Saturday, February 21, 2015

5 Impian Anak Indonesia

Siapa yang akan serius memikirkan masa depan anak Indonesia, kalau semuanya sibuk dengan politik, jabatan, rebutan kekuasaan dan ambisi yang tiada henti-henti? Hari-hari mereka, sebagian besar anak Indonesia masih nampak suram, dengan segala permasalahan yang belum tuntas sampai detik ini. Tragisnya, ketika keberadaan mereka seharusnya diapresiasi tapi malah “terlupakan”.

Walau hanya kecupan kecil disertai bisikan ucapan “selamat hari anak Indonesia” buat bungsuku, respon dia hanya tersenyum disertai mata beningnya yang selalu berbinar. Mungkin tidak terlalu mengerti atau tidak mau tahu apa maksud dari ucapanku itu. Karena selama ini yang dia rasakan adalah kasih sayang yang berlimpah, perhatian yang tulus serta bimbingan dari orang tua dan kakak-kakaknya. Wajah polos nan lugu itu mewakili jutaan anak Indonesia, yang tidak pernah tahu betapa kami sangat khawatir akan masa depan mereka kalau kondisi bangsa tetap seperti ini terus menerus.

Kekhawatiran saya bukan tanpa alasan, karena semakin hari apresiasi dan keberadaan mereka jauh dari perhatian kita. Meskipun saya yakin, di balik berita-berita yang tidak menyenangkan menimpa sebagian anak-anak Indonesia, masih banyak juga berita tentang prestasi-prestasi mereka yang cukup membanggakan hanya saja kurang terekspos media. Jadi ingat waktu jaman saya masih menjadi “anak” Indonesia…..  Banyak sekali kegiatan yang berskala nasional melibatkan anak-anak dari seluruh propinsi. Dari kompetisi yang bersifat edukasi seperti Lomba Karya Ilmiah dan Cerdas Cermat, kompetisi bersifat kedisiplinan semacam Jambore Nasional sampai yang bersifat tradisional yaitu Lomba Tari Daerah atau lomba menyanyikan Lagu Daerah. Dan masih banyak lagi lomba-lomba yang dimaksudkan bisa memacu motivasi dan semangat anak Indonesia untuk berkompetisi dan berprestasi di tingkat nasional. Tentunya juga dimaksudkan untuk melatih mereka supaya berani bersaing di dunia internasional. Dan peran media sangat penting dalam memberitakannya tidak hanya sebagai bahan informasi saja, tapi juga membakar semangat anak-anak Indonesia untuk mau lebih maju dan berkembang.

Kembali saya berangan-angan, seandainya kiprah anak-anak Indonesia sekarang bisa seperti jaman saya anak-anak dulu. Pemerintah memperbanyak program dalam menggali potensi, bakat, kecerdasan serta kemampuan anak dalam berkompetisi. Di mulai dari wilayah terkecil yaitu RT atau kelurahan, kecamatan, kota, propinsi sampai tingkat nasional. Pastilah kelak Indonesia tidak perlu khawatir kalau harus bersaing dengan dunia internasional, karena sudah memiliki generasi penerus. Yang sudah cukup tangguh dan terlatih karena mereka sudah dipersiapkan dari dini.
Untuk mempersiapkan generasi-generasi yang tangguh dan terlatih, rasanya tidak berlebihan kalau anak-anak Indonesia pastinya mempunyai harapan dan impian yang tidak muluk-muluk, yaitu :

1. PERHATIAN
Itu adalah hak setiap anak untuk mendapatkan perhatian dari siapapun. Tidak dibatasi bahwa itu anak sendiri, anak dari saudara atau yang masih ada hubungan keluarga. Tentunya juga perlu digarisbawahi bahwa perhatian yang mengutamakan keamanan dan kenyamanan, termasuk melindungi mereka dari bahaya apapun bentuknya. Terutama bahaya dari kejahatan fisik yang mengakibatkan trauma psikis berkepanjangan yang pasti berpengaruh buruk pada masa depan mereka. Bukan bermaksud lebay, tapi saya beranggapan bahwa siapapun dia kalau yang namanya anak-anak itu juga adalah anak kita. Kita wajib memberikan perhatian, sebatas kemampuan yang kita punya. Teman-teman anak saya tidak pernah canggung kalau lagi main di rumah, karena mereka selalu merasa seperti di rumah sendiri. Tapi di samping memberi kebebasan, saya juga sering memberi arahan dan pesan-pesan yang berhubungan dengan pendidikan maupun pergaulan. Malah saya juga memposisikan sebagai sahabat bagi mereka.

2. KESEHATAN
Anak-anak harus mendapat jaminan kesehatan. Tidak hanya kesehatan fisik dimana masa tumbuh kembang mereka harus di perhatikan, tapi kesehatan jiwa juga wajib kita pantau. Karena kesehatan mental itulah yang paling penting untuk menjadikan mereka manusia yang berkualitas. Dulu banyak sekali program sosialisasi dari pihak perusahaan swasta peduli akan kesehatan anak-anak Indonesia, salah satunya adalah minum susu gratis setiap minggu. Ini salah satu contoh dasar yang seharusnya bisa terus dilakukan, tidak hanya di kota-kota besar. Harusnya juga menjangkau di kota kecil maupun di pedesaan-pedesaan. Semoga pemerintah masih peduli dengan program ini.

3. PENDIDIKAN
Mereka berhak mendapatkan pendidikan yang layak, karena masa depan bangsa ini tergantung di tangan mereka. Selama ini pemerintah sudah melaksanakan program pendidikan gratis untuk mengurangi beban masyarakat kecil yang tidak mampu sekolah karena alasan tidak ada biaya. Tapi program ini memang belum maksimal, karena tenaga pendidik masih belum mencukupi untuk menyebar di seluruh Indonesia terutama di daerah pedalaman. Padahal program dari LSM yang peduli dengan pendidikan anak-anak di kota kecil juga sudah cukup banyak. Alangkah bagusnya kalau memang bisa bersinergi atau malah di dukung oleh pemerintah dengan melibatkan swasta sebagai pihak sponsor yang peduli dengan pendidikan.

4. MASA DEPAN
Kita harus fokus untuk menata dan mempersiapkan masa depan mereka sejak dini. Memberi motivasi dan pemahaman bahwa cita-cita tidak hanya menjadi dokter, insinyur atau tentara saja. Sepertinya sejak saya kecil jawaban klise seperti itu sudah terpatri di semua benak anak-anak. Sehingga kebanyakan mereka selalu meninggalkan kampung halaman untuk pindah ke luar kota atau ke luar negeri ketika memasuki masa kerja. Jadinya tidak ada pemerataan dalam perkembangan kehidupan maupun pembangunan infrastruktur. Yang desa tetap terbelakang dan kota semakin padat oleh pendatang. Satu hal lagi yaitu menanamkan pemahaman bahwa kita harus membangun dan menjadikan kampung halaman lebih maju serta berkembang tidak kalah dengan kota besar lainnya.

5. PENGHARGAAN
Maksud dari penghargaan disini adalah kita sebagai orang tua maupun sebagai pemerintah harus menghargai hak anak-anak untuk mendapatkan 4 hal tersebut di atas. Menghargai dan mencoba untuk memberikan mereka kesempatan mendapatkan hak-hak mereka tersebut, tapi tetap membimbing dan mengarahkan dengan tepat.

Harapan dan impian yang sangat sederhana tapi begitu berharga bagi mereka. Siapapun mereka, baik anak jalanan, anak pemulung, anak orang biasa, anak pejabat maupun anak konglomerat. Dan dimanapun anak-anak Indonesia itu berada, baik yang di kolong jembatan, di emper toko, di pedesaan, di perkotaan maupun yang tinggal di luar negeri. Semoga pemerintahan yang baru nanti bisa peka dan lebih perhatian akan impian-impian anak-anak Indonesia itu. Hanya 5 poin saja, tapi saya yakin akan mampu mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas, cerdas dan bermartabat. Yang mampu membawa nama baik bangsa Indonesia bersaing di dunia internasional.

Selamat HARI ANAK INDONESIA…

***

Catatan harian, 25 Juli 2014
Pukul : 05.22 WIB

No comments:

Post a Comment