Tuesday, March 29, 2016

[Review] Andromax R2 : Tak Perlu Mahal Untuk Bisa Menikmati 4G VoLTE



Smartphone Andromax R2 (dokumentasi pribadi)

Akhirnya smartfren merilis smartphone terbaru yang bertekhnologi VoLTE yaitu smartfren Andromax R2. Sekaligus menjadi penerus generasi Andromax R yang sudah sukses di pasaran. Spesifikasi Andromax R2 ini cukup cetar menurut saya. Di samping sudah mengusung kelebihan dari fitur VolTE, spesifikasi dari Andromax R2 ini lebih canggih. Harganyapun sangat terjangkau yaitu di kisaran 1,7 sampai 1,9 jutaan. 


Dengan menggunakan layanan VoLTE, kita bisa menelpon dengan suara yang jernih, sambungan panggilan lebih cepat dari telpon biasa, mudah berganti layanan dari voice ke video call dan masih bisa internetan meskipun ketika sedang menelpon. Dan untuk menikmati layanan VoLTE, kita memang harus mempunyai sinyal 4G. Setelah itu aktifkan fitur shortcut VoLTE yang terdapat dalam notifikasi. Sebelum memulai menelpon via VoLTE, pastikan dulu muncul logo VoLTE di status bar perangkat. 


Pihak smartfren memang sudah menyediakan tarif untuk layanan VoLTE. Meskipun berada di jaringan LTE, tapi layanan ini tidak memotong kuota internet. Melainkan menggunakan tarif panggilan regular biasa. Untuk sesama smartfren berkisar Rp. 240/menit untuk 3 menit pertama. Sedangkan untuk tarif selanjutnya adalah 5 per detik. Ke operator lain sebesar Rp. 900 per menit 3 menit pertama. Untuk selanjutnya dikenai tarif Rp. 18 per detil.


(Foto milik Silviana Noerita)

Dan beruntunglah saya beberapa waktu yang lalu mendapat undangan untuk menghadiri launching produk smartfren Andromax R2 ini di Surabaya. Tepatnya pada tanggal 21 Maret 2016 di Restoran Agis Surabaya bersama 11 teman blogger Surabaya. Tidak itu saja. Saya juga berkesempatan untuk mendapatkan produk yang kece dan mencoba fitur-fitur canggih yang ada.


Di bawah ini adalah spesifikasi yang terdapat dalam smartphone smartfren Andromax R2, yaitu :

- Layar : 5 inchi HD 1280 x 720 pixel type LCD IPS dengan kerapatan layar 294 ppi

- Dimensi : 142,2 x 70,6 x 6,85 mm

- Desain : Alumunium frame dengan gaya unibody, non removable battery

- Dual sim card : SIM 1 locked 4G LTE Smartfren, SIM 2 GSM, type SIM Card Micro

- Chipset : Qualcomm Snapdragon 415 MSM8929

- Prosesor : ARM Crtex A53 64 bit Octa Core berkecepatan 1,36 GHz

- RAM : 2 GB LPDDR3

- Memori internal : 16 GB eMMC 4,5

- Memori eksternal : tersedia slot MicroSD

- Kamera depan : 5 MP Sensor Samsung S5K5E2 dilengkapi LED Flash

- Kamera utama : 13 MP Sensor Samsung SOCELL dengan Dual Tone LED Flash

- Konektivitas utama : Bluetooth, WIFI, VolTE, 4G LTE, EDGE

- Baterai : Li Ion 2320 mAh


DESAIN

Tampilannya sangat elegan (dok.pri)

Ketika melihat pertama kali, tentu saja yang membuat  menarik adalah tampilannya. Dari segi desain, komponen logam mendominasi bodinya sehingga terlihat begitu kokoh. Warna hitam mengkilat atau glossy di tampak muda dan belakang, membuat smartphone ini terlihat elegan.  Apalagi dengan layar yang berdiagonal 5 inci.



FITUR


Fitur yang disuguhkan cukup berlimpah. Mulai dari SmartCloud, SmartBOX, Smart Music, Smart Play, SmartCall, Smart Face Call, SmartShield, A+Smart Englis dan masih banyak lagi.


KAMERA


Smartphone ini bisa menghasilkan foto dengan kualitas yang cukup baik. Meskipun itu dalam kondisi low light ataupun di luar ruangan dengan pencahayaan yang cukup. Gambarnya cukup memuaskan dengan detil serta warna yang natural. Oh iya... Ada juga fitur Hand Motion Control (kinetic) yang memudahkan kita memotret hanya dengan melambaikan tangan. Kita juga bisa mengedit hasil foto dengan berbagai efek Beautification.


Dalam beberapa hari ini saya cukup menikmati segala fasilitas yang ada di smartphone Andromax R2 tersebut. Terutama kameranya, yang menurut saya cukup mendukung aktifitas sebagai blogger yang banyak membutuhkan dokumentasi gambar terutama untuk bernarsis ria hehehe. Jadi saya mencatat beberapa keunggulannya yaitu :


1. Smartphone ini mempunyai desain premium yang cukup stylish dan elegan. 


2. Smartphone ini cukup memuaskan karena di dukung fitur  dan spesifikasi yang cukup berlimpah. Sehingga layak menjadi pilihan buat kalian yang ingin memiliki ponsel 4G LTE dengan harga terjangkau. Apalagi sudah di dukung tekhnologi VoLTE.


3. Sejauh ini, saya masih cukup puas memakai telpon pintar ini. Baik dari segi fitur, fasilitas dan komponen yang ada. Apalagi dengan tampilannya yang cukup kece badai cetar membahana. Mungkin juga karena masih baru kali ya hehehehe. Ah nggak juga sih. Karena tugas-tugas sebagai blogger ketika liputan, berasa lebih ringan setelah menggunakan smartphone smartfren Andromax R2 ini. 

Smartfren Communitu Surabaya (dok.pri)

Pengen jadi blogger yang kekinian dan pintar? Ya pake telpon pintar Smartfren Andromax R2 dooong.... *hahahaha...bukan iklan....juga bukan titipan lo :)


Sunday, March 27, 2016

Brother : Produk Canggih Yang Ramah Lingkungan

Apa yang muncul di benak kalian kalau mendengar sebuah kata yaitu BROTHER? Maksud saya buka brother yang keren dengan panggilan bro ato brow ato broh loooooo... (*senyum sambil mengedipkan satu mata....hihihi). Tapi memang Brother yang saya maksud ini sih juga nggak kalah kondang dengan sebutan itu. Dan saya yakin pasti kalian sudah langsung tahu apa yang saya maksud.


Yup.... Brother yang saya maksud adalah nama sebuah brand dari beberapa produk elektronik.


Merk Brother sudah cukup familiar di telinga saya sejak kecil. Jaman dulu, merk tersebut demikian populer dan ngehit banget. Ayah saya pernah punya mesin ketik merk Brother dan ibu mempunyai mesin jahitnya. Soal kualitas memang tidak usah diragukan. Makanya, ketika ada kesempatan untuk menghadiri undangan launching produk Brother di Surabaya, saya sangat antusias sekali. Diantaranya adalah untuk mencari informasi seputar mesin jahit, Sudah lama banget saya pengen beli mesin jahit merk Brother yang sudah cukup saya kenal kualitas produknya sejak kecil.


Senin malam (14/03/2016) bertempat di Resto Capital Lenmarc Surabaya dengan mengundang 20 blogger Surabaya, Brother Indonesia melaunching produk terbaru sekaligus memperkenalkan tim yang berkedudukan di Surabaya. Sebagai Digital Marketing & Public Relation dari Brother Indonesia, mbak Esther Rani menceritakan sejarah berdirinya Brother yang merupakan perusahaan Jepang. Berdiri sejak tahun 1908 dan sudah memiliki 43 perusahaan yang tersebar di 41 negara. Kalau selama ini Brother hanya sebagai distributor di Indonesia, sekarang sudah ada principal yang resmi. Tentunya kabar baik ini di sambut dengan hangat karena otomatis dalam segi pelayanan juga akan lebih sempurna.


Mbak Esther juga menyampaikan bahwa selama ini masih banyak yang mengetahui kalau Brother itu hanya produk mesin jahit dan mesin ketik saja. Ternyata Brother juga memproduksi mesin printer, mesin fax dan scanner. 


mbak Esther Rani - PR Brother Indonesia (dok,pri)

Mbak yang cantik, ramah dan energik ini juga memberikan beberapa alasan mengapa kita tidak boleh ragu untuk menggunakan produk Brother, diantaranya adalah :


1. Reliable Brand

Brother sudah diproduksi lebih dari 100 tahun, tepatnya pada tahun 1908 dan negara yang memproduksinya adalah Jepang. Jadi sudah bisa di jamin akan kualitas dari produksi Jepang yang tidak diragukan lagi.


2. Cost Effective Operation

Sangat membantu pekerjaan kantor karena terdapat banyak fitur  yang bisa meringankan tugas dan operasional kita dalam bekerja.


3. Long Warranty Period

Garansi yang diberikan lebih lama dari garansi kebanyakan perusahaan yang memproduksi sama yaitu 3 tahun. Tapi, tentunya ada ketentuan-ketentuan yang berlaku.


4. Advanced Technology

Brother selalu melakukan inovasi dengan mengikuti perkembangan tekhnologi yang ada seperti mobile printing, landscape printing dan Brother's Apps yang bisa di download lewat Playstore.

Tim Brother Indonesia memperagakan cara ngeprint langsung dari telpon genggam (dok.pri)

Environmental Friendly

Ternyata produk Brother punya kontribusi ramah lingkungan dan menawarkan daya lebih rendah apabila sedang tidak digunakan. Keren kan?


Free Trial

Naaah ini dia.... Kamu nggak punya printer? Boleh dateng ke distributornya. Nanti akan dipersilahkan untuk mencoba ngeprint. Atau mungkin butuh informasi yang lebih jelas tentang free trial ini? Kirim aja email ke : corporate@brother.co.id


Makin yakin dengan produk Brother kan?? Tunggu apa lagi.....


Blogger Surabaya yang hadir di acara Brother (dok. milik mbak Vika)

Untuk informasi yang lebih lengkap, kalian bisa buka website-nya di www.brother.co.id atau follow media sosialnya di facebook brother.id  twitter @brother_indo  atau instagram @brotherindonesia.



Brosur dan buku panduan produk Brother yang dibagikan buat blogger (dok.pri)



Friday, March 25, 2016

Part 1 : Kenangan Manis Bersama Abang Gojek


Dokumentasi pribadi

Sebenarnya pengalaman saya ini terjadi sekitar bulan Desember tahun 2015 yang lalu. Mudah-mudahan cukup tepat kalau saya ceritakan sekarang, di tengah kontroversi yang bermunculan akhir-akhir ini terhadap keberadaan transportasi berbasis online itu. Dan beberapa tahun setelah kehadirannya di dunia transportasi, ya baru kemarin itu pertama kali saya merasakan naik transportasi umum yang bernama GOJEK.


Waktu itu saya sedang di rumah kakak di daerah Cakung Jakarta Timur. Jam sudah menunjukkan pukul 20.00 WIB, padahal saya harus segera meluncur ke hotel Grand Sahid Jaya di daerah Sudirman Jakarta Pusat. Di samping tidak ada yang mengantarkan, kakak saya bilang kalau rute ke sana adalah jalan yang super macet di Jakarta. Tapi kemudian keponakan saya yang mahasiswi memberi saran untuk memesan gojek saja. Karena dia sendiri sudah sering menggunakan jasa gojek supaya tidak terlambat datang ke kampus dan cukup aman. Akhirnya saya berfikir, kenapa tidak di coba saja. Meskipun sebelumnya saya tidak pernah menggunakan jasa gojek. Kemudian sama keponakan dipesankan lewat aplikasi punya dia. 


Hanya 10 menit dari waktu pemesanan, abang gojek sudah berada di depan pintu pagar. Saya pun langsung mendatangi dia sambil membawa barang-barang yang cukup banyak. Terdiri dari 1 travel bag, 1 kardus dan 2 tas jinjing. Awalnya si abang bingung juga melihat barang bawaan saya yang seabreg-abreg hahahaha... Untunglah dia memakai sepeda motor matic. Kemudian dia menata barang-barang saya, dengan menaruk kardus di bawah setir dan diatasnya tas jinjing 2 buah. Terus travel bagnya? Kata si abang itu travel bagnya saya pangku aja. Omaigot.... Bukan masalah ketika saya harus memangku travel bag itu. Tapi saya nggak tega melihat si abang gojek itu duduknya jadi agak maju karena punggungnya terganjal travel bag saya..... hiks :(


Mulailah perjalanan dari Pulo Gebang Cakung Jakarta Timur menuju jalan Sudirman Jakarta Pusat. Jalanan yang kami lalui memang masih cukup ramai. Tapi sempat ada rasa sedikit was-was dan kepikiran.....eh jangan-jangan entar di bawa kemana-mana nih sama si abang gojek ini. Wajar dong...di samping baru pertama naik gojek, di Jakarta pula. Cerita-cerita yang serem sudah bermunculan di pikiran saya waktu itu.


Akhirnya untuk menghindari rasa takut itu, saya coba berakrab-akrab dengan mengajak ngobrol si abang gojek yang ternyata bernama Wiryawan. Dia masih kuliah (dan saya lupa nanya kuliahnya dimana), ngojek ini dikerjakan pada waktu malam setelah usai kuliah. Sudah hampir setahun dijalaninya. Di samping itu, dia juga harus membiayai adiknya yang hanya seorang dan duduk di kelas 3 SMP. Ayahnya sudah lama meninggal, sedang ibunya tukang cuci baju tetangga. Ya Alloh, hati saya jadi terharu dan merasa bersalah dengan perasaan penuh curiga di awal tadi.


Dalam hati saya sempat memuji dan berdoa, semoga pencipta aplikasi gojek yaitu Nadiem Makarim mendapat berkah serta rizki yang berlimpah selama-lamanya. Karena berkat dia lewat aplikasi gojek tersebut, banyak pengangguran yang mendapat pekerjaan. Mahasiswa yang pengen mandiri bisa mencari penghasilan. Terutama konsumen yang sebagian besar dari kota besar, pasti membutuhkan transportasi yang cepat dan ekonomis. Maksudnya adalah terjangkau dan bisa di negosiasikan di awal transaksi.


Kembali ke abang gojek yang saya tumpangi. Kemudian iseng-iseng saya tanyakan tarif gojek yang harus saya bayar nanti. Jawaban dia cukup mengejutkan. "Lima belas ribu, bu". Hah.....saya pun spontan merespon begitu, karena tadi saya pikir ongkosnya antara 40-50 ribuan. Hampir setengah tidak percaya mendengarnya. Karena perjalanan itupun memakan waktu sekitar kurang lebih 2 jaman. Jangan di tanya deh, gimana rasa paha saya menahan travel bag yang beratnya hampir 10 kiloan. Terus gimana si abang gojeknya ya, yang harus menyetir sambil duduk agak maju karena punggungnya kena tas saya.... Ya ampun, maafkan daku ya bang :(


Beberapa kali si abang gojek harus menanyakan rute kepada teman sesama gojek yang dijumpainya di jalan. Itupun dia meminta izin ke saya dengan nada yang halus dan sopan. Supaya saya tidak merasa terganggu kalau dia beberapa kali harus berhenti. Padahal gedung Grand Sahid Jaya Hotel tempat tujuan saya sudah kelihatan dari jauh. Tapi untuk mencapai tempat itu, masih harus beberapa kali muterin jalan. Dan si abang tidak mengomel ataupun mengeluh...


Akhirnya sampailah saya di depan hotel tempat saya menginap dan tujuan akhir malam itu. Tanpa pikir panjang, saya sodorkan uang 30 ribu rupiah ke abang gojek bernama Wiryawan itu (hiks.....bukan pamer lo). 

"Maaf, terlalu banyak, bu." jawaban dia spontan, dan cukup mengagetkan saya.
"Nggak papa bang. Itu ucapan terima kasih saya sudah diantarakan di sini dengan lancar dan selamat." jawab saya setengah memaksa untuk dia segera menerima uang saya itu.
"Itukan tugas saya bu, karena saya juga masih dapat dari kantor." Eh dia masih ngeyel nggak mau terima.
"Terima aja bang. Kasihkan ke adik atau ke ibumu juga gakpapa." Saya sodorkan uang itu lebih dekat kedadanya. Akhirnyapun dia terima sambil mengucapakan terima kasih beberapa kali.


Karena gojek berhenti di luar halaman hotel dan jaraknya lumayan jauh, si abang gojek tersebut membantu saya membawakan tas-tas bawaan hingga sampai lobby hotel. Sempat dia di tegur petugas security hotel karena memarkir sepeda motornya bukan di tempat yang semestinya. Tapi untung tidak lama, dan security tersebut memakhlumi.


Itulah sekilas pengalaman saya dengan abang Gojek bernama Wiryawan. Terus kesimpulannya apa dong?


Ya tidak ada. Saya hanya menceritakan pengalaman ketika pertama kali menggunakan jasa gojek sewaktu di Jakarta, Dari cerita saya di atas pasti teman-teman sudah bisa mengambil kesimpulan sendiri-sendiri. Karena pendapat dan pandangan tiap orang berbeda. Dan kita harus menghormatinya.  Begitu juga ketika transportasi online ini banyak di protes karena di anggap mengancam rejeki bagi pelaku transportasi konvensional yang sudah lebih dulu ada. Hanya satu pertanyaan yang muncul di benak saya :


"Memangnya kalau transportasi online di tutup, akan menjamin konsumen kembali sepenuhnya berpindah menggunakan transportasi konvensional?"


 



Tuesday, March 15, 2016

Ketika ASUS Membuatku Mati Gaya



Beberapa waktu yang lalu, saya sempat cemas gara-gara notebook kesayangan dan "the only one" itu tiba-tiba bikin ulah. Gak ada angin, hujan ataupun badai...eh tiba-tiba nge-hang dalam waktu yang cukup lama. Awalnya sih ketika saya mau matikan, ada pilihan menu "shutdown and update". Langsung saja saya klik sesuai pilihan menu. Beberapa saat memang biasanya proses update tapi cuma sebentar kemudian langsung posisi mati.


Tapi ini tidak seperti biasanya. Ketika di layar sudah mencapai angka 100% updates, tiba-tiba posisi di layar seperti tampak gambar di bawah ini. Di situ terpampang tulisan "Working on updates. 100% complete. Don't turn off your computer".


Karena petunjuknya dilarang untuk tidak mematikan komputer, saya biarkan saja layar tetap seperti itu tanpa memecet apapun. Semenit, dua menit....sampai berjalan hampir setengah jam. Masih tidak ada perubahan. Saya coba tanya ke anak saya, hampir semua menyarankan supaya saya biarkan untuk sementara waktu. Karena memang kalau komputer sedang meng-update data  butuh waktu cukup lama.


Ya udah...akhirnya saya biarkan saja dulu. Sambil mengerjakan tugas-tugas rumah, saya sempatkan untuk menengok ke layar notebook yang masih tetap membiru dengan tulisan yang tidak berubah. Bahkan ketika waktu bergulir meninggalkan jam pertama, kedua dan seterusnya...saya sudah mulai cemas. Akhirnya saya coba untuk memencet semua keyboard yang saya yakini bisa me-restart atau bahkan mematikannya. Hasilnya nihil. Karena memang Asus yang punya saya ini tipe Transformer T100T, tidak memakai baterai cabut. Melainkan baterai tanam seperti telpon android. 


Semakin lama sepertinya tidak ada perkembangan, sudah membuat saya semakin cemas. Suami dan anak-anak sudah memberi saran supaya segera di bawa ke dealer resmi Asus karena masih ada garansi. Tapi saya tidak bergeming. Masih yakin kalau notebook tersebut tidak kenapa-kenapa dan bisa saya atasi sendiri.



Dan ternyata, posisi tersebut bertahan hingga lebih dari 1x24 jam. Pusing juga nih. Sempat terbersit rencana untuk menuruti saran suami dan anak-anak yaitu mau saya bawa ke customer service Asus. Untung masih ada garansi. Cuman kalo keinget doi pasti harus nginep dalam jangka waktu yang tidak bisa ditentukan, rasanya males juga. Di samping gak rela, kebayang bisa semingguan lebih deh mati gaya.


Akhirnya saya mencoba untuk nanya ke mbah yang jenius yaitu mbah google. Segala macam kunci kata-kata saya coba. Setelah keluar petunjuk, saya juga tidak putus asa untuk mempraktekkannya. Sepertinya angka 3 adalah angka keberuntungan saya. Bukan tidak mungkin karena saya adalah anak yang ke 3....eh nggak ada hubungannya ya hehehehe. Saya mulai mengikuti petunjuknya yaitu :


Langkah 1 :  Tekan tombol power selama 30 detik. Lalu lepaskan.

Langkah 2 :  Tekan lagi tombol power kurang lebih 5 detik sampai muncul tulisan ASUS disusul gambar titik-titik yang berputar.


Dan hasilnya?


Tampilan di layar kembali normal dan foto saya yang lagi narsis bin manis pun kembali muncul hehehehe. Kaget? Tentu saja. Tapi kaget dan gembira yang tidak bisa dilukiskan dengan kata yang indah sekalipun. Karena satu hari kemarin yang begitu cemas dengan kondisi notebook yang awalnya baik-baik saja tiba-tiba hang. Seperti satu mukjizat ketika saya mencoba untuk mencari informasi lewat gooling. Petunjuk yang kelihatannya sederhana ini ternyata cukup ampuh. 


Kita memang tidak bisa pungkiri, tekhnologi canggih cukup membantu dalam mengatasi kesulitan. Tapi yang  penting, kita bisa menggunakannya secara bijak dan tepat. Semoga pengalaman saya ini bisa menjadi masukan buat siapa saja yang sedang mengalami kesulitan seperti saya.



Dengan kejadian di atas, saya jadi semakin hati-hati dalam memperlakukan notebook. Terutama dalam hal perawatan. Memang tidak ada salahnya mencari informasi sebanyak-banyaknya bagaimana merawat notebook atau laptop. Seperti yang saya ambil dari sini adalah :


1. Hati-hati jika membawa laptop/notebook dalam tas

Gunakan tas khusus yang didesain untuk laptop/notebook. Jangan sembarangan menggunakan tas terutama yang tidak menggunakan bantalan khusus yang fungsinya untuk melindungi. 


2. Jangan makan minum di dekat laptop/notebook

Jangan makan dan minum di dekat laptop/notebook. Karena cairan atau makanan yang tidak sengaja tumpah, bisa masuk ke komponen. Yang akhirnya bisa merusak komponen tersebut. 


3. Jangan meletakkan laptop/notebook di lantai, karena debu disekitarnya juga bisa mengotori dan merusak laptop/notebook itu sendiri.


4. Jauhkan juga jangkauan dari anak kecil serta binatang peliharaan. Supaya bisa terhindar dari resiko terinjak, terjatuh atau tertimpa benda.


5. Jangan bongkar sembarangan, supaya tidak ada resiko rusak lebih besar. Kalau ada masalah lebih baik segera di bawa ke service center terdekat atau dealer yang resmi kalau masih ada garansi.


6. Bersihkan secara rutin.

Kadang kita tidak perhatian dan membiarkan laptop/notebook dalam keadaan kotor. Padahal itu akan memperpendek umurnya dan juga mempercepat kena kerusakan. Usahakan rutin membersihkan layar dan keyboard.


Semoga tips di atas bermanfaat. Bagi yang kebetulan mampir dan membaca artikel ini, terutama buat saya sendiri. 



Salam internet sehat...