Monday, September 5, 2016

Duta Damai Dunia Maya 2016 : BNPT Bersama Para Pemuda Kreatif Perangi Terorisme Di Dunia Maya


Setelah sukses menyelenggarakan event di 3 kota besar di Indonesia yaitu Medan, Makasar dan DKI Jakarta. Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) kembali mengajak para pemuda yang kreatif untuk mengikuti Pelatihan Duta Damai Dunia Maya 2016, khususnya bagi mereka yang tinggal di wilayah sekitar Yogyakarta,  Kegiatan berlangsung mulai dari tanggal 19 sampai 21 Juli 2016 dengan mengambil tempat di The Alana Hotel Yogyakarta. Terpilih 60 orang untuk mengikuti Pelatihan Duta Damai Dunia Maya yang terbagi dalam 3 kelompok yaitu dari perwakilan Blogger 30 orang, DKV 20 orang dan IT 10 orang. Selama pelatihan, para peserta tidak hanya mendapat gambaran serta informasi yang lengkap tentang Gerakan Terorisme. Tapi juga mendapat bimbingan dalam membuat tulisan, meme bahkan video yang nantinya akan digunakan sebagai senjata melawan terorisme di dunia maya.



Acara secara resmi di buka oleh Kasubdit Pengawasan dan Kotra Propaganda BNPT yaitu Kol. Inf. Dadang Hendrayuda yang menyampaikan bahwa semua Duta Damai Dunia Maya akan terhubung dengan group messengers pusat yaitu PMD dan Duta Damai untuk sharing informasi serta konten. Di samping itu, komunikasi aktif akan terus terjalin demi untuk menggaungkan perdamaian melalui dunia maya. 



Dadang juga menambahkan bahwa mengajak para Duta Damai yang sudah terpilih ini untuk bekerja keras menggaungkan perdamaian di dunia maya ketika konten-konten negatife anti kedamaian begitu marak di dunia maya. Terutama dari kelompok radikalisme dan terorisme. 



Pada Pelatihan Duta Dunia Maya Regional Yogyakarta 2016 ini, peserta yang terpilih dari luar kota hanya 10 orang. Saya termasuk beruntung karena mewakili kota Surabaya bersama Didik Jatmiko yang berasal dari Bojonegoro. Di samping bangga dan gembira karena meskipun dalam hitungan usia sudah tidak muda lagi. Saya merasa mendapat amanat untuk turut bertanggung jawab secara moril dalam menebarkan informasi yang tepat tentang terorisme terutama di lingkungan terdekat seperti keluarga dan masyarakat sekitarnya.



NARA SUMBER


Beberapa tokoh yang dihadirkan sebagai nara sumber pada pelatihan tersebut diantaranya adalah Dik Doank seorang penyanyi yang sekarang lebih fokus ke dunia pendidikan, Ali Fauzi mantan teroris yaitu adik Amrozi dan Yudha Agung yaitu wakil dari Twitter Indonesia. 


Dik Doank sebagai motivator (dok.pri)

Nara sumber yang hadir pada hari pertama adalah Dik Doank. Seperti kita ketahui, bahwa dulunya dia salah satu penyanyi dengan aliran legenda yang peduli dengan kegiatan lingkungan dan sosial. Di sekitar tempat tinggalnya kawasan Jurangmangu Tangerang, dia mendirikan sekolah bagi anak-anak yang kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Sebuah sekolah alam yang di beri nama “Kandank Jurank Doank”. Dik Doank juga sering meminta teman-teman artis untuk datang berbagi ilmu atau menghibur murid-murid yang kebanyakan adalah gelandangan, pemulung dan anak tidak mampu yang tinggal disekitar rumahnya. Sekarang kegitannya lebih banyak menebar motivasi dan berbagi pengalaman tentang kehidupannya sekarang yang disebutnya sebagai "dia yang sudah berhijrah". Dalam kesempatan tersebut, Dik Doank memberikan pembelajaran tentang filosofi pohon. Jadilah seperti pohon, tenang tapi menghasilkan buah untuk manfaat orang lain.


Yudha Agung wakil dari Twitter Indonesia (dok.pri)

Pada kesempatan kedua adalah Agung Yudha perwakilan dari Twitter Indonesia yang menyampaikan bahwa pengguna twitter tertinggi masih di pegang anak muda. Pengguna untuk kelas managerial atau menengah di kisaran umur 35-44 tahun. Sedangkan setiap 8 jam ada kurang lebih 1 milyar twit dan retwit. Sehingga twitter menjadi salah satu media sosial yang tepat dan efektif untuk mendukung langkah anak muda (khususnya Yogyakarta) dalam menyuarakan perdamaian lewat dunia maya. 









Yang tidak kalah seru dan sangat dinantikan adalah ketika mantan teroris memberikan kesaksiannya, yaitu Ali Fauzi yang merupakan adik kandung dari Amrozi. Dulunya dia adalah ahli atau spesialisis perakit bom. Dijabarkan pula bagaimana dulunya dia berpindah dari satu negara dan satu wilayah untuk berjuang bersama para teroris lainnya dengan satu tujuan yaitu berjihad. Tapi selanjutnya dia mulai sadar bahwa jihad yang telah dilakukan selama ini keliru. Sekarang dia menjadi pengamat bom dan terorisme.





Mayjen Abdul Rahman Kadir - Deputi I BNPT menutup acara (dokpri)

Sedangkan Mayjen Abdul Rahman Kadir sebelum menutup secara resmi kegiatan ini mengatakan bahwa :


“Makanya kami mengajak generasi muda meramaikan dunia maya denagn konten kedamaian. Kalau tidak kita imbangi dan lawan dengan konten kedamaian. Maka kelompok minoritas dengan konten negative akan lebih unggul. Intinya, ayo bekerja keras dan tidak tinggal diam dalam menghadapi propaganda radikal terorisme di dunia maya.” 


Pelatihan ini menghasilkan 5 website yang terintegrasi dengan portal damai BNPT yang di kelola oleh Pusat Media Damai (PMD) BNPT. Adapun 5 laman damai yang terlahir dari Yogyakarta adalah sebagai berikut : 

  • www.satu.dutadamai.id 
  • www.ayog.dutadamai.id 
  • www.gabung.dutadamai.id 
  • www.pojok.dutadamai.id 
  • www.jihadis.dutadamai.id 


“Harapan nantinya ke 5 laman Yogyakarta ini bisa langsung eksis dan lebih kreatif dibandingkan rekan-rekan sebelumnya di Medan, Makasar dan Jakarta.” tambah Dadang Hendrayudha pada awak media ketika penutupan acara kemarin. 


Team AYOG berfoto bersama Deputi I BNPT pada penutupan acara 
Foto bersama peserta, narasumber dan pejabat BNPT pada penutupan pelatihan (dok.pri)










4 comments:

  1. emang penting banget ya buat warga dunia maya berlaku damai dan saling mengingatkan.. semoga duta damai turut membantu meminimalisir isu2 yang kurang baik bagi masy..

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah....itu juga salah satu tujuannya mbak zata
      terima kasih kunjungannya ya

      Delete
  2. hayuu ahh damai, semoga selalu tetep terjaga kedamaian di dunia maya.
    hiduup duta damai!

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai teteh geulis...
      ya kita semua inilah para duta damai dunia maya
      menjaga kerukunan dan keharmonisan tidak sulit kok
      karena damai itu indah.... setuju kan hehehe

      Delete