Saturday, February 21, 2015

Kalau Saya Pilih Jokowi, Emang Kenapa? Kalau Saya Pilih Prabowo, Emang Masalah Buat Loe?

Semakin mendekati tanggal 9 Juli, suhu politik di Indonesia semakin memanas. Tidak hanya makin gencarnya kampanye hitam yang dimainkan masing-masing kubu, tapi juga saling mencari kejelekan, saling menjatuhkan, dan yang makin bikin miris adalah sudah semakin jauh melupakan azas Pancasila yang selama ini kita junjung tinggi sebagai dasar negara.
Kemarin anak-anak kecil di kampung saya (teman seusia Adham) bermain topeng-topengan di depan rumah. Mereka memakai topeng Anonymouse yang lagi trend di dunia game online, tapi sekarang cukup mewabah di kalangan anak-anak. Seperti biasa mereka saling bercerita begitu serunya, sambil adu argumentasi membahas tokoh-tokoh game online yang menjadi idola mereka. Tapi yang menggelitik adalah ketika tiba-tiba mereka menyinggung nama sosok capres  Jokowi dan Prabowo, yang akhir-akhir ini menjadi topik perbincangan hangat dikalangan orang dewasa.
Kita sebut saja Wahyu, Topik dan Rahab (nama tersebut hanya rekayasa belaka, kalau ada kemiripan ya mohon maaf….karena tidak sengaja).
Rahab :
“Pik, kamu kok gak pake topeng Anonymouse? Emang belum beli ya?”
Topik :
“Nggak ah….kata mamaku, nanti mau dibuatin topeng gambar Prabowo aja. Katanya sekalian kampanye (padahal dia sendiri kagak tau apa itu kampanye….hihihihi)”
Wahyu :
“Kok gambar Prabowo? Ayahku punya banyak gambar Jokowi, lebih bagus. Pake baju kotak kota yang lagi trend? Kayak Pakde Kartono yang ganteng itu looo….”
Topik :
“ Gak mau….aku lebih suka gambar Prabowo lebih ganteng dari Brad Pitt. Kamu norak bikin topeng gambar  Jokowi kayak orang ndeso…”
Wahyu :
“Biarin… Kalo aku milih (bikin topeng) Jokowi, emang kenapa? Daripada gambar Prabowo gak bisa senyum…”
Topik :
“Yeeeee keren Prabowo dong, nanti di kasih baret merah. Kata mama, baret merah itu lambang keberanian. Kalo aku make topeng Prabowo, emang masalah buat loe…”
Rahab :
“Ya sudahlah gakpapa nanti kita pake topeng beraneka ragam, kan malah seru tuuuuhh….  Daripada hanya gara-gara topeng, kita gak temenan lagi. Rugi dong. Yuk main lagi ah!”
Topik :
“Iya. Topeng kan cuman luarnya aja. Yang penting kita tetep temenan ya brow”
Wahyu :
“Iya iya….malah kita bisa tuker-tukeran topeng kan?”
(dan intonasi suara perdebatan mereka semakin lunak, tidak pake ngotot apalagi pake melotot-melotot)
Saya yakin, mereka belum begitu mengerti apalagi memahami tentang dunia politik. Tidak menutup kemungkinan, mereka melihat atau mengamati sepak terjang orang-orang dewasa yang memang lagi ramai-ramainya beradu pendapat tentang capres – cawapres, baik di televisi maupun disekelilingnya. Tapi justru mereka bisa memutuskan untuk memilih pertemanan lebih berharga daripada bertengkar masalah topeng yang cuman sekedar mainan (ini kisah nyata lo…).
Beberapa hal yang seharusnya dijadikan pegangan cara berpikir kita, jika Jokowi terpilih atau Prabowo yang akhirnya menjadi presiden, adalah :
1. Kita tetep harus bekerja keras menata masa depan, untuk menghidupi diri sendiri dan keluarga.
2. Bayar listrik, bayar air, bayar telpon, beli pulsa ya tetep pake duit kita sendiri.
3. Mempersiapkan masa depan dengan lebih matang, baik itu untuk pendidikan anak-anak ataupun mengantisipasi kenaikan bbm yang sudah menjadi rutinitas tiap tahun.
4. Memperbaiki kwalitas diri sendiri dan orang terdekat, supaya bisa memberikan sumbangsih untuk tanah air.
Tapi ada hal yang tidak kalah penting yang harus kita ingat adalah, kita harus tetap :
1. Menjunjung tinggi dasar negara yaitu Pancasila, sebagai landasan dalam bermasyarakat dan berbangsa.
2. Memelihara kerukunan antar suku bangsa dan agama, supaya tidak bisa di pecah belah.
3. Menjaga dan mengelola kekayaan alam yang kita miliki secara bersama-sama, karena setiap daerah mempunyai kekayaan alam yang berbeda (tapi cukup berlimpah).
4. Melestarikan budaya yang beraneka ragam yang sangat kita banggakan supaya tidak di curi atau di akui oleh bangsa lain.
5. Membenahi masalah-masalah yang berlarut-larut supaya tidak semakin besar sehingga bisa berpengaruh pada kehidupan sosial, di mulai dari level terkecil di sekeliling kita.
Dan siapapun yang nantinya akan menjadi presiden kita….jangan khawatir, langit akan tetap membiru dan matahari akan tetap bersinar dengan cerah untuk menuju INDONESIA BARU!
Salam damai Indonesiaku…
*Kalau apa yang saya sebutkan di atas di rasa masih kurang, mohon ditambahi sendiri ya?

Catatan Harian, 17 Juni 2014
Pukul : 08.25 WIB

No comments:

Post a Comment