Friday, October 7, 2016

Kekuatan Di Balik Kelembutan Seorang Perempuan

Perempuan harus bisa jaga diri (foto dari facebook wsdk)


Kekuatan Di Balik Kelembutan Seorang Perempuan - Perempuan adalah makhluk ciptaan Tuhan yang sangat spesial. Konon penciptaannya pun memakan waktu yang jauh lebih lama jika dibandingkan dengan penciptaan lelaki. Seorang perempuan dilahirkan dengan hati yang lembut, watak yang halus dan batin yang perasa. Karena sifatnya yang memang ‘lemah’ jika dibandingkan dengan lelaki, maka tidak jarang banyak perempuan yang diintimidasi oleh lawan jenis. Bukan hanya intimidasi fisik, seperti kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT. Namun juga intimidasi batin seperti verbal bullying serta adanya pelecehan seksual. 


Sebenarnya perempuan bisa menjadi jauh lebih kuat jika dibandingkan dengan lelaki, sebab mereka memiliki kekuatan tersembunyi yang jarang sekali dieksplor. Sehingga banyak hal buruk yang menimpa perempuan saat berada dalam situasi yang kurang menguntungkan. Kekuatan tersembunyi yang dimiliki oleh seorang perempuan adalah kelembutan yang mereka miliki. 


Suasana workshop di gedung serba guna Stiesia (dok.facebook wsdk)

Melalui Workshop "Beladiri Praktis untuk Perempuan Bersama WSDK" yang diadakan pada hari Jumat 16 September 2016 lalu, akan ditunjukkan bagaimana caranya mengolah kelembutan yang mereka miliki sebagai self defence atau perlindungan diri yang paling kuat. Workshop singkat yang tak sampai satu hari itu akan mengajarkan para perempuan teknik-teknik praktis yang tak perlu menggunakan terlalu banyak tenaga. Namun bisa memberikan perlindungan yang maksimal untuk perempuan. Pelajar dan perempuan yang masih melajang sangat rawan akan tindakan kriminal dan pelecehan. Maka diharapkan semakin banyak perempuan yang bergabung dan mengikuti workshop untuk memperkuat pertahanan mereka masing-masing. Sekalipun demikian, perempuan yang telah menikah dan berusia dewasa juga harus mengetahui trik khusus membela diri ala WSDK ini. Untuk mengantisipasi kemungkinan buruk yang bisa terjadi. 



WSDK itu sendiri merupakan kepanjangan dari Women Self Defence of Kopo-Ryu. Yakni sebuah organisasi beladiri khusus perempuan untuk membela diri masing-masing. Yang menarik dari beladiri perempuan ini adalah senjata yang digunakan pun bukan senjata berat atau senjata logam (belati, pisau dan sebagainya) melainkan benda-benda yang biasa dibawa oleh perempuan dan digunakan dalam kegiatannya sehari-hari. Dari mulai payung, cermin, tas, sepatu dan bahkan gincu serta kertas tisu pun bisa dimaksimalkan kegunaannya sebagai media perlindungan diri. 


Peserta di beri kesempatan untuk memperagakan aksi bela dirinya (foto facebook wsdk)


Women Self Defence Kopo-Ryu ini tidak menggiring para pesertanya untuk menjadi ahli beladiri. Namun para perempuan akan dibekali kemampuan dan teknik-teknik dasar untuk mengubah gerakan refleks seperti mendorong, menampar, cubit dan menendang. Jadi gerakan yang fatal bagi penyerang. Dengan memusatkan tenaga pada beberapa bagian tubuh (terutama bagian yang akan digunakan untuk melawan), maka perempuan bisa menyerang titik vital si penyerang dan bisa melarikan diri. 


WSDK ini berdiri atas keprihatinan Sofyan Hamballi atas tingginya angka kejahatan pada perempuan di Bandung Raya,  yang disebabkan oleh stigma perempuan lemah. Dan kaum perempuan yang tak tahu bagaimana caranya menyelamatkan diri dengan cara yang praktis dan efektif. Sejak tahun 2006 silam, hingga saat ini sudah lebih dari 5.000 perempuan bergabung bersama WSDK, membuat perkembangannya makin pesat dan nama WSDK makin terkenal. 


drg. Wike (dok.pri)

Foto di sebelah adalah drg. Wike, pemegang Dan-1 Kyoren Yudansha. Seorang dokter gigi dan istri dari Kapolresta Pasuruan. Memberikan testimoni sebagai anggota senior WSDK, bagaimana cara menghadapi kejahatan di tempat umum.


Semakin banyak perempuan yang bergabung dengan WSDK, maka semakin banyak pula perempuan mandiri yang bisa melindungi dirinya sendiri dan angka kejahatan terhadap perempuan akan turun sedikit demi sedikit seiring dengan berjalannya waktu. Sekalipun WSDK sudah menyebar layaknya virus positif ke lingkungan yang lebih luas, namun promosi dan pengenalan WSDK masih terus gencar dilakukan ke sekolah-sekolah, instansi pemerintahan, universitas serta ke berbagai lembaga lainnya. Tahun lalu bahkan WSDk bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Jawa Barat untuk melatih calon trainer beladiri, dan mengajarkan teknik beladiri praktis untuk calon TKW. 




Dengan adanya Women Self Defence of Kopo Ryu ini, maka perempuan bisa menjadi diri mereka sendiri dan terlepas dari ketakutan atas risiko tindakan kriminal yang mengintai. Perempuan tetaplah perempuan yang lembut, namun lembut bukan berarti lemah, dalam kelembutan tersimpa kekuatan.


Para peserta pelatihan bersama pelatih dari WSDK pusat (dok.pri)


7 comments:

  1. solusi bgt utk mengatasi aksi kejahatan pelecehan dan kdrt ya mbak. makasih udah berbagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. kita harus bisa menjaga diri sendiri...itu yg terpenting mbak wawa
      terima kasih juga sudah di beri kesempatan ya

      Delete
  2. penting juga ya Mba bagi perempuan belajar beladiri seperti ini.. Buat jaga2 aja..

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mbak rita... krn kita jg tdk bisa menggantungkan orang lain untuk selalu menemani :)

      Delete
  3. Wow keren. Makasih mbak Avy sdh mau berbagi lewat tulisannya yg oke punya dan ikut ambil bagian dari pelatihan wsdk.

    Salam
    Eko H. Head Coach WSDK

    ReplyDelete
  4. Wow keren. Makasih mbak Avy sdh mau berbagi lewat tulisannya yg oke punya dan ikut ambil bagian dari pelatihan wsdk.

    Salam
    Eko H. Head Coach WSDK

    ReplyDelete
  5. Seru ya ikut pelatihan pertahanan diri...dari dulu pengen ikut taekwondo belum kesampaian nih mba :)

    ReplyDelete