Monday, February 23, 2015

Sunpride Menemani Hari-hari Ceria Dalam Keluarga

Hari Jumat adalah hari yang selalu di tunggu sama si kecil Adham. Pengen tahu kenapa? Bukan karena besok adalah hari Sabtu, mendekati hari Minggu alias hari libur. Tapi, karena pada setiap hari Jumat dia selalu saya ajak belanja buah-buahan. Kegiatan rutin mingguan. Dan saat yang paling dia suka adalah ketika saya menyerahkan keputusan padanya apa saja buah yang di pilih untuk kami beli di antara bermacam-macam buah segar yang menyenangkan mata. Tiada hari tanpa buah, begitulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan bahwa buah-buahan sudah menjadi menu sehari-hari dalam keluarga kami. Cara mengkonsumsinya pun dengan beraneka ragam. Dari yang langsung di makan, di jus atau di buat salad. Sejak anak-anak masih kecil, saya sudah membiasakan untuk memberi vitamin tambahan lewat buah-buahan yang segar. Masih sangat mudah membujuk mereka untuk mau mengkonsumsi tiap hari walaupun dengan sedikit trik.

                 Adham memilih sendiri buah kesukaannya (dokumen pribadi)

Sebenarnya tidak jauh beda ketika saya kecil. Masih ingat betul bagaimana ibu selalu memaksa kami putra putrinya supaya mau menyantap buah hasil kebun sendiri. Karena kebetulan kami tinggal di rumah dinas dan tidak mempunyai halaman yang luas, jadi buah yang ada cuman pisang, pepaya dan jambu. Sehingga kadang membuat kami bosan. Sesekali saja ibu membeli jeruk ataupun apel yang merupakan buah tergolong mewah waktu itu serta langka. Beda sekali dengan sekarang, dimana banyak penjual buah-buahan dengan beraneka ragam tanpa mengenal musim. Harganyapun terjangkau. Akhirnya ibu memakai siasat supaya kami tetap mau menyantap buah-buahan yang seadanya itu dengan nikmat. Salah satunya adalah selalu di jus dengan dicampuri madu. Itu yang masih sering saya tiru sampai sekarang.

Tapi sebenarnya ada beberapa pesan ibu yang sering disampaikan kepada putra putrinya. Sampai sekarang saya masih selalu ingat. Alasan ini pula yang membuat kami tetap memilih dan menyukai buah lokal daripada impor, yaitu  :

1.      Tanaman hasil kebun sendiri (buah-buahan lokal) lebih terjamin kualitasnya. Karena bisa memetik langsung dan distribusinya tidak memakan waktu cukup lama. Sehingga bebas dari pestisida atau suntikan bahan pengawet yang bisa merusak kesehatan.

2.      Indonesia lebih kaya akan jenis dan macam buah-buahan yang juga terkenal kelezatannya. Di samping harganya masih murah dan pasti terjangkau oleh masyarakat kita. Dimanapun, baik di pasar tradisional maupun modern akan mudah dijumpai buah lokal. Dengan sering mengkonsumsi buah lokal berarti kita membantu perekonomian dari petani lokal kita sendiri.

3.      Rutin makan buah, di samping banyak kandungan vitamin yang menyehatkan badan, akan memperlancar metabolisme tubuh. Terutama memperlancar BAB. Terus terang saya memang mempunyai pengalaman jelek dengan sembelit di waktu kecil. Karena sedikit bandel, saya pernah protes ke ibu untuk tidak memaksakan kalau saya lagi nggak pengen makan buah. Akhirnya ibu ingin memberikan sedikit pelajaran dengan membiarkan saya untuk tidak mengkonsumsi buah dalam beberapa hari. Tapi hasilnya, perut saya melilit karena sakit dan sebah karena tidak bisa BAB. Ibu sendiri dalam mengatasi masalah ini cukup bijaksana yaitu dengan membuatkan jus pepaya untuk saya minum sekitar 2-3 kali. Tidak lama BAB saya lancar kembali tanpa harus minum obat-obatan kimia. Pengalaman yang tidak mengenakkan itulah yang selalu saya ingat sampai sekarang.

Saya sudah sering membeli pisang Sunpride sejak tahun 1996, ketika si sulung Thomi masih berumur setahun. Melihat bentuknya yang bagus dan warna yang kuning cerah, saya pikir pisang Sunpride adalah buah impor. Saya tidak ingin tahu lebih jauh tentang hal itu, karena yang penting rasanya enak dan putra kecil saya sangat suka. Tapi selanjutnya saya melihat produk Sunpride yang di pajang ternyata macamnya semakin banyak, antara lain : Guava Crystal, apel, buah pir, kiwi, melon, anggur, nanas, semangka dan masih banyak lagi. Setelah saya tanyakan pada pengelola supermarket tempat menjual buah-buahan tersebut, dia jelaskan bahwa semua produk Sunpride adalah hasil budidaya dari petani lokal. Di bawah bendera PT Sewu Segar Nusantara yang merupakan perusahaan distribusi buah lokal dan buah impor, ternyata tidak hanya menggandeng pasar modern saja. Pasar-pasar tradisional juga sudah lama dilibatkan dalam menjalin kerjasama menjual hampir semua produk Sunpride. Karena konsumen sudah tidak ragu lagi dan sangat percaya dengan produk Sunpride, kualitas buah lokal yang tidak kalah dengan yang impor (www.sunpride.co.id).

Sedang dalam keluarga saya, mengkonsumsi buah bisa dengan beraneka cara. Sebagai ibu yang baik, yang tidak ingin pengalaman buruk di waktu kecil terulang kepada anak-anak. Maka saya berusaha memahami apa yang menjadi kesukaan anggota keluarga yang menyukai buah satu dengan yang lain tidak sama. Meski sedikit ribet tapi bagi saya cukup mengasyikkan ketika harus berjibaku mempersiapkan aneka buah itu supaya tersaji sesuai selera masing-masing anggota keluarga. Kebahagiaan yang lain adalah lega bisa memberikan asupan vitamin tambahan dari buah segar, serta melihat mereka menjadi lebih semangat menjalani aktifitas sehari-hari. 

Adham suka makan pisang Sunpride sebelum berangkat ke sekolah (dok.pri)

Beberapa variasi dalam mengolah buah-buahan supaya bisa di konsumsi dengan nikmat, berikut ini pengalaman yang bisa saya bagi ;

1.      Pisang Sunpride di makan langsung sudah enak banget. Biasanya Adham sebelum berangkat sekolah menyantap 1-2 buah untuk sarapan pengganti nasi atau roti. Tapi seringnya, dia minta pisang di potong kecil-kecil kemudian di campuri susu kental manis dan ditaburi meses di atasnya. Atau di makan dengan susu coklat saja. Tergantung selera dia, tapi tidak pernah absen setiap hari makan pisang sunpride.

2.      Hampir setiap hari saya membuat jus buah. Dan biasanya tidak hanya 1 atau 2 macam saja. Karena masing-masing anggota keluarga mempunyai buah kesukaan tidak sama. Kalau pagi bikin jus tomat untuk ayah dan jus pisang untuk Adham (kalau dia sarapannya dengan nasi goreng). Siangnya bikin jus jambu biji (Guava Crystal) buat sulung Thomi, sedang Naufal minta dibuatin jus melon. Biasanya saya juga bikin jus melon, karena suka sekali dengan melon sunpride yang rasanya sangat segar dengan daging yang cukup tebal. Sebagai pengganti gula, saya memakai madu asli yang sudah cukup manis namun menyehatkan.

3.      Sedang sedikit pengalaman ketika anak-anak sakit, biasanya saya tambahi asupan vitamin dari buah segar. Jus semangka bisa membantu ketika anak terkena sakit diare, untuk mencegah dehidrasi dan membantu memulihkan stamina yang lemes karena banyak cairan yang keluar. Sedang jus jambu biji atau Guava Crystal bisa membantu mengaktifkan meningkatkan kadar trombosit untuk penderita demam berdarah. Kalau pengalaman ayah adalah dengan sembelit. Biasanya dengan minum jus pepaya 2-3 kali saja, masalah sembelit itu bisa ditanggulangi. Kalau saya sendiri biasanya seminggu 2 kali bikin jus apukat. Di samping membantu pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia, yang paling penting lagi adalah membuat kulit menjadi halus serta kencang.

4.      Dan yang tidak pernah terlewatkan adalah salad buah. Kudapan ini salah satu makanan favourite keluarga yang selalu ada di setiap hari Minggu. Campuran dari buah-buahan yang sehat dan segar antara lain apel, melon, anggur dan kiwi. Dengan saus mayonaise buatan saya sendiri yang tentunya makin menjamin salad terdiri dari komposisi buah alami yang menyehatkan. Semua anggota keluarga hampir tidak ada yang menolak untuk menyantapnya.


                   Buah pir Sunpride bahan untuk salad (dokumen pribadi)

Jadi, sekarang tidak usah ragu-ragu lagi menjatuhkan pilihan untuk mengkonsumsi buah lokal serta tidak usah takut akan bahaya dari residu pestisida atau bahan pengawet. Karena Sunpride sudah mendapat pengakuan dari pemerintah berupa sertifikasi bebas pestisida dan formalin. Marilah dari kita sendiri yang membeli dan mengkonsumsi buah lokal kekayaan alam bangsa Indonesia. Karena di samping bisa menikmati buah yang masih segar dan mengandung banyak kandungan gizi, kita juga turut membantu petani lokal dalam menumbuhkan perekonomian mereka yang lebih baik.

No comments:

Post a Comment