Wednesday, November 23, 2016

Indahnya Kebersamaan Dalam Momen Berbagi Bursa Sajadah

Acara Berbagi SKV (dok.nurul rahmawati)


Berbagi dengan sesama tak akan membuat harta kita berkurang, justru malah Allah ganti berlimpah ruah dan berkah pun ikut mewarnai hari-hari kita. Maka karena itu, adanya kegiatan CSR Bursa Sajadah (pusat souvenir haji dan umroh yang paling lengkap) untuk berbagi dengan sesama, begitu antusias diikuti oleh teman-teman blogger Surabaya.


SKV Group Berbagi diwakili oleh anak perusahaannya yakni Bursa Sajadah ini bukan kali pertama dilakukan, dan Insyaallah di tahun-tahun berikutnya juga akan diadakan sebagai bentuk tanggung jawab sosial dari SKV Group untuk lingkungan sekitar. Berbagi dengan sesama dan memberikan manfaat untuk masyarakat.


Kegiatan amal kali ini bertepatan dengan peringatan Ulang Tahun Bapak H. Syahir Karim Vasandani yang ke-67, beliau ini merupakan pemilik dari SKV Group. Programnya adalah kunjungan dan pemberian santunan ke salah satu pondok pesantren di Surabaya, bekerja sama dengan Baitul Maal Hidayatullah, akhirnya Bursa Sajadah Surabaya lantas memilih Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Darul Hijrah, yang berlokasi di jalan Kejawen Putih Tambak No.110.


Santri & para hafidz (dok. nurul rahmawati)


Sebelum berangkat ke lokasi, blogger Surabaya berkumpul di Bursa Sajadah Surabaya. Outlet di jalan Karimun Jawa no.2 Gubeng Surabaya ini merupakan bangunan megah dan terdiri dari tiga lantai. Lantai satu yang diperuntukkan untuk aneka cinderamata khas Islam, makanan dan oleh-oleh khas Arab dan Turki, aneka sajadah dan karpet, serta tentu saja berbagai koleksi busana muslim dan juga aksesorisnya. Untuk lantai dua, lebih difokuskan pada perlengkapan haji dan umroh, sementara itu di lantai tiga untuk kantor dan ruangan administrasi.


(Dok. nurul rahmawati)
Dok. Nurul Rahmawati


Bursa Sajadah ini adalah pusatnya perlengkapan haji dan umroh untuk masyarakat Surabaya, sekitar 7000 jenis produk dijual di Bursa Sajadah dan begitu banyaknya pilihan membuat masyarakat merasa lebih leluasa untuk memilih barang yang diperlukan. Selain itu harganya juga sangat ramah di kantong, belanja banyak pun akan mendapatkan harga yang lebih hemat lagi.


Setelah puas berkeliling di Bursa Sajadah Surabaya, perjalanan ke Darul Hijrah dimulai. Disana disambut oleh para santri yang berbaris rapi untuk menunjukkan berbagai penampilan dan kebolehan yang mereka miliki. Selepas Mbak Qonita yang cantik membuka acara, dilanjutkan dengan pembacaan ayat Al Qur’an, lantas Ustadz Akban Syafillah dan Mbak Lia  (pimpinan Bursa Sajadah Surabaya) pun memberikan sambutan.


Penampilan nasyid dan teknik bela diri yang menggunakan ruyung pun memukau kami, ditambah lagi ada lomba tahfidz atau hapalan qur’an, juz 29 dan juz 30. Ustadz penguji, mbak Nurul, mbak Rahmah dan Pak Nuz bergantian membaca ayat secara acak dan peserta berebut menjawab. Seru, sekaligus menggetarkan hati. Melihat generasi muda Islam menghapal Al Qur’an dengan hati yang ringan dan bahagia, tergambar dari ekspresi tenang mereka yang sama sekali tidak mencerminkan kesombongan karena hapalan kalam Allah yang mereka miliki.

Blogger & Crew Bursa Sajadah Surabaya (dok.pri)


Beberapa waktu berada di Darul Hijrah, berbagi kebahagiaan dan melakukan banyak lomba ringan yang berhubungan dengan Islam, ternyata membuat hati menjadi penuh haru. Banyak hikmah yang dipetik disini, bukan cuma keseruan melihat putera Islam yang berlomba-lomba dengan hapalan mereka, namun adanya renungan dan esensi berbagi yang efeknya langsung terasa di hati, pembahasan menjaga kualitas shalat sampai dengan aneka tips berbisnis dari mbak Lia, membuat program SKV Berbagi bersama Bursa Sajadah ini acara yang ‘mengenyangkan’ jiwa. Barakallah, semoga Bursa Sajadah makin sukses dan makin banyak berbagi untuk masyarakat. Aamiin. 


Bersama ibu Lia Yuliawati, Kacab Bursa Sajadah Surabaya (dok.pri)

Sunday, November 20, 2016

AMT Pengantar Energi Dengan Semangat Tanpa Henti

Dok. pribadi


Hari sudah menjelang siang, ketika rombongan bis yang membawa para blogger Jakarta termasuk saya memasuki area TBBM Plumpang. Nampak mobil-mobil besar yang mengangkut bahan bakar, keluar masuk area depo yang memang cukup luas sekali itu. Kesibukan dan kegiatan terlihat cukup padat, meski kemarin masih terdengar issue beberapa karyawan yang mogok kerja. Tapi sebagai perusahaan yang melayani kebutuhan pokok  masyarakat, segala aktifitas tetap harus berjalan.


Memang pada hari Kamis 17 Nopember 2016 beberapa blogger mendapat undangan berkunjung ke depo penyimpanan bahan bakar minyak yang melayani wilayah Jabodetabek dan Sukabumi itu. Salah satunya adalah akan diberikan edukasi dan penjelasan tentang tugas dan kewajiban AMT. Dari mulai dia mengawali kerja, mengikuti prosedur kerja yang sudah ditentukan perusahaan sampai hak-hak yang diberikan dari perusahaan. Tentunya juga kewajiban AMT yang harus diberikan kepada perusahaan.


Di sambut oleh bapak Bahtra Insan TS selaku Manager Corporate Communication & CSR PT Pertamina Patra Niaga dan di dampingi bapak Eka Komara selaku Head Supervisor, para blogger mendapat banyak sekali informasi. Diantaranya adalah kedudukan dari Patra Niaga sebagai anak perusahaan dari Pertamina yang memberikan kepercayaan kepada PT. Sapta Sarana Sejahtera sebagai vendor yang melakukan perekrutan karyawan AMT dengan tugas pokok mendistribusikan bahan bakar minyak ke seluruh wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.


Dengan tujuan menyambungkan informasi dengan dunia luar, sengaja para blogger mencari tahu kejadian yang sesungguhnya di intern perusahaan. Yang sebelumnya sudah beredar isu-isu tidak mendasar terhadap eksistensi para Awak Mobil Tanki. Dengan alasan bahwa telah terjadi ketidakadilan dari PT. Pertamina Patra Niaga terhadap mereka, bahkan memperlakukan tidak manusiawi.


Bapak Bahtra (kiri) dan bapak Eka Komara (kanan)

Dari pihak perusahaan, dalam hal ini adalah PT. Pertamina Patra Niaga. Beberapa waktu yang lalu sudah mengeluarkan rilis yang juga sudah beredar di media sosial. Bahwa Serikat Buruh Transportasi Perjuangan Indonesia - Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia PT. Pertamina Patra Niaga (SBTPI-FBTPI) menyampaikan klarifikasi sebagai berikut : 


1. PT. Pertamina Patra Niaga di sebut PPN, dengan Awak Mobil Tanki atau AMT tidak memiliki ikatan kerja secara langsung. PPN menggunakan jasa perusahaan penyedia tenaga kerja AMT dengan sistem borongan dan masa kontrakk kerja setiap dua tahun. Sehingga dalam hubungan kerja AMT adalah sebagai karyawan perusahaan penyedia tenaga kerja dimana untuk Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Plumpang di kelola oleh PT. Sapta Sarana Sejahtera. 


2. Setiap pergantian jasa vendor, AMT diberikan hak-haknya yang meliputi Pesangon maupun Hak Normatif lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan, dan Tenaga Kerja AMT tetap dipekerjakan kembali melalui perusahaan penyedia tenaga kerja yang baru. 


3. Upah AMT dibayarkan dengan komposisi sesuai Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) setempat, di tambah Upah Performansi sebagai pengganti Upah lembur yang di bayar berdasarkan kinerja AMT. Penetapan Upah Performansi sebagai pengganti Upah Lembur tidak bertentangan dengan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia. 


4. Uang Tunjangan Migas sudah tidak diberlakukan lagi, mengacu kepada Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor Per. 04/MEN/II2009 tentang Pencabutan Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor Kep: KEP-27/MEN/II/2000 Tentang Program Santunan Pekerja Perusahaan Jasa Penunjang Pertambangan Minyak dan Gas Bumi, saat ini telah di ubah pemberlakuannya dalam bentuk Pesangon. 


5. Pola hari kerja yang berlaku di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang adalah empat hari kerja dan dua hari off; dengan pemberlakuan dua shift per hari, masing-masing 12 (dua belas) jam sesuai dengan ketentuan HSSE (Health, Safety, Security and Environment). 


6. Terkait tenaga kerja AMT yang diputuskan hubungan kerjanya antara lain disebabkan alasan indisipliner dan telah dipenuhi seluruh hak-haknya oleh jasa vendor sesuai ketentuan yang berlaku. 


7. SBTPI-FBTPI PT PP atau Serikat Buruh Transportasi Perjuangan Indonesia - Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia PT Pertamina Patra Niaga bukan lembaga resmi di bawah PT Pertamina Patra Niaga sehingga seluruh kegiatannya di luar tanggung jawab PT Pertamina Patra Niaga.


Pak Soleh (kiri) dan pak Agus Kuncoro (kanan)

Pada kesempatan tersebut, kami sempat bertemu dengan 2 awak AMT yaitu pak Soleh dan pak Agus. Sebelum menunaikan tugas rutinnya, mereka di minta untuk berbagi cerita kepada para blogger tentang suka duka selama menjadi AMT dengan status karyawan kontrak. Karena memang proses perekrutannya adalah lewat PT. SSS yang merupakan vendor dari Patra Jasa yang merupakan anak perusahaan Pertamina.


Pak Soleh termasuk AMT senior, karena bergabung sudah sejak tahun 2007. Dengan posisi sebagai AMT 1 atau sopir, beliau sangat bersyukur dengan pekerjaan yang sudah ditekuninya selama hampir 10 tahun ini. Karena bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga terutama menyekolahkan anak-anaknya. Apalagi saat ini putrinya sudah akan lulus dari SMA terus kuliah. Tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk masa depannya. Makanya ketika ada beberapa rekan kerjanya melakukan demo, tidak sedikitpun dia tergoda untuk ikutan. Karena perusahaan yang selama ini menaungi dia sudah cukup memberikan perhatian kepada kebutuhan pendidikan anak-anaknya juga.


Sedangkan pak Agus yang asli Palembang itu sebagai AMT 2 atau kernet (asisten sopir) ternyata adalah lulusan S1 Ekonomi. Pernah mengalami kecelakaan kerja, dan dia tidak mengeluarkan biaya sepeserpun karena semua sudah di tanggung oleh pihak perusahaan. Bahkan ketika perusahaan vendor sudah berganti selama 2 kali, penghasilannya setiap tahun justru meningkat. Baik karena UMP yang semakin naik maupun adanya uang performance yang memotivasinya untuk tetap melaksanaan pekerjaan dengan baik.


Mereka berdua mempunyai pendapat yang hampir sama, yaitu merasa bangga dan bersyukur berprofesi sebagai AMT yang tugasnya adalah mendistribusikan BBM ke seluruh masyarakat. Ketika tugas mereka lancar, distribusi juga tidak terhambat. Tentunya masyarakat akan tenang dan puas. Itulah kebahagiaan yang tidak bisa di nilai dengan materi bentuk apapun, begitu pengakuan mereka. 


Menurut pak Bahtra sendiri, isu mogok dan unjuk rasa ini telah menghabiskan banyak biaya. Karena Pertamina menganggap distribusi BBM adalah hal yang sangat sensitif. Tidak akan ada toleransi bagi mereka yang menggangu jalannya distribusi BBM ini. Karena itu adalah tugas dari negara. Dan PT. Patra Jasa wajib mengamankan tugas itu berapapun biaya yang harus dikeluarkan. 


Sedangkan untuk mengantisipasi terhadap ancaman mogok kerja AMT di TBBM Plumpang, Manajemen PPN melakukan langkah-langkah berikut :


1. Menyiapkan AMT cadangan sebagaimana prosedur dalam penanganan AMT, termasuk menggunakan tenaga bantuan dari TNI Divisi Perbekalan & Angkutan. 


2. Melakukan koordinasi dengan aparat Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) untuk pengamanan atas kemungkinan terjadinya tindakan anarkis oleh pengunjuk rasa. 


3. Antisipasi alih suplly dan meningkatkan pasok BBM ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sejak H-7 sampai dengan H+7. 


4. Membentuk Tim Satuan Tugas (SATGAS) untuk melakukan pengawasan dan koordinasi terpadu untuk mencegah hal-hal yang merugikan, serta berupaya menjamin kelancaran distribusi BBM ke seluruh SPBU selama masa ancaman mogok kerja AMT.


Blogger dan manajemen berfoto berlatar mobil tanki (dok.pri)

Jika saat ini PT. PPN belum mengambil sikap tegas dan masih mau  melakukan dialog, hal itu dilakukan karena PT. Pertamina mengedepankan rasa kekeluargaan. Tetapi jika mengingat aksi demo ini sudah dilakukan lebih dari 2 minggu dan mereka yang demo tidak melaksanakan kewajibannya sebagai pekerja alias tidak bekerja. Tentu saja sudah tidak bisa di tolerir lagi dan mendapat konsekuensi sesuai kontrak yang sesungguhnya akan berakhir pada bulan Desember mendatang.








Thursday, November 10, 2016

Eco Driving, Cara Berkendara Yang Hemat Dan Bijak


Banner undangan untuk blogger (foto : teh ani berta)

Eco Driving, Cara Berkendara Yang Hemat Dan Bijak - Sekonyong-konyong ada ajakan dari teman blogger untuk ikut acara yang disponsori oleh Mobil 123. Temanya gahar banget, "Eco Driving, Mau Gak Tekor? Ini Caranya". Meski sedikit pening, membayangkan urusan mesin dan tetek bengeknya. Saya langsung menerima ajakan itu. Kenapa? Terus terang sudah lama saya pengen belajar tentang mesin motor dan mobil. Karena jaman sekarang, emak-emak kudu melek tekhnologi juga dong. Gak cuman bisanya naik aja, tapi kalau urusan mesin rusak eh di lempar ke kaum lelaki. Jadi urusan mesin mobil juga harus disamakan gendernya, karena sekarang kan jaman emansipasi. Setuju kan? hehehehe 


Bertempat di Buro Cafe jalan Sumatra 40 Surabaya, acara siang ini didominasi warna merah-merah yang ngejreng genjreng. Udah persis kayak mau kampanye. Untung gak ada bendera dengan gambar sapi bermulut putih hehehe. Sedikit molor dari jam 12, para undangan yang terdiri dari awak media dan blogger dipersilahkan melakukan registrasi. 


Blogger tertib registrasi (dok.pri)

Sebelum acara di mulai, para undangan dipersilahkan untuk makan siang dan menunaikan sholat dhuhur. Ditemani home band yang mampu menghidupkan suasana, sehingga para undanganpun nggak terasa sampai nambah-nambah hahahaha.


Home band yang menghibur siang itu (dok.pri)


Sekitar satu jam kemudian, pembawa acarapun langsung memperkenalkan nara sumber pada siang hari itu. Pertama adalah bapak Alif Priyono dari Mobil 123, yang menjawab beberapa pertanyaan apakah mobil123.com itu? Mobil123.com adalah portal otomotif no 1 di Indonesia. Yang berisikan tidak hanya tentang otomotif tetapi juga lifestyle. Untuk yang penasaran, bisa kok download di smartphone masing-masing.


Sedangkan nara sumber ke dua adalah bapak Hendi dari Nissan, yang kali ini mencoba mengedukasi para blogger dan awak media tentang Eco Driving. Dengan dimoderatori bapak Indra Prabowo dari Mobil 123, salah satu alasan sosialisasi tentang Eco Driving ini karena ternyata menghemat bahan bakar itu sangat penting. Salah satu caranya adalah rekayasan tekhnologi dengan menggunakan bahan bakar alternatif. 


Dalam pemaparannya, bapak Hendi menyatakan bahwa bahan bakar merupakan salah satu penyumbang polusi rumah kaca terbesar. Eco Driving adalah salah satu cara membantu penghematan mulai dari bbm hingga service mobil. Ada 3 aspek driving skill adalah : 

1. Defensive driving 

2. Savety Driving 

3. Eco Driving 


Penting sekali untuk mempersiapkan hal-hal tersebut di atas sebelum berkendara. Salah satunya adalah mempersiapkan bahan bakar yang sesuai dengan nilai oktan. Jangan lupa juga memeriksa tekanan angin ban secara visual sebulan sekali dengan menggunakan alat ukur.


Pembawa acara dan para nara sumber (dok.pri)

Sebelum acara selesai, pak Habibi sebagai Branch Manager mobil123.com memberikan sedikit gambaran tentang profile dari perusahaan dan promo-promo yang sering diadakan. Sebagai Portal Otomotif No. 1 di Indonesia, semua mobil yang di jual telah diverifikasi sehingga terhindar dari penipuan. Dealernyapun sangat kredibel.


Acara di tutup dengan pengundian doorprize dan foto bersama.


Media dan blogger foto bersama (dok.pri)

Wednesday, November 9, 2016

Harris Hotel Ajak Makan Siang Para Veteran Dan Janda Pejuang Jelang Hari Pahlawan


Harris Hotel Ajak Makan Siang Para Veteran Dan Janda Pejuang Jelang Hari Pahlawan - Tanpa perjuangan dan usaha keras dari para pejuang untuk merebut kemerdekaan negara, tidak mungkin kita bisa menikmati kemewahan yang sekarang kita rasakan. Begitulah yang disampaikan Setiawan Nanang, Marketing Communication Manager HARRIS-POP! Hotel & Conventions Gubeng Surabaya pada kesempatan membuka acara siang itu. Bertempat di Harris Cafe, dihadapan para awak media, blogger dan tamu undangan pada selasa siang tanggal 8 Nopember 2016.


Sehubungan dengan hal itu pula, pihak Harris Hotel mengekspresikan rasa sukur tersebut dengan membuat acara yang bertajuk "Makan Siang Bersama Cacat Veteran Dan Janda Cacat Veteran" menjelang hari Pahlawan 10 Nopember 2016. Karena tanpa jasa dari para pahlawan, tidak mungkin bisnis perhotelan di Indonesia bisa maju pesat seperti sekarang ini. Dan keberadaan hotel HARRIS-POP! pun tidak mungkin akan ada. 


"Acara ini diadakan untuk mengingat dan membangkitkan kembali semangat juang para pahlawan kepada masyarakat dan generasi berikutnya agar dapat mempertahankan dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif. Di samping itu, kota Surabaya juga di kenal sebagai kota Pahlawan sehingga momentum diselenggarakannya acara ini tempat sekali." ujar General Manager HARRIS-POP! Hotels & Conventions Gubeng Surabaya, Stylianos Koureas yang asli Yunani pada kesempatan siang itu dalam memberikan sambutannya. 


Salah seorang veteran pejuang yang masih bisa hadir adalah Moekari, yang didampingi oleh putrinya Sri Tari. Moekari adalah salah satu polisi yang dulu pernah dididik Jepang dan bersekolah di sekolah militer Takubetzu. Pertempuran terakhir yang pernah beliau ikuti waktu tahun 1947 yaitu melawan Belanda. Sekarang Moekari menjabat Ketua Korps Cacat Veteran Surabaya yang bertempat di jalan Rajawali. Meski usianya sudah 91 tahun, tapi daya ingatnya masih cukup bagus. Bahkan beliau memamerkan giginya yang masih kuat tanpa ada satupun gigi palsu, meskipun beberapa sudah tanggal alias ompong. Dan yang bikin obrolan kami gayeng, karena saya juga memperkenalkan diri sebagai anak dari pejuang 45 asli Madiun yaitu Mayor Pur. Soehoed. Cerita kami semakin nyambung ketika pak Moekari juga cerita kalau pernah pula berjuang di kota Madiun ketika masa penumpasan G30S PKI. Duh dada ini semakin sesak karena haru dan bangga atas perjuangan para pahlawan yang sebagian besar sudah mendahului kita. Semoga para generasi muda bisa mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang bermanfaat.


Berbincang bersama pak Moekari (dok.pri)

Saya mendapat kesempatan untuk berbincang dengan salah satu janda veteran bernama bu Habibah yang sekarang sudah berumur 76 tahun. Yang masih tampak bugar dan sehat, demikian juga daya ingatnya masih cukup tajam ketika di  minta untuk bercerita tentang suaminya yang sudah berpulang sejak tahun 1997. Hanya bermasalah pada kakinya, yang sudah tidak terlalu kuat kalau di ajak perjalanan jauh. Untunglah dari pihak hotel menyediakan sarana antar jemput, sehingga tidak terlalu menyulitkannya untuk datang memenuhi undangan makan siang kali ini. Bu Habibah juga ditemani keponakannya yang sejak kecil sudah di rawat seperti anak sendiri. Karena kebetulan beliau hanya mempunyai satu putra saja, yang sudah meninggal. Ketika saya tanyakan tentang kesannya ketika mendapat undangan makan siang di Harris Cafe, tentunya sangat gembira. Karena beliau hampir tidak pernah mendapat kesempatan makan siang di hotel berbintang, apalagi di undang. Berkat perhatian dari manajemen hotel Harris, dia dan para janda veteran lainnya bisa merasakan makan siang yang spesial di hotel berbintang 4 itu.


Bu Habibah, janda veteran berbaju hitam (dok.pri)

"Kegiatan CSR ini memang kami lakukan sebagai bentuk kepedulian HARRIS-POP! Hotels & Conventions Gubeng Surabaya kepada para pejuang kemerdekaan yang masih hidup serta keluarganya." tambah Setiawan Nanang, Marketing Communications Manager HARRIS-POP! Hotels & Conventions Gubeng Surabaya.


Penyerahan bantuan secara simbolis kepada wakil veteran, bapak Moekari (dok.harris)

Bekerja sama dengan Gerakan Peduli Pejuang (GPP) RI, acara tasyakuran ini mengundang cacat veteran dan janda cacat veteran sebanyak 18 orang untuk bersama-sama berbagi cerita dan kenangan mereka semasa zaman perjuangan dahulu. Dalam acara makan siang ini juga diadakan pemotongan tumpeng serta pembagian bingkisan berupa sembako kepada para veteran yang hadir.




Monday, November 7, 2016

Konser Amal Dalam Alunan Orchestra "Magical Music Night 2016"


Konser Amal Dalam Alunan Orchestra Magical Music Night 2016 - Menonton konser besar dengan iringan orchestra kelas dunia sudah jadi santapan masyarakat kalangan atas, akan tetapi bagi masyarakat biasa? Sebuah hal yang sangat ajaib! Sesuai dengan tajuknya, yakni Magical Music Night di Covex Hall Grand City Surabaya tanggal 2 November 2016 silam, setiap langkah terasa dalam cerita puteri dalam dongeng klasik.


Acara musik ini berskala internasional dengan kurang lebih sebanyak 70 musisi ternama dan harga tiket yang tentu saja tidak ‘ekonomis’ pastinya bikin menganga. Bisa mendapatkan keberuntungan sebagai tamu undangan? Itu salah satu keajaiban dalam hidup dan tak akan mudah untuk dilupakan.


Tak usah ditanyakan bagaimana Grand City membalut dekorasi interiornya, acara ini bukan hanya megah saja, namun juga luar biasa! Tak hanya karena mewahnya, namun karena acara ini juga membuktikan bahwa semua kalangan masyarakat memiliki satu kepedulian yang sama, yakni kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan. Kebetulan untuk #magicalmusicnight ini konsentrasi acara adalah untuk beramal bagi saudara dan saudari kita yang terkena kanker. Menonton orkestra internasional sambil beramal, dan pundi Rupiah yang sudah kita keluarkan akan digunakan untuk pembangunan Rumah Singgah Terpadu atau rumah pemulihan secara menyeluruh, khusus bagi saudara kita yang kurang mampu.


Salah satu protokol yang harus diikuti sebelum memasuki aera konser di lantai 3 Grand City ini adalah mengenakan gelang Love Hope and Faith. Kemudian melakukan registrasi dulu sebelum masuk, dan registrasinya disesuai dengan tiket kita beli. Dimulai dari VVIP, VIP, kelas I, kelas II, kelas III, hingga kelas undangan khusus. Semua istimewa, semua beramal, semua berbahagia.


Ah ya ada Coctail Party yang luat biasa dengan sponsor resmi Dapur Cokelat, bersama Chef Ken dan ada juga sesi foto bareng bersama Robert Casteel sang konduktor. Setelah itu para tamu memasuki ruangan konser berbalut kelambu gelap, interior ruangan dibuat seperti langit malam yang bertabur bintang kecil.


Konser dimulai dan Robert Casteel, siap untuk memandu konser, 20th Century Fox menjadi alunan musik pertama yang dimainkan, setelah itu berturut-turut dilantunkan Followed by Superman, dilanjutkan Flying Theme-nya E.T. Seperti yang sudah diketahui, Robert Casteel ini adalah conductor yang sering tampil di berbagai benua seluruh dunia, yakni Eropa, Amerika, Australia dan tentu saja Asia.


Malam itu yang dimainkan adalah soundtrack film-film fenomenal dari seluruh dunia, karena memang tema konser Magical Music Night yang kedua kali diadakan oleh Cancer Awareness Community malam itu adalah Cinema In Concert Love, Hope, and Faith. Itulah kenapa semua lagu yang diangkat pada sesi pertama konser merupakan sounctrack film-film box office yang sudah tak asing di telinga kita.


Tahun lalu #cancerawarenesscommunity juga sukses menggelar event serupa. Dalam sambutannya, Elizabeth Meliana, yakni ketua Yayasan Sadar Kanker dan founder Rumah Singgah Terpadu, mengungkapkan bahwa sebagian keuntungan konser akan disumbangkan untuk rumah singgah, dimana keluarga dan penderita kanker akan mendapat pekerjaan dan kehidupan yang lebih layak. Selain itu, ibu Meliana ini merupakan seorang survivor kanker lidah dengan lidah yang telah dipotong sepanjang 4 cm, tetapi beliau bertahan dan mampu bicara normal. Beliau menjadi pejuang #cac yang memberi support dan semangat penuh untuk semua penderita kanker. Kanker mungkin menyeramkan, tetapi tak akan menghentikan kebahagiaan dan semangat hidup bagi penderitanya.


   Sebelum masuk kita menyaksikan Cocktail Party, duh ileeee....ngiler cyin... coklat diman-mana. Sponsor resmi dari Dapur Cokelat sudah menghipnotisku. Aku kelaparan, kalap, dan entahlah...aku lupa dengan bentuk tubuhku yang semakin berbentuk Doraemon. Acara Cocktail Party yang luar biasa dari Chef Ken di akhiri dengan foto bersama.



Sunday, November 6, 2016

Jelang Jelajah PLTP Kamojang Dan Konservasi Elang Jawa Di Kamojang Garut

Banner event (foto milik wegi.org)


Jelang Jelajah PLTP Kamojang Dan Konservasi Elang Jawa Di Kamojang Garut - Sudah hampir 3 tahun saya bergabung dalam kegiatan Bank Sampah, yang berhubungan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Lebih dari setahun saya bergabung di Wegi - We Green Industry, komunitas yang banyak menyuarakan serta ajakan untuk melindungi bumi dari segala macam kerusakan alam. Baik dari perlakuan manusia itu sendiri maupun dari efek industri. Beberapa kali saya mengikuti kegiatan Wegi sejak Wegi 5 berkunjung ke Semen Tuban sampai diskusi dengan wakil rakyat di gedung DPR. Di samping semakin lama suka dengan segala aktifitasnya, saya pun bangga sekali bisa menjadi salah satu bagian dari mereka. 


Kemarin saya cukup surprise ketika menerima email undangan dari komunitas Wegi selaku pelaksana kegiatan untuk mengikuti acara Jelajah PLTP Kamojang Dan Konservasi Elang Jawa pada tanggal 11-12 Nopember 2016 di Kamojang Garut. Tanpa banyak pertimbangan, saya pun membalas email tersebut dan menyatakan untuk siap mengikut kegiatannya. Sayapun mencari informasi tentang Pertamina Kamojang di internet, dan menemukan banyak berita yang cukup membuat saya semakin penasaran. 


Ternyata, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) sudah mendapatkan peringkat Proper Emas selama 5 tahun berturut-turut. Tentu ini bukanlah hal yang mudah. Karena tak jarang, peringkat Proper Emas yang sudah di raih bisa turun atau bahkan tidak mendapatkannya lagi di tahun-tahun berikutnya. 


Direktur Utama PT PGE Irfan Zainuddin menerima Proper Emas dari Wakil Presidan Jusuf Kalla (foto milik PGE)


Dengan bangga, Direktur Utama PT PGE bapak Irfan Zainuddin mengungkapkan rahasia prestasi perusahaan panas bumi itu dalam mendorong pengembangan kegiatan pengelolaan lingkungan hidup pada operasional sehari-hari. Seperti yang saya kutip dari website PGE bahwa menurutnya, Proper sebagai salah satu mekanisme penilaian kinerja penataan lingkungan dan sosial, telah mendorong PGE untuk terus mempertahankan pengelolaan lingkungan terbaik dengan mengembangkan berbagai inovasi baik dari segi pengembangan kegiatan operasional yang ramah lingkungan, pemanfaatan sumber daya optimal, juga mengembangkan inovasi pengembangan energi terbarukan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan motto perusahaan yaitu "Memanfaatkan Energi, Mengembangkan Sinergi, Menguatkan Kemandirian Ekonomi".


Inovasi yang dilakukan antara lain, pengembangan sumber listrik panas bumi skala kecil yaitu portable turbine berkapasitas 750 watt, dan bladeless turbine dengan kapasitas 3200 watt. Yakin pemanfaatan energi uap panas bumi dari jalur bleeding untuk penyediaan energi listrik di sekitar daerah operasional. Ada juga inovasi lampu thermoelectric yang memanfaatkan perbedaan suhu di sekitar jalur pipa uap untuk di ubah menjadi energi listrik alternatif sebagai penerangan lingkungan. Inovasi ini bahkan mendapatkan penghargaan Satya Lancana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia. Sementara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, inovasi yang dilakukan yakni pemanfaatan uap geothermal untuk budidaya anggrek dan pengembangan alat pengering kopi. 


"Proper juga mendorong kami untuk mewujudkan sinergi dengan alam sekitar dalam menjaga kelestarian lingkungan. Seperti melalui program green school (sekolah berwawasan lingkungan) dan program pengembangan bank sampah berbasis masyarakat" papar Irfan. 


Sinergi stakeholder diwujudkan melalui kerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung melalui program pengembangan Desa Wisata Geothermal Kamojang. Kegiatan meliputi pengembangan Geothermal Information Center (GIC) sebagai pusat informasi dan edukasi geothermal, pengembangan kuliner, pelestarian Domba Hias (plasma nutfah), pengembangan Taman Wisata Alam Kawah Kamojang dan Danau Pangkalan. 


Foto milik : Leo Kusuma - Kompasiana


Selain dengan pemerintah daerah, PGE juga bekerja sama dengan BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam) Jawa Barat untuk Pengembangan Pusat Konservasi Elang di Kamojang, serta Pengembangan Taman Wisata Alam Kawah Kamojang. Jadi, dengan adanya Proper inilah semakin membuktikan pengembangan bisnis geothermal dapat dilakukan selaras dengan pelestarian lingkungan sosial. Gemilang emas Kamojang menjadi bukti PGE menjalankan bisnisnya senantiasa mengedepankan prinsip-prinsip berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.


Informasi-informasi yang keren di atas itu membuat saya semakin semangat menjelang hari H yang kurang 5 hari lagi. Tentunya saya juga sudah tidak sabar untuk menyaksikan sendiri inovasi dan prestasi dari PLTP Kamojang yang telah melibatkan masyarakat dalam menjaga serta memanfaatkan lingkungan. Jadi, tunggu cerita saya ya.....