Monday, December 21, 2015

Cinta Ibu adalah cinta yang tak tergadaikan


Seperti biasa, setiap pagi kami selalu bertemu di depan rumah. Karena kebetulan rumah kami berhadapan. Saya menyapu daun-daun kering yang berserakan di luar pagar. Sedang dia setiap pagi selalu memanasi motor niaga roda 3 yang biasa di pakai jualan setiap harinya.

Tapi pagi ini tidak seperti biasanya. Saya hanya mendengar suara motor itu cuma sebentar. Sudah selesai merampungkan pekerjaan. Ketika hendak masuk ke dalam rumah, saya melihat dia mengutak-atik mesin motornya dengan serius sambil berjongkok. Karena penasaran, saya dekatilah dia.

“Kenapa motormu, Sus?” tanya saya sembari ikut berjongkok di sampingnya. Orang yang saya panggil Susy itu tengah berjibaku di antara peralatan motor yang berserakan. Nampaknya dia cukup menguasai mesin motor tersebut, melihat keseriusannya dalam mengutak-atik bagian mesin yang nampaknya sumber masalah.

“Emboh mbak, tadi tiba-tiba kok mati pas tak panasi. Kayake businya kotor.” jawab dia tanpa menoleh sedikitpun. 

Saya hanya menimpali dengan ucapan "oohh..." saja. Kemudian pamit kembali ke rumah, karena khawatir mengganggu pekerjaannya.

***


Namanya Susy. Sudah hampir 10 bulan terakhir ini berjualan kue-kue kering dengan berkeliling di sekitar perumahan menggunakan motor  niaga yang berroda 3. Sebenarnya terlihat sangat kontras sekali. Motor yang begitu besar itu dikendarai seorang perempuan yang perawakannya sedang, bahkan cenderung kurus.

Dia memulai kerja pagi-pagi sekali, sekalian mengantarkan anak bungsunya sekolah. Anaknya itupun duduk terhimpit di antara kue-kue kering. Selanjutnya dia menjajakan dagangan di sekitar perumahan sampai siang. Sekalian menjemput anaknya pulang sekolah. Kemudian pulang ke rumah, karena harus mempersiapkan kebutuhan suaminya yang sedang sakit. Seperti masak untuk makan siang dan meminumkan obat yang harus rutin dikonsumsi. Sekitar jam 2 dia kembali keliling berjualan, sampai menjelang maghrib baru kembali ke rumah. Begitulah aktifitasnya setiap hari selama seminggu penuh. Termasuk hari minggu. Dimana hari yang seharusnya bisa di pakai untuk beristirahat dan bercengkerama dengan keluarga, tidak ada dalam kamus hidup Susy sekarang.

Perempuan tegar itu memang harus bekerja keras untuk menghidupi suami dan ke 3 anaknya. Dikarenakan kondisi suaminya yang sudah 2 tahun ini terserang penyakit jantung dan stroke, sehingga tidak mampu untuk bekerja dengan normal. Padahal anak-anaknya harus sekolah. Belum tuntutan kebutuhan sehari-hari untuk kelangsungan hidup mereka. Termasuk kontrol ke dokter dan membeli obat untuk suaminya. Tentunya semua itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Dulu Susy dan suaminya termasuk pelaku usaha yang sukses. Meskipun hanya berdagang di pasar, tapi mereka mempunyai 3 buah toko yang dikontrakkan. Sedang 1 toko untuk berjualan sendiri yaitu menjual bahan kebutuhan pokok seperti beras, minyak, sabun, gula, kecap dan lain-lainnya. Darah dagang dan keturunan pebisnis memang kental turun dari orang tua baik dari pihak Susy yang keturunan Madura dan suaminya yang keturunan Tionghoa.

Tapi semua itu berubah 360 derajat beberapa tahun yang lalu ketika tiba-tiba suaminya terkena serangan jantung dan stroke. Sebagai tetangga sayapun cukup terkejut karena sebelumnya tidak pernah mendengar suami Susy mempunyai sakit berat bahkan sampai kena stroke.

Cerita selanjutnya lebih mengejutkan. Ternyata kondisi yang memprihatinkan itu tidak hanya berhubungan dengan kesehatan suami Susy. Usaha mereka pun sudah beberapa tahun ini terpuruk. Bahkan bisa dikatakan bangkrut karena sekarang mereka sudah tidak mempunya apa-apa lagi. Toko-toko yang dulu dikontrakkan sudah ludes semua. Bahkan toko mereka yang menjadi penghidupan selama inipun turut terjual, untuk menutup hutang-hutang. Tinggal mobil satu-satunya yang dikorbankan untuk biaya rumah sakit suami Susy. Semua itu disebabkan persaingan bisnis dari sesama pedagang yang iri dan tidak suka melihat toko mereka lebih ramai. Apalagi konon kabarnya, jalan yang di tempuh lawan bisnis mereka dengan cara yang tidak masuk akal. Itu juga diutarakan Susy karena beberapa kali menjumpai hal-hal ghaib di toko mereka sebelum akhirnya di tutup karena harus berpindah pemilik. Selanjutnya suaminya sering sakit bahkan sampai suatu saat tidak bisa melakukan apa-apa selain tiduran saja di kamar selama berbulan-bulan. Otomatis Susy di tuntut untuk mencari nafkah demi kelangsungan hidup keluarganya. Apapun kerjaan dilakoninya yang penting halal. Dari membawa dagangan teman untuk di jual lagi, bikin kue yang dititipkan ke tukang sayur sampai buka warung lontong mie dan gorengan di depan rumahnya.

Susy tidak pernah patah semangat dengan keadaan ini. Dia mengerahkan segala kemampuan dan ketrampilannya seperti memasak dan membuat kue untuk menghidupi keluarganya. Walaupun masih jauh dari kata cukup, tapi dia selalu optimis serta menjalaninya dengan ikhlas dan sabar. Itu juga pemahaman yang dia tanamkan kepada ke 3 buah hatinya. Bahwa tidak selamanya roda itu ada di atas. Mereka juga harus siap untuk menerima keadaan ketika roda kehidupan itu ada di bawah.

***

Naluri seorang ibu telah memancarkan kekuatan dan energi yang luar biasa kepada Susy untuk menyelamatkan kondisi keluarganya. Begitu juga rasa cinta dan kasih sayang yang tulus telah memberikan semangat untuk melakukan sesuatu buat keluarga tercinta. Dia tidak malu atau minder meskipun dulu termasuk pengusaha yang sukses, sekarang harus memulai dari bawah lagi. Bahkan dia tidak menuntut suaminya atau bahkan berniat meninggalkannya. Karena dia memahami bahwa selama ini mereka sudah cukup kenyang menghadapi segala macam cobaan selama mengarungi biduk rumah tangga. Bahkan dulu lebih banyak suka dan bahagia daripada dukanya.

Susy adalah ibu yang menginspirasi. Dan dari pengalaman di atas dapatlah kita petik pelajaran berharga tentang sebuah pengorbanan seorang ibu untuk keluarga, suami dan anak-anaknya yang begitu luar biasa. Cinta ibu sangat tulus dan tidak akan tergadaikan oleh apapun.


Selamat Hari Ibu 2015 untuk semua perempuan hebat di Indonesia…




Sunday, November 29, 2015

Berbagi Energi Positif Di Netizen Gathering - MPR RI

Meskipun sudah seminggu lebih berlalu, tapi masih terasa begitu hangat dan melekat dalam ingatan saya. Acara Netizen Gathering bersama MPR RI yang dilaksanakan beberapa waktu yang lalu di Solo Jawa Tengah. Dan disini, saya ingin bercerita dari awal sampai akhir kenapa saya bisa beruntung menjadi salah satu peserta yang terpilih itu. Tapi ternyata menyisakan juga rasa sedih ketika saya harus menceritakan kembali momen yang cukup berkesan waktu itu. Ternyata....saya belum bisa move on sodara hehehehe (bibir tertawa tapi hati merintih....eeeaaaaaa). Pliiiiisss jangan diketawain ya? Karena kalian pasti akan tahu alasannya kenapa saya (dan sepertinya teman-teman yang lain juga) tidak bisa begitu saja move on? Tentunya setelah baca cerita saya di bawah ini.

Berawal dari status fesbuk Mak Pon alias Mira Sahid - blogger paling ngehits sejagad raya republik blogging. Dan sayapun di tag oleh beliaunya. Tidak menunggu sampai setengah jam, respon dari teman-teman terutama para blogger di dunia fesbuk pun langsung ramai membahas sistem pendaftarannya. Termasuk saya, segera mendaftarkan diri lewat link registrasi yang sudah tercantum jelas. Setelah itu? Saya mencoba melupakan dan tidak terlalu berharap banyak. Karena saya merasa masih sebagai blogger pemula, dengan kualitas blog yang jauh dari yang lain. Tapi berharap juga kan? Pasti dong. 

Dan akhirnya harapan itupun terjawab sudah. Ketika saya menerima email dari panitia audisi gathering MPR RI yang menyatakan bahwa saya lolos seleksi tahap awal. Saya pun balas email tersebut sesuai petunjuk, dan berlanjut terus sampai pada akhirnya saya menerima email konfirmasi terakhir beserta jadwal gathering mulai dari keberangkatan sampai kepulangan. 

Artikel promo dari MPR RI

Ternyata dari Surabaya telah terpilih 10 orang blogger yang berasal dari beberapa kota di Jawa Timur. Yaitu saya sendiri mencantumkan kota Waru sebagai daerah asal, Adinda Novelia dari Sidoarjo, Nuzulul Arifin dari Mojokerto, Didik Jatmiko Bojonegoro, Vicky Faisal dari Sumenep, Umar Fadil dari Bangkalan, Entas Suliana dari Pasuruan, sedangkan dari Surabaya adalah Rinaldy Purwanto, Nurul Rahmawati dan Muhammad Rosiy.

Sejak menerima email pertama, saya dan teman yang lain sudah langsung membuat group WA sebagai sarana komunikasi. Ketika ada email konfirmasi terakhir, selanjutnya kami sepakat untuk berangkat bersama-sama dari Surabaya naik kereta api. Sedangkan untuk pulangnya memilih naik pesawat, karena tiket kereta sudah habis.

Di bawah ini adalah foto dokumentasi dari mulai awal keberangkatan, juga selama kegiatan berlangsung sampai kembali lagi ke Surabaya.

Dimulai jumat pagi jam 6 para kloter Surabaya berkumpul di stasiun Gubeng Surabaya, karena kami akan naik kereta api Argo Wilis yang jam 7 tepat. Dan sesuai harapan, kedatangan kereta tidak terlambat. Begitu juga dalam menempuh perjalanan ke Solo, tepat waktu sesuai yang tercantum dalam tiket. Pukul 10.35 WIB ular besi itu sudah memasuki stasiun Solo Balapan, tujuan akhir perjalanan kami kali ini. Setelah sebentar berfoto-foto ria di sekitar stasiun, kami langsung mencari taksi untuk mengantar ke lokasi gathering yaitu hotel Lorin. Karena rombongan terdiri dari 9 orang, akhirnya kelompok di bagi 2 dan memilih mobil sejenis Avanza yang bisa mengangkut semuanya. Makhlum rombongannya banyak dan tidak kecil-kecil lagi hehehehe.  Tanpa penawaran yang alot, akhirnya terjadi kesepakatan harga. Dan langsung kami pun di antar ke lokasi yang ternyata sedikit jauh terletak di luar kota Solo. Pak sopir yang ramah itupun merangkap menjadi guide sambil memperkenalkan jalan dan gedung yang dilewati, yang menyimpan sejarah.

4 cewek peserta Gathering dari Surabaya
Ketika baru sampai di Stasiun Solo Balapan
Sesampai di hotel, sepertinya kloter dari Surabaya adalah peserta pertama yang sudah hadir. Terlihat dari penampakan hotel yang masih sepi dari rombongan yang seperti kami. Tepatnya kayak orang mau mengungsi dengan barang bawaan yang banyak dan beraneka ragam. Tapi ternyata perkiraan saya keliru. Tidak berapa lama, kami di ajak ke ruang sekretariat panitia. Disana sudah ada team panitia dan wakil dari Setjen MPR yaitu mas Andri. Setelah saling bersapa dan memperkenalkan diri, ketahuan ternyata kloter Bandung sudah ada sebagian yang datang. 

Di lobi Lotin Hotel sambil menunggu peserta dari daerah lain yang belum datang
Sambil menunggu persiapan kamar, saya dan mbak Nurul menyempatkan diri untuk sholat Dhuhur di mushola hotel. Tidak sampai setengah jam, kemudian kami bergabung kembali di ruang sekretariat panitia. Disana sudah pada makan siang semua. Setelah itu, peserta yang sudah datang di absen sambil dibagiin tas, kaos dan kunci kamar. Alhamdulillah, saya dan mbak Nurul bisa satu kamar. Langsung kami menuju kamar nomor 8112 yang letaknya di lantai dasar, satu lantai dengan lobi dan sekretariat panitia. Lumayan lah, jadi tidak harus repot-repot naik turun lift.

Peserta yang sudah mendapat kamar, bisa istirahat dan membersihkan diri sambil menunggu acara yang akan berlangsung pukul 7 malam. Termasuk saya dan mbak Nurul yang lega bisa beres-beres barang dan leyeh-leyeh melepas lelah.

Pukul 19.00 WIB saya dan mbak Nurul menuju resto Kampung Ikan tempat acara akan berlangsung. Ternyata semua peserta sudah hadir dan komplit dengan panitia gathering dari Setjen MPR. Diawali makan malam, semua peserta berbaur sambil ngobrol seru. Karena kebanyakan memang sudah saling kenal, bahkan sering bertemu. Seperti saya, banyak ketemu dengan kompasianer luar kota yang sebelumnya juga sudah pernah bertemu waktu ada acara di Jakarta seperti teh Efi Fitriyah dari Bandung dan Herliyanto dari Makasar. 
Makan malam sebelum acara di mulai
Ramah tamah
Bpk Andriyanto - Kabag KPDSI Setjen MPR RI
Acara di buka oleh bapak Andriyanto, Kabag KPDSI Setjen MPR. Yang menyampaikan bahwa acara gathering di Solo kali ini bukan hanya mengumpulkan para netizen saja. Tapi sangat diharapkan adanya ide, masukan atau pemikiran dari para blogger terkait penggunaan IT dalam mensosialisasikan 4 Pilar MPR.

Bapak Maruf Cahyono - Kabiro Humas Setjen MPR RI
Sedang bapak Maruf Cahyono - Kepala Biro Humas Setjen MPR dalam sambutannya menerangkan bahwa acara ini memang baru pertama kali diadakan. Dengan harapan akan mendapat pemikiran dan cara yang tepat agar kegiatan sosialisasi 4 Pilar dengan di dukung oleh para netizen, bisa di terima sampai ke masyarakat luas bahkan sampai ke pelosok daerah.

Seluruh peserta Gathering bersama team dari MPR RI
Selesai acara, masih dilanjutkan dengan ramah tamah dan ngobrol ringan. Tidak hanya dari team MPR tapi juga dari peserta lintas blogger dan daerah. Yang jelas sangat seru, hangat dan rame banget. Sampai akhirnya, tak terasa malam semakin larut. Peserta harus kembali ke kamar masinig-masing untuk beristirahat dan mempersiapkan stamina buat esok hari.

* * *

Suasana makan pagi di hari pertama
Acara pagi di buka dengan sarapan bersama di resto Bale Raos. Selesai makan dilanjutkan acara foto-foto di sekitar hotel yang memang memiliki pemandangan indah dan masih serba alami. Untuk blogger pasti tahulah spot-spot yang memang harus dijadikan objek dan untuk stok foto pribadi. Siapa tau suatu saat pasti dibutuhkan entah untuk review atau lomba. Yang jelas, tidak ada yang tidak mungkin buat blogger dalam urusan foto hehehehe...

Karena makan pagi tadi molor dari jadwal semula, di tambahi pula terlalu asyik berfoto ria. Akhirnya acara untuk diskusipun sedikit molor hampir sejam. Untuk kelompok 2 yang kebetulan adalah kelompok saya, tempat diskusi berpindah dari rencana semual di outdoor. Karena ternyata tempatnya di pakai untuk outbond, akhirnya diskusi kelompok 2 di meeting room Hotel Lorin I. 

Ruang diskusi untuk kelompok 2
Suasana ketika diskusi baru di mulai

Suasana diskusi ketika berlangsung
Inilah suasana diskusi kelompok 2, yang kelihatannya sih so serius tapi ternyata sangat santai dan hangat. Bahkan tanpa terasa waktunya melebihi jam makan siang dan molor sampai satu jam lebih. Mungkin seperti itu juga ya para wakil rakyat kalau lagi membahas masalah negara? Saking rumit dan detailnya masalah yang di bahas, jadi lupa waktu hehehehe.

Foto bersama keloompok 1 dan team MPR seusai diskusi
Dan, akhirnyaaaaaaaaa.....waktunya jalan-jalaaaannnn. Wajah sumringah sudah memancar di hampir semua peserta gathering. Eh panitianya juga sih hehehehe. Karena, meskipun acara diskusi tadi berlangsung cukup santai namun serius, ternyata kata kunci "jalan-jalan" cukup membuat semuanya jadi tambah semangat. Tidak mengurangi antusias ketika peserta harus di bagi-bagi menjadi beberapa kelompok. Karena kendaraan yang mengantar peserta bukan bis pariwisata yang bisa langsung menampung seluruh peserta menjadi satu.

Tuuuuhh kaaaannn.... di dalam kendaraan selama perjalanan saja, selalu di isi acara foto, selfie, welfie bahkan rame-rame. Sepertinya tidak ingin melepas setiap detik momen berkumpul bersama sahabat blogger lainnya. Kapan lagi nih bisa seperti ini...

Semua ceria ketika mau jalan-jalan
Dan, di bawah ini adalah foto-foto keseruan selama melakukan wisata kota Solo. Dari Keraton Mangkunegaran, dilanjutkan ke pusat oleh-oleh kota Solo sampai hunting batik di kampung Laweyan. Acarapun di tutup dengan makan malam di resto Boga Bogi.

Di depan keraton Mangkunegaran
Ulah Rosiy yang menghasilkan foto cantik
Pulwan Keraton (abaikan yang paling kiri)
Berburu batik di kampung Laweyan
Suasana makan malam
Dimana saja dan kapan saja, selpih rame-rame
Sesampai di hotel, ternyata kami belum bisa langsung beristirahat. Padahal si bantal sama selimut sudah memeluk hangat ketika badan ini merebah sebentar di atas tempat tidur begitu masuk ke kamar. Apalagi setelah mandi dan keramas (karena memang sepertinya dari ujung rambut sampai ujung kaki terasa pekat banget), mata ini sudah tidak bisa di ajak kompromi. Ibarat lampu pancarannya sudah meremang tinggal 3 watt. Tapi mas Yudi dari Semarang sebagai Ketua Kelompok 2 sudah manggil-manggil untuk mengajak berdiskusi guna mengambil kesimpulan yang akan dipresentasikan esok hari. Diskusi berlangsung hingga pukul 11 malam. Walaupun belum tuntas tas tas tapi karena semua sudah pada capek berat, akhirnya kami membubarkan diri untuk kembali ke kamar masing-masing dan beristirahat.

Membuat hasil diskusi rame-rame di lobi hotel

* * *

Makan pagi di hari terakhir
Sarapan pagi di hari terakhir, masih dihiasai dengan sesi foto-foto bareng. Memang rasanya tidak ingin melepaskan momen yang langka ini. Ya iyalah, kapan lagi bisa di undang lembaga tinggi negara kebanggaan kita yaitu MPR RI. Mungkin saat berfoto lebih banyak daripada saat makan. Sampai kami harus diingatkan lagi oleh mas Andri sang pilot eh ketua panitianya hehehehe.

Sampai sang kapten harus ngingetin hehehe
Toh team dari MPR memang sangat sabar dan telaten ngadepin para blogger yang lagi hepi bertemu sahabat-sahabat dari beberapa wilayah Indonesia itu. Kurang puas berfoto di tempat makan, ketika kembali ke kamarpun masih dipuas-puasin untuk berwelfie ria. Siapa lagi kalau bukan saya, mbak Nurul dan Rian. Lihat tuh gayanya....kompak dan centil banget kan wkwkwkwkwk :D

Di atas balkon kamar 8112 - 3 cewek bergaya
Dari atas balkon 8112 - 3 cewek menyapa
Menuju Kampung Ikan, tempat penutupan gathering
Akhirnya kami bert-3-pun luluh, karena sudah di panggil-panggil sama sang pilot (baca mas Andri) untuk segera mendarat dari balkon. Dan bergabung dengan teman-teman yang lain di Kampung Ikan. Acara kali ini, selain presentasi atau kesimpulang dari Ketua Kelompok 1 dan 2 atas diskusi kemarin, juga acara penutupuan Gathering Netizen - MPR RI. Kembali bapak Maruf Cahyono menyampaikan kesan dan harapan agar para netizen turut mengsupport dan membantu sosialisasi program 4 Pilar MPR supaya bisa berjalan sukses dan di terima dengan baik oleh masyarakat. 

Ketua Kelompok 1 - Yudi dari Semarang
Bpk Maruf Cahyono - menutup gathering Solo
Setelah itu, acara gathering ditutup dengan foto bersama. Semua peserta berbaur dengan team lengkap dari Sekretariat Jendral MPR RI. Dan selanjutnya harus berkemas untuk kembali ke kota masing-masing.

Kolaborasi kloter SBJ (Surabaya-Bandung-Jogja)
Foto seluruh team dan peserta gathering
Semoga suasana kegembiraan dan kehangatan yang terpancar lewat foto-foto di atas bisa menularkan energi positif bagi siapapun yang membaca artikel saya ini. Disana ada keragaman, perbedaan dan perubahan. Tapi disana ada juga kehangatan, kerukunan dan kebersamaan. Itu terbukti dari hubungan silaturahmi yang masih terjalin sampai sekarang, di hampir semua media sosial. Bukan satu hal yang berlebihan. Karena semua itu kembali ke niat dan hati masing-masing.

Nantikan tulisan saya selanjutnya ya, masih berkaitan dengan Netizen Gathering bersama MPR RI. Tapi dalam sudut pandang dan tema yang berbeda. Terima kasih sudah berkunjung di blog saya...



Waru, 29 Nopember 2015





Thursday, September 24, 2015

Memacu Adrenalin Bersama XL Hotrod 4G LTE

Panggung XL 4G LTE (dok. Husni Anshori)

PT. XL Axiata Tbk (XL) merupakan operator pertama yang menyediakan layanan 4G LTE (Long Term Evalution) secara komersial pada frekuensi 1800 MHz di Surabaya dan Denpasar secara resmi per tanggal 22 September 2015. Setelah sebelumnya pada bulan Juli layanan XL ini hadi di Lombok. 

Pada saat acara Launching Commercial 4G LTE/1800 MHz Surabaya di Graha XL jalan Pemuda Surabaya, Selasa 22 September 2015, Presiden Direktur XL- Dian Siswarini mengatakan bahwa seluruh proses penataan ulang frekwensi 1800 MHz di wilayah Jawa bagian Timur dan Bali telah selesai dilakukan. Termasuk perijinan dari pemerintah. Sehingga pihaknya tidak ingin menunggu lebih lama lagi untuk dapat menyediakan layanan 4G LTE secara komersial pada frekwensi 1800 MHz di Surabaya dan Denpasar. Karena pelanggan XL di kedua kota tersebut sudah sangat menginginkan hadirnya internet super cepat ini. 

Pada tahap awal ini, layanan 4G LTE di Surabaya telah bisa dinikmati di area Gubeng, Manyar, Pakuwon, Margorejo, Tambaksari, Wiyung, Kenjeran, Manukan Kulon hingga Rungkut dan Sidoarjo. Dan lebih dari 200 BTS 4G siap mendukung layanan ini. Sementara untuk Denpasar, pelanggan XL bisa menikmati layanan 4G LTE di area Kuta, Denpasar, Seminyak, Ubud, Bedugul, Sanur hingga ke Nusa Dua yang untuk sementara ini di dukung oleh lebih dari 250 BTS 4G.

Selanjutnya dia menegaskan bahwa XL sudah menyiapkan semua keperluan menuju komersialisasi 4G LTE ini. Baik dari sisi jaringan maupun ekosistem penunjang. Dengan demikian, pelanggan tidak perlu menunggu lebih lama lagi untuk bisa menggunakan layanan 4G LTE di kota-kota yang siap secara infrastruktur dan regulasi. 
Pada kesempatan tersebut, Dian juga menyampaikan bahwa bersamaan dengan diluncurkannya layanan 4G LTE ini, pihak XL juga mengeluarkan paket bundling layanan 4G LTE dengan ponsel pintar dari berbagai tipe dan harga. Termasuk juga dengan cicilan harga yang terjangkau. 
"Bahkan sejak awal 2015 lalu, kami sudah mengeluarkan program-program yang memudahkan pelanggan untuk beralih ke 4G. Seperti program penukaran kartu SIM lama ke kartu SIM 4G secara gratis. Maupun menyelenggarakan Tabungan Kuota 4G." tambah Dian.
Dokumentasi : XL
Foto di atas adalah ketika Chief Service Management Officer XL, ibu Yessie D. Yosetya di Surabaya sedang melakukan video conference dengan Chief Brand & Customer Experience Officer XL, bapak Nicanor V. Santiago di Denpasar (di layar) menggunakan jaringan 4G LTE XL.

Dari sisi keunggulan tekhnologi dan infrastruktur, XL telah menunjukkan kemampuan layanan 4G LTE miliknya. XL menunjukkan melalui demonstrasi "Extreme HD360° Video",yang bertujuan menunjukkan kualitas layanan 4G LTE dari XL. Dengan kemampuan layanan 4G LTE bisa untuk membuat dan menayangkan Video 360° dalam kualitas prima, berarti layanan internet super cepat XL juga akan cukup baik untuk mendukung layanan berformat video, serta berbagai layanan inovatif dan bermanfaat lainnya. 

Melalui demo "Extreme HD 360° Video", masyarakat bisa menyaksikan tampilan video dengan cara yang tidak biasa. Sudut pandang video bisa mencakup 360°, tidak seperti layaknya video yang biasanya. Gambar dan suara video juga mulus, tidak terputus atau patah-patah. Semua itu bisa terjadi karena video yang di buat dan ditayangkan dengan layanan internet super cepat 4G LTE.

Jajaran petinggi XL Surabaya ketika Presscon (dok.pri)

Berikut ini adalah suasana kemeriahan ketika acara Launching Commercial 4G LTE berlangsung yang terbingkai lewat foto-foto. 

Pukul 12.00 WIB para tamu undangan sudah banyak memenuhi tenda biru yang berada di halaman depan kantor Grha XL di jalan Pemuda Surabaya. Begitupun para awak media yang terdiri dari wartawan dan blogger. Berbaur menjadi satu dengan para tamu undangan lainnya. 

Tidak lama acara di awali ketika pembawa acara mempersilahkan para tamu untuk makan siang dulu. Karena memang sudah waktunya jam makan siang, kami pun tidak menunggu lama-lama. Perut yang terisi pastinya akan memperlancar tugas liputan siang ini. Apalagi sepertinya acara juga akan berlangsung sampai sore hari.

Pasukan blogger yang heboh (dok.pri)
Antrian ketika makan siang (dok.pri)

Makan siang pilihan saya (dok.pri)
Selepas makan siang, selanjutnya acara di buka oleh Opening Dance dari SKJ. Beberapa dancer yang semuanya terdiri dari laki-laki itu cukup memukau pengunjung dengan gerakannya yang lincah dan kompak. Ternyata acara hiburan tidak itu saja. Selepas acara teleconference, para tamu undangan juga disuguhi hiburan yang tidak kalah menarik yaitu penampilan beberapa riders yang melakukan gerakan akrobatik. Kecepatan dan ketangkasan para riders itulah yang diidentikkan dengan produk baru XL yaitu 4G LTE. 
Hiburan pembuka (dok. Husni Anshori)
Hiburan yang super ekstrem (dok.pri)
Hiburan yang cukup memacu adrenalin, terutama yang menjadi peraganya (dok. Husni Anshori)
Selesai hiburan, dilanjutkan acara Ceremony Launching Commercial 4G LTE/1800 MHz Surabaya dengan menekan sirine. Seperti tampak dalam foto dari arah kiri ke kanan adalah Kepala Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio Jawa Timur, bapak Joni Adrian, SH. MH - Chief Service Management Officer XL, ibu Yessie D. Yosetya - Kepala Dinas Kominfo Jawa Timur, bapak Ir. Eddy Santoso, MM. - Vice President XL Eas Region, ibu Desy Sari Dewi.
Dokumen : XL

Dokumen : XL
Dokumen pribadi
Dokumen pribadi
Dokumen pribadi

Bagi kalian yang belum mengganti sim cardnya dengan jaringan 4G LTE, datang saja ke counter XL untuk di replacement tanpa harus mengganti nomor yang lama. Tetapi tentunya handphone yang di pakai sudah harus mendukung jaringan tersebut. 


Hari gini masih 2G... 3G... ??? Sekarang sudah jamannya 4G reeekkk.... 





Wednesday, September 9, 2015

Launching OPPO "Kemewahan Yang Terjangkau Bersama Rangkaian Produk VIP"

Produk VIP (dok. OPPO)


Seiring dengan berkembangnya teknologi, tuntutan konsumen akan smartphone yang berspesifikasi mumpuni pun semakin tinggi. Tidak hanya itu saja, desain eksterior smartphone yang cantik juga menjadi salah satu pertimbangan utama konsumen ketika membeli smartphone. Hal ini dikarenakan smartphone telah menjadi aksesoris mewah yang tidak hanya menjalankan fungsi komunikasi, namun juga untuk menunjang gaya hidup seseorang.


 Sebagai produsen smartphone yang terus mengedepankan inovasi teknologi dan desain, OPPO berusaha menjawab tantangan tersebut dengan memperkenalkan sebuah kemewahan yang terjangkau melalui jajaran produk Valuably Impressive Phone (VIP).


 “OPPO memahami betul kebutuhan dan keinginan konsumen akan smartphone yang tidak hanya berestetika tinggi dan berpesifikasi canggih, namun juga memiliki harga yang terjangkau. Oleh karena itu kami meluncurkan Mirror 5 & R7 Lite, dimana kedua produk ini akan menjadi andalan OPPO untuk kategori VIP yang membawa keanggunan desain eksterior, kamera berkualitas tinggi, spesifikasi canggih, namun dalam harga yang lebih kompetitif,“ ujar Ivan Lau, CEO OPPO Indonesia.


 Jajaran produk VIP OPPO akan diperkenalkan pada sebuah rangkaian acara bertajuk FYI (Fashion – Young – Innovative) Experience Tour yang akan diadakan di beberapa kota besar di Indonesia dimana kota keenam yang disinggahi adalah Surabaya dan berlokasi di Olde CafĂ© di Jalan Piolisi Istimewa. Melalui acara  tersebut, OPPO ingin memberikan sebuah kesempatan yang eksklusif bagi konsumen untuk merasakan pengalaman kualitas smartphone premium OPPO dalam kelas menengah. 


MIRROR 5


Mengadaptasi teknik UV embossing R1X, Mirror 5 membawa keunikan desain potongan berlian yang sama dengan pendahulunya untuk meninggalkan kesan mewah pada eksterior smartphone. Layar 5 inci yang disematkan pun bertujuan untuk memberikan rasa nyaman ketika menggenggam smartphone.


 Tidak hanya membawa desain yang cantik, Mirror 5 juga memiliki spesifikasi yang mumpuni. Dilengkapi dengan “otak” dari Qualcomm Snapdragon Quadcore  1,2 Ghz serta 2GB RAM dan 16GB ROM, Mirror 5 menawarkan performa yang cepat dan mulus ketika membuka aplikasi. Mirror 5 juga memberikan dukungan dengan MicroSD hingga 128GB untuk memperbesar ruang penyimpanannya.


 Mirror 5 mengusung sistem operasi khas OPPO terbaru, yaitu ColorOS 2.1 berbasis Android 5.1 Lollipop untuk menjanjikan sistem operasi yang cepat, hemat, dan mudah digunakan.  Seperti pendahulunya pada seri Mirror, Mirror 5 membawa fitur remote control yang sangat responsif. Dengan fitur ini, konsumen dapat mengatur berbagai macam peralatan elektronik hanya dalam gengaman sebuah perangkat smartphone. Fungsi remote control ini juga didukung dengan online update untuk menjamin kompatibilitas Mirror 5 dengan perangkat elektronik lainnya.


 Untuk segi pengambilan gambar, Mirror 5 dipersenjatai oleh kamera utama sebesar 8MP dan kamera depan sebesar 5MP, serta diperkuat oleh sistem pemrosesan gambar khas OPPO, Pure Image 2.0+, yang mampu menghasilkan kualitas pengambilan gambar Ultra HD.


 Tersedia dalam 2 warna, putih dan biru, Mirror 5 siap dipasarkan semenjak diperkenalkan resmi pada 19 Agustus 2015 dan dilepas dengan harga yang kompetitif sebesar Rp. 2.999.000.


R7 LITE

Produk R7 Lite tampak depan/atas (dok. OPPO)

Selain memperkenalkan Mirror 5, OPPO juga membawa lini terbaru dari keluarga R7, yaitu R7 Lite. Berbalutkan full metal unibody, R7 Lite memiliki kesan tangguh yang sama dengan pendahulunya. Seri terbaru ini juga mengusung keunggulan desain dengan layar lengkung 2.5D dan pengunaan materi metal lebih dari 92%.


Sama seperti Mirror 5, R7 Lite membawa sistem operasi terbaru OPPO yaitu ColorOS 2.1 berbasis android Lollipop 5.1., serta spesifikasi yang mumpuni dengan prosesor 8 inti Qualcomm Snapdragon 615 untuk menjaga performa tinggi smartphone.
 
R7 lite juga dilengkapi dengan kamera utama 13MP dan kamera depan 8MP, sistem penyimpanan 2GB RAM dan 16GB ROM yang dapat diperluas hingga 128GB dengan menggunakan MicroSD, serta mendukung Jaringan 4G LTE 900/1800Mhz. Untuk menunjang kesehariannya, R7 lite dilengkapi baterai sebesar 2320 mAH.


R7 Lite akan dilepas di pasaran Indonesia dengan harga Rp. 3.999.000 yang diperkirakan akan dipasarkan pada September 2015 nanti.


SEKILAS TENTANG OPPO


OPPO adalah penyedia layanan elektronik dan teknologi global yang menyajikan perangkat elektronik terbaru. Yang didekasikan untuk menyediakan produk dengan kualitas tinggi bagi konsumen di seluruh wilayah Amerika, Afrika, Eropa, Oseania dan Asia.  OPPO mengembangkan desain, pengembangan dan promosi produk dengan menggabungkan inovasi yeknoloho dan desain dengan tampilan yang berbeda. Untuk memastikan konsumen, OPPO menerima produk terbaik.


Berdiri sejak 2004, OPPO secara cepat membuktikan eksistensinya pada pasar dengan menitik beratkan perhatian pada detail produk. Setelah memasuki pasar smartphone pada 2008, OPPO secara cepat melakukan expansi pasar internasional satu tahun kemudian. Saat ini OPPO smartphone hadir pada lebih 20 pasar dan menyediakan perangkat untuk dibeli pada 50 negara, dengan merek yang sudah terdaftar pada 116 negara pada April 2015.


Tidak berhenti di situ saja. Dengan menggunakan semangat dan komitmen dalam menyajikan teknologi terbaru, OPPO telah membuat dampak besar pada pasar audio visual dengan menawarkan perangkat pemutar blue ray dan headset premium pada pasar Amerika Serikat dan Eropa. 


Untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap tentang produk, promo serta event, silahkan berkunjungi ke : 


Website : http://www.oppo.com/en/

Facebook : OPPO Indonesia

Twitter : @OPPOIndonesia

Instagram : @oppoindonesia


Test camera dengan OPPO Mirror5 (dok.pri)