Saturday, February 21, 2015

Seharusnya Pak Jokowi Minta Saran Ke Saya

Saya bilang juga apa, nyari pembantu itu tidak gampang. Apalagi di jaman sekarang. Salah-salah kita malah yang nantinya rugi sendiri. Kena tipu atau kena imbas dari pembantu yang nggak bersih dan nggak jujur. Jadi kalian-kalian yang komen soal pak Jokowi terlalu lambat dalam menentukan kriteria yang cocok menjadi “pembantu”nya, pasti tidak pernah punya pengalaman mencari pembantu.

Saya sangat menyayangkan karena ada satu hal yang ternyata sudah dilupakan sama pak Jokowi. Katanya beliau sering baca Kompasiana? Kayaknya hubungan pak Jokowi dengan Kompasiana deket banget sejak masa kampanye sampai sekarang. Atau mungkin sekarang udah nggak sempat lagi, sekedar baca atau bersilaturahmi ke kantor Kompasiana. Bisa jadi karena sibuk mencari “pembantu” itu tadi. Padahal di K banyak sekali artikel yang bagus dan cerdas untuk memberi masukan dan gambaran tentang sosok-sosok yang pantas menjadi “pembantu” beliau. Bahkan sangat komplet, detail dan terperinci. Mengalahkan kriteria yang ditetapkan oleh KPK. Coba kalau beliau atau para tim transisi (sekarang apa ya namanya) sedikit jeli dan cermat untuk membaca artikel-artikel di K, pasti tidak akan sebingung ini. Sehingga sampai molor sampai 5 hari setelah pelantikan. Meskipun memang terhitung belum terlambat. Masih ada waktu 9 hari dari waktu yang ditetapkan oleh DPR  dalam mempersiapkan kabinet untuk membantunya menjalankan pemerintahan yang baru.

Terus terang saya juga ikut deg-degan. Bukan deg-degan karena menunggu di telpon beliau. Jangankan ditawarin posisi sebagai “pembantu”, telpon nyasar aja gak mungkin terjadi. Lucu nggak? hehehehe.

Jadi, apa yang bikin saya deg-degan? Cuman 2 aja sih, karena kalo terlalu banyak takut nanti di bilang nyinyir. Yaitu :

1. Setelah membutuhkan waktu yang cukup “sedikit” molor (dari waktu yang di tunggu oleh masyarakat Indonesia), semoga pak Jokowi bersama pak Yusuf Kalla dengan di bantu tim-timnya termasuk KPK. Calon-calon “pembantu” yang rencana besok minggu akan diumumkan (semoga tidak molor lagi) bisa memenuhi kriteria yang selama ini diharapkan “bersih” dan pantas memegang amanah. Pasti akan banyak kejutan dengan keluarnya nama-nama yang di luar dugaan kita. Karena daftar yang kemarin beredar luas dan sudah bisa banyak di tebak oleh publik, ternyata ada yang harus di coret. Dengan dugaan terindikasi korupsi sehingga kena stabilo merah dari KPK. Meskipun sekarang spekulasi sudah banyak yang beredar, tapi saya yakin masih ada kejutan-kejutanlagi.

2. Setelah pengumuman nama-nama yang masuk dalam kabinet selesai, kita sudah menunggu kejutan selanjutnya. Sebenarnya bukan kejutan, karena sudah banyak yang meramalkan (pasti) bahwa bulan nopember ini BBM akan naik. Dengan kenaikan yang cukup signifikan yaitu berkisar di atas 3000 rupiah. Betulkah demikian pak Jokowi? Saya (kami) hanya menunggu penjelasan saja dari bapak presiden yang terhormat. Karena sebagai ibu rumah tangga saja, tidak ada yang bisa kami lakukan. Mau protes, mosok ke suami (karena yang memotong duit belanja kan dia). Mau demo, bisa-bisa anak-anak terlantar karena ibu-ibu meninggalkan pekerjaan di rumah.  Sebenarnya masyarakat yang paling legowo itu adalah para ibu rumah tangga. Apapun kondisinya, tetap berdoa dan berjuang demi keluarga.

Saya ingin menyarankan pada pengasuh Kompasiana khususnya kang Pepih Nugraha atau bang Isjet, untuk memberikan saran kepada beliau supaya membaca-baca artikel di K.  Pasti akan mendapat banyak masukan yang bisa meringankan kebingungan beliau dalam mencari dan menentukan apa serta siapa sosok “pembantu” yang pas membantu dalam 5 tahun ke depan. Sebenarnya tidak salah juga kalau mengintip artikel yang pernah saya tulis, karena saya cukup pengalaman dalam hal “pembantu”. Saya sudah cukup makan asam garam dibohongi dan dipencundangi sama pembantu. Sehingga meskpun sekarang saya kapok dan memutuskan untuk tidak akan pernah menggunakan jasa pembantu lagi, tapi banyak teman yang sering minta saran bahkan konsultasi yang berhubungan dengan pembantu.

Seharusnya pak Jokowi minta saran juga ke saya, sebagai orang yang sudah punya banyak pengalaman dalam menghadapi pembantu. Karena terus terang, saya ini punya insting yang tajam kalau harus memilih orang untuk di beri tugas, kepercayaan dan tanggung jawab. Tinggal grade-nya saja dipatok lebih tinggi, tapi pada dasarnya untuk hal yang prinsip pasti semua hampir sama.

Baiklah, saya akhiri tulisan yang sedikit ngelindur ini. Semoga besok malam pak Jokowi tidak mengundur lagi janji untuk mengumumkan nama-nama calon “pembantu”nya. Selanjutnya kita mulai memikirkan kembali untuk mengisi masa depan dengan kerja….kerja…kerjaaaaaaaa.

Selamat malam Indonesia….


Catatan harian, 25 Oktober2014
Pukul : 23.22

No comments:

Post a Comment