Sunday, September 11, 2016

Korban Blogger adalah Silaturahmi Yang Unik Antar Blogger Di Dunia Maya

Lagi menyapa sahabat di dunia maya (dok.pri)


Pagi-pagi sudah kena colekan kak Didik Jatmiko. Blogger keren dari Bojonegoro yang selalu aktif, produktif dan dinamis. Bagaimana tidak? Ketika saya masih meringkuk di balik selimut sekedar pengen memanjakan diri untuk bangun siang, eh kak Didik sudah melanglang buana kemana-mana. Tapi itulah semangat yang selalu ditularkan pada blogger yang lain. Meskipun hanya lewat dunia maya.


Kali ini kak Didik mengajukan 7 buah pertanyaan yang harus saya jawab. Mau pake merem ato melek, yang pasti harus di tulis di blog hehehehe... Oke deh kak, siapa takut? Berikut ini adalah pertanyaannya :


[1] Siapakan nama guru Sekolah Dasar mu yang teringat pertama kali dan ceritakan kenangan asik dengan beliau.


Ketika SD, saya duduk di bangku sekolah Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Madiun. Yaitu sekolah yang berbasis agama Islam untuk semua mata pelajarannya. Jadi, mata pelajaran yang kami terima itu bisa 2x lebih banyak dari sekolah umum. Untuk mengatasi kebosanan, biasanya kami mengikuti kegiatan ekstra kulikuler seperti Pramuka. Di jaman itu, kegiatan Pramuka sangat menyenangkan sekali. Karena hampir setiap minggu kami ada kegiatan Cycling atau bersepeda ke desa-desa. Sambil menikmati pemandangan yang indah, berkemah dan memasak kuliner desa yang selalu unik. Guru Pramuka kami adalah pak Kris atau di panggil kak Kris. Pembawaannya ramah, supel tapi tegas. Sehingga banyak yang menyayangi dan mengidolakan beliau.


[2] Siapakah teman SMP mu yang teringat pertama kali, dimana lokasinya (gak perlu dipastikan pakai GPS) dan apa sih keistimewaannya?


Teman SMP yang paling kuingat dan tentu saja kusayang adalah Anytha Fitriana. Sebenarnya dia sudah menjadi sahabatku sejak SD dan sampai sekarang. Apalagi rumah kami di Sidoarjo juga tidak berjauhan. Beberapa kali kami bikin kegiatan bersama dan kalau ada acara reuni warga Madiun yang tinggal di Surabaya, pasti datengnya selalu barengan. Tentu saja bagiku dia sangat istimewa. Karena aku dan dia bersama-sama melalui masa kecil yang indah, kemudian masa remaja sampai menjadi ibu-ibu seperti sekarang ini. Dia orangnya sabar, lembut, kalem dan keibuan. Menyenangkan sekali mempunyai sahabat seperti dia.


[3] Apakah kuliner di luar kotamu yang teringat pertama kali, dimana lokasinya (nggak perlu dipastikan pakai GPS) dan apa sih keistimewaannya?


Tentu saja "rujak cingur". Saya kan tinggal di Waru yang masuk di wilayah Sidoarjo. Jadi Surabaya otomatis menjadi luar kota hahahaha.... Surabaya memang gudangnya kuliner yang enak. Juga karena lokasi rumah saya yang lebih dekat ke Surabaya, jadi hampir setiap hari saya bisa mencicipi tahu campur dan lontong balap. Duh jadi ngileerrr.....


[4] Pernah baca koran edisi cetak dalam sebulan terakhir ini? Kalau pernah, apa nama korannya dan dimana sih mbacanya (pinggir jalan, angkot, perpustakaan, dll?)


Meskipun sudah lama saya tidak langganan koran cetak lagi, mungkin sudah setahun lebih, dan sekarang digantikan wifi/internet. Tapi suami masih sesekali beli koran Jawa Pos. Kemarin beli waktu lagi rame berita sidang kopi sianida. Membacanya di rumah sambil ngopi dong. Tapi tanpa sianida tentunya....


[5] Jika kamu sempatkan meletakkan gadgetmu, kemudian melihat sekelilingmu di tempat umum. Apakah kamu melihat keberagaman (manusia) yang ada? Apapun jawabannya, maka apakah yang ada dibenakmu melihat hal ini?


Kita tidak bisa mengelak dari dinamika hidup, salah satunya adalah tekhnologi yang semakin canggih. Dari kecanggihan itulah, sehingga semua informasi bisa kita dapat dari satu alat yaitu gadget. Meskipun dalam hati tidak setuju, tapi kita harus menerima itu menjadi bagian dari kehidupan yang tidak terpisahkan. Sebagai seorang ibu tapi juga pelaku medsos, saya berusaha bijak dalam menggunakannya. Itu juga yang saya ajarkan pada anak-anak. Karena radiasi dari gadget yang terus menerus tidak bagus juga buat kesehatan. Jadi saya selalu ingatkan anak-anak untuk bisa menyeimbangkan dengan olah raga, atau pada saat-saat tertentu ketika berinteraksi dengan orang tua harus menanggalkan semua gadget tersebut.


[6] Apakah angkutan umum terakhir yang kamu naiki? Asik nggak sih perjalananmu?


Seminggu yang lalu saya mudik ke Madiun dengan naik kereta api. Salah satu transportasi umum yang sepertinya tidak hanya menjadi favourite saya, tapi masyarakat Indonesia semua. Karena sekarang fasilitasnya sangat bagus dan nyaman. Kereta api selalu bersih, full ac, ada colokan listrik dan jauh dari gangguan para pedagang atau pencopet. Pergi kemanapun kalau naik kereta api akan selalu mengasyikkan buat saya.


[7] Apakah pagi ini kamu sempat melihat matahari terbit? Kenapa?


Terus terang saya jarang atau hampir tidak pernah bisa menyaksikan matahari terbit. Karena, sepagi apapun saya bangun, saya sudah disibukkan dengan menyiapkan keperluan anak-anak sekolah seperti sarapan dan bekal. Kalaupun sesekali jalan pagi, itu ketika suasana sekeliling juga masih tampak gelap.

Anytha, sahabatku sejak SD sampai sekarang (dok.pri)

Huuuuffffftttt.....legaaaaaa banget hehehehe. Bener-bener kayak ikut ujian lagi deh. Untung saja sudah terbiasa ngarang. Eh tapi jawaban di atas bukan ngarang lo, itu realitas dan keluar dari hati yang jujur.


Terima kasih kak Didik Jatmiko yang mengajak bersilaturahmi dengan cara yang unik tapi keren ini. Kalau pengen tau tulisan beliau, buka link  Korban Blogger ya....



11 comments:

  1. мϐä... Avy.., мαтυя ηυωυη sampun dijawil.., memori.. menelusuri jejak yg terlupa judulnya ya.., Barokallah мϐä ♥

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak mita.... gak ada salahnya mengingat hal2 yg indah dan menuliskan unt dijadikan kenangan hari esok hehehe

      Delete
  2. Surabaya, saya selalu teringat sama Tahu Tek Telor mbaa. Langganan saya di Bekasi kena gusur karena pelebaran ruas jalan. Dan entah nyari Tahu Tek Telor kemana lagi..huahahaha

    Kalo ke surabaya saya paling2 taunya Tahu Tek yang di pasar atum itu. #kenapasayaikutancurhat hehehe piss mbaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. mbak ipeh... tahu tek yg terkenal ya di jalan dinoyo
      hampir semua artis sdh pernah kesana...dan fotonya di pajang di dinding warung
      padahal tempatnya kecil banget lo.... namanya tahu tek pak ali

      Delete
  3. Senengnya punya sahabat dekat dr SD yg ms akrab mpe skrng hehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak aprilia.... sudah kayak sodara sendiri

      Delete
  4. Wah asyik ada acara korban blogger segala :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe...iya mbak ida,
      ide teman2 blogger memang ada saja...

      Delete
  5. Aku juga dapet colekan Korban Blogger tapi belum sempat jawab soalnya. Hihi. Cara yang asyik dan unik buat silaturahmi antar blogger.

    ReplyDelete
  6. Aku kok yaa jadi kangen rujak cinggur ama tahu campur ...ok fix ntar malam kita laksanakan

    ReplyDelete
  7. Kita semua adalah korban yang positif. :D

    ReplyDelete