Friday, June 9, 2017

Peran UKM dan Kuliner dalam Mendukung Perkembangan Industri Kreatif Di Surabaya

Ikan Suro & Boyo yang menjadi Simbol kota Surabaya


Awalnya saya cukup ciut untuk mengikuti lomba blog yang menurut saya temanya lumayan berat. Yaitu "Bagaimana Surabaya mengembangkan potensi diri dalam membangun industri kreatif dan menjadi kota yang menginspirasi". Tapi di satu sisi sebagai warga Surabaya yang punya kewajiban turut mengawal dan memantau perkembangan kota, saya cukup tertantang untuk bisa bersuara. Menyumbangkan ide dan gagasan, meski hanya lewat tulisan.


Apa yang di sebut dengan Industri Kreatif


Industri Kreatif dapat diartikan sebagai kumpulan aktifitas ekonomi yang terkait dengan penciptaan atau penggunaan dan informasi. Industri Kreatif juga di kenal dengan nama Industri Budaya dan juga Ekonomi Kreatif. Sedangkan kalau menurut Kementerian Perdagangan Indonesia menyatakan bahwa Industri Kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, ketrampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.  

(info dari wikipedia


Sebagai kota terbesar nomor dua setelah ibu kota Jakarta, ternyata Surabaya juga merupakan kota perdagangan terbesar kedua di Indonesia yang memegang peranan penting di wilayah Indonesia Timur. Adapun pilar utama yang memegang peranan penting perdagangan yaitu berada di pusat bisnis modern serta aktifitas ekspor-impor di pelabuhan. Namun ternyata masih ada peluang yang lebih menjanjikan yaitu di bidang Kuliner dan produk-produk usaha kecil dan menengah (UKM)


Peran UKM

Sejak di pimpin oleh ibu Risma yang memasuki periode ke dua ini. pemerintah kota Surabaya bersama jajarannya aktif berinteraksi dengan warga untuk menjadikan kehidupan lebih baik, layak serta bebas dari kemiskinan. Tidak hanya dalam penataan kota  yang semakin indah, bersih dan hijau. Tapi juga perubahan pada kehidupan ekonomi warga kotanya. Salah satu contoh konkrit adalah memaksimalkan potensi wilayah yang sebelumnya merupakan daerah negatif yaitu gang Dolly. 


Pada perayaan Hari Jadi Kota Surabaya beberapa waktu yang lalu, Wali Kota Surabaya meresmikan Dolly Saiki Fest 2017 pada 15 Mei 2017. Peresmian ditandai dengan launching Dolly Saiki (DS) Point, tempat penjualan produk-produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) karya warga di eks lokalisasi Dolly dan Jarak.  


Perubahan yang drastis terjadi dengan tumbuhnya UMKM (Usaha Menengah Kecil dan Mikro) di bekas lokalisasi tersebut, dimana banyak perempuan yang sebelumnya berprofesi sebagai 'penjaja cinta' itu memperoleh pelatihan/bimbingan teknis manajemen dan produksi, bimbingan pemahaman tentang perizinan serta bimbingan standarisasi usaha. Khusus untuk UMKM dibidang makanan dan minuman, Pemerintah Kota memberikan sertifikasi halal. 


Pemberdayaan UKM di kampung eks Dolly (dok.pri)


"Saya ingin warga di sini bergerak. Silahkan produk apapun ditaruh di sini (DS Point). Semua gratis, kami tidak ingin mengambil untung. Nanti akan ada SPG (sales promotion girl), kami yang bayar pakai APBD," ujar bu Risma selesai melaunching DS Point yang lokasi tepatnya di gang Lebar B No. 27, Kawasan Jarak - Dolly, Kecamatan Sawahan. 


Ditegaskan oleh bu Risma bahwa Pemkot Surabaya tidak ingin mendapat apa-apa atau meminta keuntungan. Beliau hanya ingin warga eks lokalisasi Dolly dan Jarak bisa sejahtera. Kehadiran DS Point ini, juga diharapkan menggerakkan roda perekonomian warga sekitarnya. Kalau warga terus bergerak dan berkarya, maka akan memunculkan sentra-sentra perekonomian baru di bekas lokalisasi tersebut. Pemerintah juga menyanggupi untuk memasarkan produk warga. 



Peran Kuliner

Di bidang kuliner, sebenarnya Surabaya sendiri sudah cukup terkenal dengan aneka ragam makanan tradisional. Salah satunya adalah Rujak Cingur. Saking bangganya dengan makanan khas ini, setiap hari jadi kota Surabaya bisa dipastikan ada Festival Rujak Uleg yang diikuti oleh lebih dari 500 peserta.


Festival Rujek Uleg yang dipadati warga Surabaya (dok.pri)

Sebagai salah satu kota yang banyak mendapat kunjungan wisata, kuliner Surabaya mempunyai magnet yang cukup kuat. Karena terkenal dengan aneka ragam dan kelezatannya itulah, membuat banyak pengusaha lokal yang tertarik berinvestasi membangun infrastruktur dengan memadukan seni dan gaya hidup dalam bisnis kuliner. 


Padahal peluang di bidang kuliner tersebut dapat dikembangkan tidak hanya berupa makanan khas Jawa Timur saja. Tetapi juga makanan tradisional dari daerah lain seperti Sumatra Barat, Jogja, Solo, Bandung dan masih banyak lagi. Karena di samping sebagai kota yang padat penduduknya, Surabaya merupakan kota yang jumlah pendatangnya juga cukup banyak.


Mewujudkan Surabaya Menjadi Kota Yang Menginspirasi

Dari 2 komponen di atas, rasanya tidak sulit bagi Surabaya untuk menasbihkan diri menjadi kota yang menginspirasi bagi kota-kota lain di Indonesia. Sebagai kota kedua terbesar setelah Jakarta, apalagi juga di dukung sentra perdagangan terbesar di wilayah Indonesia Timur. Potensi Surabaya bisa semakin dikembangkan, tentu saja harus terjalin kerjasama yang baik pemerintah kota beserta jajarannya dan masyarakat Surabaya. Semoga Industri Kreatif yang semakin berkembang di Surabaya, bisa juga menjadi "Inspirasi 60 Tahun Astra" untuk Indonesia yang lebih baik. 



Inspirasi 60 Tahun Astra

Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa kota Surabaya kini semakin cantik dan semakin hijau. Itupun tidak lepas dari tangan dingin bu Risma sebagai Walikota yang memang menginginkan Surabaya menjadi Green City. Yaitu kota hijau yang artinya kota dengan kawasan ramah lingkungan. 


Kota Surabaya juga mendapat julukan sebagai kota pelopor kebersihan di Indonesia, yang terkenal dengan program "Green and Clean" atau Hijau dan Bersih. Sejak tahun 2015 beliau bertekad untuk menjadikan Surabaya akan terus menjadi kota yang hijau dan bersih. Tetapi tidak hanya meliputi taman kota saja, melainkan banyak faktor. Seperti juga harus ditunjang dengan RTH, pengelolahan sampah, transportasi, air, energi, pembangunan dan perancangan yang ramah lingkungan. 


Bu Risma dan Pemkot Surabaya bekerja sama dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) untuk memanfaatkan energi yang lebih ramah lingkungan, khususnya energi baru terbarukan (EBT). Pemerintah Kota Surabaya akan segera menggunakan gas yang berasal dari sampah-sampah masyarakat di TPA untuk dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa. Langkah tersebut dapat dibilang sangat tepat karena Pemkot Surabaya sudah mampu mengelola sampah dengan baik dan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain yang hingga kini masih kesulitan dalam mengelola dan memanfaatkan sampah.



Foto dari facebook Semangat Astra Terpadu

Seperti juga Astra yang mempunyai kegiatan sosial di bidang lingkungan, dengan salah satu kegiatan inspiratinya adalah pelatihan eco-bricks untuk warga KBA se-Jabodetabek. Eco-Bricks adalah bata yang terbuat dari bahan dasar sampah plastik. Dengan kegiatan tersebut, maka sampah plastik akan berkurang karena limbahnya bisa dimanfaatkan. 







23 comments:

  1. Replies
    1. alhamdulillah.... perhatian dan tangan dingin bu risma mbak yang membuat surabaya makin cantik :)

      Delete
  2. Warbiyasak!
    Makin bangga bangetttt dgn kota Surabaya tercintaaaa :)
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup... saya jg warga surabaya lo hehehe

      Delete
  3. Smoga ke depannya perusahaan2 lain juga aware dengan pembangunan Surabaya. Investasi oke, tapi kudu berperan aktif juga ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mereka jg di ajak sama bu risma mbak
      jadi saling support dan dukung
      semoga itu yg menjadikan surabaya lbh maju ya mbak say

      Delete
  4. Saya juga ikut senang dengan kemajuan Surabaya, semoga Bu Risma tetep sehat sehingga bisa terus membenahi Surabaya. Dan peran warga tidak kalah penting untuk menjaga agar kemajuan ini tetap berjalan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin... semoga bu risma tetap pantang menyerah
      karena yg dilakukan beliau blm tentu di sukai oleh segelintir orang
      tapi doa masyarakat lbh manjur sepertinya :)

      Delete
  5. Itu eks dolly skrg jadi centra ukm apa Mbak? Saya penasaran nih. Surabaya qakui kulinernya mmg enak2

    ReplyDelete
    Replies
    1. macem2 mbak dian... ada makanan kecil, sepatu, kain sampai pelatihan unt menjadi ukm
      yg jelas lingkungannya mmg sdh berubah tdk seperti dulu

      Delete
  6. Surabaya memang banyak festival. Festival belanja, rujak uleg. Inspiratif banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak... kalau pas ulang tahun gitu banyak bgt acaranya

      Delete
  7. surabaya semakin cantik dan berbenah diri...berkat tangan dingin Bu Risma dan kerjasama warga Surabaya tentunya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadi banyak seger2 yg terpampang di sepanjang jalan di kota surabaya mbak
      suasana jadi seger dan adem

      Delete
  8. UMKM Surabaya sekarang tambah buanyaak. Makin senang lihatnya karena banyak produk yang unik dan kreatif

    ReplyDelete
  9. Banyaak banget mbaak ya sekarang UMKM yg ada di Surabaya dan makin bagus-bagus. Semogaaa kedepannya peran UKM bisa membuat Surabaya menjadi kota percontohan untuk kota-kota lainnyaa :D Aamiin :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju mbak lucky,
      itu yg diharapkan bu risma
      supaya masyarakat jg mandiri

      Delete
  10. Dari dulu blm pernah keturutan ikutan festival rujak ulegnya. Ya ampun mbak jadi kebayang dan pengen makan rujak jyaaahh :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. gak usah nunggu festival mbak april
      di surabaya kan banyak tuh rujak uleg yg enak dan yami
      yuk pulang dong mbak hehehehe

      Delete
  11. aku jadi trainer Gapura Digital dan gabung SCCF itu loh mbak, sering kagum ketemu pebisnis UMKM tangguh terlebih pebisnis kuliner. jan jooss tenan.

    Mampir ya ke blogku, www[dot]prasetyorini[dot]com

    ReplyDelete
    Replies
    1. makin maju ukm surabaya ya mbak
      difasilitasi jg sama bu risma
      moga makin berkembang ya

      Delete
  12. UmKM Surabaya juga banyak yang tembus hingga ke luar negeri, bangga ya kita mba :)

    ReplyDelete