Saturday, February 21, 2015

Kau Hadir

Kau hadir,
ketika gelisah ini selalu mengisi hari-hari,
ketika luka ini masih berdarah dan perih,
kala bilik hati yang menahan rindu terasa sepi,
lengang layaknya tak berpenghuni,
namun tertutup rapat dan berkabut pekat bersaput misteri…

Kau hadir,
ketika perjuangan semakin keras,
pergulatan semakin ganas,
dan persaingan semakin panas,
tapi kau tampil tanpa rasa minder dan cemas,
karena kau tahu…
aku kagum dengan sikapmu yang bersahaja dengan otak yang cerdas…

Kau hadir,
walau wajahku berpaling,
walau hatiku tak bergeming,
dengan harapan yang sudah hancur berkeping-keping,
tapi kau mau merekatkan dan menyatukan asa puing demi puing…

Kau hadir,
tanpa mengumbar janji,
tanpa menawarkan mimpi-mimpi,
hanya satu pinta ingin mengobati hati yang tersakiti,
satu tujuan untuk menemani hari-hari yang nyaris sepi,
dan satu tekad untuk memiliki cinta yang hampir mati…

Aku tidak tahan untuk tidak memujamu,
aku tidak kuasa untuk menolak pesonamu,
biarpun seluruh dunia akan tahu,
walaupun semua orang akan cemburu,
ketika aku memilihmu,
tanpa rasa bimbang dan ragu,

Kupanggil kau “elang biru”,
lewat tajam tatap matamu,
kokoh dan kekar kepak sayapmu,
mampu menakhlukkan keangkuhanku,
bisa menghangatkan kebekuan hatiku ,
dan kini kau satu-satunya penghuni relung kalbuku,
penguasa di setiap sudut anganku,
dan pangeran penghias dalam mimpi-mimpiku…


Ruang Rindu, 23 Mei 2014
03 : 30 WIB

Dedicated to my honey “always love you”

No comments:

Post a Comment