Friday, April 24, 2015

“Berbagi Bahagia Bersama TabloidNova.com, Berbagi Berkah Lewat Sampah”

Ide itu muncul ketika saya di beri amanah untuk menjadi Ketua PKK di kampung tempat saya tinggal. Ingin melakukan sesuatu yang berguna dan bermanfaat bagi seluruh warga. Dimana ketika kondisi perekonomian semakin terpuruk dengan harga kebutuhan pokok yang terus menerus naik, sering saya menjadi tempat curhat ibu-ibu seputar kondisi keuangan yang serba mepet.


Akhirnya saya mengajak beberapa pengurus RT untuk memanfaatkan sampah yang bernilai ekonomis dengan membentuk Bank Sampah. Semuanya kami persiapkan dan kerjakan sendiri. Dari mulai membentuk pengurus Bank Sampah, menyiapkan harga barang-barang bekas yang bernilai ekonomis sampai mencari pengepul yang mau membeli sampah kami. Memang anggotanya tidak terlalu banyak, karena masih terbatas di lingkungan sendiri.  Dan tidak terduga ternyata responnya sangat bagus, tidak hanya di lingkungan saya sendiri. Sekarang sudah banyak diikuti di warga sekitar perumahan kami. Dampak positif dari kegiatan tersebut adalah kami bisa kompak menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Terutama sampah yang sulit di urai seperti sampah plastik. Juga memberikan pemasukan tambahan bagi warga, serta menumbuhkan kerukunan dan kebersamaan dalam mendukung pelaksanaan program tersebut.


Setelah kegiatan Bank Sampah di kampung terbilang sukses dan lancar, selanjutnya ide itu saya kembangkan melalui komunitas yang saya bentuk dengan nama KOWAD (Komunitas Wanita Madiun). Saya mengajak para anggota untuk aktif mengumpulkan sampah-sampah di rumah yang bernilai ekonomis untuk di setorkan ke Bank Sampah. Sedang uang hasil penjualan tersebut dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sosial. Komunitas itu sudah terbentuk hampir 2 tahun. Dari namanya bisa di tebak bahwa anggotanya memang para wanita yang berasal dari Madiun dan sekarang tinggal di kota Surabaya, Sidoarjo dan sekitarnya. Kami rutin melakukan pertemuan minimal sebulan sekali.
Di samping menyantuni anak yatim, kami juga mengunjungi orang-orang tua yang tinggal di panti jompo. Sebagai pendiri dan ketua dalam komunitas tersebut, saya bertanggung jawab penuh dalam mengkoordinir sampah-sampah yang ada. Dari mengambil ke rumah masing-masing anggota, memilah sesuai kriteria yang ditentukan pengepul sampai kemudian menyetorkan Bank Sampah, mengelola dana yang akan di pakai dan melaporkan semua kegiatan sosial yang akan maupun sudah kami kerjakan. Memang butuh waktu dan kesabaran. Tapi selama itu berguna untuk orang lain, saya cukup merasakan kebahagiaan daripada melakukan kegiatan yang tidak jelas. 


Itulah arti berbagi kebahagiaan yang sesungguhnya bagi saya. Tidak harus mahal atau menunggu kita mempunyai uang yang berlebih. Ibaratnya, sekali kita dayung, dua tiga pulau terlampaui. Dengan memanfaatkan sampah ekonomis, kita tidak hanya menjaga lingkungan tapi juga bisa membantu untuk sesama.

Yang tidak kalah menggembirakan adalah momen bahagia bersama sahabat yaitu ketika mereka begitu antusias memotivasi dan memberi semangat kepada saya dalam menjalankan program komunitas tersebut. Tentunya tidak hanya itu saja. Ketika mereka juga turut bergerak melakukan sesuatu dan langsung turun ke lapangan untuk mendukung komunitas yang saya bentuk.

Dan ternyata inspirasi bahagia juga bisa dari mana saja dan dari siapa saja. Semenjak berhenti sebagai orang kantoran, sebenarnya saya tidak merasa otomatis mempunyai banyak waktu luang. Hampir 24 jam seluruh waktu dan perhatian saya sepenuhnya memang untuk mengurusi keluarga, terutama mendampingi anak-anak yang mulai beranjak dewasa. Awalnya memang agak sulit menerima keadaan yang sangat jauh berbeda dengan ketika hari-hari disibukkan dengan segala urusan kantor. Saya menganggap nantinya pasti akan menemui kejenuhan dan kebosanan. Tapi ketika saya memutuskan untuk kembali aktif menulis di blog, sungguh di luar dugaan. Saya merasa seperti menemukan dunia yang baru.


Dan itu pula arti sesungguhnya bahagia bersama keluarga. Karena saya masih bisa melakukan banyak hal. Tanpa harus melalaikan kewajiban sebagai ibu rumah tangga. Tapi masih bisa mengisi waktu luang dengan hal-hal yang menyenangkan tanpa harus keluar rumah. Bank sampah sudah menjadikan saya seperti manusia baru. Dimana saya bisa membantu meringankan beban ekonomi keluarga, berbagi rejeki untuk sesama yang membutuhkan dan mempererat hubungan silaturahmi antar teman. Lewat Bank Sampah saya bisa “menabung” cinta, kasih dan sayang untuk sesama.

Seperti juga tabloid Nova yang menginspirasi saya untuk selalu berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Karena ketika kita selalu menyebar kebahagiaan itu, rasanya akan terus berbunga dan menebar harum ke seluruh penjuru kehidupan kita. Melalui Berbagi Bahagia Bersama TabloidNova.com, saya ingin berbagi informasi yang kelihatannya sepele tapi sangat bermanfaat buat orang lain.


Yang penasaran, segera klik banner di bawah ini. Kamu akan mendapatkan informasi lengkap dan jelas. Tapi jangan lupa untuk dibagikan lagi ya? Siapa tahu dengan berbagi itu, nantinya keberuntungan akan singgah kepada kita, saya ataupun anda.


"Bahagia itu bukan apa yang kita dapatkan, tapi bahagia itu adalah apa yang kita berikan" 





2 comments:

  1. Haduuuh....kalau Mbak Avy wis ikutan, mending mundur teratur....

    ReplyDelete
    Replies
    1. lha saya ini masih belajar lho mbak... sebelumnya malah nggak ngerti apa itu SEO :D
      jangan gitu dong...malah saya yg minder hehehe... di tunggu ya artikelnya...

      Delete