Monday, November 6, 2017

Ngobrol Bareng MPR bersama Netizen Surabaya, semakin menggelorakan semangat hari Pahlawan

Bapak Andriyanto selaku Kepala Bagian Pengolahan Data dan Sistem Informasi (kiri) Bapak Maruf Cahyono Sesjen MPR RI (tengah) dan saya sebagai tuan rumah penyelenggaraan di Surabaya (foto Blitz Community)

Saya masih ingat ketika terakhir kali mengikuti acara Gathering MPR sekitar tahun 2016 lalu. Waktu itu ikut kedua kalinya acara keren yang diprakarsai oleh team PDSI dan dikomandani oleh Andriyanto yaitu Kepala Bagian Pengolahan Data dan Sistem Informasi MPR RI yang biasanya saya panggil dengan mas Andri. 


Tapi yang paling berkesan tentunya yang pertamadong, yaitu di kota Solo tanggal 21 November 2015. Ah jadi buka-buka foto lama nih. Sekedar mengenang momen-momen bersejarah yang selanjutnya mampu menorehkan jejak bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Gathering Netizen MPR RI pertama di kota Solo (dok.pri)

Kalau yang di bawah ini adalah foto waktu Gathering ke 2 di kota Jogjakarta. Tepatnya pada tanggal 18 Maret 2016, di mana waktu itu bapak Zulkifli Hasan Ketua MPR RI hadir menyapa para Netizen yang sebagian besar adalah warga Jogjakarta. Berawal dari kota Jogja itu pulalah, akhirnya event yang bertajuk "Ngobrol bareng MPR" itu mulai merambah kota-kota di wilayah Indonesia terutama luar pulau Jawa. 


Foto rame-rame peserta gathering bersama team MPR RI (foto : Dimas Suyanto)

Dengan berjalannya waktu, acara tersebut sudah singgah di beberapa kota termasuk di luar pulau Jawa seperti Makasar, Palembang, Manado dan terakhir adalah Semarang. Sebagai "alumni" gathering tersebut, apalagi berasal dari kota Surabaya yang notabene adalah kota terbesar kedua di Indonesia. Saya pun berharap event tersebut bisa hadir di kota tercinta.  


Akhirnya kesampaian juga acara "Ngobrol Bareng MPR" terealisasi pada hari Sabtu tanggal 04 Nopember 2017 bertempat di Fairfiled by Marriott Hotel Surabaya. Hampir 60 peserta penggiat media sosial berkumpul sejak pukul 8 pagi. Mereka terdiri dari blogger, influencer, netizen, youtuber, vlogger, local guide yang terdiri dari banyak latar belakang. Ada dosen, pendidik, pengurus pondok pesantren, mahasiswa sampai aktifis LSM. Yang jelas, mereka hadir dalam rangka saling support untuk nantinya aktif berperan dalam memberikan informasi yang positif kepada masyarakat lewat keahlian masing-masing.


Kondisi 2 tahun yang lalu ketika gathering yang pertama memang sudah jauh berbeda dengan kondisi sekarang. Meskipun masih 2 tahun, karena memang kecanggihan tekhnologi itu berjalan hampir setiap detik. Tapi tekad dan tujuan MPR untuk menanamkan pemahaman dengan cara yang tepat tentang 4 Pilar MPR, disesuaikan dengan zaman yang makin modern. MPR sangat peduli dan tergerak untuk mengajak generasi muda atau kids zaman now untuk mengelola media sosial dengan bijak. Rasanya tidak terlalu muluk. Seperti yang saya sampaikan pada teman-teman yang hadir bahwa kemajuan bangsa ini ada di tangan para generasi muda. Secanggih apapun tekhnologi, jangan sampai melupakan sejarah dimana bangsa ini dilahirkan. Terutama ideologi dan dasar-dasar negaranya.


Saya sendiri cukup surprise ketika mas Arif Khunaifi (pengurus pondok pesanteren) cukup kreatif menyingkat sehingga memudahkan kita untuk mengingat apa itu 4 Pilar MPR yaitu singkatan dari PBNU atau : 

1. P = Pancasila 

2. B = Bhineka Tunggal Ika 

3. N = NKRI 

4. U = UUD 1945

Sessi tanya jawab (dok.pri)

Dari event ini diharapkan para generasi muda semakin memahami dan mencintai Indonesia dengan segala keberagaman ini. Selanjutnya, mengaplikasikan 4 Pilar MPR ini bukan hanya tanggung jawab dari pihak MPR RI saja, tapi tanggung jawab kita semua. Seluruh rakyat Indonesia, terutama para generasi muda yang nantinya pemegang kedaulatan bangsa di masa mendatang.


Spanduk yang terpasang di hotel Fairfield Surabaya (dok.pri)



2 comments:

  1. Acaranya kecee...Mau lagi ahhh...hehehe. Trims mbak Avy...for everythings. Sukses selalu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. doakan ada acara-acara seperti ini lagi ya mbak

      Delete