Friday, May 6, 2016

Menguak Rahasia Hati Seorang Ibu Lewat Buku "Madrasah Itu Bernama Ibu"

KADO KEJUTAN DARI JOMBANG




Satu hari setelah hari ulang tahun saya pada tanggal 25 April 2016, saya menerima kiriman paket dari Jombang. Menilik alamat pengirimnya, saya sudah bisa menerka kalau paket itu pasti dari blogger senior yang begitu saya hormati, bapak Abdul Cholik. Yang begitu akrab dengan panggilan "pakde". Paket itu terbungkus cukup rapi dan indah. Menandakan betapa pengirimnya sangat menghormati dan menghargai orang yang menerima pemberiannya. 


Belum habis kekaguman saya, ketika perasaan haru menyeruak menyesakkan dada ketika membuka dan membaca halaman pertama buku yang berjudul "Madrasah Itu Bernama Ibu". Sebaris kalimat....


Yth. Mbak Avy

Selamat mensyukuri bertambahnya umur, Mbak

Semoga selalu sehat, sejahtera dan bahagia. Amin


Di bawah tanda tangan dan nama beliau Abdul Cholik, tertulis tanggal yang menandakan kapan paket tersebut siap akan di kirim. Sekitar 4 hari sebelum hari ulang tahun saya. Oh Tuhanku..... Pakde sudah mempersiapkan kado yang begitu mengesankan dan berharga banget buat saya. Padahal saya sendiri waktu itu agak lupa menjelang hari kelahiran, karena sudah hampir seminggu kena flu berat dan butuh istirahat total. 



KETIKA HATI IBU DI UJI


Hari Senin siang tepat tanggal 25 April 2016, saya sudah mau menjemput si kecil Adham pulang sekolah. Rencana sekalian mengantarkan dia ke tempat latihan drumband. Tapi rupanya dia lebih memilih untuk berangkat rame-rame dengan teman-temannya naik kendaraan yang disediakan sekolah. Ya sudah, akhirnya saya kembali pulang.


Baru saja sampai rumah, telpon berdering dari pak Siran, pelatih drumband sekolah Adham. Dia menyampaikan berita yang cukup mengagetkan. Adham jatuh dari kendaraan yang sedang melaju. Deg......spontan perasaan saya menjadi cemas dengan berbagai macam pikiran berkecamuk. Ketika saya tanyakan, apa ada luka? Pak Siran bilang hanya lecet, tapi kayaknya kaki Adham terkilir. Tanpa pikir panjang, saya dan suami langsung menuju tempat latihan mereka yang kebetulan tidak jauh dari rumah. 


Di balik rasa cemas dan khawatir, masih ada rasa syukur yang terselip dalam hati saya. Kondisi Adham tidak mengkhawatirkan. Tidak ada luka baik di kepala maupun di badannya. Hanya tumit kaki tampak bengkak, bisa dipastikan terkilir atau kesleo. Otomatis dia harus istirahat di rumah dan tidak bisa sekolah selama seminggu. 


Selanjutnya, hari-hari saya jalani seperti satu ujian. Dimana segala macam perasaan berkecamuk dalam hati demi melihat putra tersayang sakit dan tersiksa. Seperti ikut merasakan derita yang sedang dirasakannya. Tapi di sisi lain, seorang ibu harus menunjukkan pribadi yang kuat, meskipun dalalm hati menangis. Dan satu-satunya kekuatan yang bisa membantu adalah DOA. Pasrah, ikhlas dan tawakal juga kekuatan lain yang bisa membuat seorang ibu menjadi tegar. Seorang ibu dengan segudang doa, merasa yakin bisa melalui hari-hari tersulit apapun. Karena jangankan sakit, nyawapun akan dipertaruhakan untuk kesehatan dan kebahagiaan buah hatinya.




Sambil menunggu si kecil dalam masa penyembuhan, saya tidak pernah lepas membaca buku dari pakde Cholik itu. Hari-hari saya lalui dengan menelaah isi buku yang isinya menggambarkan perjuangan seorang ibu. Dengan segala macam peran dan keadaan. Sungguh sebuah kado yang istimewa dan sangat berkesan. Memang ada hikmah di balik semua kejadian ini. Ketika tepat pada hari ulang tahun saya, mungkin Tuhan memberi teguran supaya saya harus lebih menunjukkan perhatian dan kasih sayang sebagai seorang ibu. Atau mungkin Tuhan juga sedang menguji kesabaran dan kekuatan saya sebagai seorang ibu dalam mendampingi buah hati ketika sakit. Dan kado dari pakde seperti momen yang tepat, memberi semangat sekaligus mengingatkan saya bahwa semua pelajaran hidup itu pasti bisa dijalani oleh seorang ibu. Karena semua pelajaran itu ada dalam naluri dan hati seorang IBU.


Saya coba mengutip kalimat pada bagian PENUTUP di buku pakde :


Menjadi seorang ibu dan memainkan banyak peran sungguh menjadikan hidup begitu menggairahkan. Aneka tantangan muncul sejak anak berada dalam kandungan dan berlanjut sesuai tahapan perkembangan usia mereka. Ucapan, sikap dan tingkah laku anak sepanjang hari serasa mengaduk-aduk perasaan ibu. Kejengkelan, kegemasan dan kemarahan seketika luruh manakala melihat buah hati tidur dengan damai. Kebahagiaan muncul, kepenatan hilang.


"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu."

(QS. Luqman : 14)




Sekali lagi saya ucapkan terima kasih pakde Cholik, salam hormat buat istri dan ibunda tercinta...


No comments:

Post a Comment