Thursday, October 19, 2017

Penghasilan vendor berlipat setelah gabung manajemen Tuupai


Baru jadi vendor Tuupai sebulan, omzet Wahyu sudah mencapai 5 jutaan

Masih ingatkan aplikasi TUUPAI, yang baru launching beberapa bulan yang lalu? Ternyata sambutan masyarakat atas kehadiran jasa “home service” ini sangat positif. Sampai saat ini sudah lebih dari 2000 kali orang mengunggah aplikasi ini. Job yang masuk ke data manajemen pun naik dengan drastis. Suatu hal yang patut disukuri, karena Tuupai hadir memang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat ketika kesulitan mencari solusi dalam membutuhkan tekhnisi perbaikan alat rumah tangga. Aplikasi Tuupai sebagai jasa “home service” ini bisa didapatkan di Google Play. Dan di sisi lain, para vendor juga sangat diuntungkan dengan permintaan service yang meningkat dari hari demi hari. 


Memang selalu ada jalan untuk meraih kesuksesan walaupun itu di mulai dari bisnis yang tampaknya kecil. Tapi tidak menutup kemungkinan akan meraih keuntungan yang besar. Apalagi didukung dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih, itu membantu para jasa profesional mendapatkan peluang yang lebih besar. Menangkap momen yang tepat, aplikasi Tuupai menyediakan wadah bagi para jasa profesional untuk menjadikan usaha mereka lebih berkembang. Semua informasi jasa di Tuupai bisa diakses di www.tuupai.com, Tuupai memberikan solusi di setiap permasalahan. 


Kali ini kita akan korek cerita menarik dari sisi vendor atau mitra kerja Tuupai. Yaitu para tekhnisi yang terjun langsung ke lapangan melayani permintaan masyarakat yang menggunakan jasa mereka. Yang sudah merasakan manfaat dari aplikasi Tuupai salah satu yaitu vendornya yang bernama Muhammad Wahyu. Seorang teknisi televisi yang baru 2 bulan bergabung, menceritakan bahwa pendapatannya semakin meningkat hari demi hari. Bahkan bisa di bilang dia sukses meraup keuntungan hingga jutaan rupiah ketika baru bergabung dalam hitungan sebulan. Menurut dia, sejak aplikasi Tuupai dilaunching. Respon masyarakat sangat positif dan antusias sekali. 



Wahyu (panggilan akrabnya) mengaku dirinya sejak bergabung di bulan Agustus kemarin, tapi penghasilan yang didapatkannya mengalami peningkatan. Dalam sehari dia bisa mendapatkan 8 kali panggilan hanya untuk perbaikan televisi.

 

“Customer itu kan dari berbagai kalangan. Tidak hanya dari kalangan yang berpunya. Sering juga ada yang hanya sekedar nanya biaya yang harus dikeluarkan, tapi dia belum punya uang. Saya tetap melayani dengan baik. Hingga kemarin ketika ada diskon 100 ribu dari manajemen Tuupai, akhirnya banyak customer yang memanggil saya untuk service. Ada yang service televisi, kipas angin sampai lemari es. Ini sangat membantu penghasilan kami semakin meningkat.” jelas pria kelahiran Malang ini. 


Wahyu yang masih berusia 30 ini mengaku sejak dirinya bergabung dengan Tuupai jadi lebih bisa mengatur waktu jadwal kerjanya dengan teratur. Dia juga makin semangat untuk bekerja lebih baik lagi dengan penghasilan yang diperolehnya makin memuaskan. Tapi ternyata keuntungannya tidak itu saja. Customer yang puas dengan hasil kerjanya, tentu akan memberi poin atau bintang sebagai apresiasi. Semakin banyak poin, dia akan mendapat rewards. Rewards itu berupa apresiasi dari manajemen Tuupai untuk para vendor yang bisa menjalin kerjasama dengan baik. Penghargaan yang diberikan bisa berupa uang tunai, hadiah berupa barang maupun jalan-jalan ke luar kota bahkan ke luar negeri. 


Diantara banyak cerita suka, pastilah ada pula cerita duka. Tapi sejauh ini pengalaman yang dialami Wahyu belumlah sampai kurang mengenakkan sekali. Ada beberapa tapi tidak sampai memberi dampak yang negative. 


“Karena aplikasi ini masih baru, kadang customer juga belum bisa cepat menguasai bagaimana cara order kerjaan. Sehingga sering juga ada miskomunikasi atau info kurang jelas. Tapi sejauh ini masih bisa diatasi karena sama-sama saling mengerti dan bisa di tolerir. Dan ini biasanya di bantu juga dari pihak manajemen sebagai penengah. Sehingga tidak sampai ada masalah yang berarti.” Jelas Wahyu lagi. 



Oleh karena itu, para vendor harus selalu bisa menjaga nama baik dirinya sendiri maupun manajemen Tuupai. Terutama dalam hal memberikan pelayanan. Karena semua info yang masuk tidak hanya yang bagus saja, tapi juga yang complain maupun yang tidak puas. Manajemen Tuupai akan menampung dan menganalisa semua masukan dari masyarakat, dalam hal ini customer. Tentunya akan di ambil tindakan kalau sampai keluhannya tersebut sudah menjurus kearah kriminalitas. 


Walaupun usia Tuupai masih tergolong belia, ada satu hal yang membuat Wahyu mau bergabung sebagai vendor atau mitra. Yaitu karena dia menyukai tantangan. Apalagi belum pernah ada aplikasi online seperti Tuupai. Waktu mendaftar sebagai vendor/mitra, dia lewat layanan aplikasi Tuupai juga. Manajemen Tuupai sendiri sangat open dalam komunikasi. Sehingga terjalin kerjasama yang tidak hanya diuntungkan dari sisi sepihak, tapi keduanya bisa saling support.

8 comments:

  1. ini berguna banget ya buat orang2 yang ingin jadi entrepreneur...usahanya bisa berkembang kalo gabung tuupai...keren uueyy

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul..paling tidak ada lapangan kerja buat orang2 yg punya keahlian

      Delete
  2. Benar-benar membantu ya mbak aplikasi ini untuk meningkatkan pendapatan para vendor usaha. Coba ada di Malang jadi lebih gampang kalau mau butuh sesuatu seperti kmren benerin mesin cuci atau sedot debu spring bed.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau di pandaan masih bisa, malang kayaknya belum
      semoga bisa secepatnya

      Delete
  3. Wah ini idenya bagus jg ya mbak? Jasa2 service kyk gitu bisa dikenal lbh mudah oleh masyarakat berkat aplikasi2 digital kyk Tuupai ini ya jdnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak april...sekarang semua jadi lebih mudah karena tekhnologi ya

      Delete
  4. Ini yg aku suka dari teknologi. Bisa buka jalan cari rezeki dengan cara yang dulu gak terpikirkan. Emang harus keep up with tech ya jaman sekarang. Bravo untuk Tuupai.

    ReplyDelete
  5. Menarik sekali ya kalau gabung tupai, jadi pengen gabung. Tapi masih bingung mau jalan apa

    ReplyDelete