Monday, February 23, 2015

Sunpride Menemani Hari-hari Ceria Dalam Keluarga

Hari Jumat adalah hari yang selalu di tunggu sama si kecil Adham. Pengen tahu kenapa? Bukan karena besok adalah hari Sabtu, mendekati hari Minggu alias hari libur. Tapi, karena pada setiap hari Jumat dia selalu saya ajak belanja buah-buahan. Kegiatan rutin mingguan. Dan saat yang paling dia suka adalah ketika saya menyerahkan keputusan padanya apa saja buah yang di pilih untuk kami beli di antara bermacam-macam buah segar yang menyenangkan mata. Tiada hari tanpa buah, begitulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan bahwa buah-buahan sudah menjadi menu sehari-hari dalam keluarga kami. Cara mengkonsumsinya pun dengan beraneka ragam. Dari yang langsung di makan, di jus atau di buat salad. Sejak anak-anak masih kecil, saya sudah membiasakan untuk memberi vitamin tambahan lewat buah-buahan yang segar. Masih sangat mudah membujuk mereka untuk mau mengkonsumsi tiap hari walaupun dengan sedikit trik.

                 Adham memilih sendiri buah kesukaannya (dokumen pribadi)

Sebenarnya tidak jauh beda ketika saya kecil. Masih ingat betul bagaimana ibu selalu memaksa kami putra putrinya supaya mau menyantap buah hasil kebun sendiri. Karena kebetulan kami tinggal di rumah dinas dan tidak mempunyai halaman yang luas, jadi buah yang ada cuman pisang, pepaya dan jambu. Sehingga kadang membuat kami bosan. Sesekali saja ibu membeli jeruk ataupun apel yang merupakan buah tergolong mewah waktu itu serta langka. Beda sekali dengan sekarang, dimana banyak penjual buah-buahan dengan beraneka ragam tanpa mengenal musim. Harganyapun terjangkau. Akhirnya ibu memakai siasat supaya kami tetap mau menyantap buah-buahan yang seadanya itu dengan nikmat. Salah satunya adalah selalu di jus dengan dicampuri madu. Itu yang masih sering saya tiru sampai sekarang.

Tapi sebenarnya ada beberapa pesan ibu yang sering disampaikan kepada putra putrinya. Sampai sekarang saya masih selalu ingat. Alasan ini pula yang membuat kami tetap memilih dan menyukai buah lokal daripada impor, yaitu  :

1.      Tanaman hasil kebun sendiri (buah-buahan lokal) lebih terjamin kualitasnya. Karena bisa memetik langsung dan distribusinya tidak memakan waktu cukup lama. Sehingga bebas dari pestisida atau suntikan bahan pengawet yang bisa merusak kesehatan.

2.      Indonesia lebih kaya akan jenis dan macam buah-buahan yang juga terkenal kelezatannya. Di samping harganya masih murah dan pasti terjangkau oleh masyarakat kita. Dimanapun, baik di pasar tradisional maupun modern akan mudah dijumpai buah lokal. Dengan sering mengkonsumsi buah lokal berarti kita membantu perekonomian dari petani lokal kita sendiri.

3.      Rutin makan buah, di samping banyak kandungan vitamin yang menyehatkan badan, akan memperlancar metabolisme tubuh. Terutama memperlancar BAB. Terus terang saya memang mempunyai pengalaman jelek dengan sembelit di waktu kecil. Karena sedikit bandel, saya pernah protes ke ibu untuk tidak memaksakan kalau saya lagi nggak pengen makan buah. Akhirnya ibu ingin memberikan sedikit pelajaran dengan membiarkan saya untuk tidak mengkonsumsi buah dalam beberapa hari. Tapi hasilnya, perut saya melilit karena sakit dan sebah karena tidak bisa BAB. Ibu sendiri dalam mengatasi masalah ini cukup bijaksana yaitu dengan membuatkan jus pepaya untuk saya minum sekitar 2-3 kali. Tidak lama BAB saya lancar kembali tanpa harus minum obat-obatan kimia. Pengalaman yang tidak mengenakkan itulah yang selalu saya ingat sampai sekarang.

Saya sudah sering membeli pisang Sunpride sejak tahun 1996, ketika si sulung Thomi masih berumur setahun. Melihat bentuknya yang bagus dan warna yang kuning cerah, saya pikir pisang Sunpride adalah buah impor. Saya tidak ingin tahu lebih jauh tentang hal itu, karena yang penting rasanya enak dan putra kecil saya sangat suka. Tapi selanjutnya saya melihat produk Sunpride yang di pajang ternyata macamnya semakin banyak, antara lain : Guava Crystal, apel, buah pir, kiwi, melon, anggur, nanas, semangka dan masih banyak lagi. Setelah saya tanyakan pada pengelola supermarket tempat menjual buah-buahan tersebut, dia jelaskan bahwa semua produk Sunpride adalah hasil budidaya dari petani lokal. Di bawah bendera PT Sewu Segar Nusantara yang merupakan perusahaan distribusi buah lokal dan buah impor, ternyata tidak hanya menggandeng pasar modern saja. Pasar-pasar tradisional juga sudah lama dilibatkan dalam menjalin kerjasama menjual hampir semua produk Sunpride. Karena konsumen sudah tidak ragu lagi dan sangat percaya dengan produk Sunpride, kualitas buah lokal yang tidak kalah dengan yang impor (www.sunpride.co.id).

Sedang dalam keluarga saya, mengkonsumsi buah bisa dengan beraneka cara. Sebagai ibu yang baik, yang tidak ingin pengalaman buruk di waktu kecil terulang kepada anak-anak. Maka saya berusaha memahami apa yang menjadi kesukaan anggota keluarga yang menyukai buah satu dengan yang lain tidak sama. Meski sedikit ribet tapi bagi saya cukup mengasyikkan ketika harus berjibaku mempersiapkan aneka buah itu supaya tersaji sesuai selera masing-masing anggota keluarga. Kebahagiaan yang lain adalah lega bisa memberikan asupan vitamin tambahan dari buah segar, serta melihat mereka menjadi lebih semangat menjalani aktifitas sehari-hari. 

Adham suka makan pisang Sunpride sebelum berangkat ke sekolah (dok.pri)

Beberapa variasi dalam mengolah buah-buahan supaya bisa di konsumsi dengan nikmat, berikut ini pengalaman yang bisa saya bagi ;

1.      Pisang Sunpride di makan langsung sudah enak banget. Biasanya Adham sebelum berangkat sekolah menyantap 1-2 buah untuk sarapan pengganti nasi atau roti. Tapi seringnya, dia minta pisang di potong kecil-kecil kemudian di campuri susu kental manis dan ditaburi meses di atasnya. Atau di makan dengan susu coklat saja. Tergantung selera dia, tapi tidak pernah absen setiap hari makan pisang sunpride.

2.      Hampir setiap hari saya membuat jus buah. Dan biasanya tidak hanya 1 atau 2 macam saja. Karena masing-masing anggota keluarga mempunyai buah kesukaan tidak sama. Kalau pagi bikin jus tomat untuk ayah dan jus pisang untuk Adham (kalau dia sarapannya dengan nasi goreng). Siangnya bikin jus jambu biji (Guava Crystal) buat sulung Thomi, sedang Naufal minta dibuatin jus melon. Biasanya saya juga bikin jus melon, karena suka sekali dengan melon sunpride yang rasanya sangat segar dengan daging yang cukup tebal. Sebagai pengganti gula, saya memakai madu asli yang sudah cukup manis namun menyehatkan.

3.      Sedang sedikit pengalaman ketika anak-anak sakit, biasanya saya tambahi asupan vitamin dari buah segar. Jus semangka bisa membantu ketika anak terkena sakit diare, untuk mencegah dehidrasi dan membantu memulihkan stamina yang lemes karena banyak cairan yang keluar. Sedang jus jambu biji atau Guava Crystal bisa membantu mengaktifkan meningkatkan kadar trombosit untuk penderita demam berdarah. Kalau pengalaman ayah adalah dengan sembelit. Biasanya dengan minum jus pepaya 2-3 kali saja, masalah sembelit itu bisa ditanggulangi. Kalau saya sendiri biasanya seminggu 2 kali bikin jus apukat. Di samping membantu pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia, yang paling penting lagi adalah membuat kulit menjadi halus serta kencang.

4.      Dan yang tidak pernah terlewatkan adalah salad buah. Kudapan ini salah satu makanan favourite keluarga yang selalu ada di setiap hari Minggu. Campuran dari buah-buahan yang sehat dan segar antara lain apel, melon, anggur dan kiwi. Dengan saus mayonaise buatan saya sendiri yang tentunya makin menjamin salad terdiri dari komposisi buah alami yang menyehatkan. Semua anggota keluarga hampir tidak ada yang menolak untuk menyantapnya.


                   Buah pir Sunpride bahan untuk salad (dokumen pribadi)

Jadi, sekarang tidak usah ragu-ragu lagi menjatuhkan pilihan untuk mengkonsumsi buah lokal serta tidak usah takut akan bahaya dari residu pestisida atau bahan pengawet. Karena Sunpride sudah mendapat pengakuan dari pemerintah berupa sertifikasi bebas pestisida dan formalin. Marilah dari kita sendiri yang membeli dan mengkonsumsi buah lokal kekayaan alam bangsa Indonesia. Karena di samping bisa menikmati buah yang masih segar dan mengandung banyak kandungan gizi, kita juga turut membantu petani lokal dalam menumbuhkan perekonomian mereka yang lebih baik.
Sunday, February 22, 2015

Film HIJAB : Menjawab Kontroversi Hati Perempuan Berjilbab

1421631403770601274
Poster Film HIJAB

Saya menerima tawaran undangan nobar film ini dari mbak Wardah Fajri (admin Kompasiana) lewat telpon. Ketika dia menyebutkan judulnya yaitu HIJAB, bayangan yang muncul di kepala adalah sebuah film religi. Yang berisi tentang aturan-aturan cara berpakaian seorang muslimah dengan segala macam dalil-dalil pendukungnya. Atau film yang mengisahkan tentang perjuangan seorang perempuan ketika di paksa harus menggunakan hijab karena lingkungan.

Dan ternyata perkiraan saya tersebut jauh dari kenyataan.

Ketika sampai di Atrium City Of Tomorrow tempat acara presscon berlangsung, sudah bertebaran perempuan-perempuan cantik dengan busana muslimah yang modern dan modis. Mata semakin segar ketika melihat demo make up dari Mazaya Cosmetics yang juga menjadi salah satu sponsor film HIJAB. Mazaya juga yang telah memberi kehormatan kepada kami anggota Ladiesiana untuk bisa turut hadir menonton tayangan perdana di kota Surabaya ini. Meskipun saya dan mbak Ay Mahening datang sedikit terlambat, tapi masih sempat melihat hasil riasan dari Mazaya Cosmetics yang sangat natural. Tidak salah Zaskia Adya Mecca mempercayakan Mazaya untuk menjadi sponsor sekaligus partner dalam film ini karena sapuannya yang natural sangat cocok dipadupadankan dengan busana muslimah. Sehingga terkesan sangat kalem namun elegan.

14216315331097222962
Diantara GM Mazaya mbak Erli dan model (dok.pri)

1421631709816464216
Busana muslimah  yang makin stylish dan modern (dok.pri)
Seusai acara meet and greet, penonton disuguhi penampilan spesial dari Andien Aisyah. Penyanyi mungil yang cantik ini membawakan 2 buah lagu yang menjadi soundtrack film Hijab, yaitu Let It Be My Way dan daur ulang lagu lama ciptaan Ahmad Dani yaitu Satu Yang Tak Bisa Lepas. Kata Andien, lagu terakhir itu di pilih langsung oleh mas Hanung karena menurutnya mewakili cerita yang terkandung di dalam pesan film tersebut.
14216320181328489097
jAndin turut menghangatkan suasana dengan menyumbang suara emasnya (dok.pri)
KENAPA KAMU PAKAI JILBAB

Sebuah pertanyaan yang menjadi pembuka film HIJAB yaitu obrolan kecil antar 3 sahabat yaitu  Bia (Carissa Puteri), Tata (Tika Bravani) dan Sari (Zaskia Mecca). Mereka berkisah tentang awal mula ketika memutuskan untuk menggunakan jilbab lengkap dengan lika liku serta keseruan yang pastinya penuh dengan kontroversi.

Kenapa kebanyakan keputusan berhijab selalu menimbulkan kontroversi (terutama kontroversi hati)…??? Uuuppssss….kok jadi pinjam istilahnya Vicky Prasetyo hehehehe.

Tapi saya sendiri mengakui sebagaimana pengalaman pribadi. Bahwa ketika saya memutuskan untuk berhijab, sampai membutuhkan waktu lebih dari satu tahun untuk memantapkan hati. Yang artinya, saya harus konsisten untuk selamanya menggunakan hijab tanpa harus melepasnya lagi. Karena pada tahun 2010 saya sudah pernah menggunakan hijab tapi masih buka tutup. Banyak alasan yang masih harus saya pertimbangkan meskipun hampir dari semua alasan itu justru berasal dari diri saya sendiri.

Bahkan ketika saya sudah mau konsisten untuk mulai menggunakan hijab, saya mengajukan syarat pada diri saya sendiri. Bahwa saya tidak mau menggunakan hijab yang rumit dan merepotkan. Kemudian saya memutar otak bagaimana caranya menggunakan hijab yang praktis, nyaman tapi modis. Karena menurut saya, awal-awal menggunakan hijab pasti salah satu godaannya adalah ribet, panas dan repot. Alasan itu yang kadang membuat tidak disiplin dan sebentar-sebentar pasti akan di lepas atau bahkan muncul niat untuk menunda lagi menggunakan hijab.
Intinya adalah apapun bentuk hijab yang kita kenakan tidak masalah, asal masih sesuai dengan ketentuan agama yaitu menutup aurat. Apalagi busana muslimah sekarang semakin modern, modis dan stylis. Kita akan semakin terlihat cantik dalam balutan busana yang tertutup dan rapi.

PESAN DAN TUNTUNAN YANG NYATA

Saya salut pada Hanung Bramantyo yang notabene adalah seorang sutradara besar. Berani menggandeng Zaskia Adya Mecca (istri) dan Haykal Kamil (adik ipar)  untuk berkolaborasi di bawah bendera Dapur Films dalam memproduksi film pertama mereka. Sebuah film drama keluarga yang di balut dengan fashion dan religi bergenre komedi. Menurut saya suatu hiburan yang segar dan menarik. Tidak ada kesan menggurui namun memberi tuntunan yang dengan mudah bisa di ambil hikmahnya pelajaran dari cerita film itu.
14216322431436593899
bersama salah satu pemeran pria, Mike sebelum acara nobar (dok.pri)
Film ini sarat pesan yang humanis namun religius tanpa menonjolkan kesan menggurui. Unsur komersil tidak ditonjolkan tapi dengan kemasan yang apik salah satunya adalah para pemain yang cukup ngetop dan terkenal, pasti menjadi strategi untuk menarik banyak penonton. Konon, idenya justru keluar dari kisah nyata yang dialami Zaskia Adya Mecca yang memang mempunyai usaha butik hijab. Dimana dari pengalamannya tersebut memberi gambaran bahwa memang tidak mudah bagi perempuan menjalankan suatu bisnis. Banyak kendala yang dilaluinya, salah satunya adalah ijin dan support dari keluarga terutama suami.

HIJAB mengisahkan 4 perempuan dengan karakter yang berbeda-beda.  Mereka adalah Sari (Zaskia Adya Mecca), Bia (Carissa Puteri), Tata (Tika Bravani) dan Anin (Natasha Rizki). Mereka bersahabat sejak lama, hingga kemudian tiga dari mereka menikah. Pada suatu saat ada kesamaan keinginan dari mereka untuk bisa hidup mandiri dan tidak mau hanya bergantung pada penghasilan suami. Sampai akhirnya Sari, Bia, Tata dan Anin membuat keputusan untuk membuka sebuah bisnis butik hijab.

Tapi ternyata problem justru datang ketika butik mereka sukses dan memberikan penghasilan yang jauh lebih besar dari gaji suami masing-masing. Niat baik dan tulus seorang istri untuk membantu kesulitan keuangan keluarga, ternyata justru menimbulkan masalah baru yang jauh lebih besar. Bahkan sampai mengancam keutuhan keluarga mereka.  Masih ada pendapat dari suami bahwa saat jabatan besar di pegang seorang istri, terlihat aneh dan tidak pantas. Padahal tidak masalah kalau sesuai bidangnya, tidak meninggalkan kodrat serta tetap fokus pada keluarga.
Selain bintang-bintang terkenal pemeran utama di atas, film ini juga menampilkan nama-nama beken seperti Ananda Omesh, Nino Fernandez, Mike Lucock dan Dion Wiyoko. Yang berperan sebagai suami atau pendamping mereka. Masih di tambah dengan nama lainnya yaitu Meriam Belina, Matias Muchus, Marini, Rina Hasim, Sophia Latjuba dan masih banyak nama ngetop lainnya yang bahkan hanya sekedar menjadi cameo di film ini.
1421633230543890458
Add caption
para pemeran utama wanita yang cantik dan energik (foto poster film HIJAB)

Bisa ngebayangin serunya kan?

Makanya saya berani merekomendasikan film HIJAB ini untuk ditonton semua lapisan masyarakat terutama kaum wanita. Tidak hanya para muslimah atau ibu rumah tangga saja. Wanita karir pun bisa banyak mengambil pelajaran berharga bagaimana menjadi istri sekaligus seorang ibu tanpa harus melupakan kewajiban utamanya. Karir tidak juga harus di luar rumah. Sukses tidak hanya di ukur dari jabatan dan gaji yang besar.


Sahabat muslimah semuanya jangan lupa nonton ya….




Bang Irianto Yang Saya Kenal

Catatan harian, 30 Desember
Pukul : 08.53 WIB

14199127842123186116
kado waktu ulang tahun dari istri tercinta di peluk erat (dokumen ida irianto)
Minggu pagi itu saya sudah bersiap untuk mengantar ibu ke pasar, kebetulan saya sudah hampir seminggu berlibur di Madiun. Ketika suara berita di TV ONE cukup jelas dan kencang mampir di telinga saya.

“Pesawat Air Asia QZ8501 yang dipiloti Kapten Irianto dinyatakan hilang dan belum berhasil diketahui keberadaannya sampai sekarang….”

Seperti disambar petir dan spontan saya berbalik untuk memperjelas apa yang saya dengar. Serta-merta badan saya terasa melayang dan kepala berkunang-kunang seperti mau pingsan. Ternyata  pilot pesawat yang hilang itu adalah suami dari sahabat saya sejak SMA yaitu, Widya Sukati Putri (Ida panggilannya).

Ingatan saya melayang sekitar bulan Juni lalu, ketika saya bertandang ke rumah Ida di wilayah Pondok Jati Sidoarjo. Waktu itu suaminya, Irianto – sedang tidak “terbang” dan kami sempat berbincang hangat karena hampir 25 tahunan tidak bertemu walaupun saya beberapa kali berkunjung ke kediaman mereka. Profesinya sebagai pilot komersial dari Air Asia memang cukup menyita waktu. Dari 4 hari dinas setiap minggunya, 3 hari waktu liburnya selalu dihabiskan bersama keluarga. Pilot keren yang saya panggil “Bang Ir” itu memang sangat sayang dan perhatian pada keluarga. Beliau tipe orang rumahan. Di samping sangat peduli dengan lingkungan, ramah dengan sekitarnya, juga sangat ringan tangan. Tidak heran kalau warga di kampung perumahan menunjuk beliau sebagai ketua RT beberapa periode  yang juga seorang aktivis masjid.

Saya bersahabat dengan Ida sejak SMA di Madiun tahun 1986. Waktu itu dia masih status berpacaran dengan Bang Ir yang seorang TNI AU berdinas di Iswahyudi. Karena saya sering bermain ke rumah Ida, berangkat dan pulang sekolah selalu bersama, otomatis saya juga sangat mengenal dekat dengan beliau. Orangnya ramah, humoris dan ngemong sekali. Terutama dengan kami yang waktu itu masih ABG. Yang paling saya ingat, setiap ada PR Bahasa Inggris dari sekolah, pasti kami selalu minta Bang Ir  yang mengerjakan. Karena sebagai pilot, tidak diragukan lagi kemampuan dan kemahiran bahasa Inggrisnya. Dan sebagai pilot pesawat tempur F-5 andalan TNI AU waktu itu, setiap mau atraksi udara yang disiarkan TVRI selalu minta doa kepada kami yang sudah dianggap adiknya sendiri. Begitu pun ketika tahun 1994 saya mendengar cerita dari Ida bahwa Bang Ir mengajukan pensiun dini dari TNI AU, saya cukup paham alasan beliau. Lalu bergabung menjadi pilot di Merpati, Adam Air, dan terakhir di Air Asia ini.

Saya sangat menyesal sampai saat ini tidak bisa melakukan apa-apa karena masih harus tinggal di Madiun sampai hari Minggu. Nomor hape Ida entah kenapa sudah tidak ada di daftar kontak telepon genggam saya. Sedang rumah kediaman mereka yang di Pondok Jati tidak ada telepon rumah. Saya juga tidak mempunyai satu pun nomor telepon saudara Ida, karena rumah lama di Madiun sudah dihuni orang lain. Beberapa teman sekolah juga tidak satu pun yang pernah berkomunikasi dengan dia. Saya tahu pasti kecemasan dan kesedihan yang dirasakan Ida serta kedua putra putrinya. Semoga sepulang dari Madiun esok hari, saya masih bisa hadir di tengah keluarga mereka dengan kabar yang menggembirakan. Ida, Angel dan Galih sudah bisa berkumpul dengan papa tercinta dalam keadaan sehat.

14199042731220557285

Bang Ir…  Kami yakin Abang adalah pilot yang hebat. Kami yakin Abang mampu mengemudikan pesawat menuju tempat yang tepat. Membawa seluruh penumpang serta kru kembali ke orang-orang yang mencintai dan menyayangi. Yang sedang menunggu dengan harap cemas dan doa tak putus-putusnya.

Untuk Ida sahabatku… Meskipun saya tahu kamu cukup tangguh dan tegar telah mendampingi seorang pilot selama 30 tahun. Tapi beliau yang sudah menjadi bagian dari jiwamu, pasti akan mampu memberi kekuatan dalam setiap keadaan. Kami juga akan selalu ada untuk kamu, Angel dan Galih. Doa seluruh bangsa tidak akan pernah lelah dan selalu memohon tangan Tuhan membantu menunjukkan keberadaan bang Irianto dan semuanya dalam keadaan baik-baik saja.
Aamiin ya robbal alamiin…

Catatan tambahan :
Semoga keluarga bang Ir yang di Sleman - Jogja di beri ketabahan dan kesabaran yang berlipat, karena seminggu yang lalu adik kandung beliau meninggal dunia. Bang Ir masih sempat menghadiri pemakamannya. Tapi waktu selamatan ke 7 harinya, tidak bisa datang karena kesibukannya di akhir tahun ini demikian padat. Sehingga bang Ir hanya pamit lewat telpon pada hari Sabtu malam. Ternyata itulah telpon terakhir beliau . Ketika hari Minggu 28 Desember keluarga mendapat kabar bahwa bang Ir dan bersama penumpang serta kru pesawat Air Asia QZ8501 yang dipilotinya menghilang dan belum bisa diketemukan sampai sekarang.

Internet Gratis Untuk Melanjutkan Bisnis Yang Tidak Biasa

Apa yang akan kamu lakukan untuk keluarga atau teman jika mendapat paket internet gratis selama setahun?

Dapat internet gratis? Selama setahun lagi…

Yang jelas, pasti banyak sekali yang bisa kita kerjakan jika mendapat keberuntungan itu. Sekarang adalah jaman internet. Dimana semua aktifitas bisa di lakukan serba cepat dan praktis hanya dengan memasang koneksi internet saja. Terutama bagi yang kreatif dan pintar berinovasi dalam memanfaatkan kecanggihan tekhnologi secara maksimal. Internet bisa menghasilkan profit dan sumber keuangan. Salah satunya adalah lewat BISNIS ONLINE. Seperti yang pernah saya tekuni pada tahun 2010 silam.
14193532361474127610
akun Warung Bulik tahun 2010 (dok.pri)
Pada tahun 2010 saya membuat akun fesbuk bernama WARUNG BULIK. Dari namanya memang sudah bisa di tebak bahwa barang yang ditawarkan adalah segala macam kebutuhan rumah tangga. Selintas memang tidak ada bedanya dengan bisnis online umumnya. Tapi konsep yang saya pakai dan saya tawarkan bisa jadi beda dengan yang lain.
Saya mengawali usaha ini memang ada latar belakang yang menjadi alasan kuat. Yaitu membaca ada satu peluang ketika banyak teman dekat berkeluh kesah masalah pembantu dan anak yang di tinggal di rumah ketika membutuhkan satu barang atau menemui satu kesulitan tapi tidak ada yang bisa membantu. Biasanya karena di rumah hanya ada pembantu dan anak-anak saja, sedangkan mereka tinggal di apartemen atau perumahan elite yang jauh dari jalan raya. Akhirnya saya mempunyai inisiatif untuk mencoba peluang bisnis yang merupakan perpaduan antara menjual produk dan menawarkan jasa.

Karena bisnis online mengandung resiko yang cukup tinggi untuk kedua belah pihak, maka untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, saya memilih kriteria konsumen yaitu:

1. Orang yang sudah dikenal.
Bisa teman dekat, teman kantor, sahabat, relasi, rekanan bahkan saudara. Yang pasti antara kedua belah pihak sudah saling kenal, tidak ada keraguan dan mempunyai komitmen dalam menjalin kerjasama saling menguntungkan. Semakin banyak rekanan maka pemakai jasapun juga banyak. Tanpa harus promosi mencari pembeli, pelanggan akan datang sendiri. Terutama ketika kita memperkenalkan akun dan website toko online tersebut.

2. Referensi dari teman.
Kalau tidak ada referensi dari teman yang saya kenal baik, tidak akan dilayani. Karena sistem pembayaran lewat transfer. Biasanya setelah barang di terima. Sedang teman yang memberi referensi tidak akan keberatan untuk dijadikan jaminan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dan sejauh ini tidak pernah terjadi masalah dalam bertransaksi.
14193533321585217730
promo produk yang di display (dok.pri)
Melayani apapun bentuk permintaan konsumen, tapi tetap tidak jauh dari transaksi jual beli. Awalnya Warung Bulik hanya menjual produk yang daftarnya tertera di fesbuk, tapi semakin lama berkembang pada kebutuhan yang lain. Contohnya :

1. Melayani antar barang dari satu tempat ke tempat yang lain.
Justru ini yang lebih sering di minta oleh para konsumen. Suatu saat anak teman saya buku pelajarannya tertinggal di rumah, dia minta pihak Warung Bulik untuk mengambil buku itu di rumah dan mengantarkannya ke sekolah anaknya. Ongkos disesuaikan jarak sesuai tarif yang sudah ditentukan. Ada juga yang pernah minta dibelikan batagor atau siomay di lokasi yang jauh dari rumahnya. Warung Bulik akan membelikan batagor/siomay yang alamatnya sudah ditentukan, sekalian mengantarkan ke rumahnya.

2. Menjadi ojek anak les.
Kalau ini sifatnya darurat (tidak rutin). Jika ada jasa antar jemput yang absen, terlambat datang atau tiba-tiba pulang lebih awal, Warung Bulik menyediakan jasa antar jemput (tapi naik sepeda motor).

3. Mencarikan tambal ban keliling karena kebetulan ada yang rumahnya di kawasan elite yang jarak ke jalan raya bisa sampai 5 kilometer sendiri. Biasanya motor sopir atau asisten rumah tangga yang perlu di perbaiki.

4. Membantu membayarkan tagihan air, listrik, pdam bahkan sampai pajak dan kartu kredit. Tapi awalnya saya menolak karena resiko untuk membayar pajak dan kartu kredit sangat tinggi, tapi karena teman saya memaksa akhirnya kami layani juga.

5. Melayani pembelian tiket pesawat dan kereta api, karena waktu itu masih belum banyak memakai sistem online.

Jasa yang ditawarkan Warung Bulik memang masih jarang dilakukan oleh pelaku bisnis yang lain, maka cepat berkembang pesat dan kepercayaan dari pelanggan semakin banyak. Akhirnya saya membuat website khusus dengan alamat link www.warungbulik.com. Sayang website tersebut hanya berumur 2 tahun sekaligus saya pelan-pelan berhenti menekuni bisnis itu. Di samping 2 karyawan yang membantu saya mengundurkan diri karena pengen kerja kantoran, kegiatan saya beralih di bidang event organizer yang betul-betul menyita seluruh waktu dan pikiran. Sehingga saya kurang fokus. Apalagi hasil yang saya dapatkan lebih besar (baik secara profit, relasi dan pengalaman).

***

Mengawali bisnis online memang tidak mudah. Seperti juga yang pernah saya alami waktu itu yakni butuh keuletan dan semangat yang tinggi. Apalagi sekarang bisnis seperti itu bisa dijalankan di hampir semua media sosial fesbuk, twiter, WA, line, website yang berbayar sampai yang gratisan. Mulai yang abal-abal sampai yang nyata. Bahkan bisa sukses dan bertahan sampai sekarang.

Dalam merintis usaha ini saya memilih strategi yang tidak terlalu rumit, baik dari segi pemasaran maupun mencari pelanggan. Karena tujuan awal dari saya membangun bisnis ini hanya ingin membantu teman, di samping juga melihat peluang dengan strategi yang berbeda. Sehingga tetap membutuhkan tips-tips supaya bisnis tersebut tepat sasaran, mempunyai pangsa pasar yang luas dan tentunya menguntungkan.

Yang menjadi pertimbangan ketika saya mendirikan bisnis ini adalah :

1. Mencari tahu kebutuhan dan keinginan pasar.
Konsep yang ditawarkan adalah membantu konsumen untuk mengatasi segala macam kesulitan. Sebelumnya sudah tercipta komunikasi atas konsep ini, sehingga pihak Warung Bulik tinggal menunggu kebutuhan yang di minta oleh pihak konsumen. Itupun kalau memang di luar kemampuan atau di luar batas kesepakatan, maka Warung Bulik berhak menolak.

2. Tepat sasaran.
Dari awalnya target konsumen adalah orang terdekat seperti sahabat, saudara, relasi atau rekan kantor. Karena di samping sudah tahu apa yang mereka butuhkan, juga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

3. Harga berani bersaing di pasaran.
Harga di jamin lebih murah dari toko retail sekalipun. Ada kesepakatan di tambah ongkos kirim atau uang transportasi disesuaikan jarak yang sudah ditentukan.

4. Kepuasan konsumen diutamakan.
Kuncinya adalah komunikasi yang terbuka dan rutin, sehingga akan memupuk kepercayaan antara Warung bulik sebagai produsen dan para pelanggan sebagai konsumen.

5. Aktif dan serius dalam mengelolanya.
Yang terpenting memang kita harus serius, aktif dan fokus dalam mengelolanya. Karena merintis satu usaha itu tidak gampang. Apalagi di tengah persaingan yang cukup tinggi. Saya sendiri sedikit menyesal telah menterlantarkan bisnis yang sebenarnya cukup punya prospek bagus kedepannya hanya karena kegiatan baru. Padahal kalau dijalankan di sela-sela waktu yang ada juga bisa.

***

Jadi jika saya mendapat paket internet gratis selama setahun maka jawaban saya adalah akan  melanjutkan lagi bisnis online tersebut.

Karena banyak hal positif yang bisa saya dapatkan yaitu :
- Mengelola bisnis tanpa harus keluar rumah.
- Mendapat profit .
- Menolong orang lain dengan memudahkan segala urusannya.

Sekarang, saya merasa mempunyai banyak waktu untuk bisa fokus kembali melanjutkan Warung Bulik yang terbengkalai hampir 4 tahunan. Program “Share Your Dream” ini mampu menyadarkan bahwa saya pernah mempunyai mimpi. Dan Warung Bulik adalah mimpi yang tidak pernah saya sadari ternyata cukup lama hanya menjadi bunga tidur. Sekarang waktunya saya bangun dan kembali berkarya untuk mewujudkan mimpi itu.

#ShareYourDream

***

Catatan harian, 23 Desember 2014
Pukul : 23.55 WIB

KPK Surabaya Sukses Gerebek Bebek Harisa

14187183652106267503
narsis di ruang pujangga (dok.pri)
Setelah bertemu dengan pak Wawan Sugianto semalam sebelumnya. Rencana acara Gerebek Perdana dilaksanakan hari Sabtu. Perasaan saya cukup lega. Karena meskipun besok tidak didampingi beliau, tapi sudah ada yang di beri mandat untuk “mengawasi” kami sebagai tim KPK. Jadi saya yakin acara penggerebekan akan berjalan lancar.

Sesuai kesepakatan, jam 12an tim KPK sudah berkumpul di lokasi. Terdiri dari 6 kompasianer yaitu saya sendiri, jeng Ay Mahening, mbak Siti Nurhasanah, mas Sam Trader, mas Nuzulul Arifin dan mbak Nurul Rahmawati. Yang menjadi tuan rumah mewakili pak Wawan Sugianto adalah mas Azis, asisten Manager resto Bebek Goreng Harissa. Siang itu suasana sangat ramai dan penuh sesak oleh pengunjung, tapi mas Aziz berjanji untuk menyempatkan menemani kami. Tentunya di sela-sela dia melayani pengunjung yang datang pergi tak berhenti-berhenti. Dimakhlumi, karena wiken biasanya acara keluarga memang lebih banyak dihabiskan untuk memilih acara makan bersama keluarga di luar. Pilihan untuk singgah di Bebek Goreng Harissa memang tepat sekali. Karena di samping suasana yang nyaman kalau datang bersama keluarga besar, parkiran yang sangat luas, lokasi cukup strategis dan di pinggir jalan besar (sehingga akses mudah di jangkau) juga pilihan menu yang banyak variasinya. Bagi yang tidak suka bebek, masih ada ayam dan ikan bisa menjadi pilihan yang tidak kalah enaknya.

Akhirnya kami memilih-milih menu dulu sambil berdiskusi. Karena sudah disepakati bahwa menu yang kami pilih tidak boleh sama. Supaya artikel bisa beraneka ragam sesuai menu pilihan kami. Ada juga yang tidak suka bebek seperti mas Sam Trader yang kemudian memilih ayam goreng, saya pun memilih ikan sebagai menu siang itu.
Di bawah ini adalah daftar menu yang berhasil di gerebek KPK Surabaya yaitu :

1. Bandeng Rica Rica
Saya memilih menu yang menjadi alternatif kalau memang tidak suka atau lagi tidak kepingin makan bebek goreng. Karena semalem saya sudah mencoba Bebek Putri Madura, kali ini saya ingin mencoba menu berbahan ikan yaitu Bandeng Rica Rica. Meski sudah kebayang pasti pedes (karena saya tidak suka pedes) tapi berjanji untuk menyingkirkan sambalnya. Daripada perut tidak bisa di ajak kompromi. Dengan minum Es Cao Susu sebagai temannya.
14187251971997565754
narsis bersama bandeng rica rica (dok.pri)
2. Bebek Putri Madura
Pilihan mbak Nurhasanah memang tepat, mungkin karena sama-sama Putri Madura (nggak nyambung kali ya hehehe….). Baca juga di sini ya.

14187250551150157775
mbak nur berpose di depan menu pilihannya - bebek putri madura (dok.pri)
3. Bebek Cemburu
Saya tidak melihat kesamaan antara perasaan jeng Ay Mahening pada saat itu dengan menu pilihannya yaitu Bebek Cemburu. Katanya dia hanya penasaran ingin tahu bagaimana bentuknya bebek kalau lagi cemburu. Hemmmm….gimana ya bentuknya? Saya juga jadi penasaran… Liat penjelasannya di sini ya.

14187248961382817951
jeng Ay dengan bebek cemburunya (dok.mbak nur)
4. Bebek Masbro
Sepertinya menu ini sudah menjadi pilihan paten yang tidak pernah berubah setiap mbak Nurul Rahmawati berkunjung ke resto Bebek Goreng Harissa. Dia mengaku sudah lebih dari 3x datang dan selalu memilih menu tersebut. Karena di samping enak dan cocok sekali di lidahnya. Baik dari gorengan bebek yang kering dan krispi, juga sambal pencitnya yang tidak terlalu pedas namun maknyus katanya. Ulasannya di di sini  ya.

1418724757925110549
bebek masbro menu pilihan mbak nurul (dok. mbak nurul)
5. Ayam Masbro
Karena tidak suka makan bebek, mas Sam Trader memilih menu yang bagi dia cukup “aman” yaitu ayam goreng Masbro. Tentunya tidak ketinggalan sambal pencit yang menggugah selera. Ditemani es Susu Cao yang segar dan manis (semanis orangnya namun tidak pernah mau di foto hehehehe). Uraiannya bisa di intip di sini.

14187246001305348822
ayam masbro pilihan mas sam dan puisi pak wawan (dok.pri)
6. Bebek Korek Muda Lombok Thailand
Ini adalah salah satu menu yang paling ekstrim di antara menu kami lainnya karena sambalnya terdiri dari 50 biji cabe ijo. Mas Nuzulul berani menerima tantangan (tanpa iming2 hadiah) karena dia mengaku paling doyan pedas. Ketika kami tanya gimana rasanya setelah melahap tandas sambal tanpa sisa, “masih kurang pedas” jawabnya sambil tersenyum. Memang tidak terlihat merah atau kepedasan di wajahnya. Tahu gitu tadi saya pesen ke mas Azis supaya di kasih 100 biji cabe ijonya hehehehe.
14187244301886018544
menu pilihan mas nuzulul yang super pedas (dok.pri)
Memang daya tarik sambal dan tumisnya yang selalu membuat pengunjung ingin kembali datang. Karena, meskipun harga cabe terus merangkak naik setiap hari (dan belum ada tanda-tanda turun) tapi tidak berpengaruh pada kenaikan harga makanannya. Kepuasan pengunjung tetap diutamakan, demikian yang disampaikan mas Azis.
1418716900690304390
sebelum dinikmati, dikorek rahasia bumbunya (dok.pri)
1418717030243392999
ini nanya tentang bumbu, bukan ceramah lo.. (dok.pri)
1418723629645294101
menu yang di pesan KPK (dok.pri)
Ada satu sisi yang menarik dari seorang Wawan Sugianto, dimana banyak orang lebih mengenal dia sebagai seorang bisnisman di bidang kuliner. Tetapi ternyata dia mempunyai jiwa seni yang sangat kental. Sebelum meninggalkan tekape, kami di ajak menuju bangunan di sebelah resto utama. Tampak dari jauh sudah terbaca nama bangungan tersebut adalah PUJANGGA. Ketika kami masuk, baru mas Azis menjelaskan bahwa di tempat inilah semua kreasi seni pak Wawan di ekspresikan. Foto-foto menu makanan dan minuman selalu di hiasi dengan puisi yang sangat romantis. Bahkan menurut pengakuan beliau kepada saya tadi malam, sudah banyak lagu yang dia ciptakan. Beberapa malahan sudah dibuat semacam video clip. Sayang sekali belum menemukan saat yang tepat untuk bisa menampilkan ke depan publik, di samping kesibukan yang selalu padat juga nyalinya belum cukup kuat. Untuk sementara masih dinikmati sendiri dan di kalangan tertentu saja.

Sedang ruang Pujangga itu sendiri biasanya disewakan untuk mereka yang memesan tempat kalau ingin mengadakan arisan, pertemuan atau acara yang lebih pribadi.

1418723448658666265
narsis di ruang pujangga (dok.pri)

Akhirnya, KPK Surabaya memberi nilai yang MEMUASKAN untuk resto Bebek Goreng HARISSAtidak hanya untuk menu-menu yang disajikan serta harga yang sangat ramah di kantong. Tapi juga pantas menjadi salah satu tujuan wisata kuliner khususnya di Surabaya, karena tempatnya yang nyaman dan akses yang mudah dijangkau baik ketika naik kendaraan pribadi ataupun sarana angkutan umum.

1418723159863700116

tim KPK Surabaya bersama mas Azis - ass Manager Harissa (dok.pri)
Di bawah ini adalah alamat dari beberapa cabang Harissa, semoga bisa menjadi referensi tujuan wisata kuliner :

1. Jalan Dr. Ir. H. Soekarno (Merr II C-Pandugo) Rungkut – Surabaya
2. Jalan Raya Pabean 6, Sedati – Sidoarjo (dekat akses ke bandara Juanda baru)
3. Food Court - Galaxy Mall, Surabaya
4. Food Festival - Pakuwon City SF 5-011, Surabaya
5. Raya Pacet KM 2, Mojosari – Mojokerto





Salam kenyaaaaang......



Impian Ibu Yang Masih Tertunda

1419260439827908334
ibu selalu gak keberatan kalo di ajak narsis hehehe (dok.pri)
Sejak ayah meninggalkan kami untuk selama-lamanya 10 tahun yang lalu, perhatian ke 6 putra putrinya tercurah semua kepada ibu seorang. Usia beliau yang sudah mendekati 74 di tahun depan, tidak pernah menghalangi untuk tetap aktif berorganisasi, berkegiatan sosial serta mengurusi sekolah PAUD & TK yang hampir 9 tahun didirikannya. Kami sendiri di buat takjub dengan stamina beliau yang sangat fit dan selalu bisa menjaga kebugarannya. Setiap kami meminta supaya beliau mengurangi kegiatannya, jawabnya cukup singkat “semua kegiatan itu membuat ibu merasa sehat, karena dijalani dengan senang dan bahagia”.

Sudah lama ibu mempunyai keinginan untuk menghabiskan malam tahun baru dengan keluarga besar yaitu berkumpul bersama seluruh anak cucunya. Karena sudah 4 kali pergantian tahun, kakak saya yang sulung berada di luar negeri dalam rangka tugas. Tahun ini sudah kembali ke tanah air. Jadi ibu ingin mengajak putra putri dan cucunya yang di Jawa Timur bisa menikmati malam pergantian tahun baru nanti di Jakarta (di rumah kakak saya yang sulung). Keinginan itu sempat disampaikan kepada saya pada awal Oktober lalu. Karena saya salah satu putrinya yang mempunyai kegiatan tidak terlalu padat, jadi masih punya banyak waktu untuk di ajak ngobrol panjang lebar. Waktu itu saya hanya menganggap angin lalu, karena biasanya tiap akhir tahun pasti kami juga selalu menghabiskan waktu bersama tanpa harus direncanakan jauh-jauh hari.

Setelah pembicaraan itupun saya sudah lupa dikarenakan terbenam dengan rutinitas. Sampai ketika suatu saat ibu menelpon dan menanyakan kembali kesiapan kami tentang rencana menghabiskan malam tahun baru di Jakarta. Biasanya saya yang mewakili adik-adik yang tinggal di Surabaya untuk mengambil keputusan (tentunya setelah kami berdiskusi dahulu). Setengah terkejut tentunya, karena saya tidak terlalu menanggapi dengan serius waktu itu. Seperti kebiasaan di tahun-tahun baru sebelumnya, kami selalu menghabiskan waktu bersama meskipun tanpa rencana. Ketika saya coba tanyakan lagi keinginan ibu, ternyata beliau sangat berharap-harap sekali.

“Kita naik kereta api saja nduk supaya lebih santai. Keluarga Madiun yang ikut 7 orang. Surabaya berapa orang?” demikian ibu menjelaskan rencananya yang ternyata sudah di rancang sendiri secara diam-diam.


Akhirnya sayapun berjanji untuk berdiskusi dengan adik-adik. Itupun masih membutuhkan waktu beberapa hari karena adik saya semuanya bekerja. Jadi harus menyesuaikan jadwal mereka dan menyamakan waktu libur bersama. Sampai akhirnya sepakat kalau keluarga Surabaya yang ikut berjumlah 8 orang. Jadi totalnya adalah 15 orang. Saya sendiri kembali di hadang keraguan, karena untuk pemesanan tiket sepertinya sudah tidak memungkinkan lagi. Apalagi dalam jumlah banyak. Tapi saya nurut aja ketika kakak saya minta data-data nama, tanggal lahir dan nomor ktp untuk syarat pembelian tiket kereta api.

Beberapa hari kemudian, jam 5 pagi saya menerima sms dari ibu. Satu hal yang biasa beliau lakukan yaitu hampir tiap pagi beliau selalu kirim sms hanya sekedar mengingatkan sholat subuh. Sms itu belum sempat saya buka, karena sudah disibukkan dengan aktifitas pagi yaitu menyiapkan sarapan dan seragam buat si kecil yang mau sekolah.  Ketika semua urusan domestik rumah tangga mulai dari belanja sampai beres-beres rumah sudah selesai, saya baru ingat dengan sms ibu tadi.Saat itu jam sudah menunjukkan pukul 9.

“Nduk, kirim lagi data-datamu yang kemarin ya. Soalnya ke hapus. Ibu nggak bisa pesen tiket kalo tidak komplet datanya. Sekarang ibu mau pesan ke stasiun.”


Deg….jantung saya hampir copot. Sejak jam 5 sms itu terkirim baru saya buka sekarang, berarti sudah 4 jam. Nomor telpon genggam ibu saya putar untuk mencari tahu informasi sebelum membalas sms nya.  Tapi tidak nyambung alias mati. Sekali… Dua kali… Tiga kali… sampai 6 kali dan tidak satupun tersambung. Saya sudah panik dan bingung. Lalu saya coba telpon kakak yang rumahnya tidak jauh dari rumah ibu, langsung di angkat. Saya pun menanyakan keberadaan ibu sekarang, karena di telpon kok telpon genggamnya mati. Jawaban kakak cukup mengejutkan.

“Ibu dari pagi sudah antri di stasiun buat pesan tiket. Sudah aku larang, biar nanti aku aja yang beli. Karena beberapa hari ini semua pada sibuk kerja dan gak bisa di tinggal, jadinya ibu maksa untuk beli sendiri. Itupun sudah 3 hari bolak balik ke stasiun yang kurang ini kurang itu…”


Aku sempat tertegun mendengar cerita kakakku. Sambil membayangkan tubuh tua yang ringkih itu berjalan tertatih dengan semangatnya untuk bisa membahagiakan anak cucu mengajak berkumpul di akhir tahun baru. Sedangkan putra putrinya sibuk dengan pekerjaan, sampai tega membiarkan ibu melakukan pekerjaannya dengan sendiri.
Aku semakin merasa berdosa dan menyesal ketika siangnya mendengar pengakuan langsung dari bibir perempuan yang sangat aku sayangi itu lewat telpon yang sudah bisa tersambung.

“Ibu sudah antri hampir 2 jam dari pagi. Giliran mau kasih data eh ternyata hape ibu mati. Karena tadi malam lupa ngecas dan ibu lupa cek. Terus ibu pulang ke rumah untuk ngecas hape dan balik lagi ke stasiun. Sudah antri lagi eh ternyata karcisnya habis nduk…” sambil tertawa kecil menahan getir dan kecewa pastinya.


Dalam suaranya tidak ada nada kesal atau marah pada kami putra putrinya yang sepertinya cuek dan tidak tanggap dengan keinginan beliau. Tapi saya tahu, rasa kecewa itu hanya dikarenakan harapan untuk menghabiskan malam tahun baru bersama putra putri dan cucunya tercinta harus tertunda. Bukan tidak mungkin keinginan itu sudah terpendam begitu lama. Sambil menunggu putranya yang sedang dinas di luar negeri kembali ke Indonesia, beliau merancangnya dengan diam-diam. Ibu yang selalu merayakan ulang tahun pada tanggal 10 Oktober1941 itu memang tidak pernah mau merepotkan kami. Bahkan beliau sering membuat surprise yang selalu tidak pernah di sangka sebelumnya. Seperti tiba-tiba berkunjung ke Surabaya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Sekarang saya justru tidak hanya merasa kecewa tapi juga menyesal tidak menghiraukan keinginan yang tadinya saya anggap remeh. Ternyata harapan yang sederhana itu justru sangat berarti buat seorang ibuku. Ingin berada di tengah-tengah buah cintanya dengan diselingi keriangan serta keceriaan cucu-cucunya. Kebersamaan dan kerukunan itulah momen yang ingin dinikmati dan penambah semangat di usianya yang semakin senja.

Untuk menghibur hati saya dari rasa bersalah, juga mengobati rasa kecewa ibu, maka saya beserta saudara yang lain merencanakan untuk memberi surprise kepada beliau. Meskipun tidak tepat pada tanggal 22 Desember, kami ingin merayakan hari Ibu dengan mengajak beliau jalan-jalan ke Jogja. Di samping lebih dekat dari Madiun, kami belum pernah pergi bersama-sama ke kota gudeg tersebut. Cukup dengan menggunakan mobil pribadi saja tanpa harus bingung memesan tiket. Saya sudah persiapkan rencana ini bersama kakak dan adik-adik. Jadi meskipun putra putrinya tidak semua bisa berkumpul, tapi tetap bisa menikmati kebersamaan serta menciptakan kebahagiaan buat beliau.

Selamat hari Ibu 22 Desember 2014 untuk ibundaku tercinta…
Wanita hebat yang menjadi inspirasi dan semangatku selama ini. ..
Semoga Tuhan selalu memberikan kesehatan, panjang usia, kesabaran dalam membimbing putra putri dan cucunya, keikhlasan dalam berbuat untuk sesama serta limpahan karunia yang tidak berbatas… Aamiin YRA
“Jauh Dalam Impian Dekat Dalam Cerita”
***
Catatan harian, 22 Desember 2014
Pukul : 21.41 WIB

Target KPK Surabaya Hampir Lolos

Kompasianer Surabaya di beri kepercayaan untuk menjajal program GEREBEK KULINER yang selama ini kegiatannya banyak dilakukan di wilayah Jakarta. Di bawah bendera KPK atau Kompasianer Penggila Kuliner, akhirnya KPK Surabaya mendapat kesempatan untuk melakukan penggerebekan setelah sempat tertunda beberapa kali.

Dua minggu sebelumnya, saya sudah membuat janji dengan Wawan Sugianto pemilik Bebek Goreng Harissa yang menjadi target penggerebekan perdana. Di samping saya sudah cukup lama mengenal beliau, kebetulan kuliner bebek sedang naik daun dan menjadi salah satu makanan unggulan dari Surabaya. Sedang target kita kali ini adalah salah satu resto spesial menu bebek yang sedang digemari tidak hanya dari warga Surabaya sendiri, tapi dari luar kota bahkan luar jawa. Akhirnya disepakati untuk jadwal Gerebek KPK adalah hari Sabtu 13 Desember 2014. Saya sudah pasang pengumuman di wall fesbuk group KPK dan woro-woro untuk mengumpulkan kompasianer yang berdomisili di sekitar Surabaya atau yang berkenan ikut acara ini.

Tapi dari awal saya memang sudah berjaga-jaga bila ada perubahan jadwal maupun situasi dan kondisi yang berubah setiap waktu mengikuti skejul pak Wawan sebagai seorang pengusaha yang sibuk. Ternyata benar! Jumat siang saya dihubungi untuk bisa ketemuan malam ini karena besok beliau harus menemani Bupati Mojokerto untuk acara jalan sehat, sehingga tidak bisa mendampingi kami. Sempat deg-degan dan sport jantung, membayangkan acara yang sudah jauh-jauh hari dipersiapkan akan gagal. Akhirnya sayapun menyanggupi untuk datang ke lokasi Bebek Goreng Harissa yaitu di jalan Raya Merr II C, Pandugo Rungkut – Surabaya. Di samping saya sendiri ingin menyampaikan secara langsung maksud dari kegiatan Gerebek KPK Surabaya, ternyata beliau juga akan memperkenalkan Managernya yang akan mewakili dia menemani kami besok. Alhamdulillah….langsung serasa di guyur es dada ini mendengar pernyataan beliau.



Senyuman hangat dan suara yang ramah menyambut saya ketika memasuki ruang Pujangga, salah satu sudut dari resto Bebek Goreng Harissa yang cukup tenang dan asri. Masih berpenampilan yang sangat sederhana dan bersahaja malam itu pak Wawan menerima kunjungan saya untuk kembali bercerita seputar bisnis kulinernya yang semakin menggurita. Sekitar tahun 2007 saya pernah mewawancarai ketika itu sebagai pemilik dari Soto Wawan dan tahun 2010 sebagai pemilik To Soto. Di sela obrolan kami, beliau masih menyempatkan menerima tamu, baik dari sahabat maupun yang sekedar kenal untuk menyapa. Begitu hangat dan sangat terbuka menerima siapapun yang ingin bertemu dengannya, tanpa pandang bulu dan pilih kasih.
14184926861106937205
semua bumbu adalah hasil racikan sendiri (dok.pri)
Pak Wawan yang dikaruniai 3 putra itu memulai ceritanya bahwa sekitar tahun 2012 dia menggunakan nama putra sulungnya menjadi nama merk dagang  atau usahanya yaitu “HARISSA”. Dia masih melihat peluang bisnis kuliner bebek goreng cukup potensial dan menjanjikan. Meskipun di Surabaya sudah cukup menjamur penjual bebek goreng dari mulai pedagang kaki lima, resto berkelas sampai hotel berbintang. Di samping naluri bisnisnya yang memang cukup tajam, dimana sejak 1988 sudah berkecimpung di bisnis kuliner dengan membuka usaha Soto Wawan dan To Soto. Dia mengaku mempunyai strategi dalam hal citarasa yang menurut pengakuannya adalah racikan dari tangannya sendiri. Racikan yang memang jamak selalu menjadi “rahasia perusahaan” tersebut, dipadupadankan dengan konsep resto yang unik dan beda dari rumah makan kebanyakan. Sehingga sekarang bisa di nilai dari perkembangan usaha yang semakin pesat, bahkan menjadi salah satu tujuan Wisata Kuliner di Surabaya. Pengunjungnya pun datang dari berbagai daerah, baik dari dalam maupun luar Jawa Timur. Bahkan ada yang dari luar pulau seperti Balikpapan, Samarinda, Makassar dan Palembang.

1418492116379859880
Bebek Putri Madura (dok.pri)
Sambil terus ngobrol, beliau menawari saya memilih menu untuk makan malam. Kebetulan. Saya tadi belum sempat makan karena buru-buru berangkat, takut telat. Salah satu menu yang mencuri perhatian saya adalah Bebek Putri Madura. Sebelum menentukan pilihan, dengan sedikit penasaran saya melontarkan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan si Putri Madura tersebut kepada pak Wawan. Memang tidak ada alasan khusus untuk memberikan nama pada semua masakannya untuk saling berkaitan. Hanya bersifat bisnis dan komersil saja. Yang paling penting lagi adalah enak di sebut dan di dengar, sehingga mudah pula orang bisa mengingatnya.
14184924611753700386
siraman tumis sayur segar yang spesial (dok.pri)
Yang istimewa pada Bebek Putri Madura ini adalah semua bumbu di tumis dengan minyak zaitun dan minyak samin. Dicampuri sedikit mayonaise dan garam Madura yang asinnya cukup tajam. Wawan merekomendasikan bahwa hidangan ini menggunakan bahan-bahan pilihan dan kandungan gizi yang lengkap. Seperti tomat buah hijau, bawang merah, bawang putih, segala macam cabe-cabean dari yang cabe rawit, cabe merah serta cabe hijau, semuanya di potong besar-besar supaya aroma dan kandungan gizinya tetap terjaga. Untuk melengkapi gizi di dalamnya, di tambahi pula kacang goreng dan teri medan. Kemudian tumisan bumbu itu di siram di atas bebek goreng, disajikan dengan ditemani nasi yang hangat.
Sedikit rahasia dibocorkan oleh pak Wawan, bahwa keunggulan pada semua sajian makanannya adalah dari tumisnya. Hampir semua menu memakai hidangan yang di masak dengan tumis. Ide ini muncul dari masakan bertumis salah satu hotel berbintang di Surabaya.
14184919591578886826
Es kedondong muda gula jawa (dok.pri)
Sedangkan untuk minumnya, saya memilih es buah kedondong muda & gula jawa. Saya hanya ingin mencoba yang agak beda dari es yang lain. Tapi pak Wawan sudah memberi gambaran yang tidak jauh dari fotonya, yaitu serutan buah kedondong dengan pemanisnya dari gula jawa. Es ini rasanya tidak begitu asem. Saya membayangkan pasti sangat cocok di minum siang hari terik seperti hawa Surabaya akhir-akhir ini. Tapi ternyata di minum pada waktu malampun terasa juga kesegarannya. Cukup membantu pula menghilangkan rasa pedas tumis lombok yang ditinggalkan dari bebek goreng putri madura yang saya santap tadi.
14184929881105181443
makan malam yang berkesan (dok.pri)
***
14184918022117197253
terus berinovasi adalah kiat untuk tetap bertahan dalam bisnis (dok.pri)
Menutup pembicaraan kami malam itu, pak Wawan sangat optimis bisa survive dalam menekuni bisnis kuliner ini. Karena menurutnya, kebutuhan makan di jaman sekarang tidak lagi semata hanya menyangkut kebutuhan perut saja. Tetapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan hiburan. Oleh sebab itu dia sudah memikirkan konsep ke depan untuk melengkapi restorannya dengan semacam home band atau musik yang juga bisa menghibur pengunjung.

Cerita tentang bebek goreng Harissa tidak akan berhenti sampai di sini, karena hari Sabtu 13 Desember 2014 kami tetap mengadakan acara Gerebek KPK Surabaya di restoran Bebek goreng Harissa. 


Tunggu artikel saya selanjutnya ya!



Salam kenyaaaaang.....