Saturday, September 16, 2017

Peduli Anak Indonesia, Nutricia Sarihusada menggelar Kampanye Edukasi "Indonesia Merdeka Diare"


Mendengar kata DIARE, ingatan saya langsung melayang ke beberapa puluh tahun yang silam. Ketika si sulung Thomi masih kecil (sekarang umurnya sudah 23 tahun). Masa-masa waktu itu saya dan suami sebagai orang tua baru, masih belum mempunyai banyak pengalaman dalam urusan anak. Bawaannya panik dan bingung duluan. Padahal si kecil sudah di bawa ke dokter dan konsultasi secara panjang lebar. Tapi namanya anak masih batita kalau sudah terkena diare, orang tua ikut senewen hehehehe. 


Sekarang, walaupun anak-anak sudah dewasa. Semua informasi seputar kesehatan masih sangat bermanfaat dan berguna. Bisa untuk bekal saya kelak kalau sudah punya cucu, juga buat anak saya nanti ketika sudah mempunyai anak atau bermanfaat untuk masyarakat luas yang bisa membaca tulisan saya ini. Semoga :)


Nah, beberapa waktu yang lalu saya mendapat undangan dari Nutricia Sarihusada. Yaitu acara Media dan Blogger Gathering yang diadakan pada hari Kamis 14 September 2017 bertempat di Fairfield by JW Marriot Hotel Surabaya. Dengan tajuk Kampanye Edukasi #IndonesiaMerdekaDiare, pihak Nutricia Sarihusada ingin memberikan informasi yang tepat tentang penanganan diare di kalangan masyarakat umum.


Yuk cari tahu tentang apa itu diare dan bagaimana penanganannya yang tepat?



Pada siang hari ini ada 3 nara sumber yang cukup berkompeten di bidangnya, yang akan memberikan informasi bermanfaat dan berbagi pengalaman tentang seputar penyakit diare. Yaitu dokter Andy Darma, SpA (K) yang bekerja di Klinik Khusus Pencernaan Anak, ibu Nabhila Chairunissa sebagai  Digestive Care Manager dari Nutricia Sarihusada dan Husna Ika Putri Sari seorang mom blogger. 


Pada kesempatan pertama, dokter Andy menjelaskan secara detail dari apa itu diare sampai bagaimana cara mengatasinya.




Diare adalah salah satu penyakit yang umum di derita oleh anak, sehingga sering kali Ibu menganggap permasalahan diare pada anak dapat diatasi sendiri.  Berdasarkan data dari Riskesdas 2013, 1 dari 7 anak Indonesia pernah mengalami diare dengan frekuensi 2-6 kali dalam setahun. Melihat angka kejadian ini, ibu perlu mengetahui penanganan diare dengan tepat, karena bila diare berkelanjutan akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak antara lain berat badan anak. 


Penyebab diare ada 2 yaitu Infeksi yang biasanya disebabkan oleh virus, dan bakteri, parasit dan jamur. Serta Non-Infeksi biasanya karena alergi atau intoleransi makanan. 




Tanda-tanda diare yang disertai Intoleransi Laktosa : 

- diare cair yang berlebihan

- kembung - sering buang gas 

- sakit perut 

- kemerahan di sekitar anus 

- tinja berbau asam 



Dan bunda harus menyadari bahwa pentingnya nutrisi saat diare. Karena untuk menjaga asupan kalori dan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh serta mempercepat proses pemulihan. 


Terus pertanyaannya, kapan harus segera ditangani oleh dokter atau petugas kesehatan yang terlatih? Saat yang tepat adalah ketika :


- BAB sangat sering dengan tinja sangat cair 

- Muntah berulang-ulang 

- Tampak sangat haus atau lemas tidak dapat minum air lagi 

- Buang air kecil sedikit, pekat dan tidak ada 

- Tinja bercampur darah 

- Tidak tampak membaik selama 3 hari


Sebelum menutup materi yang dia sampaikan, dokter Andy memberi pesan bahwa apabila anak tidak mau makan dan minum maka orang tua perlu mengusahakan asupan bernutrisi yang mudah di terima oleh anak. ASI dan cairan dehidrasi oral (oralit) adalah yang utama selain tambahan zinc. Di samping itu, asupan nutrisi yang baik dapat mempercepat pemulihan fungsi usus normat, termasuk kemampuan untuk mencerna dan menyerap makanan yang masuk. Serta memberikan energi untuk mempercepat proses pemulihan. 


Narasumber selanjutnya adalah Nabhila Chairunissa yang mewakili pihak Nutricia Sarihusada. menyampaikan bahwa Nutricia Sarihusada melalui kampanye "Indonesia Merdeka Diare" adalah langkah nyata komitmen perusahaan terhadap nutrisi untuk bangsa agar anak Indonesia dapat menjadi anak generasi maju. Kami berharap melalui kampanye edukasi ini akan membuat banyak ibu yang semakin mengerti penanganan tepat diare pada anak.



Harapan dari pihak Nutricia Sarihusada sebagai penyelenggara kampanye ini  berharap informasi penting ini dapat dijadikan sebagai pedoman bagi ibu-ibu pada umumnya untuk mengatasi diare pada anak. Juga dapat dijadikan pengingat pada saat anak mengalami diare.  Dengan pengetahuan yang memadai, orang tua dapat memberikan penanganan yang tepat saat anak menderita diare untuk tetap menjaga tumbuh kembang yang optimal agar anak Indonesia dapat menjadi anak generasi maju yang merdeka dari diare.



Kepekaan orang tua terhadap keadaan anak sangat penting. Seperti yang disampaikan Husna Ika Putri Sari, sebagai ibu dari anak-anak yang masih kecil dia sangat mengutamakan kebersihan lingkungan. Terutama di area sekeliling anak-anak. Karena memang anak yang masih kecil itu rentan dengan rasa ingin tahu. Sehingga apa saja bisa masuk ke mulut. Dan resiko dari diare itu tidak enteng lo bun, seperti di bawah ini. 



Naaaahhh.... bunda-bunda yang kece tentunya tidak ingin anak-anak tercinta kena dampak dari penyakit diare kaaaannn?! Marilah kita mulai dari sekarang menjaga kebersihan, tanggap terhadap lingkungan dan sebarkan informasi yang bermanfaat kepada teman-teman atau bisa juga lewat media sosial yang kita punya. 



Salam sehat!   







6 comments:

  1. Edukasi ttg diare kudu gencar dilakukan ya mba.supaya anak2 Indonesia makin sehat dan kuat
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  2. Anak2 rentan banget diare yaa. Kalo udah diare jadi lemes, emaknya juga lemes karena bocah sering kecepirit di celana, banyak cucian jadinya, hihiii.

    ReplyDelete
  3. Diare emang gak bisa dipandang sebelah mata ya mbak. Harus dicari tau penyebabnya, apakah krn virus atau alergi.
    Risikonya kalau gak ditangani bisa jd diare berat, dehidrasi gtu.
    Acaranya bagus mbak, mengedukasi ibu2 ttg diare :D

    ReplyDelete
  4. Setuju, diare pada anak gaboleh dientengkan. Bagus ya acara edukasi semacam ini. TFS mba.

    ReplyDelete
  5. Ngeri kalo tau akibatnya diare sampe ke IQ...makasih infonya mbakkk

    ReplyDelete
  6. Menjaga kebersihan tangan penting banget soalnya anak-anaknya suka tiba-tiba masukin tangan ke dalam mulut.

    ReplyDelete