Saturday, February 21, 2015

Ladang Pahala Buat Para Ibu

Kemarin siang, saya janjian dengan teman yang kebetulan bekerja di Poli Mata RSAL Surabaya. Ketika melewati Poli Kandungan, saya melihat sosok yang kelihatannya tidak begitu asing sedang duduk di ruang tunggu. Ternyata teman lama dulu pernah satu kantor…

“Naomi apa kabar…..” saya mendekat dan duduk di sampingnya. Perutnya tampak membesar, dan ternyata temen saya itu - Naomi, memang sedang hamil menginjak 7 bulanan.

Selanjutnya kami terlibat pembicaraan yang asyik, karena hampir 3 tahunan tidak bertemu. Katanya, dia baru setahun merit untuk yang kedua kali, tapi sedang mengandung anak yang ke tiga. Di tengah-tengah cerita yang begitu seru, ada beberapa hal yang membuat saya tercengang dan tercenung. Ternyata suami yang ke 2 adalah seorang muslim, jadi dia sudah hampir setahun menjadi muallaf. Sekarang adalah ramadhan yang pertama kalinya dia sebagai seorang muslim. Dalam keadaan mengandung 7 bulan, dia tetap melaksanakan puasa sampai maghrib. Antara kagum dan penuh tanda tanya, melihat tekad dia yang begitu tulus dan ikhlas. Ketika aku tanya alasannya….

“Aku tidak mau kehilangan momen yang berharga dalam perjalanan hidupku, dimana di tahun pertama aku menapaki rumah tanggaku ini dengan seorang imam yang baru. Aku ingin mengawalinya dengan yang serba positif. Lagian dokter tidak melarang aku berpuasa kok, selama staminaku kuat dan fit.  Asupan gizi aku cukupi ketika buka dan sahur…”

Aku cukup terpukau dengan alasan yang dia sampaikan. Meskipun sebenarnya sudah lama banyak juga ibu-ibu hamil yang tetap melaksanakan ibadah puasa. Tapi mendengar cerita dan melihat antusias dia, aku menjadi kagum dan simpati dengan niat ibadahnya yang lebih diutamakan. Padahal, seorang ibu hamil tidak diwajibkan menjalankan ibadah puasa. Cukup membayar fidyah atau mengganti di lain waktu (bila mampu). Dan aku yakin pasti suami Naomi sudah memberitahu tentang hal ini.

***

Ada tetangga yang baru melahirkan 3 bulan yang lalu. Saya sempat bertemu ketika kami sama-sama belanja. Sebenarnya tidak begitu mengherankan ketika dia memborong banyak daun katuk, karena dia sedang menyusui. Saya mencuri dengar obrolan penjual sayur dengan beberapa pembeli yang kebetulan juga tetangga saya.

“Bu Ali kok kuat ya puasa tapi masih menyusui Akila bayinya.” kata penjual sayur.

“Sudah biasa Tris, dari anak pertama sampai anak ke empat selalu begitu. Meski hamil atau menyusui, kalau pas bulan ramadhan dia tetep puasa kok. Semuanya kan kembali ke niat, meskipun bisa di ganti dengan bayar fidyah.” ada tetangga saya yang menjawabnya.

Bener banget sih…semua kembali ke niat. Sebenarnya untuk ibu hamil dan menyusui tidak diwajibkan berpuasa. Bagi sebagian orang berpendapat bahwa ibu hamil ataupun menyusui bukan orang yang sedang sakit, jadi jika secara fisik dan mental mereka mampu serta siap, biasanya mereka lebih mengutamakan ibadah.

***

Setiap memasuki bulan ramadhan, tidak pernah terlewatkan ibu saya selalu mengingatkan pada kami (putrinya yang berjumlah 4 orang) berupa kata-kata yang meneduhkan. Meskipun kami sudah berkeluarga dan beranakpinak. Biasanya disampaikan secara langsung, lewat telpon ataupun lewat sms.

Sms bunda di hari pertama :

“Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan makhfirah. Oleh sebab itu , manfaatkan bulan puasa sekarang ini dengan sebaik-baiknya. Putri-putri bunda semua sudah menjadi ibu, maka di bulan ramadhan ini jadikan sebagai “ladang pahala” yang sebanyak-banyaknya…”

Sms bunda di hari kedua :

“Setiap tetes keringat seorang ibu yang berpuasa, akan di ganti surga ketika dia bekerja ikhlas untuk keluarga. Jadi tetaplah jaga kesehatan, supaya tetap bisa melakukan yang terbaik untuk keluarga.”

Sms bunda di hari ke tiga :

“Memang tugas seorang ibu banyak di uji dan terasa semakin berat ketika menginjak bulan ramadhan. Tenaga dan pikiran pasti terkuras habis selama sebulan lebih. Tapi yakinlah, seorang ibu itu mempunyai kekuatan yang luar biasa tidak terbatas dalam mengabdikan diri untuk suami atau anak-anaknya.”

Sms bunda di hari ke empat :

“Dari mata terbuka (bangun sahur) sampai mata tertutup (menjelang tidur), ridho Alloh akan selalu menyertai langkah seorang ibu. Dan di bulan ramadhan ini berkahnya akan semakin berlimpah. Amiin…”

(hari ini bunda belum sms, mungkin pulsanya habis hehehe… nanti saya coba telpon aja…)

Love you bundaku…. Tetaplah sehat dan kuat untuk anak-anakmu…

***

Catatan harian, 03 Juli 2014
Pukul : 12.21 WIB

No comments:

Post a Comment