Sunday, July 31, 2016

Film Untuk Angeline, Film Edukasi Untuk Keluarga



Sebagai kalimat pembuka, disini saya jelaskan bahwa film Untuk Angeline ini bukan film dengan menonjolkan adegan kekerasan, seperti yang dikhawatirkan kebanyakan orang sebelumnya. Tapi sebuah film edukasi untuk keluarga. Semua orang tua wajib menonton. Dan film ini memang terinspirasi dari kisah nyata kasus adik Angeline dari Bali. Kemudian di kemas lebih halus dan banyak mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan untuk menjadi bahan pembelajaran buat kita semua.


Tiket nobar film Untuk Angeline (dok.pri)

Film Untuk Angeline mengisahkan tentang sepasang suami istri yaitu Samidah dan Santo yang berasal dari Banyuwangi tapi tinggal di Bali. Keadaan ekonomi mereka sangat kekurangan, karena Santo hanya bekerja sebagai kuli bangunan. Padahal Samidah sedang hamil tua.


Ketika saatnya Samidah melahirkan, mereka tidak mempunyai uang sepeserpun untuk membayar biaya persalinan. Sampai akhirnya Santo bertemu dengan sepasang suami istri bernama John dan Terry. John yang ingin memiliki anak perempuan, berniat mengganti bayi mungil itu uang untuk melunasi biaya rumah sakit Samidah. Dengan perjanjian yang isinya bahwa mereka tidak boleh menemui putrinya sampai usia 18 tahun. Tanpa sepengetahuan Samidah, Santo menyetujui dan menandatangani perjanjian tersebut. Pasangan John dan Terry memberi nama bayi perempuan itu Angeline. John sangat menyayanginya meskipun sebelumnya sudah memiliki seorang anak kandung bernama Kevin.


Namun kebahagiaan Angeline tidak berlangsung lama. John meninggal ketika dia menginjak usia 5 tahun. Sejak itulah perlakuan ibu dan saudara tirinya sangat jahat dan kasar. Angeline sering di siksa dan diperlakukan tidak adil. Angeline tidak pernah mendapatkan haknya, baik kasih sayang maupun pendidikan. Dia diberi tugas yang berat yaitu menjaga dan memberi makan kucing-kucing peliharaan Terry. Angeline tidak pernah di beri makan. Tapi malah di suruh makan dari makanan kucing-kucing itu. Sampai pada suatu hari, seekor kucing mati karena waktu itu Angeline ketiduran karena capek. Terry marah luar biasa dan menyiksa Angeline. Kepala Angeline dibentur-benturkan di tembok kamar mandi. Kemudian di siram air sebanyak-banyaknya. Sampai akhirnya Angeline menemukan ajalnya.


Sementara itu, Samidah sedang berusaha untuk mengumpulkan uang demi menebus putrinya lagi. Sudah 9 tahun dia tidak pernah bertemu bayinya yang diberikan Santo kepada orang lain. Rasa rindu yang mendalam membuat dia bertekad untuk menyusuri setiap jalan di kota Bali untuk menemukan putrinya kembali meski hanya berbekal sarung tangan bayi yang masih dia simpan. Dan kesedihan yang diterimanya  pun bertumpuk-tumpuk, ketika tahu kalau Santo kawin lagi. Tapi rasa rindu terhadap anaknya lebih kuat. Sampai suatu ketika, ada polisi yang mendatangi rumahnya dan memberitahukan bahwa Angeline sudah ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.


Menemukan banyak kejanggalan dan ketidakadilan, Samidah tidak terima anaknya meninggal dalam keadaan tidak wajar. Dengan naluri keibuannya, dia menuntut Terry untuk bertanggung jawab atas semua perbuatannya terhadap Angeline. Sampai akhirnya Hakim menjatuhkan hukuman yang setimpal buat Terry, Samidah bisa tersenyum bahagia. Karena dia yakin, Angeline juga akan tenang dan bahagia di sana. Berkumpul dengan papi angkatnya yang tercinta yaitu John.


Kopier Surabaya selesai nobar film Untuk Angeline (dok. firda)

Semua artis berakting sangat total dan menjiwai. Terutama Naomi Ivo yang memerankan Angeline berumur 9 tahun. Dia mampu memerankan tokoh Angeline yang teraniaya dengan begitu apik. Buktinya dia mampu membuat air mata terkuras dan memancing emosi penonton. Saya sendiri sampai film usai, perasaan sedih itu masih bergelayut. Bisa jadi, kita juga membayangkan kepedihan yang hampir sama dirasakan oleh Angeline dari Bali. Mau tidak mau, kedua cerita beda kasus itu memang masih ada hubungannya. Kalau yang senior, nggak usah diragukan lagi dong aktingnya. Kinaryosih yang berperan sebagai Samidah termasuk artis dengan jam terbang tinggi. Begitu juga Teuku Rifnu Wikana yang pernah memerankan tokoh Jokowi pada tahun 2013.


Secara keseluruhan, film ini tidak begitu mengecewakan. Mampu menguras air mata dan emosi penonton. Alurnya juga cukup rapi dan jelas. Tapi menurut saya hanya kurang pas di ending, sedikit menggantung. Penonton yang juga gemas dengan perlakuan Terry pada Angeline, pengen tahu bagaimana akhirnya nasib dia. Dan tentunya sangat berharap Terry mendapat hukuman yang berat, setimpal dengan perbuatannya yang tidak berperikemanusiaan itu. 


Terakhir, pembelajaran yang bisa kita petik disini adalah kita harus peka dan peduli pada lingkungan. Sehingga bisa tahu, apa yang terjadi pada sekililing kita. 


Diskusi tentang film Untuk Angeline masih berlanjut di foodcourt Cito (dok. firda)

"Seorang anak bukan hanya yang lahir dari rahim kita saja. Bukan hanya yang mewarisi darah daging kita. Semua anak adalah titipan dari Tuhan.  Dan kita bertanggung jawab untuk membesarkan, menjaga, membimbing dan menghantarkan mereka untuk menjadi manusia yang mandiri."

12 comments:

  1. Wah udah tayang ya mba...pengen nonton deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mbak Yurmawita,
      sudah mulai 21 Juli kemarin kok :)

      Delete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  3. waduh aku kelewatan nih film ini

    ReplyDelete
  4. Di jakarta kok gaung nya kurang yaaa film ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekarang udah mulai rame kok kakak cumi....coba nonton deh :)

      Delete
  5. Kak Cumi, coba masuk ke Cineplex XXI, gaungnya pasti keras kok. Jantung saya sampai berdegup-degup melewati setiap sekuel.

    ReplyDelete
  6. Weeh seru mba sambil diskusi ya. Saya belom nonton film ini neh

    ReplyDelete
  7. Aku belum sempet nonton filmnya, ih. Akhir film yang gantung itu suka gemesin emang ya, Mbak. Kayak makan enak tapi ada bumbu yang kurang dan entah apa itu *analogi asal*

    ReplyDelete
  8. Boleh dong mbak sekarang nontonnya karena kemarin ketinggalan nih.

    ReplyDelete
  9. Kalau nonton lagi, pasti mewek lagi deh :)) Semoga ini tragedi terakhir yang menimpa anak Indonesia ya mbak :)

    ReplyDelete