Thursday, November 23, 2017

Peran Pemerintah dalam menangani UMKM Di Era Digital


Pelaku bisnis skala kecil atau biasa disebut dengan UKM/UMKM cukup mendapat perhatian dari pemerintah dan instansi yang terkait seperti Bank dan OJK. Yang tidak pernah lelah memberikan bimbingan dan sosialisasi dalam bentuk pameran maupun seminar. Seperti pada beberapa waktu yang lalu, diadakan acara yang bertajuk Focus Group Discussion dihadiri oleh para awak media, blogger dan pelaku UMKM bertempat di hotel Amaris Bintoro Surabaya. Sedangkan tema yang di ambil adalah "Kiat UKM dan Perbankan Hadapi Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat".


Ada 4 nara sumber yang hadir dan memberikan pemaparan yaitu : 

1. Dani Surya Sinaga, Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Regional 4 Jatim 

2. Drs Achmad Basuki MSi, Kabid Pemasaran Dinkop dan UKM Provinsi Jawa Timur

3. Kuncarsono Prasetyo, Owner Kaos Sawoong

4. Atta Alva Wanggai, Regional Credit and Bussiness Development Bank Mandiri Wilayah VIII Jatim


Kesempatan pertama bapak Dani Surya Sinaga sebagai Direktur Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Regional 4 Jatim memberikan beberapa pandangannya antara lain : 


Bpk Dani Surya Sinaga dari OJK (foto dari twitter @bunda_sugi)

Bicara kondisi makro ekonomi global pada 2017 ini masih mengalami perlambatan pertumbuhan yang berkelanjutan. Dengan kondisi seperti itu pemerintah melihat ada potensi besar untuk berkembang dan itu mampu mengerakkan perekonomian. Salah satunya dengan berusaha mengenjot UMKM agar mampu bersaing di perekonomian global. 


 Dan itu dimulai dengan 4 titik nol, yakni produktif, kreatif, punya jiwa entrepreneur dan satu kali go digital. 


 Khusus menghadapi pola digital sebenarnya pelaku UMKM sudah mulai terbiasa ini dengan makin banyaknnya pelaku usaha yang suidah memasarkan produknya via online yang dimulai dari PRODUCT, PRICE, PLACE dan PROMOTION.  

PRODUCT disini tentunya produk yang dihasilkan oleh UMKM.

- PRICE artinya harga mampu bersaing. Karena dengan digitalisasi mampu memotong mata rantai terutama dalam distribusi. 

- PLACE artinya mampu berjualan dimana saja. Jika penjualan manual hanya mampu mencover di wilayahnya saja, maka di era digital ini barang bisa dijual dimanapun. Tak hanya di wilayah Indonesai tapi juga dibelahan dunia lainnya. 

Dan terakhir PROMOTION. Di era digital ini semua produk mampu dijual dan dipromosikan secara mudah via online. Tidak membutuhlan sales. 


 Khusus untuk Jawa Timur, bisa dicontohkan dari Kabupaten Banyuwangi lewat banyuwangimall.com. Semua produk ditampikan mulai barang hingga jasa. Bayuwangi merupakan kabupaten yang maju dengan pesat. Di sana ada program karnaval, dan tiap minggu ada even. Bayangkan setahun saja ada 77 kegiatan yang dipublis dan dipromosikan oleh bupati, yang semuanya melibatkan UMKM. 


Dan khusus OJK di era keuangan digital ini telah mengeluarkan ketentuan Finetech (Financial Technology) yang merupakan lini bisnis berbasis perangkat. Fintech dimulai pada Desember 2016 lalu itu itu hingga kini etrus berkembang. Setidaknya sudah ada 25 perusahaan yang begerak dibidang pembiayaan. 


Ambil contoh Amartha.com, ini menawarkan pinjaman mulai Rp 3 jutaan, yang ditujukan bagi pedagang kecil, seperti pedangan mracangan hingga kelontong. Caranya juga mudah, permohonan 3 hari sudah dijawab. Dan rate-nya 1,25 persen dengan sitem schooring credit dinilai yang palig bagus mennetukan rate. Dan pembayarannya khusus untuk Amartha ini mingguan dengan pengajuan semua secara online. 


Dengan bermunculannya lembaga pembiayaan ini dan semakin memudahkan UMKM untuk biasa mendapatkan modal, meyakinkan UMKM akan terus tumbuh. 


Mendapat kesempatan memberi pemaparan selanjutnya adalah Drs Achmad Basuki MSi Kabid Pemasaran Dinkop dan UKM Provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa : 


Bapak Achmad Basuki dari Dinkop Jatim (dok.pri)

Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur jauh lebioh tinggi disbanding pertumbuhan ekonomi nasiona. Jika nasional hanya 5,07 persen, maka di Jatim sudah mencapai 5,17 persen. Ini kalau dirupiahkan sudah mencapai Rp 1,880 Triliun. Dan pertumbuhan ekonimi Jatim itu, 54,8 persennya disupoort KOperasi dan UKM. 


Berdasarkan sensus ekonomi ada 6,8 juta UKM pada 2012, walau pada sensus ekonomi 2016 turun menjadi 4,68 juta UKM, namun perlu diklarifikasi data itu etrbagi dalam kategori, ada mikro, kecil, dan menengah. 


Lantas apa yang dilakukan oleh Pemprov Jatim agar keberadaan UMKM itu etruys tumbuh sehingga roda perekonomian Jatim semakin maju pesat. Maka salah satumnya dengan membantu dalam hal legalisasi. 


Legalisasi ini menjadi sangat penting, karena kalau masuk ke era digital, harus ada legalitas. Disinilah kita berusaha membantu pelaku UMKM untuk bisa mendapatkanSIUP, NPWP, UD, maupun PT. 


Untuk mendapatkan itu pelaku usaha harus memiliki standarisasi. Artinya jangan hanya membuat sesuatu tidak ada standarnya, missal produk makanan ya harus mengantongi sertifikasi halal, atau juga dari BPOM, itu semua adalah contohnya. Dan dinas koperasi bersedia membamtu mendapatkan semua itu. 


Satu lagi sedikit promosi, DInjkop juga menyediakan sarana promosi juga pemasran bagi UMKM, dan itu gratis dengan sistem konsinyasi. Monggo dating saja dan silahkan pajang produk bapak dan ibu di Jalan Raya Juanda NO. 22. Gratis. Selain memasarkan dengan cara menjual di gallery yang kita punya kita juga sedang mengagas menggunakan sistem online dengan kerjasama dengan Telkomsel. Jadi ketika melintas di gallery seacra otomatis akan ada promosi dari gallery dinkop. 


 Begitupun soal pembiayaan dinas koperasi juga berusaha memberikan solusi. Bagaimana pun faktanya saat ini, bunga perbankan dibanding dengan negara ASEAN, Indonesia bunga masih tinggi. Di Singapura, khusus koperasi dan UMKM bunganya hanya 4 persen per tahun, di Indonesia Bank Konvensianal bunganya 12-18 persen. Namun khusus masyarakat Jatim bisa sedikit berelhga hati karena sudah diluncurkan bersama Bank Jatim dan UMKM dengan bunga hanya 7 persen khusus pelaku UMKM. Ada dana hamper Rp 1,2 Triliun yang disiapkan, dananya standing lone. 


 Yang pasti pemrov terus berupaya mempromosikan produk-produk UMKM, tak hanya di dalam propinsi tapi juga diluar provinsi. Bahkan khusus pameran, kita gratiskan sewa stand. Itu dilakukan untuk memajukan UMKM di Jatim. Ingat orang Jatim ini kharakternya bonek, artinya bonek positif, artinya produk yang dihasilkan nanti tentunya tidak meninggalkan kualitas, kontuniatas dan price. Saatnya mengubah pola pikir agar begitu laku tidak mengubah standarisasi. 


 Mau tidak mau di era ditigal yang mulai menjarah ekonomi multi sector, tidak ada pasar tapi juga perbankan akan mulai beralih. Di Swis dan Belanda mengurangi ribuan pegawai bank. Makanya sekarang perbankan di Indonresia mulai mengalakan agent-agen, dan agen-agen inilah yang nantinya bergerak. 


 Saya harap di Jatim mari bersama-sama melakukan terobosan. Bagi masyarakat Jatim jika sudah memiliki legalitas bisa mendaftar via webside mengisi 18 indikator. Tapi kadang-kadang jiwa males itulah yang menghambat kemajuan UMKM. Sudah divasilitasi, enggan melakukan pengisian. Ingat UMKM itu emmang dimulai dari yang biasa dulu tapi ditopang kemauan dan niat akan menunjukkan sebuah jalan menuju keberhasilan. 


Padahal sekarang saya beritahu, pengisian iotu dimaksudkan untuk melakukan database UMKM di Jatim. Tujuannya ya untuk membantu, bagimana agar UKM bisa maju, misal apa yang dibutuhkan mereka. 


 Di Jatim sudah ada 26 perwakilan, dan itu satru satunya dari dari 34 provinsi di Indonesai. Kenapa UKM begitu difokuskan, karena pertumbuhan ekonomu di Jatim disokong oleh para pelaku UKM. 


 Untuk itu mari kita sama-sam mencari solusi bersama baik itu tenatang produksi maupun legalitasnya. Saya berharap mari kita majukan perekonomian jatim, lebih baik dibanding provinsi lain. Tanpa bapak ibu Jatim bukan apa-apa. 


Sedang pembicara ke 3 adalah Kuncarsono Prasetyo Owner Kaos Sawoong yang pernah menjadi wartawan. Beliau berbagi pengalaman dan menceritakan tentang suka duka sebagai pelaku UMKM, yaitu : 


Mas Kuncarsono, pelaku bisnis UKM (dokumen pribadi)

 Awalnya saya wartawan, tapi saya memilih ‘mualaf’ menjadi pengusaha. Saya lebih suka menyebut pengusaha karena itu mencerminkan identitas, selain karena kelihatannya jelasnya tinggi dan punya kesempatan lebih tinggi. 


 Dan sebagai pengusaha maka jangan beralasan usaha berhenti karena keterbatasan modal. Saya adalah orang yang telah memanfaatkan Fintech bahkan kalau kita mau kita bisa mendapatkan pinjaman yang bisa mencap[ai Rp 2 miliar. Jadi begitu mudahnya mendapatkan dana untuk ekmajuan usaha, jadi jangan jkadikan lasana lagi tidak ada modal. 


Saya akan mengajak pelaku UMKM bersama-sama menghadapi pola komunikasi dari yang konvensional dengan bergerak pada komunikasi yang cukup hanya visual alias melihat. Seperti gerakan para fotografer. Proses membuat dan memasarkan menjadi penting, karena saya nilai urusan modal beres, urusan produksi tergantung taste alias selera dan rasa. 


Contoh saya ambil gambar cewek cantik, dia bisa tampil cantik kartena efek visual, jadi seperti berjualan dengan online di bukalapak dll itu efek visual menjadi penting utuk memicu orang utuk mendapatkan barang yang dimaui. 


 Itu adalah gambarannya, sekarang mari kita berbagi kiat sukses memasrkan. Berdasarkan pengalaman yang saya, mengemas atau packaging dengan memoles lebih cantik kemasannya, itu menjadi pemicu konsumen melakukan pembelian. 


Harus dibedakan antara mengemas dan menipu, dengan berusaha melihat sudut pandang demi hasil yang lebih baik. Menipu misalnya jualan bakso ngaku soto, tapi kalau jualan bakso ditata lebih bagus akan lain. Saat ini visual mengalahkan segalanya, jika visual tidak menarik, maka sulit utuk meyakinkan pembeli. Barang sebagus apapun kalau kemasannya tidak menarik pasti tidak akan laku. Contoh kacang dibungkus plastic harganya Rp 4000, tapi ketika akhirnya berganti dikemas secara menarik, kacang yang semula hanya dihargai Rp 4.000 bisa melonjang menjadi Rp 25 ribu, dan ketika dijual di Juanda sudah mencapai harga Rp 50 ribu. Itu adalah sal;ah satu contoh yang dilakukan kacang Tree G. Visual menarik membuat separuh selera muncul. Jadi kini perang bukan lagi rasa. 


Setelah tampilan dipahami, selanjutnya yang dilakukan adalah penyajian. Jangan karena energi habis karena tidak mengenali target pasar. Pola perdagangan purba dengan system manual, yakni menyasar pada siapapun yang ditemui harus mulai dihindari. Ketika perubahan yang lebih efisien jika masih mengunakan cara jaman lampau menjadi tidak menarik. Ada yang lebih efisien ketika memasuki dunia digital menjadikan pasar tepat sasaran. Untuk menuju ke sana, mari menyajikan visual sederhana, mengemas dan menyajikan produk yang baik adalah branding itu adalah identitas. 


Lantas bagimana kalau gaptek? Jadi kalao gaptek ya repot di era digital ini. Makanya harus kolaborasi dengan mereka yang mengerti dunia digital..Yakinlah jika kita yakin maka appun yang tidak mungkin mungkin. 


Pembicara yang terakhir atau yang ke empat adalah bapak Atta Alva Wanggai Regional Credit and Bussiness Development Bank Mandiri Wilayah VIII Jatim yang menjelaskan bahwa : 


Bapak Alva (dokumen pribadi)

 

Bank Jatim terus bergerak bersama dengan para pelaku UMKM. Implementasi yang sudah dilakukan Bank Mandiri untuk turut mengangkat perekonomian Indonesia dengan melalui UMKM. Salah satunya dengan emndirikan Rumah Kreatif BUMN (RKB) 


Dimana didalamnya melakukan proses mulai dari proses mencari UMKM, membina, sampai mengajarkan e-commerce, didalamnya tercerita dengan jelas. 


 Di setiap kota di Indonesai RKB itu ada, dengan harapan bisa mengakomodasi kepentingan UMKM. Namun masing-masing kota, beda bank yang ditunjuk, missal di Sidoarjo menggunakan Bank BRI, kebetulan di Surabaya kerjasamanya dengan Bank Mandiri. 


 Karena program ini merupakan program baru diluncurkan tahun 2017 ini, maka Bank Mandiri berusaha menjemput sendiri pelaku UMKM. Kita berusaha mencari UKM untuk dijadikan binaan BUMN maupun pemerintah. Jadi kita melakukan pemjemputan secara aktif. 


 Yang dilakukan pelaku UKM ini sebenarnya sangtalah muidah, mereka cukup melakukan register. Fungsinya akan dilakukan pengembangan usaha dan peningkatan kualitas produk dengan belajar dan berbagi bersama. Dan seperti Dinkop Jatim, program ini di gratis. 


 Hingga saat ini sudah ada berbagi macam kegiatan pasca di Launching apda Januari 2017 lalu. Hingga saat ini sudah ada 42 kegiatan. Misalnya kegiatanyya terkait packaging hingga mencari pasar, dari pemnbiayaan hingga produk jadi semua sudah terprogram. Bahkan kita mewadahi promosi produk melalui digitalisasi alias e-commerce, lewat laman belanja.com. 


 Inilah peran BUMN untuk memajukan UMKM yang selama ini jalan sendiri-sendiri kita fasilitasi, hingga akhirnya berharap barang yang dijual tidak secara local tapi teregister di belanja.com. 



Setelah semua narasumber memberikan paparan, para peserta tidak sabar untuk mengajukan pertanyaan. Karena memang sebagian besar undangan adalah para pelaku UKM atau UMKM. 


Mas Pandu mengajukan pertanyaan sebagai pelaku bisnis UMKM (foto milik panitia/masruroh)

1. Salah satunya adalah mas Pandu yang kebetulan adalah bekas wartawan. Beberapa poin yang dia tanyakan adalah : 


Untuk Pak Dani, apakah keberadaan mata uang bitcoin aman alias legal, apalagi menjanjikan tidak ada inflasi?  


Terkait bitcoin, di Bank Indonesiua saat ini bukan merupakan alat pembayaran yg sah. Jadi harus hati-hati karena masih illegal. Bank Indonesia juga masih belum yakin. Rentan juga kalau lupa password karena bisa hilang semuanya. Saran dari pak Dani, harus sangat hati-hati. Cari investasi yg aman, seperti uang dinar yang ada fisiknya. Kalau memang mencoba tidak dilarang, tapi jangan minta perlindungan pemerintahan.


Untuk Pak Basuki, Pandu menilai tindakan dari Dinkop sudah bagus telah memberikan pelatihan-pelatihan bagi para pelaku usaha. Namun alangkah baiknya materinya lebih tertata sehingga tidak terkesan materinya itu-itu saja. Terkait online yang mulai mewabah, mohon dinas koperasi mengagendakan materi khusus online.  


Kalo mau meningkatkan ilmu, dipersilahkan datang ke kantor Dinkop. Ada 14 layanan. Kebiasan buruk pelaku UMKM ini kan antara pemasukan keuangan bisnis dan uang pribadi dicampur aduk. Itulah yang kadang-kadang membuat para pelaku ekonomi akhirnya kedodoran. Untuk itulah Dinkop mendidik para pelaku usaha agar tidakl terjerumus ke situ. Dipersilahkan datang ke kantor Dinkop untuk meminta informasi seperti manajemen pengolahaan usaha. Gratis dan tidak di pungut biaya apapun. Sejak tahun 2008 sudah digalakan dan itu adalah bagian dari fungsi pemerintah untuk fasilitas dan regulasi. Akan diajarkan bagimana cara mau mengajukan ke perbankan, bagaimana cara membuat proposal dan lain sebagainya. 


Tentang online baru akan direalisasikan tahun depan, tentang bagaimana melakukan penjualan pelaku UMKM via online dengan kerjasama bersama bukalapak dan lazada. Tapi nantinya yang dijual harus produksi sendiri bukan broker. Kalo usaha batik harus tulis atau cap bukan printing.


Khusus Kuncar apakah visual segalanya? 


Intinya jujur, bedanya menipu dan mengemas seperti yg diterangkan cak Kuncoro bahwa jadi konsumen juga harus cerdas. 


2. Penanya ke dua adalah ibu Sugihartati yang juga blogger : 


 Untuk pak Atta, RKB saya pernah tahu pameran di grand city, saya juga sudah jadi member. Yang ingiun saya tanyakan kira2 saja kegiatanya RKB sudah berapa lama berjalan. Mungkin perlub dilakukan sosialisasi biar bisa menjangkau seluruh pelaku UMKM. Juga sisi manfaatnay apa? 


Pelaku UMKM bisa dating ke jalan Khairil Anwar di situ RKB Bank Mandiri. Disana disedikan ruangan untuk member RKB untuk bertemudg klien atau diskusi. Di RKB mempunya tenaga profesianal yang bisa memberikan kosulatasi terkait apapun yg terkait usaha. Terkait dg pelatihan2 mmg tidak bisa tiap hari. Dan perlu diketahu sekarang ini sudah ada 1100 member, dari situ kami kelompokkan per poduk. Lainya bisa display produk dari member kami. Klo ada kunjungan selalu memfasilitasi penjual utuk menambah market dari UMKMyang telah menjadi member. Juga event2 lain kegiatan selalu dilibatkan. 


Dokumentasi : Masruroh (Panitia)

Saya sendiri sempat "curcol" atau beberapa usulan khususnya untuk bapak Achmad Basuki dari Dinas Koperasi antara lain :


Banyak anak muda yang mempunyai kemauan dalam berdagang. Didukung tekhnologi yang canggih, mereka banyak jual online di media sosial seperti instagram dan website. Sayang belum ada support atau sosialisasi untuk para generasi muda. Mungkin juga mereka maunya mandiri. Tapi kebanyakan hanya musiman, tidak berlangsung lama. Alangkah baiknya kalau pemerintah juga memberi pembekalan bagaimana cara berbisnis dan belajar menjadi UKM/UMKM.


 Maraknya artis  yang membuka kue di daerah termasuk Surabaya, apakah tidak ada keinginan pemerintah untuk lebih menonjolkan kue tradisional sehingga nantinya tidak akan kalah ngehits dari kue mereka.

Diharapkan pemerintah membuat aplikasi yang bisa menampung keahlian dari para ibu rumah tangga atau pebisnis kuliner untuk di tampung dalam satu media. Itu juga akan mempermudah mencari informasi kalau kita mencari kue dan makanan yang khas di daerah kita. 


Semoga acara semacam ini bisa dilaksanakan sesering mungkin. Karena dengan mendapat ilmu serta informasi yang sangat bermanfaat ini, rasanya tidak hanya para pelaku bisnis UKM/UMKM saja yang semangat. Para blogger pun turut semangat dan ingin menekuni bisnis juga.


Blogger yang hadir pada acara ukm/umkm (dokumen pribadi)


Wednesday, November 22, 2017

Hari Jamban Sedunia 2017, Sebuah Harapan Adanya Perubahan

Bu Reni mengambil air di sumur umum kalau musim kemarau (dokumen pribadi)


Pernahkah kalian mendengar Hari Jamban Sedunia? Pernahkah kalian tahu, bahwa masih banyak saudara kita yang belum memiliki toilet sendiri. Sehingga harus menempuh jarak yang cukup jauh berkilo-kilo meter untuk bisa sekedar buang hajat. 


Percaya nggak percaya kan? 


Ini Indonesia looooo mas bro mbak bro. Yang katanya sudah 72 tahun merdeka. Yang katanya negeri subur, makmur, sentausa, gemah ripah loh jinawi. Eh terus apa hubungannya ya? Tentu saja ada dong! Dengan kemerdekaan yang kita raih serta kekayaan alam yang berlimpah, Indonesia seharusnya sudah termasuk negara yang bermartabat. Dimana segala sesuatunya bisa di ukur dari hari yang sepele seperti kesejahteraan rakyat untuk memiliki jamban dan sanitasi yang memadai. 


Sudah belum ya? Ada beberapa contoh cerita di bawah ini, semoga bisa menjadi masukan dan membuka mata kita. Bahwa ternyata masih banyak saudara kita yang tidak seberuntung kita. Terutama yang tinggal di daerah perkotaan.


Bu Reni harus menempuh jarak sejauh 1 kilometer dari rumahnya kalau mau mengambil air bersih untuk masak, minum bahkan mandi. Dusun yang dia tinggali termasuk kawasan kekurangan air, terutama ketika musim kemarau. Air menjadi sangat susah. Kondisi ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu. Bahkan menurut pengakuannya, kondisi seperti ini sudah ada sejak dulu ketika dia masih kecil.


Masyarakat setempat harus berjuang untuk mendapatkan air dengan cukup susah payah, karena di dusun mereka tidak ada sumur. Karena dari 90 Kepala Keluarga hanya ada 15 orang yang memiliki sumur. Mereka harus mencari air ke sumur terbuka yang letaknya di tengah hutan yang jaraknya cukup jauh dengan berjalan kaki karena jalannya tidak memungkinkan untuk dilewati kendaraan roda dua sekalipun. Melewati sawah, kebun dan hutan sambil membawa jerigen, ember bahkan gentong yang terbuat dari tanah untuk mengangkut air. 


Saya mencoba mengambil air dari sumur umum warga desa balong (dokumen pribadi)

Sumur umum tersebut hanya berupa bak beton penampung air dan tidak ada pompanya. Jadi kalau ingin mengambil air, harus menimba. Tidak ada penutup apapun baik mulut sumur itu maupun tembok sekeliling. Jika mau mandi atau cebok, akan jelas terlihat secara bebas dari sudut manapun. Makanya warga sering mengenakan pakaian sekedarnya apabila akan beraktifitas mandi. Kondisi ini, menurut bu Reni sudah menjadi kebiasaan dan hal yang lumrah. Warga mandi dan beraktifitas lainnya di sumur tanpa dinding penutup itu.


Sanitasi air bersih yang sudah terpasang di rumah bu Reni (dok.pri)

Tapi sekarang bu Reni yang warga dusun Balong desa Turi RT 13 RW 03 kecamatan Tambakrejo Bojonegoro itu tidak perlu antri dan menginap semalaman di hutan untuk mendapatkan air. Karena berkat bantuan kredit dari Komida dan water.org, di rumahnya sudah terpasang saluran air yang tidak hanya bisa dinikmati keluarganya tapi juga tetangga sekitarnya. Ya, dia tidak akan menolak kalau tetangganya akan mengambil air bersih di rumahnya. Di samping memang begitulah sifat tepo sliro penduduk desa yang sudah tertanam sejak dulu, tapi juga karena masih banyak tetangganya yang hidup di bawah garis kemiskinan (kurang mampu).


Apa itu Komida yang kepanjangan dari Koperasi Mitra Dhuafa? Apa itu water.org? Akan saya jelaskan di artikel tersendiri ya. 


Letak dusun Balong sekitar 30 kilometer dari pusat Kabupaten Bojonegoro, dengan waktu tempuh sekitar lebih dari 2 jam. Medan cukup sulit dengan kontur tanah berbatu kapur dan berlumpur apalagi kalau lagi musim hujan. Membuat perjalanan membutuhkan waktu yang lebih lama karena harus hati-hati dengan jalanan yang sangat licin. 


Tanah menjadi licin dan becek kalau habis hujan (dokumen pribadi)

Pengalaman yang hampir sama dengan bu Reni juga dialami oleh ibu Supeni yang sudah 2 tahun ini memiliki WC berkat pinjaman dari Komida. Warga RT 19 RW 04 Dusun Kedung Ngingas Desa Kolong Kecamatan Ngasem Bojonegoro tersebut mengaku bahwa sebenarnya ada program pemerintah untuk pengadaan jamban. Tapi bantuannya terlalu sedikit dengan prosedur yang tidak mudah. Tapi kalau kredit dari Komida tidak membutuhkan anggunan, prosedur mudah dan pembayaran sangat ringan.



Dulu dia dan keluarga juga warga desa yang lain sudah terbiasa buang hajat di belakang rumah atau di hutan. Kalau di belakang rumah, dengan membuat lubang (jumbleng) yang nantinya akan di tutup kalau sudah penuh. Kemudian akan berpindah tempat untuk membuat lubang jumbleng yang baru. Begitu seterusnya. Tapi ketika anak perempuannya makin dewasa, dia merasa sangat membutuhkan fasilitas buang air yang lebih aman dan nyaman. Cita-citanyapun tercapai untuk memiliki jamban yang memadai berkat kucuran kredit dari Komida yang bekerja sama dengan water.org.


Sumur tempat bu Supeni mengambil air sekaligus tempat mandi umum (dokumen twitter @kjpl_indonesia)


Ketika di tanya oleh awak media, apa yang dia inginkan setelah pinjamannya lunas. Jawaban bu Supeni adalah sanitasi air bersih. Supaya dia dan keluarga tidak harus berjalan jauh, bahkan mengantri berjam-jam untuk mengambil air buat masak dan minum.


Foto bersama team water.org, Komida dan blogger serta media di depan rumah bu Supeni baju maroon (dokumentasi milik mbak Reni)

Bu Reni dan bu Supeni adalah 2 dari segelintir orang yang baru bisa menikmati fasilitas sanitasi yang di dapat secara kredit dari Komida. Sebenarnya masih banyak warga di Bojonegoro yang belum memiliki sanitasi sehat dan kecukupan untuk kebutuhan akses air bersih, khususnya di waktu musim kemarau. Gambaran betapa susahnya mendapatkan air sangat tergambar jelas pada kisah bu Reni dan bu Supeni. Yang tinggal di dusun berbeda di Kabupaten Bojonegoro. 


Saya sangat beruntung sekali bisa berkesempatan mengunjungi mereka bertepatan memperingati Hari Jamban Sedunia yang jatuh pada tanggal 19 Nopember 2017 lalu. Atas ajakan water.org yaitu sebuah organisasi non-profit yang peduli terhadap lingkungan, akses air bersih dan sanitasi. Juga turut serta dalam kegiatan tersebut adalah lembaga keuangan mikro (LKM) untuk pembiayaan pinjaman sanitasi yaitu Komida. Bersama beberapa awak media dari Bojonegoro, Surabaya, Tuban dan Malang untuk melihat langsung masyarakatnya yang masih BABs atau buang air besar sembarangan. 


Lokasi sumur umum sangat jauh dari pemukiman dan di tengah hutan (dok.pri)

Masalah air ini memang masalah lama, bahkan dari bertahun-tahun yang lalu. Pe er yang belum bisa dituntaskan tidak hanya pemerintah tapi juga masing-masing individu yang berkepentingan. Di samping pemahaman yang kurang, keterbatasan ekonomi adalah salah satu yang menghambat masyarakat Jawa Timur untuk memiliki sanitasi termasuk jamban. Bahkan masyarakat Kabupaten Bojonegoro yang wilayahnya dikenal kaya akan minyak dan gas, ternyata masih banyak penduduknya yang belum memiliki jamban akibat kendala keuangan serta kesulitan ekonomi.


Tapi untunglah saat ini ada lembaga keuangan mikro (LKM) yang memberikan pinjaman lunak untuk akses air bersih dan sanitasi, yaitu salah satunya adalah Koperasi Mitra Dhuafa (Komida). Mereka memberikan pinjaman untuk pembangunan jamban atau akses air bersih, dengan angka maksimal Rp 6,5 juta. Angsuran dicicil setiap minggu, disesuaikan dengan kemampuan anggota. 


Bapak Sugeng dari Komida sedang presentasi (dokumentasi : mbak Imelda)


Menurut Direktur Operasional Koperasi Mitra Dhuafa (Komida) Sugeng Riyono pada awak media, pihaknya fokus menggarap sektor sanitasi masyarakat miskin karena tidak ada lembaga keuangan besar yang mau menggarapnya. Sudah 3 tahun Komida membantu pembiayaan masyarakat miskin dari sisi kesehatannya dan cukup berhasil. Pihaknya sudah merambah di sekitar 400 kabupaten dan kota di 11 provinsi. Sudah ratusan ribu penerima manfaat pinjaman untuk sanitasi dan air bersih ini.  


Mbak Fay dari water.org (dokumen pribadi)

Sementara itu Andi Musfarayani yang akrab di panggil Fay - Advocacy Manager water.org mengatakan bahwa pihaknya tidak memberikan sanitasi atau jamban secara cuma-cuma. Tapi pihaknya akan selalu berupaya mendampingi Komida untuk terus mensosialisasikan pentingnya sanitasi dan ketersediaan air bersih bagi kesejahteraan warga. Memang ada alasan tersendiri kenapa tidak memberikannya secara gratis, yaitu untuk menumbuhkan rasa tanggungjawab. Jika ada effort lebih, maka warga akan benar-benar merawat kamar mandi atau jamban yang sudah dimilikinya tersebut. 


Selamat merayakan Hari Jamban Sedunia 2017. 

Atasi sakit maag dengan obat herbal Maggo


Sakit MAAG, dengernya aja udah parno dan ngeri duluan. Siapa sih yang nggak pernah sakit maag. Untuk sebagian orang, sepertinya sakit maag itu sepele. Cuman karena telat makan, lalu minum obat langsung bisa sembuh. Ternyata tidak sesepele itu sodara. 


Sejak kecil saya sudah sangat akrab dengan penyakit itu. Seperti yang kita ketahui, penyakit maag atau radang lambung adalah gejala penyakit yang menyerang lambung dikarenakan terjadi luka atau peradangan pada lambung. Kemudian memunculkan rasa sakit, mulas dan perih pada perut. Bener-bener sangat mengganggu, bahkan sampai tidak bisa beraktifitas seperti biasa. 


Sampai akhirnya saya berusaha mencari informasi tidak hanya seputar apa itu penyakit maag, tapi juga kira-kira obat apa yang aman dan nyaman dikonsumsi. 


APA PENYEBAB SAKIT MAAG?


Penyakit maag biasanya muncul diawali dengan reaksi naiknya kadar asam lambung, yang dapat merusak jaringan mucosa pada lambung. Berikut ini adalah beberapa penyebab yang bisa menimbulkan penyakit maag yaitu : 


1. Pola makan yang tidak teratur

2. Faktor dari makanan

3. Mengkonsumsi minuman keras dan bersoda

4. Terlalu banyak mengkonsumsi kaffein

5. Stress 


Selanjutnya, bagaimana kita memilih obat maag yang aman dan nyaman? Karena saya sendiri pasti akan memilih obat maag yang tidak menimbulkan efek sampingan walaupun di konsumsi terus menerus. Karena mengobati penyakit maag yang sudah kronis harus dilakukan secara berkesinambungan. Tentunya obat yang terbuat dari bahan alami dan herbal. Salah satu obat yang menjadi pilihan saya adalah Maggo.


APA ITU MAGGO?


Maggo adalah jamu atau obat sakit maag tradisional yang di buat dari bahan herbal alami dan bermutu tinggi, untuk mengatasi sakit maag akut maupun kronis. Maggo di buat sesuai dengan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik atau istilahnya adalah CPOTB. Yang ditetapkan oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan RI). Jamu sakit maag tanpa efek sampingan yang negatif ini di buat dari bahan makanan sehari-hari dengan komposisi dan pengolahan yang tepat serta higienis.



Bahan-bahan alami yang dipakai untuk memproduksi Jamu Maggo  diolah dan diracik sesuai pengetahuan dan komposisi yang tepat, sehingga menghasilkan khasiat yang sangat mujarab untuk mengobati sakit maag akut maupun kronis. Bahan-bahan alami yang dipakai untuk memproduksi Jamu Maggo antara lain adalah cengkeh, kunyit, lengkuas, kacang hijau dan jamur kuping.


Perbandingan Maggo dengan obat maag yang lain (capture website maggo.co.id)

Untuk informasi lengkap tentang Maggo, kunjungi website-nya ya tinggal klik di https://maggo.co.id/.

Tuesday, November 21, 2017

Event Kementrian PUPR Goes To Campus 2017, diharapkan Mahasiswa menjadi penyambung lidah pemerintah

Dari kiri: Direktur Utama PT Semen Indonesia Hendi Priyo Santoso, Sekjen Kemen PUPR Prof Anita Firmanti, Direktur Pemberitaan Media Indonesia Usman Kansong, Wakil Rektor Universitas Airlangga 4 Junaidi Khotib, S.Si., Apt., M.Kes., Ph.D., dan moderator acara PUPR Goes To Campus 2017 (dokumentasi twitter @KemenPU)


Kementerian PUPR akan terus mendorong pembangunan jalan tol, MRT dan kereta cepat Jakarta–Surabaya. Itu yang akan menjadi perhatian utama. Demikian yang disampaikan oleh Sekjen PUPR Prof. Dr. Ir. Anita Firmanti Eko Susetyowati, MT., dalam acara talkshow dengan tema PUPR Goes To Campus di Airlangga Convention Center, hari Rabu 15 Nopember 2017 yang lalu.


Sedangkan topik talkshow kali ini adalah "Saatnya mengambil manfaat pembangunan infrastuktur PUPR di pulau Jawa". Alasannya karena, jalan memang menjadi salah satu infrastruktur yang diprioritaskan untuk memperlancar jalur distribusi di Pulau Jawa. Aspek-aspek yang memengaruhi sasaran infrastruktur turut disampaikan. Salah satunya adalah Demografi. Gencarnya pembangunan infrastruktur itu menaikan peringkat daya saing Indonesia ke posisi ke-36. Hal tersebut menunjukan Indonesia memiliki daya saing yang bagus dalam urusan kompetisi global. 


(dokumentasi twitter @KemenPU)


Sedangkan tujuan acara ini diselenggarakan di kampus adalah untuk memberikan informasi kepada mahasiswa terkait pembangunan infrastruktur yang telah dan yang akan dilaksanakan di Indonesia, terutama di Provinsi Jawa Timur. Karena sebagai motor penggerak dalam pembangunan, generasi muda juga sudah dipupuk dan diajak untuk lebih aktif dalam berbagai kegiatan dalam masyarakat. Salah satunya adalah sebagai penyambung lidah untuk menyampaikan informasi terkait infrastruktur yang dikembangkan oleh pemerintah.


(dokumentasi twitter @KemenPU)

Kegiatan PUPR Goes To Campus 2017 terdiri dari dua sesi. Sesi pertama diselenggarakan pada pukul 09.00-12.00 WIB adalah sesi di luar ruangan (outdoor). Dimana terdapat booth-booth baik dari Kementerian PUPR maupun mahasiswa dari segala jurusan yang menampilkan karya-karya yang dimiliki. Selain itu ada juga berbagai games yang terdiri dari kuis dan permainan yang dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang hasil-hasil pembangunan Kementerian PUPR.



(dokumentasi twitter @KemenPU)

Sedangkan sesi kedua adalah penyelenggaraan talkshow yang menghadirkan narasumber yaitu Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR  Anita Firmanti, Wakil Rektor IV Unair Junaidi Khotib, Direktur Pemberitaan Media Indonesia Usman Kansong, Direktur Utama Semen Indonesia Hendi Prio Santoso, dengan Zackia Arfan sebagai moderator. 


(dokumen pribadi)


Selain mengundang mahasiswa, hadir juga awak media dan blogger yang diharapkan bisa menjadi penyampai informasi kepada masyarakat terkait pembangunan infrastruktur di Indonesia dalam rangka membangun kepercayaan publik dan terus menebar semangat optimisme publik. 












Thursday, November 16, 2017

Aplikasi Detikcom #AdaYangBaru dengan tampilan berbagai macam fitur


Saat ini kita sudah memasuki era digital, dimana mayoritas masyarakat mencari dan mendapatkan informasi melalui internet. Berita yang tersaji lewat media online, bisa di dapat melalui berbagai perangkat. Baik komputer, laptop, notebook, handphone dan aneka gadget yang makin canggih. Kita tidak perlu repot mencari informasi terkini, karena semua bisa di dapat lewat genggaman alias handphone.




Tekhonologi yang semakin tinggi itulah kemudian melahirkan kreatifitas-kreatifitas digital yang makin modern. Salah satunya yang baru saja diperkenalkan oleh detikcom, yaitu aplikasi terbaru yang bisa di unduh melalui hape android kita.



Tampilan dari aplikasi detikcom sekarang cukup lengkap hanya dalam satu sentuhan. Kalian sudah bisa mendapatkan informasi yang beragam dan komplit. Beberapa fitur baru dalam tampilan aplikasi detikcom seperti : 

 

1. Pembaharuan Tampilan Antar - Muka. 

Jadi tampilan akan terlihat lebih bersih dan kekinian banget. Sehingga kita tidak akan bosan ketika membuka aplikasi dengan fitur yang cukup nyaman di lihat.


2. Mode Malam. 

Mode malam ini bisa otomatis menyesuaikan warna tampilan ketika malam hari sehingga tetap nyaman di baca waktu malam.


3. Kategori Video. 

Fitur video ini menjadi salah satu hiburan yang menyenangkan ketika membuka aplikasi detikcom. Video-video popular 20 detik yang sangat kreatif, bisa menjadi alternatif lain mendapatkan informasi.


4. Fokus. 

Fokus atau liputan yang spesifik dan mendalam lebih mudah ditemukan. Biasanya berhubungan dengan issue terkini baik berupa politik dalam negeri maupun luar negri. Yang jelas, informasi lebih lengkap dan ter update.


5. Berita Daerah. 

Berita beberapa daerah di Indonesia lebih mudah ditemukan dan selalu terupdate setiap detik. Sehingga perkembangan di pelosok daerahpun bisa kita ketahui lewat fitur ini.


6. Indonesia Happy. 

Semua berita yang membuat bangga, bahagia dan inspiratif bisa di baca di menu Indonesia Happy. Ini adalah salah satu komitmen dari detikcom dengan menyuguhkan fitur Indonesia Happy. Karena konten ini akan selalu menyajikan informasi yang tidak saja membahagiakan tapi juga membanggakan dan menginspirasi. Dimana semua prestasi dan kiprah anak bangsa akan di share dan dituangkan disini.

Pastinya, aplikasi detikcom ini akan berkembang terus dan akan mengikuti kemajuan tekhnologi informasi yang sepertinya tidak terbendung lagi kecanggihannya. Jadi, kalau kamu pengen di sebut kekinian dalam informasi, up date terus info dari detikcom ya! So, tunggu apalagi? Download aplikasi detikcom sangat mudah lewat playstore atau iTunes.



Wednesday, November 15, 2017

Pameran otomotif Weekend On Wheels hadir di Surabaya


Pekan ini Surabaya bakal digebrak acara seru Komunitas Motor dan mobil. Tidak tanggung-tanggung, sekitar 250 komunitas otomotif beradu kontes menampilkan karya modifikasinya di Parkir Timur Delta Plaza. Event Weekend on Wheels 2017 perdana ini diselengarakan oleh Samudraya Dyan Praga pada tanggal 11 dan 12 Nopember 2017.  Didukung penuh oleh Pertamina, KratingDaeng, XL dan sejumlah sponsor lainnya. Bisnis otomotif di Indonesia memang fluktuatif seiring dengan pertumbuhan ekomoni nasional. WOW SBY 2017 memunculkan gairah bisnis baru yang tak bisa lagi dipandang sebelah mata. 



Setiap tahun animo dalam bermodifikasi terus meningkat, sehingga mengakibatkan bermunculannya komunitas pehobi otomotif kendaaraan roda dua dan empat. Kreativitas inilah yang membentuk pasar modifikasi mobil dan motor semakin diperhitungkan. Weekend On Wheels berhasil merebut perhatian ratusan komunitas motor dan sejumlah industri terkait. 



Bertempat di area parkir Taman Delta Plaza seluas 100 meter x 36 meter penuh terisi hampi 200 stand, termasuk belasan foodcourt dan foodtruck.  Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Surabaya membuka stand sparepart mobil homemade. Komunitas Motor Black Motor Community (BMC) pun tidak kalah eksis menampilkan berbagai part kebutuhan modif.  Acara yang berlangsung selama dua hari dari pagi hingga malam ini dikemas kreatif oleh sejumlah Komunitas Motor.  Diantaranya aktivitas mural mobil, body painting, drone race, safety riding lady bakers dan  DJ performance. 




Hariman T Zagloel, CEO dari Samudra Dyan Praga berharap otomotis ajang ini akan menjadi trend setter. Melalui event ini, pasar otomotif Indonesia khususnya di Surabaya dan sekitarnya dapat bersaing. Merambah sampai internasional dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia.


Untuk memaksimalkan entertain kepada pengunjung dihadirkan konser D Massive. Pertamina yang menjadi salah satu sponsor acara juga menyuguhkan talkshow menarik. Mengulas tentang produk dari Pertamax Series, Pelumas Faston & Enduro. Melibatkan berbagai komunitas terkait seperti Komunitas BIC dan Komunitas HJOC. 


MIGO

Migo adalah salah satu solusi mengantisipasi kemacetan melalui jasa persewaan sepeda listrik yang diintegrasikan dalam bentuk aplikasi pada smartphone. Sejak diluncurkan Juli 2017, saat ini sudah 1000 unit Mohon tersebar 500 unit di 100 titik station. Dan, telah diundur sebanyak 1.800 orang pengguna. Target tahun ini ada 2000 pengunduh.  Target dr 1000 armada mampu menggarap 10 rb pengguna. Sistem pembayarannya dengan emoney. Pengguna bsa mengisi pulsa 100 rb, dan akan memperoleh pulsa Rp 200 rb tuk bersepeda. Selama promosi di bulan November, pengguna Migo dapat memakainya secara cuma-cuma.



Sepeda Migo  adalah sepeda listrik berbasis  aplikasi yang ramah lingkungan. Diluncurkan untuk mengurangi polusi udara. Pertamina  mengajak masyarakat sebagai partner bisnis untuk substation atau layanan  penyewaan sepeda listrik yang murah, nyaman dan aman. (Migo E-Bike) telah hadir di Surabaya.  Syaratnya : 

1. punya halaman terbuka 2 M x 4 M 

2. punya satu smartphone 

3. Penghasilan lebih  2 jt dan bonus lainnya




Pertamina

Produk andalan dari Pertamina mulai dari Pertamax dan yang paling unggul adalah pertamak turbo. Pertamak Turbo bekerja sama dengan Lamborgini dan membuat event di Italia. Semua mobil yang ada di event di italia menggunakan Pertamax Turbo dan pasarnya meningkat. Bangga dengan produk Indonesia yang mendunia menggunakan Pertamax Turbo. 



Pertamina memenuhi kebutuhan konsumen dengan bahan bakar yang berkualitas. Untuk Pertalite sendiri disesuaikan dengan mesin menggunakan round menumal 90 dan Pertalite sudah memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan Pertamax pembakaran lebih merawat mesin kendaraan.  Pertamax Turbo memiliki seluruh keunggulan ditambah IBF yang memiliki keunggulan utama agar pacu lebih maksimal dan merawat lebih lama. Pelumas dari pertamina lubrican ada 2 brand yang paling update. Untuk roda 4 ada Fastron yang unggul dalam teknologi dan kualitas terbaik. 


(Foto milik mbak Miramiut)

Untuk kegiatan berikutnya akan bisa mensupport lagi dengan pengunjung yang lebih meningkat lagi. Gunakan Pertamina dan seluruh rangkaian produknya karena akan meningkatkan juga produk unggulan dalam negeri. Komunitas yang hadir juga memiliki cinta akan produk Indonesia khususnya Pertamina yang digunakan



Pada acara tersebut, sejumlah pejabat dari Pertamina dan sponsor yang terkait berkomitmen untuk menjaga lingkungan dengan bersama-sama menandatangani pohon prasasti untuk menyelamatkan bumi.

Friday, November 10, 2017

Menikmati Eksotisme Sunset bersama keluarga di Fairfield Hotel Surabaya

Menikmati Eksotisme Senja di Fairfield Hotel Surabaya (dokumen pribadi)


Menikmati Eksotisme Sunset bersama keluarga di Fairfield Hotel Surabaya


Weekend is coming!!! 


Yaaaaahhhh..... Mendengar kata weekend, rasanya pengen teriak sekencang-kencangnya biar sampai tembus ke langit tingkat tujuh. Karena happy banget, rasanya membuncah sampai ke ubun-ubun. Eh norak amat sih? Memangnya gak pernah merasakan wiken ya? 


Kali ini memang beda banget. Setelah beberapa kali weekend dipadeti kegiatan yang tidak bisa di tunda, akhirnya datang juga momen kebebasan itu. Dan langsung saja si bungsu Adham nodong buat ngajak staycation. Wah, bingung lagi nih jadinya. Padahal saya nggak terlalu suka pergi luar kota kalau weekend. Nanggung banget kalau cuman sehari dua hari. Dalam kebingungan itu, tiba-tiba Adham mengajukan usul untuk staycation di satu tempat yang memang sudah lama dia inginkan. 


"Kita nginep di Fairfiled aja Ma. Kan dulu mama pernah janji mau ngajak staycation di sana." 


Bagus juga idenya! Saya memang beberapa kali dapat undangan event di sana. Sering berfoto-fotoan karena memang hotel Fairfield itu sangat instagramable banget. Adham sempat protes karena tidak di ajak. Aduh nak, kamu kan sudah bukan anak kecil lagi yang bisa di ewer-ewer kesana kemari. Tapi saya sempat janjikan ke dia untuk suatu saat bisa berwiken-ria ke sana. 


Nah, kesempatan ini akhirnya datang. Tentunya dia sangat girang bukan kepalang. Salah satunya adalah pengen menikmati momen sunset yang sering saya abadikan ketika ada acara Sunset Tea di Fairfield Hotel. 



Spot unggulan dan yang menjadi daya tarik di Fairfield Hotel Surabaya memang ada di lantai 5. Ada terhampar rumput hijau yang sangat menyegarkan mata, meskipun rumputnya dari bahan sintetis. Tatanannyapun rapi dan indah di pandang. Apalagi ada juga kolam renang, meskipun tidak luas tapi cukup lumayan untuk sekedar bersenang-senang bermain air :)



Di lantai 5 para pengunjung tidak hanya bisa menikmati sunset yang terhampar indah tapi juga bisa melihat panorama senja yang cantik kota Surabaya. Sangat cocok untuk bersantai dan meredakan kepenatan dari rutinitas selama hari kerja.

Baca juga Sunset Tea, Sensasi Ngeteh Sambil Menikmati Sunset

Di rooftop juga bisa menikmati spa serta fitness, selain kolam renang yang tersedia untuk anak maupun dewasa. Fasilitas untuk menjaga kesehatan tubuh dan merilekskan pikiran.


Gym


Kolam Renang


Kava Restoran


Kava Restoran yang lokasinya juga di lantai 5 ini mempunyai menu makanan yang cukup beragam. Mulai dari bubur ayam dan bubur Madura, juga masakan khas Jawa Timur seperti pecel, lontong balap serta lontong mie. Tentu saja juga ada beragam menu internasional.


Kamar


Saya mendapat kamar dengan ukuran bed Kingsize. Bener-bener sangat besar lo. Karena bisa menampung 3 orang dewasa. Jadi lumayan, gak usah nambah ekstra bed lagi. Di samping cukup luas, suasana kamar cukup terang dan nyaman. Kamar mandi dilengkapi dengan shower dan hairdryer. 



Fasilitas memang hampir sama di semua hotel bintang 4 seperti brankas, telepon, TV LED dengan saluran kabel dan satelit, minibar untuk membuat kopi/teh dan jam alarm. 



Tapi ada satu kelebihan yang diberikan oleh Fairfield Surabaya Hotel, yaitu wifi yang kenceng di setiap sudutnya. Mau berpindah-pindah lantaipun, koneksinya tidak pernah terputus. Itu yang membuat Adham bahagia, karena dia bisa puas bermain game ketika saya tinggal ngerjain tugas. Jadi dia nggak bete hehehe :)


Hotel Fairfield by Marriot Surabaya

Hotel ini masih sangat gress, dan tanggal 07 Nopember 2017 kemarin baru merayakan ulang tahunnya yang pertama. Tapi sudah begitu memikat banyak orang. Terbukti dari pengunjung yang setiap hari makin memenuhi okupansi hotel. Juga banyak event yang diselenggarakan di ballroom-ballroom yang disewakan.

Letaknya cukup strategis di Surabaya Barat, hotel ini menawarkan akses mudah ke berbagai tempat. Dekat dengan berbagai pusat perbelanjaan seperti Surabaya Town Square, Golden City Mall dan Ciputra World Surabaya. Bandara Internasional Juanda pun hanya di tempuh sekitar 45 menit karena dekat dengan akses tol.