Friday, June 30, 2017

Cara Modern Mengatasi Anyang-anyangan

Kalo ngomongin anyang-anyangan, saya jadi ingat waktu kecil. Dulu sering banget kena anyang-anyangan (saya menyebutnya anyang-anyangen, bahasa Jawa Madiun). Ada rasa pengen pipis, tapi gak bisa. Kalaupun bisa, yang keluar dikit banget. Bisa dibayangin gimana rasanya dong. Gak enak serta tentu saja kurang nyaman sekali. Dan tau nggak cara ngobatinya? Entah siapa yang awalnya kasih saran, yang jelas bukan orang tua sih hehehe... Saya di suruh minum air putih hangat sembari jempol kaki saya diikat sama gelang karet untuk beberapa saat. 


Akhirnya sembuhkah? Secara sugesti sepertinya memang agak berkurang, tapi tentunya tidak bagus juga. Karena peredaran darah di jempol jadi terganggu. Itulah salah satu kelemahan kita yaitu kurang mendapat informasi yang tepat. Mungkin juga karena sarana atau media promosi tidak seperti sekarang. 


Ketika usia semakin bertambah, kebutuhan untuk ke kamar kecil sepertinya semakin rutin. Apalagi di usia yang lanjut. Seperti pengalaman ibu saya. Beliau selalu mengkonsumsi air putih minimal 5 botol air mineral ukuran 500 ml setiap hari. Otomatis, akan sering bolak balik ke kamar kecil. Hal itu tidak akan merepotkan ketika tidak sedang dalam bepergian. Meskipun sudah memakai pampers untuk jaga-jaga, tetap tidak akan merasa nyaman kalau ada rasa nyeri akibat dari menahan kencing. 


Apa penyebab dari anyang-anyangan?

Penyakit anyang-anyangan atau di sebut juga Infeksi Saluran Kemih, adalah kondisi dimana ketika kita buang air kecil tapi air yang keluar sangat sedikit. Dengan diiringi rasa nyeri, perih dan panas saat kencing. Umumnya ini terjadi karena sering menahan hasrat untuk buang air kecil (kencing).


Penyakit ini bisa di derita oleh pria maupun wanita. Tapi kenyataannya lebih banyak di derita oleh wanita. Karena secara anatomi, jarak antara saluran kemih (uretra) ke saluran pembuangan air besar (BAB) itu lebih dekat. Sehingga sangat rentan mengalami gangguan di seputar saluran kemih. Tapi ada jug penyebab lainnya, yaitu karena banyak minum yang berefek diuretik seperti minum beralkohol, kopi dan teh. Bisa juga karena dalam kondisi hamil, cemas, otot detrusor tidak stabil, pembesaran prostat, hipertonisitas dasar panggul, interstitial cystitis, dan diverticulitis. 


Gejala anyang-anyangan

Anyang-anyangan tidak selalu menimbulkan gejala yang spesifik. Namun kondisi berikut secara umum dapat menjadi tanda-tanda Anda bisa jadi mengalami anyang-anyangan: 

Hasrat berlebih untuk buang air kecil. 

- Buang air kecil lebih sering, tapi dengan volume sedikit-sedikit. 

- Nyeri pada panggul jika terjadi pada wanita. 

- Jika terjadi pada pria, akan menimbulkan gejala nyeri pada anus.

- Rasa perih ketika buang air kecil. 

- Urine berbau menyengat, lebih pekat, kadang-kadang mengandung darah. 

- Merasa lelah dan kurang sehat. 

- Demam


Untuk informasi yang lengkap, bisa klik di website berikut ini : Urican

6 comments:

  1. Lebih simpel ya Mbak Avi, hehehe

    ReplyDelete
  2. wah praktis ya kalau ada uricran tinggal seduh aja

    ReplyDelete
  3. anyang2en itu emang gak enak mbak, jempol kaki dikasih karet gelang gak membantu
    obat ini bisa jadi alternatifnya

    ReplyDelete
  4. waktu hamil dan terkena anyang-anyangan, aku ke dokter aja, belum tau soal prive uri-cran yg praktis ini

    ReplyDelete
  5. Nggak enak bgt kalo udh kena anyang2an ... untung ad uricran yg mmbantu sekali...

    ReplyDelete