dalam hal ini bank mandiri, ojk dan dinas koperasi

      Delete
  2. Semoga pemerintah selalu support UMKM yg baru berkembang ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. apalagi di daerah2, banyak bgt potensinya ya mbak :)

      Delete
  3. Inovasi dan terobosan yang sangat baik dari Pemerintah Dinas Koperasi, OJK dan Bank Mandiri ini semoga dapat membantu para UKM agar dikenal lebih luas lagi baik Nasional maupun Internasional.. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk pengembangan otonomi daerah jg ya mbak

      Delete
  4. senangnya makin banyak ukm disupport dari berbagai pihak, semoga umkm makin maju

    ReplyDelete
  5. produk mereka ini bagus-bagus ya kalau melihat dalam berbagai bazar dan pameran serta semacamnya. Mengedukasi mereka dengan teknologi pasti akan memberi dampak nilai plus untuk mereka pribadi,lingkungan bahkan pemerintah. Suka dengan kepedulian pemerintah untuk memberi support pada mereka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. dan sepertinya masih banyak jg yg blm tertangani semua
      sayang banget kalau tdk terekspose ya mbak

      Delete
  6. Ada Banyuwangi Mall digital wah seru juga, bisa jadi contoh buat daerah lain untuk peduli terhadap perkembangan UMKM-nya. Salam mba Avy.

    ReplyDelete
    Replies
    1. banyuwangi sekarang sdh sangat maju mbak
      bupatinya memang keren hehehe

      Delete
  7. Pembiayaan masih sering jadi masalah bagi para pelaku UMKM. Masih banyak yang tercampur antara bisnis dan pribadi. Semoga UMKM berkembangsecara online dari segi 4 P.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mbak...skrg kredit sdh semakin mudah

      Delete
  8. Solusi banget ini untuk para UKM...

    ReplyDelete
  9. Saya juga sempat berpikiran bagaimana nasib kue tradisional yg sebagian besar adalah produksi umkm suatu daerah yg kian tenggelam oleh kue2 artis yg melabelkan suatu daerah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. apalagi sekarang lagi trend kue artis
      tapi pdhl kue tradisional itu sgt ngangeni dan tetap di cari ya mbak

      Delete
  10. UKM Indonesia semakin banyak dukungan, semoga makin maju dan berkembang ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin...mudah2an pemerintah makin memberi ruang yg luas sampai ke luar negri

      Delete
  11. Replies
    1. yuuppp....krn UMKM juga roda perekonomian daerah

      Delete
  12. UMKM memerlukan support pemerintah dan dukungannya sangat berarti

    Salam hangat Orang Udik
    http://www.kompasiana.com/rakyatjelata

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mas andri...betul banget... pemerintah hrs mendukung krn nanti kan jg dampaknya baik unt semua

      Delete
  13. Suka bagian wartawan jadi pengusaha yg kolaborasi dg digital people. Kolaborasi emang solusi paling mantap jiwa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mbak....banyak teman wartawan skrg jadi pengerak UMKM
      mungkin karena sering liputan kali ya hehehe

      Delete
  14. Senang banget yaa liat UMKM sekarang didukung. Semoga sukses selalu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. semakin canggih dan gak gaptek penanganannya

      Delete
  15. UMKM makin mendapat tempat di Pemerintah, seneng jadi ada yang support

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mbak... karena UMKM itu jg yg bisa mengembangkan potensi perekonomian dan budaya daerah
      asset lo

      Delete
  16. Sekarang ini UMKM makin banyk ya. Jadi peran.pemerintah itu penting bnaget. Biar UMKM kita berkembang dan maju.

    ReplyDelete
    Replies
    1. apalagi tekhnologi makin canggih
      umkm jg hrs melek tekhnologi

      Delete